
sebelum tengah malam alan menyusup kembali kedalam kediaman bertholds. alan tentu ingin memastikan khasiat dari racunnya. bukan masalah yang sulit bagi alan untuk bisa menyusup ke dalam kediaman bertholds. dengan skill shadowingnya alan seakan akan menjadi sebuah bayangan yang menyusup dari satu bayangan benda ke bayangan lainnya.
alan berdiam diri di bawah pohon yang terletak di taman depan kediaman bertholds. matanya awas mengawasi sekitarnya. dirinya bisa melihat beberapa penjaga yang bergantian berpatroli mengelilingi kediaman bertholds. tentu penjaga yang berpatroli tidak bisa melihat alan. alan selalu menggunakan kamuflase dari jubahnya untuk membuatnya tidak terlihat.
tepat ditengah malam sebuah jeritan wanita dari dalam kediaman juris bertholds terdengar. para penjaga yang sedang berjaga di luar pun langsung berlari masuk kedalam kediaman. bujas yang mendengar jeritan wanita di dalam kediaman pun langsung menuju ke arah sumber suara secepat dia bisa. dirinya semakin panik ketika mendapati sumber suara wanita tersebut berasal dari kamar tidur juris bertholds.
" ada apa?" kata bujas yang baru saja masuk ke kamar juris. dirinya mendapati seorang wanita yang masih tidak mengenakan busana sedang berdiri mematung di sudut kamar. muka pucatnya tertutup oleh tangan kirinya yang tampak gemetar. sedang tangan kanannya mengacung ke arah tempat tidur.
bujas pun melihat ke arah yang ditunjuk oleh wanita tersebut. dirinya tentu seakan ingin pingsan. mendapati tuannya, si juris bertholds terbujur lemas di atas tempat tidur tanpa memakai busana.
"apa yang telah kamu lakukan?" bujas tentu sangat marah pada wanita di dalam kamar tersebut. dirinya mengetahui bahwa wanita tersebut adalah teman kencan satu malam juris bertholds.
"a... a... aku..." belum sempat wanita itu selesai menyelesaikan perkataanya. tubuh wanita tersebut terguncang hebat. badannya langsung bergetar tidak beraturan. wanita tersebut memegangi dadanya yang terasa sangat panas. mulut sang wanita tersebut terbuka lebar, seakan ingin mengatakan sesuatu, namun tidak ada sepatah katapun yang bisa terucapkan. tidak berselang lama si wanita tersebut terjatuh tengkurap di lantai.
bujas tentu semakin curiga dengan apa yang terjadi. dirinya memeriksa kondisi wanita tersebut dan mendapati wanita tersebut telah mati.
"ada apa ini sebenarnya?" bujas tentu menyadari kalau tuannya dan teman kencan tuannya sudah diracuni. namun dirinya tidak bisa mengetahui racun yang digunakan, dan kapan racun itu diberikan.
bujas pun langsung bertindak cepat. orang pertama yang patut dicurigai adalah para pelayan dan koki kediaman. yang bisa memberikan racun tanpa diketahui hanyalah mereka. bujas mengumpulkan semua pelayan dan koki yang ada di kediaman.
baru saja bujas bisa mengumpulkan semua pelayan dan koki dalam satu ruangan. semua koki dan pelayan sudah meronta kesakitan. apa yang mereka alami sama persis dengan teman kencan wanita juris bertholds. bujas tentu semakin mengerutkan dahi. tidak menduga hal seperti ini akan terjadi.
"penjaga! awasi semua jalan masuk dan keluar! jangan biarkan seorang pun bisa keluar dari rumah ini." bujas memberikan komando pada penjaga kediaman melalui crystal link.
namun berkali kali dirinya memberi komando tidak ada satupun bawahannya yang menjawab. merasa ada yang tidak beres bujas pun melihat keluar kediaman ke tempat para penjaga. pemandangan sama pun dilihatnya. beberapa penjaga sudah terbujur kaku di tanah. sedangkan sisanya masih mengerang kesakitan.
