
[Anda mendapat permintaan pertemanan. Terima?
Ya/ Tidak ]
Alan menambahkan Shoote Sun sebagai temannya sebelum berpisah di dekat kota Irtys. Alan perlu bersiap siap untuk menutupi jati diri Freya. Pengawasan di kota Irtys lebih ketat daripada di South Hill village. Alan tentunya tidak ingin ceroboh masuk ke kota tanpa persiapan.
"Clara... Bisa kamu buat mantel dari kulit monster ini?" Tanya Alan sambil menyerahkan kulit Tree Headed Crocodile.
"Tentu... Akan kubuat mantel yang paling bagus."
Clara pun langsung sibuk membuat mantel dari kulit yang lebarnya hampir 10 meter lebih. Sementara Alan menghubungi zane untuk menanyakan koneksi pasukan revolusi di kota Irtys. Selang beberapa jam Clara pun selesai dengan urusannya.
"Tha tha.... " Teriak Clara sambil memamerkan 3 mantel lengkap dengan penutup kepalanya.
"Kamu bikin 3?" Tanya Alan yang terheran.
"Maaf kak AS... Habisnya aku pikir kamu bakalan suka kalau kita pakai baju yang sama. Terlihat seperti seragam kan?" Clara sedikit merajuk melihat Alan tidak senang dengan apa yang dia buat.
"Hah...." Alan pun tidak bisa menolak jika Clara sudah merajuk. Dengan sedikit berat hati dirinya memakai mantel tersebut.
[Azure Cloak, gold class
int + 30
deff + 50
Active skill
dapat membuat kamuflase pada pengguna sehingga pengguna tidak terlihat. Durasi maximal 10 menit.
cooldown 1 jam.]
"Tidak buruk..." Gumam Alan setelah melihat atribut mantel buatan Clara.
Mantel berwarna putih dengan corak biru laut itu begitu pas dipakai Alan dan Freya. Freya yang paling merasa senang dengan mantel tersebut. Kini dirinya tidak perlu menjadi pusat perhatian karena pakaiannya.
Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan untuk masuk ke kota Irtys. Tanpa kesulitan berarti mereka melewati pos pemeriksaan penjaga. Terima kasih pada mantel buatan Clara yang memuluskan perjalanan.
Kota Irtys lumayan besar, luasnya hampir 5x desa South Hill. Hiruk pikuk di kota juga lumayan ramai. Aktifitas di pasar benar benar menggoda Alan untuk membuka lapak jualan. Terlihat player di kota Irtys jauh lebih banyak daripada di desa South Hill. Tentunya akan lebih mudah mendapatkan uang di kota Irtys daripada di desa South Hill.
Alan, Clara dan Freya langsung pergi ke pabrik senjata kerajaan. Berdasarkan informasi dari Zane, perwakilan pasukan revolusi bernama Igor. Dirinya sedang menjadi mata mata di pabrik senjata kerajaan.
Alan meminta Clara untuk masuk kedalam pabrik senjata dan mengaku sebagai keluarga dari Igor. Clara yang berwajah imut tentunya tidak akan dicurigai oleh penjaga. Apalagi Clara adalah ras manusia, berbeda dengan Alan maupun Freya yang merupakan ras Elf.
Clara yang membawa lencana freya pun berhasil masuk dan menemui Igor. Dengan ditunjukkannya lencana Freya, Igor pun langsung meminta Clara untuk menemuinya di bar malam nanti setelah Igor selesai bekerja.
Clara pun menurut dan langsung keluar dari pabrik. Dirinya sudah tidak sanggup menahan kepulan asap yang menyelimuti udara dalam pabrik.
Alan yang mendapat informasi dari Clara, langsung mengajak Clara dan Freya untuk mencari penginapan. Akan lebih aman jika Freya tidak berkeliaran di jalan.
Selesai mengantar Freya, Alan membuka lapak dagangan di pasar. Di pajangnya senjata senjata dan item item hasil rampasan perangnya.
