
Coward... Seorang Swordman yang berhasil menjadi peserta pertama yang lolos ke fase knock out kini harus berhadapan dengan Hiscopt, seorang Centaur yang merupakan salah satu Kapten Light Guardian.
"Aku harapkan pertarungan yang bagus darimu..." Salam Hiscopt setelah dirinya berhadap hadapan dengan Coward di atas arena.
"Begitu pun aku..." Jawab Swordman berzirah biru tersebut sekenanya.
Sring...
Suara Coward menarik pedang dari sarungnya pun terdengar di atas arena. Sebuah pedang biru dengan tulisan rune berwarna putih di bagian tengahnya kini bisa semua orang saksikan.
Semua penonton langsung terkesima dengan pedang yang dipakai oleh Swordman tersebut. Mereka semua sudah melihat sendiri bagaimana Coward menggunakan sebuah item untuk bisa lolos ke fase knock out.
Semua orang tahu jika Swordman tersebut memiliki item item yang berkualitas tinggi. Tidak terkecuali pedang yang kini dipakai oleh Coward tersebut. Apalagi pedang tersebut adalah senjata utama Coward, sudah pasti pedang tersebut bukanlah sebuah pedang sembarangan.
"Pedang yang bagus... Aku harap kamu bisa memakainya dengan benar..." Puji Hiscopt akan kualitas pedang yang dimiliki Coward.
"Kau akan melihatnya sendiri nanti..." Senyum kecil Coward mengakhiri sedikit percakapan mereka berdua.
Hiscopt pun mengeluarkan senjatanya juga. Seorang Centaur tersebut kini memegang sebuah pedang di tangan kanannya dan tombak di tangan kirinya. Menggenggam erat kedua senjata tersebut untuk beradu dengan pedang Coward nantinya.
"Pertandingan kedua... Antara Hiscopt dan Coward... Di mulai..." Flyin langsung mengambil jarak antara kedua peserta tersebut. Dirinya tidak ingin menjadi korban salah sasaran dari serangan masing masing peserta.
"Nine Slash!"
Begitu kata di mulai keluar dari mulut Flyin, Coward langsung mengerahkan salah satu skill pedangnya. Sembilan gelombang energi berwarna biru langsung meluncur ke arah Hiscopt. Menargetkan Hiscopt sebagai sasaran utamanya.
Hiscopt yang seorang Kapten Light Guardian tentu tidak terlalu terkejut dengan serangan dadakan dari Coward. Dirinya langsung memutar tombak di tangan kirinya untuk menghalau semua gelombang energi yang menyasar dirinya.
Thang...
Thang...
Sembilan kali suara akibat benturan antara tombak Hiscopt dengan gelombang energi biru Coward luncurkan. Tidak ada satupun dari gelombang energi tersebut yang mampu menembus putaran tombak dari Hiscopt.
Namun Coward memang merencanakan hal seperti itu. Dirinya tahu betul kualitas dari seorang Kapten Light Guardian. Serangan kecil seperti itu tentu tidak akan bisa diandalkan untuk membunuh Hiscopt yang seorang Centaur. Centaur sendiri adalah ras yang begitu terkenal akan kekuatan tubuh yang mereka miliki. Itulah sebabnya Coward hanya menjadikan serangan pertama tadi sebagain pengalihan. Pengalihan untuk serangan yang kuat selanjutnya.
Benar saja... Coward sudah berpindah tempat. Dari tadinya beberapa meter di hadapan Hiscopt, kini tengah melompat di atas udara. Mulut Coward nampak sedang menghisap udara di sekitarnya. Seakan akan Coward sedang bersiap untuk mengeluarkan semua isi perutnya.
"Dragon Roar!"
Waaaa.....
Sebuah hentakan energi tidak kasat mata langsung menerpa Hiscopt dari atas. Hiscopt tahu betul, jika dirinya mencoba menghindari sentakan gelombang energi tersebut. Sebagian tubuhnya tidak akan bisa dirinya selamatkan.
Menangkis serangan tersebut adalah pilihan terbijak yang bisa Hiscopt ambil. Dengan kedua senjatanya, Hiscopt mencoba menghalau serangan gelombang energi yang dikeluarkan oleh Coward.
__ADS_1
Boom...
Tubuh Hiscopt terdorong ke bawah, jika saja serangan tersebut berasal dari depan. Mungkin tubuh Hiscopt sudah terpental ke belakang. Namun serangan tersebut dari bawah, membuat tubuh Hiscopt harus menahan tekanan yang begitu berat ke bawah.
