New World

New World
pasukan revolusi wilayah barat


__ADS_3

kota hermel merupakan sebuah kota kecil di wilayah barat kerajaan south mountain. kota ini terletak di ujung barat kerajaan south mountain, wilayahnya pun berbatasan dengan laut, sehingga menjadikan kota ini sebagai kota pelabuhan. banyak warga kota hermel yang mengandalkan hasil laut sebagai mata pencaharian mereka.


seorang assassin baru saja muncul dari sebuah sudut ruangan yang gelap di sebuah rumah kecil di pinggiran kota.


"kenapa kamu selalu muncul tiba tiba?" tanya seorang pria paruh baya yang sedang bermain bersama anaknya.


"maafkan aku tuan..." jawab assassin itu sambil menundukkan kepala.


"rude... kamu cobalah lihat ibumu sedang apa. ayah ada perlu sebentar dengan om satu itu." bujuk pria paruh baya itu pada anaknya. luke pun menuruti ayahnya dan keluar dari ruangan tersebut untuk mencari ibunya.


"ada apa kamu mencariku?" tanya pria paruh baya itu setelah memastikan tidak ada satu orangpun yang bisa mendengar obrolan mereka berdua di ruangan tersebut.


"tuan elman... tuan puteri memberi perintah pada pasukan barat wilayah barat untuk bergerak!"


"baiklah... aku kira hari itu tidak akan pernah datang..." elman menghela nafas panjang setelah mendengar perintah yang dibawa oleh assassin tersebut.


"apakah yang lainnya juga sudah bersiap?"


"tuan puteri hanya memerintahkan bagian barat untuk bertindak... belum memberi perintah untuk bergerak secara keseluruhan."


"hem... begitu... baiklah... sepertinya aku yang harus memulai pertama." elman memilih meninggalkan ruangan tersebut untuk mempersiapkan diri.


sementara si assassin tersebut kembali ke dalam sudut gelap ruangan dan menghilang tanpa jejak.


"apakah ini saatnya?" pertanyaan dari seorang wanita berwajah suram langsung menyambut elman begitu dirinya keluar ruangan.


"lusi... kamu tahu kan kalau waktu ini akan datang... percayalah padaku!" elman mencoba menenangkan istrinya yang tampak begitu sedih.


"baiklah... berjanjilah padaku kamu akan kembali!" lusi tidak bisa menenangkan hatinya tanpa mendengar janji dari elman.


elman pun terdiam sesaat, dirinya pun hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas permintaan lusi.


"ayah... ayah mau kemana?" melihat ayahnya mengambil sebuah tas kecil dan pedangnya, rude tentu dipenuhi tanda tanya.


"rude... ayah pergi sebentar ya... ayah akan membuatkan rumah yang bagus untuk rude."


"ayah perginya lama? rude ikut... " rude pun merengek untuk bisa ikut bersama ayahnya.

__ADS_1


melihat tingkah manja rude elman hanya bisa tersenyum, walaupun sebenarnya dirinya tidak kuasa untuk menahan rasa perih di hatinya untuk meninggalkan keluarganya. dengan lembutnya elman menggendong anak laki lakinya tersebut.


"rude... kalau kamu ikut ayah... nanti siapa yang menjaga ibu?"


rude pun terdiam mendengar perkataan ayahnya. pikiran anak anaknya tentu belum bisa menjawab pertanyaan yang sulit tersebut.


"ayah tidak akan lama rude... kamu di rumah dulu sama ibu. kamu harus bisa menggantikan ayah untuk menjaga ibu ya..." rude pun hanya mengangguk, tanda dirinya bersedia.


sambil menyerahkan rude ke dalam gendongan lusi, elman mencium kening lusi. "tunggu aku sebentar! aku pasti akan kembali!"


tanpa kuasa air mata lusi menetes membasahi pipinya. dirinya bisa sedikit merasa lega mendengar janji dari elman. namun tetap saja, janji dari elman itu akan sangat sulit terwujud. mengingat elman akan pergi ke medan perang. tak ingin terlalu menambah rasa pedih di hati istrinya, elman pun segera meninggalkan rumahnya.


"pastikan kamu tepati janjimu!" suara parau nan serak samar terdengar dari mulut lusi. beningnya air mata pun ikut menemani kepergian suaminya. kini dirinya hanya bisa berdoa agar suaminya bisa menepati janjinya.


###


pasukan revolusi di kota hermel memang tidak terlalu banyak, hanya berkisar 200an orang. namun mereka semua adalah prajurit yang terlatih. elman yang menjadi komandan dari pasukan tersebut memang selalu membuat pelatihan kepada prajurit prajuritnya secara rahasia. ditambah lagi sebagian besar prajurit tersebut bermata pencaharian sebagai nelayan. mereka tentu sudah terbiasa menghadapi kejamnya lautan, ombak dan badai. membuat mental mereka sangat tangguh, tidak akan gentar menghadapi musuh.


