New World

New World
Turnamen Abyss Colloseum 2


__ADS_3

Alan duduk manis di ruang VIP tribun penonton. Dirinya tentu tidak ingin melewatkan begitu saja fase grup turnamen Abyss Colloseum. Dirinya mesti menganalisa semua kekurangan agar bisa membuat turnamen yang lebih bagus lagi nantinya.


Dari kubus transparan yang terbang di atas arena, Alan beserta semua penonton yang ada di dalam Colloseum bisa melihat semua yang terjadi di dalam Abyss Dimension.


Sorak sorak penonton langsung semakin pecah, setelah ada satu peserta yang keluar dari Abyss Dimension. Nampak seorang Swordman dengan pakaian baju zirah serba biru melangkahkan kaki keluar dari pintu dimensi.


"Ooo... Beluk ada lima menit, dan kita lihat... Ada seorang peserta yang telah dipastikan lolos ke fase knock out. Kita lihat... siapa kah tiga peserta lainnya yang ikut lolos beserta dirinya." Flyin yang menjadi pembawa acara semakin memeriahkan suasana dengan komentarnya.


Satu detik...


Dua detik...


Tiga detik...


Tidak ada peserta lain yang ikut keluar dari pintu dimensi grup 3. Menandakan tidak ada peserta lainnya yang ikut lolos ke fase knock out beserta swordman berbaju zirah biru tersebut.


"Wooo... Tidak ada peserta lainnya... Apakah semua peserta dari grup 3 telah tereliminasi?"


Flyin menghampiri sosok Swordman berbaju serba biru tersebut. Berniat menanyakan kepada dirinya apa yang sebenarnya telah terjadi.


"Maaf... Tapi aku sudah membunuh semua yang ada di sana..." Jawab Swordman tersebut dengan datarnya.


"Wooo... Luar biasa sekali... Selamat saya ucapkan pada peserta bernama Coward ini... Dirinya telah berhasil menjadi peserta pertama yang lolos ke fase knock out..."


Coward langsung mengerutkan dahi, dirinya merasa belum memperkenalkan diri. Bagaimana pembawa acara ini bisa mengetahui nama dan identitasnya.


"Tidak ada yang bisa kamu rahasiakan dariku..." Bisik Flyin sembari melewati Coward, Flyin tahu apa yang menjadi pengganjal pikiran dari Coward. Itulah sebabnya dirinya berkata demikian.


Coward pun hanya terdiam, dirinya memilih untuk meninggalkan arena pertarungan dan duduk di kursi peserta yang disediakan. Dirinya bisa mengawasi setiap pertarungan yang ada di Abyss Dimension, dan mencoba mencari tahu kelemahan lawan lawannya nanti.


"Mari kita lihat kilas balik yang telah dilakukan oleh Coward, sehingga dia bisa menjadi peserta tercepat yang lolos ke fase knock out."


Dua layar datar yang ada di samping kiri dan kanan langsung menampilkan tayangan pertarungan Coward. Tapi bisa dibilang apa yang ditampilkan itu bukanlah suatu pertarungan, melainkan hanya satu pembantaian.


Terlihat bagaimana Coward masuk ke dalam Abyss Dimension, dan langsung mengeluarkan sebuah item dari tas penyimpanannya. Item berbentuk kotak merah kecil dengan ukiran rune di permukaan atasnya.


Coward membuka kotak itu, dan seketika keluarlah ratusan anak panah api dari dalam kotak merah tersebut. Ratusan panah api terus keluar dari kotak merah tersebut, seakan akan kotak merah tersebut tidak pernah kehabisan anak panah.


Para pesaing Coward mencoba menghindari dengan menggunakan skill perlindungan mereka, namun apa daya... Anak panah api yang menyerang mereka seakan tidak pernah ada habisnya. Membuat para pesaing Coward harus menerima nasib terserang ratusan anak panah api sampai meninggal.


"Hem... Item yang bagus..." Alan bergumam sendiri melihat item yang dipakai oleh Coward. Item tersebut tentu akan sangat berguna jika digunakan sebagai alat perang.


"Wooo.... Satu lagi peserta telah berhasil lolos ke fase knock out..." Teriak Flyin setelah mendapati salah satu peserta yang keluar dari pintu dimensi grup 9. Seorang wanita berpakaian hitam dengan kombinasi biru tua nampak berjalan keluar dari pintu dimensi.