"ada apa ini sebenarnya?" bujas merinding membayangkan yang telah terjadi. tidak dirinya sangka kediaman juris bertholds akan diserang secara tiba tiba seperti ini. yang lebih mengejutkan bujas adalah, bujas tidak tahu kapan serangan itu dimulai dan siapa pelakunya.
"oh... rupanya ada yang bisa selamat." suara seseorang tentu mengejutkan bujas yang masih termenung.
"jadi kamu pelakunya. bagus lah kalau kamu berani menampakkan diri. aku kira kamu seorang pengecut yang beraninya bersembunyi." bujas tersenyum menang setelah melihat bayangan seseorang yang berjalan ke arahnya. dirinya belum bisa melihat wajah dari orang tersebut.
"bersembunyi? sejak kapan aku bersembunyi?" alan semakin mendekati bujas. membuat seluruh tubuhnya bisa terlihat jelas oleh bujas.
__ADS_1
"kau!!!" bujas yang mengetahui siapa orang tersebut tentu sangat murka. dirinya tidak menduga alan lah orang dibalik semua ini.
"kenapa kamu melakukan ini semua?" bujas tidak habis pikir kenapa alan membunuh seluruh anggota keluarga bertholds.
"kamu tidak perlu tahu. karena kamu juga akan menyusul mereka sebentar lagi." alan dengan cepat melemparkan pisau terbangnya ke arah bujas.
thang...
bujas berhasil menangkis pisau terbang alan dengan pedang pendek yang tersimpan di dalam bajunya.
"pemimpin pasukan pengawal memang tidak bisa diremehkan." alan tersenyum melihat bujas bisa menangkis serangannya.
"jangan besar kepala bocah! kamu pikir kamu sedang berhadapan dengan siapa?" bujas langsung memasang kuda kuda menyerang.
dengan satu lompatan cepat bujas sudah sampai di depan alan. pedang bujas pun sudah mengarah ke leher alan.
thang...
pedang bujas berbenturan dengan pedang alan. alan tentu sedikit terkejut melihat bujas bisa hampir menyamai kecepatan oldus deathking. begitu juga bujas, dirinya tidak menyangka alan bisa menangkis serangan kilatnya. selama ini tidak pernah ada yang bisa selamat dari skillnya satu ini.
"kalau hanya segini kemampuan pemimpin pasukan penjaga kediaman juris, aku tidak akan repot repot meracuninya. cukup aku serang secara langsung saja." alan membumbui bujas yang sudah terbakar emosi ketika pedang mereka berdua masih beradu kekuatan.
bujas pun melompat ke belakang untuk mempersiapkan serangan selanjutnya. bujas tentu merasa berhati hati mengingat alan adalah pengguna racun. jika dirinya berada di dekatnya terus menerus, bukan hal yang sulit bagi alan untuk melepaskan serangan racun secara mendadak.
alan yang mengerti dengan pikiran bujas pun tidak tinggal diam. alan langsung berganti maju menyerang bujas. mencoba membuka celah untuk bisa melepaskan serangan racunnya.
thang...
thang...
pertukaran serangan pedang alan dan bujas memecahkan kesunyian malam itu. setiap pertukaran serangan pedang selalu menciptakan hembusan angin di sekitar mereka berdua. jika ada orang yang melihat pertarungan mereka berdua, pasti orang itu menganggap pertarungan ini adalah pertarungan antara kedua monster.
bujas yang lebih unggul dalam kecepatan tidak sekalipun menyulitkan alan, karena alan memiliki skill shadowing yang bisa dia gunakan untuk menghindari serangan bujas yang tidak bisa dia tangkis.
__ADS_1
bujas memang memiliki kecepatan dibawah oldus. hanya saja teknik bertarung bujas jauh lebih tinggi daripada oldus. sehingga alan tidak bisa menyerang bujas dari titik buta dengan skill shadowingnya.