"Lihat armor ini... Atributnya begitu tinggi. berapa harganya?" Seorang pria menawar dagangan Alan.
"5 silver." Kata Alan sekenanya karena tidak mengetahui harga pasaran dari senjata dan armor.
__ADS_1
"apa? 5 silver?" Seru pria tersebut sambil mengeluarkan uangnya takut didahului pemain lain.
Teman dari pria tersebut langsung iri melihat temannya mendapat barang bagus dan murah.
"Apa kamu punya barang yang lain? "
"Oh... Ada... Aku masih punya banyak." Kata Alan sambil mengeluarkan berbagai barang.
Barang dagangan yang dikeluarkan Alan lumayan banyak sehingga menarik perhatian pemain yang lewat. Lapak Alan langsung laris dikerumuni oleh pemain.
Tidak sampai setengah jam barang dagangan Alan dari hasil sitaan perang ludes dibeli. Sampai sampai heal potion dan mana regeneration potion yang menjadi simpanan Alan juga ikut terjual.
"Hem... Sepertinya aku harus mencari sumber pendapatan lagi ini." Batin Alan yang merasa sangat senang mendapatkan lebih dari 30 gold dari satu kali membuka lapak.
Alan pun kembali ke penginapan untuk membuat potion.
###
"Soothe Sun... Kamu berhasil selamat?" Tanya seorang knight yang tadi bersama Shoote Sun di hutan. Shoote Sun mendatangi teman temannya yang sedang berkumpul di bar.
"Ya... Aku ditolong oleh seorang pemain tadi." Jawab Soothe Sun santai.
"Seorang pemain?"
"He'em... Lebih tepatnya seorang pemain dan 2 NPC wanita."
"Ohh... Aku tahu... Jadi kamu kabur setelah mereka membukakan ruang untukmu ya?"
"Tidak... Kami menghabisi Lord monster tadi." Kata Shoote Sun dengan bangganya.
"Berhentilah bercanda." Archer temannya menyahut.
Teman temannya langsung jatuh kedalam keirian melihat Mage Rob milik Shoote Sun. Meskipun iri juga percuma, karena mereka tidak cocok memakainya.
"Ok... Cukup adegan pamernya. Kita ada pekerjaan penting." Swordman yang baru datang langsung menyahut. Di tangannya terdapat poster buronan Alan.
"Pekerjaan penting? Apa itu?" Sewot Shoote Sun yang jengkel adegan pamernya diganggu.
"Lihat ini?" Swordman meletakkan poster buronan Alan di meja.
"Ini... 1000 gold?" Keempat orang lainnya terperangah dengan hadiah buronan pemain yang di poster.
"Tunggu dulu... Sepertinya aku pernah melihat pemain ini." Shoote sun teringat akan pakaian Alan yang mirip dengan pemain di poster.
"Benarkah? Dimana? Ayo langsung kita cari." Seru swordman yang sangat bersemangat.
"Ini... Ini pemain yang tadi menolongku."
"Pemain yang menolongmu?" Keempat orang serentak.
"Lebih baik kita tidak mencari masalah dengannya. Kita tidak akan bisa menangkapnya." Shoote Sun menyadari sangat sulit bisa menangkap Alan setelah melihat sendiri kemampuannya.
"Ahh... Jangan terlalu berlebihan. Apa yang bisa dilakukan pemain seorang diri?" Swordman menyanggah Shoote Sun. Dirinya tidak ingin membiarkan kesempatan mendapat 1000 gold terlepas.
"Dimana kamu terakhir bertemu dengannya?" Tambah swordman yang sangat bersemangat.
__ADS_1
"Ahh... Percuma memperingatkan kalian kalau berhubungan dengan uang. Aku terakhir bersamanya di hutan selatan perbatasan kota. Aku yakin dia sudah masuk ke kota. "
"Bagus... Kita cari dia..." Ajak swordman
"Tunggu..." Shoote Sun mencegah
"Apa lagi?"