__ADS_1


"Lihat... Itu Burning Moon... Dia juga lolos dengan mudah..."


"Wajar... Dia masuk sepuluh besar player terkuat di New World."


Bisik bisik antar penonton pun tidak terhindarkan. Mereka sudah mengetahui betapa kuatnya Burning Moon yang merupakan seorang Elementalist kegelapan. Sebuah Class Elementalist yang begitu sulit untuk ditemukan.


"Boleh saya mewawancarai Anda sebentar?" Tanya Flyin yang langsung menghampiri Burning Moon.


Burning Moon hanya memberikan tatapan tidak suka pada Flyin, dan dirinya langsung melangkah pergi meninggalkan arena.


"Nampaknya peserta satu ini cukup malu... Mari kita lihat saja langsung kilas baliknya..." Flyin mengarahkan pandangan para penonton agar melihat ke layar datar. Terlihat bagaimana Burning Moon menggunakan skill Black Replica dengan luar biasa.


"Ya... Sepertinya dengan ini ada dua grup yang hanya menyisakan satu peserta. Apa mungkin akan ada perubahan sistem di fase knock out? Kita lihat saja..."


###


Poska yang seorang Commander dari Light Guardian tidak perlu bersusah payah untuk bisa lolos ke fase knock out. Entah kebetulan, atau memang sengaja diatur oleh penyelenggara turnamen. Dirinya kini berada di dalam satu grup bersama ketiga Kapten lainnya. Blue Spirit, Gorin dan Hiscopt.


Ketiga Kaptennya tersebut sudah lebih dari cukup untuk bisa membuat semua perwakilan Light Guardian di kelompoknya lolos ke fase knock out.


"Ini terlalu mudah Commander..." Gorin yang seorang Orc memukul mukul kan kedua kepalan tangannya pada dadanya. Membanggakan akan kekuatan yang dimilikinya.


"Jangan senang dulu... Ini hanya fase grup bodoh..." Blue Spirit langsung menanggapi kesombongan Gorin dengan sindiran sinis. Bagaimana mungkin fase grup akan menyulitkan Kapten Guardian untuk lolos ke fase knock out. Apalagi ketiga Kapten Light Guardian dan Commandernya bisa berkerja sama dalam satu grup.


"Hah... Kau..." Gorin langsung sedikit tersulut emosi. Dirinya tidak terima dibilang bodoh oleh pria doyan belanja seperti Blue Spirit.


###


Straight Ball, adalah Wakil Guild Master dari Polar Guild yang mengikuti turnamen di Abyss Colloseum. Straight Ball mengikuti turnamen tidak mewakili guild dirinya berada. Melainkan karena keinginannya sendiri yang ingin menguji kemampuannya.


Dirinya ingin mengetahui, sejauh mana posisi dirinya di jajaran player player terkuat di New World. Straight Ball ingin mempersiapkan diri lebih jauh untuk turnamen resmi New World nanti. Dan dengan mengikuti turnamen inilah, dirinya bisa mengetahui kekurangan dirinya. Dirinya bisa mempersiapkan segala hal dan mengurangi resiko kekalahan dalam turnamen resmi New World nanti.


Tidak mewakili guild, itu berarti Straight Ball tidak diperkenankan untuk menggunakan item item yang diberikan oleh guildnya. Tentu saja item tersebut tidak termasuk senjata yang dipakai oleh Straight Ball, melainkan item item sekali pakai yang akan habis dan terbuang setelah digunakan.


"Lebih baik kamu menyerah... Tidak mungkin kamu sendiri mengalahkan kami berempat..." Salah satu NPC manusia yang memakai senjata pedang menyerang Straight Ball. Straight Ball pun menghalau serangan tebasan pedang tersebut dengan tombaknya.


Thang...


Thang...


Belum sempat Straight Ball mendaratkan serangan balasan. Lesatan anak panah sudah melesat ke arahnya. Membuat langkah Straight Ball harus terhenti untuk menghalau anak panah yang menyasar dirinya.