"bagus juga kamu bocah bisa bertahan sejauh ini. tapi bagaimana dengan ini?" bujas tersenyum menang saat berucap. seluruh tubuh bujas langsung memancarkan aura kemerahan yang menyelimuti tubuhnya.
alan tentu siaga dengan apa yang dilakukan bujas. dirinya langsung menjaga jarak dari bujas. alan yakin apa yang dilakukan bujas adalah sebuah teknik untuk meningkatkan kekuatan secara signifikan.
seperti dugaan alan. kecepatan bujas langsung meningkat sampai 2x lipat. alan tentu semakin kerepotan untuk menangkis ataupun menghindari serangan dari bujas. alan terpaksa menggunakan skill shadowingnya secara terus menerus.
"kalau seperti ini bisa bahaya." alan teringat akan terakhir kali dirinya terus menerus menggunakan skill shadowing. skill shadowing memang efektif untuk menghindari serangan. namun jika dipakai terus menerus apa lagi dalam keadaan konsentrasi tinggi saat bertarung, stamina alan akan berkurang sangat cepat.
"black breath!"
alan yang bisa memprediksi arah serangan bujas langsung menggunakan black breathnya. alan mencoba menghentikan pergerakan dari bujas. diluar dugaan alan, aura merah yang menyelimuti tubuh bujas ternyata juga melindungi bujas dari efek racun black breath. bujas tetap tidak berhenti bergerak namun kecepatannya berkurang drastis.
"kamu memang menarik. tapi berapa lama skillmu ini akan bertahan?" bujas terus menyerang alan di dalam gas beracun black breath walaupun kecepatannya berkurang drastis.
alan tentu tidak akan membuang buang waktu terlalu lama. durasi black breath tidak lah lama. alan langsung mengaktifkan shadow stepnya, membuat agility alan langsung naik 2x lipat.
kondisi pertarungan berganti memihak kepada alan sekarang. bujas dipaksa harus bertahan total untuk menangkis serangan alan. kalau saja bukan karena teknik dan pengalaman bertarung yang lebih unggul, tentu bujas sudah kehilangan nyawanya.
"critical wind spear!"
merasa tidak menemukan jalan untuk menyerang langsung alan langsung mengeluarkan skill critical wind spear dari jarak dekat. critical wind spear secara otomatis akan menyerang bagian vital bujas. bujas tentu dengan tekniknya yang hebat bisa menangkis critical wind spear dengan sempurna. namun begitu tombak angin alan menghilang karena ditahan, bujas merasakan dadanya telah tertusuk sesuatu dari belakang.
alan dengan cepat menggunakan shadow stabnya untuk menyerang bujas dari belakang. bujas yang tidak menyadari serangan alan dari belakang pun akhirnya hanya bisa menerima jantungnya tertusuk oleh belati alan.
"ka... ka... " bujas tidak bisa menyelesaikan kata katanya karena tubuhnya telah terjatuh ke tanah.
alan bisa bernafas lega sekarang. dirinya menyadari bujas jauh lebih unggul darinya. alan bisa menang pun karena alan menggunakan kombinasi skill yang beragam. jika pertarungan dilanjutkan lebih lanjut, bukan tidak mungkin bujas lah yang keluar sebagai pemenang.
selesai dengan bujas alan tentu tidak langsung meninggalkan kediaman bertholds. alan memastikan kedalam kediaman tidak ada satupun anggota keluarga bertholds yang tersisa. alan sempat merinding sendiri melihat begitu banyak mayat NPC yang mati di kediaman bertholds tersebut. namun dirinya mencoba menguatkan hatinya.
"lebih baik seperti ini daripada terpecahnya perang."
__ADS_1
alan pun melanjutkan pemeriksaan kedalam ruangan yang tadi digunakan untuk pameran harta. pandangan alan tentu tertuju pada baju zirah hitam yang terdapat di kotak kaca tersebut.
[deathking armor, legendary item]