Crack...
Lantai arena tempat Hiscopt berpijak pun retak dengan sendirinya. Kaki depan Hiscopt langsung tertekuk, tidak kuat lagi menahan beban tekanan yang menimpanya dari atas.
"Aku tidak bisa terus begini..." Geram Hiscopt, jika dirinya tetap bertahan seperti ini. Mungkin tubuhnya akan berubah menjadi Centaur geprek.
"Mana Impulse!"
Sebuah aura putih keluar dari tubuh Hiscopt, aura yang terpancar dari mana Hiscopt yang dirinya gunakan untuk menghalau tekanan Dragon Roar dari Coward. Perlahan namun pasti, Hiscopt pun mulai bisa berdiri dengan keempat kakinya kembali.
Boom...
Aura putih yang Hiscopt keluarkan melebar, hingga membuat Dragon Roar yang menekan dirinya terpencar seutuhnya.
"Hebat... Bisa menahan Dragon Roar milikku..." Puji Coward yang baru saja kembali mendarat di atas arena. Sangat jarang ada orang yang bisa mementahkan serangan Dragon Roar milik Coward, semua karena Dragon Roar memberikan 200% damage dari atribut serangannya.
"Kamu yang hebat... Bisa memaksaku mengaktifkan Mana Impulse. Sudah lama sekali aku tidak berhadapan dengan seseorang yang membuatku mengaktifkan kekuatan ini..." Balas Hiscopt dengan mengacungkan kedua senjatanya. Bersiap untuk sekali lagi berhadapan dengan Swordman di hadapannya.
"Hem... Kalau begitu tunjukkan padaku... Apa kelebihan kekuatan itu?" Coward mengambil kuda kuda untuk bertarung. Dengan satu kaki tertekuk di depan, dan satu kaki di belakang untuk bersiap menjadi tumpuan. Pedang birunya mengacung ke depan di samping kepalanya, bersiap untuk mengambil nyawa musuh di hadapannya.
Getaran di atas arena nampak tidak membuat kuda kuda Coward goyah, dengan secepat kilat Coward meluncur ke depan, ke arah Hiscopt yang sedang berlari ke arahnya.
"Sword Mastery...First step... Three Dragon Slice!"
Tubuh Coward tiba tiba terlihat berubah menjadi tiga, ketiga tubuh tersebut menyerang Hiscopt secara bersamaan.
Thang...
Thang...
Bagaikan sudah mengetahui arah serangan Coward, Hiscopt bisa menangkis setiap tebasan yang diarahkan kepada dirinya. Hiscopt hanya perlu mundur beberapa langkah setiap dirinya menangkis serangan dari Coward.
Semua penonton pun terdiam sejenak, mereka harus memicingkan mata mereka untuk tidak melewatkan pertukaran serangan yang begitu cepat tersebut.
"Luar biasa... Kamu bisa membaca semua gerakanku?" Coward sempat dibuat terkejut, kecepatan dirinya jauh di atas rata rata. Apalagi Sword Mastery adalah skill paling langka untuk seorang Swordman. Belum pernah ada yang bisa selamat dari serangannya barusan.
"Mana Impulse milikku jauh lebih berguna daripada hanya membaca gerakanmu..." Nafas Hiscopt sedikit terengah engah. Meskipun dirinya bisa menangkis semua serangan dari Coward, tapi itu karena dirinya tengah menyebarkan mananya ke sekitar tubuhnya. Membuat dirinya bisa mendeteksi kemana Coward akan menyerang dirinya.
Namun tentu Hiscopt tidak mau terus seperti itu. Lambat laun dirinya akan kehabisan mana dengan sendirinya jika terus seperti ini. Mana Impulse adalah tekhnik yang terus membakar mana untuk bisa mempercepat gerakan dan menguatkan persepsinya kepada lawan. Jika dirinya sampai kehabisan mana, maka semuanya akan berakhir sudah.
"Kini giliranku..." Hiscopt mengacungkan tombaknya ke depan, dan pedang di tangan kanannya mengacung di atas kepalanya. Aura putih yang menyelimuti Hiscopt pun semakin bertambah besar, seiring dengan semakin banyaknya mana yang dirinya bakar.
__ADS_1
"Centaur Brave!"
Hiscopt menghentakkan kedua kaki depannya, dan dengan cepat melaju ke arah Coward. Kecepatan Hiscopt meningkat dengan cepat, melesat ke depan untuk mendaratkan serangan kepada Coward. Dengan berselimut aura putih, Hiscopt bagaikan sebuah tombak cahaya yang siap menusuk ke musuhnya.