"Aku tidak ikut dengan kalian. Aku berhutang budi kepadanya. Tidak mungkin aku sekarang memburunya. Mau ditaruh mana harga diriku jika bertemu dengannya?"
"Terserah kamu saja. Tapi kamu tidak mendapat bagian jika tidak ikut." Swordman mencoba menggoda Shoote Sun dengan jatah bagian.
"Keputusanku sudah bulat. Harga diriku lebih mahal daripada 1000 gold." Seru Shoote Sun
"Ok... ok... Lagian kita berempat juga sudah cukup." Swordman dan rekan rekannya langsung meninggalkan Shoote Sun.
Shoote Sun pun langsung menghubungi Alan dan mengirimkan poster buronan ke Alan. Shoote Sun berpesan agar Alan berhati hati. Karena banyak pemain yang mengincar dirinya.
Alan masih sibuk membuat potion di penginapan. Sebuah pesan masuk ke inbox Alan. Alan membaca pesan berasal dari Shoote Sun dan berisi poster buronannya. Bukannya bersedih atau berpikir keras, Alan langsung sumringah setelah membaca pesan Shoote Sun.
"Kesempatan mencari uang..." Seru Alan sambil melompat.
Clara dan Freya sampai terkejut karena teriakan Alan. Mereka berdua bingung sendiri melihat tingkah laku Alan. "Apa ada yang salah dengan otak kakak?" Gumam Clara.
Alan tidak mempedulikan perkataan Clara. Dirinya langsung meminta Joker membuka map sekitar kota Irtys. Pikiran Alan langsung dipenuhi dengan segala macam strategi.
Alan berdiri di atas batu besar di tengah sungai. Di sungai tersebut terdapat beberapa batu besar yang kokoh berdiri meskipun terkena arus sungai yang deras. Alan menyimpan Azure Cloacknya agar lebih mudah dikenali sebagai pemain dalam poster buronan.
Selesai dengan persiapannya, Alan membuat sebuah postingan di forum.
KALIAN MENCARIKU? AKU DISINI... DATANGLAH MAKA KALIAN AKAN TAHU RASANYA PENYESALAN KARENA TELAH DATANG
Postingan Alan di sertai poto poster buronannya dan foto lokasinya saat ini.
####
"Apakah dia sudah gila?" Kata salah seorang pemain yang membaca postingan Alan.
"Sombong sekali orang ini. Ayo kita buat dia menyesal telah bermain di New World." Kata pemain dari grup lainnya.
Postingan Alan di forum benar benar mengundang provokasi. Pemain pemain langsung serentak mendatangi posisi Alan berada
Sementara itu, di markas King Heart Guild.
"Guild Master... Orang di poster buronan menampakkan diri." Red Bull langsung mengabari King Heart setelah membaca postingan di forum.
"Aku tahu... Aku sudah baca," balas King Heart yang terlihat tetap santai di kursinya sambil meminum arak.
"Apa kita tidak ikut bertindak?" Tanya Red Bull yang heran dengan reaksi guild masternya.
"Jangan bodoh... Kita sudah 2x masuk ke perangkapnya. Dia berani bertindak seperti itu pasti dia sudah menyiapkan rencana."
"Tapi Guild Master... "
"Cukup... Kita tidak bisa mengorbankan kemajuan guild hanya untuk hal sepele." Bentak King Heart.
__ADS_1
Guild King Heart sudah mendapat pukulan keras setelah kalah berperang 2x dengan Alan. Pukulan keras itu berupa turunnya level dan hilangnya peralatan yang jatuh ketika mati. Level masih bisa di naikkan dengan leveling. Tapi bagaimana dengan peralatan dan senjata? Perlu keberuntungan dan usaha keras untuk mendapatkannya. Guild Kaster King Heart tentu tidak ingin memberikan peralatan dan senjata yang susah payah didapatkannya dengan cuma cuma kepada Alan.
Red Bull pun mengerti setelah mendengar penjelasan Guild Masternya. Bahkan sekarang dia merasa kasihan kepada para pemain yang sedang mendatangi lokasi Alan.