"Sial... Jika saja aku bisa menggunakan Winter Explosion." Keluh Straight Ball yang haru kerepotan menghadapi 4 NPC secara bersamaan. Hanya tersisa dirinya dan 4 NPC tersebut di dalam grup 7. Sehingga dirinya dan keempat NPC sedang memperebutkan satu tempat yang tersisa untuk melaju ke fase knock out.

__ADS_1


Sebenarnya Straight Ball cukup membunuh satu NPC saja, namun disitulah letak kesulitannya. Keempat NPC yang merupakan Kapten Light Guardian tersebut bisa berkoordinasi dengan sempurna. Tidak ada celah sedikitpun bagi Straight Ball untuk bisa membunuh salah satu NPC tersebut. Mereka semua saling menutup kekurangan satu sama lain. Mencegah Straight Ball yang berusaha membunuh salah satu dari mereka.


"Menyerah? Apa kata itu ada?" Straight Ball tetap berpegang teguh terhadap keinginannya untuk bisa lolos ke fase knock out. Akan sangat memalukan jika sampai dirinya tidak lolos dari fase grup.


"Tiger Sparrow!"


Straight Ball langsung mengeluarkan salah satu skillnya. Mencoba menghantam Archer elf yang tadi menyerangnya.


Thang...


Sebuah gada menghalau tusukan tombak Straight Ball. Serangan Straight Ball pun terhenti begitu saja.


"Jangan harap lebih..." Senyum terpancar dari seorang NPC manusia bertubuh kekar.


"Matilah..."


NPC manusia tersebut langsung mengibaskan gadanya ke arah Straight Ball. Straight Ball langsung menunduk untuk menghindari serangan tersebut.


Bruk...


Tanpa diduga Straight Ball, Archer elf yang tadi menjadi targetnya menendang tubuh Straight ball. Tubuh Straight Ball pun harus terguling di atas tanah.


Slash...


Sebuah tebasan pedang dari sang Swordman sudah menyasar kepala Straight Ball. Untung saja Straight Ball bisa menggunakan skill penyelamatan diri untuk menghindari serangan tersebut.


"Ahh... Sepertinya aku tetap harus menggunakannya..." Straight Ball merasa tidak memiliki cara untuk bisa menang melawan keempat Kapten Light Guardian tersebut. Satu satunya cara untuk bisa menang saat ini hanyalah, dirinya menggunakan Winter Explosion. Item sekali pakai yang Polar Guild berikan kepada dirinya.


"Aku harap Guild Master tidak marah kepadaku..." Straight Ball mengeluarkan sebuah gulungan kertas dari tas peyimpanan sistemnya.


"Winter Explosion, activated!"


Keempat Kapten Light Guardian tentu langsung siaga melihat Straight Ball mengeluarkan sebuah gulungan berwarna biru muda. Mereka tahu jika para player memiliki suatu keuntungan untuk bisa menggunakan item item seperti itu.


"Berlindung di dekatku!" Teriak salah satu penyihir Elf Kapten Light Guardian. Penyihir tersebut langsung mengeluarkan perisai pelindung untuk melindungi dirinya beserta teman temannya.


"Percuma..." Senyum terkembang di bibir Straight Ball, melihat sebuah perisai pelindung telah melindungi keempat Kapten Light Guardian. Winter Explosion bukan lah suatu sihir yang busa dihalau dengan perisai pelindung.


Wussh....


Sebuah angin kencang langsung menyebar ke segala arah, dengan tubuh Straight Ball sebagai pusatnya. Setiap benda maupun apapun yang terlewati angin tersebut langsung berubah menjadi beku seketika.


Perisai pelindung yang melindungi keempat Kapten Light Guardian pun juga sama. Perisai tak kasat mata tersebut langsung berubah menjadi es, dan hancur menjadi percikan es kecil begitu saja. Tubuh keempat Kapten Light guardian pun ikut menjadi es.

__ADS_1


Wajah keempat Light Guardian bahkan masih menunjukkan keterkejutan ketika tubuh mereka membeku. Mereka masih tidak percaya dengan apa yang terjadi kepada mereka.


"Harus aku akui... Kalian memang hebat..." Straight Ball tersenyum puas melihat tubuh keempat Kapten Light Guardian yang membeku di hadapannya. Dirinya kini bisa menghabisi keempat empatnya sekaligus. Menjadikan dirinya sebagai satu satunya peserta yang lolos ke babak knock out dari grup 7.


__ADS_2