"dengar! kita akan mulai bergerak untuk mengambil kekuasaan. sasaran utama kita adalah para bangsawan korup dan pejabat pemerintahan, bukan warga sipil! jadi jangan sampai ada warga sipil yang terluka.!" elman memberi pidato penyemangat pada prajuritnya.


"aku tahu kalian sedih meninggalkan keluarga! tapi kita pergi kali ini untuk membuat tempat yang lebih indah untuk keluarga kita! kita pergi untuk bisa melihat senyuman dari keluarga kita! kita pergi untuk membebaskan penderitaan keluarga keluarga kita!"


"yes kapten!"


rombongan 200 orang itu pun langsung berpencar setelah mendengar pidato dari elman. tujuan utama mereka adalah kediaman walikota yang sekaligus menjadi gedung pemerintahan kota hermel.


walaupun gedung pemerintahan dijaga ketat oleh pasukan kerajaan. namun para penjaga tentu tidak menduga akan mendapatkan serangan kejutan dari warga sipil yang terlatih. kalah jumlah dan kalah persiapan tentu membuat elman dan prajuritnya dengan mudah bisa menembus kediaman walikota.


"apa apaan ini?" hoston si walikota kota hermel tentu terkejut melihat elman dan prajuritnya mendobrak masuk ke dalam kediamannya.


"kami ambil alih pemerintahan kota ini. serahkan dirimu secara damai jika tidak ingin terbunuh!" elman menjawab pertanyaan hoston dengan nada yang sama tingginya.


"apa maksudmu? kamu kira kamu siapa? penjaga... penjaga..."


"sepertinya kamu tidak ingin menyerahkan diri secara damai."


sleb...

__ADS_1


tusukan pedang elman langsung menghujam lurus kedalam perut hoston. membuat hoston langsung tergeletak di lantai sambil memegangi perutnya.


uargh...


uargh...


rintihan kesakitan hoston terdengar parau. namun elman dan prajuritnya tidak memperdulikannya. mereka langsung meninggalkan kediaman tersebut untuk melanjutkan tugas mereka di kota lainnya.


###


"apa apaan ini?" nightwalker tentu shock mendapati pintu menuju ruang bawah tanah tertimbun tanah. pikirannya pun langsung dipenuhi dengan kepanikan atas kondisi para elf.


"seharusnya aku tidak percaya padanya!" nightwalker mengumpat sejadi jadinya. dirinya menyesal telah mempercayakan para elf pada alan. tidak dia sangka keputusannya malah berbuah hal yang dirinya takuti.


"tenang lah komandan. kita belum tahu pasti keadaan mereka." salah satu anggota nightwalker mencoba menenangkan komandannya. mereka semua paham atas kekecewaan nightwalker pada alan. para elf itu adalah hasil kerja keras mereka selama berada di new world. dan kini mereka harus mendapati ruang bawah tanah yang sudah tertimbun oleh tanah.


"awas saja kalau aku bertemu dengannya lagi. akan kubuat perhitungan!" nightwalker tentu menyimpan dendamnya. dirinya langsung bergegas untuk meninggalkan ruang bawah tanah tersebut.


"kalau kamu ingin membuat perhitungan denganku. kenapa tidak sekarang saja?" belum sampai nightwalker dan teman temannya bergerak selangkah. alan keluar dari bayangan reruntuhan batu.


nightwalker dan yang lainnya tentu terkejut mendapati alan tiba tiba muncul dari reruntuhan. mereka melihat sendiri tidak ada jalan yang bisa dilalui dari reruntuhan tanah tersebut.


"kau..." nightwalker tanpa basa basi langsung melancarkan serangan pada alan.


thang...


benturan senjata keduanya langsung menimbulkan percikan bunga api. walaupun alan dalam kondisi kelelahan setelah bertarung dengan yury stonkis. namun dengan keunggulan atributnya alan bisa menutupi kondisinya tersebut.


pertarungan keduanya pun tidak bisa dihindari. nightwalker menyerang dengan membabi buta, sedangkan alan memilih untuk hanya bertahan. tentu saja alan tidak ingin melukai nightwalker dan teman temannya. itulah sebabnya alan hanya memilih untuk menangkis serangan serangan nightwalker yang diarahkan kepadanya.


"berhenti!" teriakan seorang anak membuat pertukaran serangan alan dan nightwalker terhenti.


nightwalker langsung menoleh ke arah sumber suara. begitu mengetahui wajah pemilik suara. nightwalker langsung menjadi salah tingkah.


malu, senang, terharu bercampur menjadi satu. sampai sampai muka nightwalker memerah dan tidak sadar meneteskan air matanya karena melihat si pemilik suara.


"alves?" nightwalker tidak memperdulikan alan lagi dan berlari ke arah alves untuk memeluknya.

__ADS_1


__ADS_2