"Baiklah kalau kau ingin mengakhiri ini dengan cepat... Aku terima tantanganmu..." Melihat Hiscopt melaju ke arahnya, Coward dengan senang hati menerima tantangan Hiscopt. Dirinya juga ingin mengakhiri pertarungan ini secepatnya.
"Second step. Dragon Flying to Sky..."
Coward menundukkan tubuhnya, pedang birunya bahkan kini menempel pada lantai arena.
Jantung semua penonton berdetak dengan cepat, mereka saling menahan nafas untuk tidak melewatkan satu pertukaran serangan yang mungkin akan menjadi serangan penghabisan.
Slash...
Sebuah pertukaran serangan berwarna biru dan putih terjadi di atas arena. Coward yang melompat ke atas tepat sebelum Hiscopt mengenai tubuhnya kini mendarat di belakang Hiscopt. Sedangkan Hiscopt terus melaju melewati Coward.
Semua berhenti, baik Coward maupun Hiscopt. Tidak ada satupun dari kedua peserta tersebut yang bergerak. Para penonton pun terdiam, menunggu siapa sebenarnya yang telah berhasil mendaratkan serangan.
Bruk...
Tubuh Coward terjatuh di atas lantai arena. Semua penonton pun langsung bersorak, mendapati Hiscopt yang menjadi pemenang dalam pertukaran serangan tersebut.
Namun reaksi semua penonton berubah, ketika mendapati darah merah mulai menyembur dari kepala Hiscopt. Perlahan namun pasti darah merah tersebut semakin banyak. Hingga akhirnya tubuh Hiscopt terbelah menjadi dua seutuhnya. Dari kepala sampai ekornya.
Bruk...
Bruk...
"Uhuk... Uhuk..." Batuk pelan dari Coward mengalihkan pandangan Flyin yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Dirinya bisa melihat dengan jelas tadi jika serangan Hiscopt tepat mengenai Coward ketika Coward melompat. Namun yang kini dirinya lihat adalah Coward yang telah membelah Hiscopt seutuhnya.
"Pemenang pertandingan kedua... Swordman Coward..." Flyin mengumumkan pemenang pertandingan kedua.
Penonton pun bersorak sejadinya. Mereka benar benar telah disajikan dengan satu pertarungan yang begitu menegangkan.
Coward pun turun dari arena dengan memegangi dadanya. Dirinya mulai merasakan efek dari menerima serangan Hiscopt tadi. Jika bukan karena baju zirahnya yang berkualitas tinggi, mungkin dirinya lah yang tadi kalah dalam pertukaran serangan tadi.
"Hebat... Dia hebat..." Ken bergumam pelan. Dirinya terkagum akan tekhnik yang ditunjukkan oleh Coward. Tekhnik yang ditunjukkan oleh Coward adalah gabungan antara skill game dan bela diri pedang. Ken sampai mengepalkan kedua tangannya. Menahan geram akan semangat bertarungnya yang membara.
"Ya... Tapi dia harus membayar mahal untuk kemenangannya..." Balas Blast dengan sebuah senyuman kecil. Sama seperti Ken, dirinya juga begitu tertarik untuk bisa bertarung dengan Coward.
Alan yang duduk di ruang VIP juga ikut tersenyum. Dirinya sudah meminta Joker untuk merekam kejadian tadi. Dan kini dirinya sedang mempelajari gaya bertarung yang Coward tunjukkan. "Sepertinya aku benar benar harus segera memulihkan kondisi tubuh utamaku..." Gumam Alan setelah berkali kali melihat replay yang Joker putar.
"Coward... Jika dia mau masuk ke Light Guardian... Pasti akan menjadi tambahan kekuatan yang luar biasa..." Gumam Poska setelah melihat pertarungan antara Hiscopt dan Coward. Dirinya tidak terlalu mempermasalahkan kematian Hiscopt, karena jiwa Hiscopt telah masuk ke dalam crystal jiwa. Dirinya bisa membangkitkan Hiscopt setelah turnamen selesai nantinya.
Satu persatu pertandingan selanjutnya dilanjutkan. Hingga sore hari, babak 64 besar telah resmi selesai. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak 32 besar, meskipun waktu sudah sore di New World. Mengingat esok hari adalah hari terakhir sebelum hari pengangkatan Rendemiz sebagai raja, atau tepatnya juga hari final turnamen.
__ADS_1