
"Apa Anda bercanda Tuan?" Meskipun Franco Miscovic VII seorang Raja di Kerajaannya, namun kini dirinya sedang di hadapkan dengan tamu yang begitu penting. Empat Demon yang dirinya percayai sebagai utusan Asmodias. Dirinya tetap harus menjaga sopan santun agar keempat tamu yang dirinya undang untuk makan malam tersebut tidak tersinggung.
"Apa saya terlihat bercanda Raja Franco?" Alan yang menjadi pemimpin rombongannya meyakinkan perkataannya.
"Itu... Keinginan Anda... Benar benar..."
"Aku tahu memang berat bagi Anda untuk melepas tahta Anda... Tapi saya bisa jamin. Kerajaan Demon God akan berkembang jauh lebih pesat jika para bangsa Demon yang memimpin."
Karolina yang berdiri di samping meja hanya bisa mengerutkan dahi. Dirinya sama sekali tidak menduga jika tamu yang dirinya sendiri undang akan meminta Raja Franco Miscovic VII untuk turun tahta. Dirinya ingin bersuara menentang keinginan tamu Raja tersebut, namun dirinya sadar diri jika ini bukan tempat yang tepat bagi dirinya untuk berbicara.
"Apa tidak ada jalan lain selain saya harus menyerahkan tahta Kerajaan? Membuat perjanjian antar dua Kerajaan mungkin?" Raja Franco Miscovic VII mencoba membujuk tamunya tersebut untuk menawarkan alternatif lain yang mungkin bisa diambil.
"Anda tahu kan seberapa luas Kerajaan Demon God? Apa Anda yakin di wilayah yang hanya seluas itu bisa berdiri dua Kerajaan?" Balas Alan sembari memasukkan daging panggang ke dalam mulutnya. Walaupun tidak bisa memberikan rasa kenyang, paling tidak dirinya bisa merasakan sensasi rasa masakan Kerajaan yang lezat.
"Anda memang benar Tuan... Tapi tetap saja..." Raja Franco Miscovic VII tetap enggan melepas tahtanya yang sudah turun temurun disandang oleh keluarganya tersebut.
"Cepat atau lambat... Kami bangsa Demon akan membentuk suatu Kerajaan. Dan jika Anda tidak menyerahkan tahta secara damai, Saya bisa jamin, Kerajaan Anda akan menjadi yang pertama merasakan kekuatan militer Kerajaan Bangsa Demon" Alan melirik ke arah Flyin, yang sedari tadi sibuk meminum wine yang disediakan. Terlihat jelas jika Flyin sangat menyukai minuman yang berasal dari anggur busuk tersebut.
Sementara Rendemiz dan Selene tidak jauh berbeda, mereka berdua nampak begitu menikmati sajian daging dan wine yang disediakan. Terlihat jelas jika ini pertama kalinya mereka merasakan makanan ras lainnya. Satu jenis makanan yang tidak mungkin untuk ditemui di Dunia Abyss.
"Tapi Tuan... Bagaimana dengan rakyat Kerajaan ini?" Raja Franco Miscovic mencoba mencari alasan. Dirinya sadar mustahil bagi Kerajaan Demon God untuk bisa menandingi kekuatan militer Kerajaan Bangsa Demon yang akan dibentuk. Hanya dengan kata kata saja dirinya bisa melawan keinginan keempat Demon yang menjadi tamunya.
"Saya bisa menjamin keselamatan rakyat Kerajaan ini. Kami Bangsa Demon menginginkan suatu Kerajaan dimana semua ras bisa hidup berdampingan tanpa adanya suatu permusuhan." Alan meletakkan kedua alat makan yang dirinya pakai. Menatap Raja Franco Miscovic dengan tatapan penuh keyakinan.
"Hah... Sepertinya saya tidak bisa menolaknya. Jika memang itu kehendak dari Asmodias." Raja Franco Miscovic tahu betul jika dirinya tidak bisa berbuat apa apa. Lagipula rakyatnya pasti akan sangat menerima jika Kerajaan ini langsung dipimpin oleh Dewa junjungan mereka.
__ADS_1
"Terima kasih Raja Franco Miscovic VII. Saya sangat menghargai keputusan Anda." Alan melanjutkan aktifitas makannya, menghabiskan potongan daging yang tersedia di piring makannya.
Karolina pun hanya bisa pasrah, mendengar pembicaraan antara Rajanya dan keempat tamunya mencapai kesepakatan. Meskipun dirinya sangat tidak terima jika Kerajaan ini akan diambil alih oleh Bangsa Demon. Tapi mau bagaimana lagi? Di dunia ini kekuatan yang bicara, lebih baik menyerah dan sadar akan kekuatan diri sendiri, daripada memaksakan pertarungan yang sudah dipastikan hasilnya.
"Lalu Tuan... Apakah Anda benar benar akan menghancurkan Kuil Cahaya?" Singgung Raja Franco Miscovic VII tentang rencana keempat tamunya yang sempat mengancam Kuil Cahaya.
"Tentu... Kami akan membiarkan mereka bersiap terlebih dahulu. Kami berniat menunjukkan kekuatan kami yang sebenarnya. Agar mereka sadar, jika kami Bangsa Demon bukanlah suatu ras yang bisa diinjak injak begitu saja. Penghancuran Gereja Satanisme benar benar telah menodai harga diri kami sebagai Bangsa Demon." Jawab Alan dengan tenangnya, perhatiannya tetap tertuju pada steak yang ada di atas piringnya.
"Kekuatan Kuil Cahaya bukan lah suatu kekuatan yang bisa diremehkan. Mereka memiliki ratusan ribu prajurit yang tersebar di seluruh benua ini. Apa Anda tetap yakin dengan keputusan Anda?"
"Anda juga belum tahu akan kekuatan kami Bangsa Demon kan?" Raja Franco Miscovic VII bisa melihat sedikit senyuman di balik tudung hitam yang menutupi kepala tamunya tersebut. Membuat Raja Franco Miscovic VII begitu penasaran akan kekuatan Bangsa Demon yang sesungguhnya.
"Jika Anda memang berniat menyerang Kuil Cahaya, Saya harap Anda tidak melibatkan rakyat yang ada di Ibukota ini." Raja Franco mencemaskan keselamatan rakyatnya. Mengingat Kuil Cahaya terletak di suatu distrik padat penduduk. Jika perang besar benar benar terjadi, maka rakyatnya yang tidak berdosa pasti akan ikut menjadi korban perang yang tidak perlukan.
"Anda tidak perlu khawatir mengenai hal tersebut, kami sudah mengatur semuanya." Sekali lagi Raja Franco Miscovic VII bisa melihat sedikit senyuman di balik tudung hitam tamunya tersebut.
###
Dua ribu lima ratus player.
Ya... Dua ribu lima ratus player. Bisa dibayangkan seperti apa dua ribu lima ratus player berbaris rapi membentuk barisan dan berjalan beriringan. Setiap langkah kaki yang tercipta dari 5000 kaki membuat tanah yang mereka lalui seakan bergetar. Membuat tidak ada satupun serangga ataupun hewan kecil yang berani untuk menyelip di antara langkah kaki.
Fire Blade benar benar tidak main main dalam usaha mengembangkan Guildnya kali ini. Tidak tanggung tanggung, dirinya membawa 80% anggota RnP Guild untuk bermigrasi dari Kota Grinfiil ke Ibukota Kerajaan Demon God. Hanya menyisakan beberapa ratus anggota Guildnya untuk menjaga markas Guild dan menyelesaikan Quest yang masih berjalan.
Bagi Fire Blade, mendapatkan kerjasama dengan Kuil Cahaya adalah prioritas utamanya. Dirinya perlu menunjukkan kekuatan terbesar dari RnP Guild agar Kuil Cahaya mantap untuk menjalin kerjasama dengan Guild yang dirinya pimpin. Sudah terbayang di dalam benaknya, bagaimana dirinya mendapat pasokan koin emas dari Kuil Cahaya untuk jasa pengamanan kuil kuil yang akan dibangun oleh Kuil Cahaya nantinya di Kerajaan Demon God.
__ADS_1
Proses migrasi anggota RnP Guild yang begitu mencolok tentu menarik perhatian semua yang melihatnya. Termasuk juga para player independen maupun kelompok kelompok kecil. Namun tentu tidak ada yang berani mengusik rombongan tersebut. Mengingat Guild Master RnP Guild masuk dalam jajaran pemain sepuluh besar terkuat yang ada di New World.
Lagipula siapa yang mau melawan kelompok berjumlah 2500 orang? Jika tidak memiliki jumlah yang lebih besar dari angka tersebut, tentu hal seperti itu hanya akan menjadi ajang pencarian ajal.
"Kenapa mereka semua keluar dari Kota Grinfiil? Apa yang akan mereka lakukan?" Silent Rogue yang mengamati dari kejauhan memandang heran akan proses pemindahan kekuatan secara besar besaran yang dilakukan oleh RnP Guild.
Dirinya sedang berusaha mencari celah untuk kembali melakukan assassination kepada petinggi RnP Guild. Namun langkahnya tentu terhenti melihat RnP Guild seakan sedang menyiapkan pasukan untuk berperang.
"Aku harus menghubungi Commander." Gumam Silent Rogue. Dirinya takut jika RnP Guild telah mengetahui jika Death Mask yang menjadi dalang di balik pembunuhan para petingginya. Akan sangat berbahaya jika RnP Guild menyerang Death Mask dengan jumlah pasukan sebesar itu.
Meskipun kemenangan masih belum bisa dipastikan jika RnP Guild benar benar menyerang Death Mask, namun tetap saja... Death Mask akan mengalami kemunduran yang berarti jika diserang oleh RnP Guild dengan kekuatan sebesar itu.
"Gawat Commander... RnP Guild memindahkan kekuatan penuh mereka. Saya takut jika mereka sudah mengetahui kita berada di balik pembunuhan para petinggi mereka." Silent Rogue menghubungi Atlantik melalui panggilan sistem yang ada.
"Maksudmu?" Atlantik menjawab dengan penuh kebingungan, tidak paham dengan apa yang Silent Rogue jelaskan.
"Lebih dari dua ribu player anggota RnP Guild keluar dari Kota Grinfiil secara bersamaan. Seakan akan mereka sedang bersiap untuk berperang."
"Lebih dari dua ribu katamu?" Atlantik seakan tidak percaya dengan apa yang Silent Rogue laporkan.
"Benar Commander..."
"Kamu terus awasi mereka. Ingat... Jaga jarak! Jangan sampai kamu ketahuan dan tertangkap, atau mereka akan menyadari kita sedang mengawasi mereka. Segera laporkan padaku jika mereka mengarah ke markas kita." Perintah Atlantik dengan jelas, tidak ingin terjadi kesalahan pada apa yang Silent Rogue kerjakan.
"Baik Commander..." Silent Rogue pun menutup panggilan sistem.
__ADS_1
"Vanishing!"
Tubuh Silent Rogue pun langsung menghilang begitu saja, bagaikan dirinya tidak pernah ada di tempatnya tadi berdiri. Dirinya menggunakan skill andalannya untuk melakukan pengintaian pada target targetnya. Sebuah skill yang bisa membuat dirinya tidak terlihat dan tidak dirasakan keberadaanya. Selama dirinya tidak terkena suatu serangan atau terkena sihir sensorik, tidak akan pernah ada yang bisa mendeteksi keberadaannya.