New World

New World
pabrik senjata 4


__ADS_3

dikepung lebih dari 20 player anak buah deathmark, nyatanya tidak membuat alan kesulitan. dengan atributnya yang tinggi, alan nampak nyaman menghindari serangan serangan yang dilancarkan anak buah deathmark. bahkan sesekali alan selalu bisa melancarkan serangan balik dengan pedang pendeknya atau jarum beracun yang ditembakkan dari gauntletnya.


[player telah terkena racun white fog, hp akan berkurang 60 poin setiap detik.]


wajah dari setiap anak buah deathmark yang terkena racun dari alan langsung memancarkan kepanikan. tidak seperti deathmark yang memiliki banyak stock potion penyembuh, anak buah deathmark tentu hanya memiliki satu atau dua botol saja sebagai persiapan mereka.


"kenapa kalian berhenti?" deathmark yang baru saja pulih dan kembali menyerang alan merasa marah melihat beberapa anak buahnya hanya berdiam diri.


anak buah deathmark yang terkena racun alan rasanya ingin mengumpat sejadi jadinya pada deathmark. mereka telah berjuang sekuat tenaga untuk guild, namun apa yang mereka dapat ketika mereka susah? namun tentu saja itu hanya ada di dalam pikiran mereka, mereka tidak berani untuk mengatakannya atau akan mendapat sangsi yang berat dari guild.


"mati kau!" deathmark kembali melancarkan serangan dengan dashnya.


thang...


thang...


deathmark tentu terkejut alan bisa menangkis serangannya, padahal dirinya sudah menyerang alan dari titik buta. "apa hanya ini kemampuan kalian?" alan tersenyum sinis sambil menangkis serangan dari deathmark.


"kau..." deathmark tentu geram mendengar alan meremehkan dirinya.


"kamu pikir kamu siapa? berani meremehkan deathmark, wakil guild master ketiga seven guardian! akan kutunjukkan kekuatan yang sebenarnya!" deathmark melompat ke belakang untuk mempersiapkan serangan.


"rush mode... on!" tubuh deathmark langsung bersinar setelah berkata. setelah tubuhnya bersinar deathmark langsung maju menyerang alan kembali. kecepatan deathmark meningkat hampir dua kali lipat. namun alan seakan masih bisa mengikuti gerakan deathmark. walaupun mungkin atribut agility deathmark kini telah lebih tinggi dari alan, namun alan memakai helm yang bisa memprediksi gerakan deathmark. alhasil alan selalu bisa menangkis serangan drathmark.


merasa setiap serangannya selalu ditangkis oleh alan, deathmark kembali mengambil jarak. "hebat juga kau... namun ini sudah berakhir!" deathmark mengacungkan pedangnya ke arah alan.


"seven judge!"


dari pedang deathmark langsung meluncur 7 pedang bersinar, dan semuanya mengarah ke tempat alan. alan yang melihat serangan tersebut langsung menghindarinya dengan mudah. namun, ketika pedang pedang tersebut berhasil alan hindari. ketujuh pedang tersebut langsung berbelok arah, seakan akan ketujuh pedang tersebut hidup dan mengejar alan.

__ADS_1


"ini..." alan kembali menghindari ke tujuh pedang bersinar tersebut. setiap pedang tersebut langsung akan berbelok arah menuju ke arah alan kembali setelah alan menghindarinya.


"hahaha... kamu tidak akan bisa lari dari seven judgeku." deathmark tertawa puas melihat alan melompat kesana kemari menghindari ketujuh pedangnya. dirinya tentu ingin menikmati saat saat dirinya mempermainkan alan dengan ketujuh pedangnya.


merasa tidak mungkin untuk terus menghindari ketujuh pedang deathmark, alan mencoba mengatur pergerakan dari ketujuh pedang deathmark. semua alan lakukan karena jumlah serangan deathmark ada 7 pedang, jika saja hanya satu atau dua pedang. alan bisa saja menangkisnya dengan pelindung alan. namun jika 7, alan tentu tidak percaya diri pelindungnya bisa menangkis pedang deathmark secara keseluruhan.


ketika pedang deathmark telah berada dalam satu arah. bukannya kembali menghindari serangan, alan malah maju menghadapi ketujuh pedang tersebut.


"critical wind spear! canon claw!"


alan mengaktifkan kedua skillnya secara bersamaan. bagi player biasa mungkin akan sulit untuk membagi fokus kepada dua skill secara bersamaan. namun dengan bantuan joker, alan tentu tidak merasa kesulitan sama sekali.


duar...


ledakan terjadi ketika cakar dan tombak alan beradu dengan ketujuh pedang deathmark. seluruh player yang berada di sekitar area tersebut langsung terpana dengan kualitas kekuatan yang ditunjukkan.


seketika tornado muncul di dekat alan, menarik deathmark dan pasukannya untuk terbang dalam pusaran tornado. deathmark yang belum sempat pulih dari keterkejutannya setelah melihat alan selamat, tidak bisa apa apa selain harus ikut terseret ke dalam tornado alan. alan seakan tidak ingin membuang buang waktu. ditembaknya semua player yang terbang terhisap oleh tornado alan dengan jarum beracun alan.


sementara di bagian tengah area pertempuran, olsen tentu terkejut mendapati tornado yang tiba tiba muncul di bagian belakang para player. meskipun dirinya juga khawatir jika tornado tersebut akan ikut menghisap pasukan revolusi, namun dirinya juga merasa senang dengan munculnya tornado tersebut. karena dirinya tahu betul siapa yang memiliki skill tersebut.


"tidak ku kira dia akan datang..."


kedatangan alan membuat olsen semakin bersemangat. olsen mencoba menerobos kepungan player untuk bisa memimpin pasukannya lagi. dengan susah payah olsen menerobos kepungan para player. para player seakan akan tidak ingin membiarkan olsen untuk bisa bergabung dengan pasukan revolusi yang lainnya.


"tuan... tuan tidak apa apa?" di tengah tengah pertempuran salah satu prajurit olsen bertanya kepada olsen setelah olsen berhasil lolos dari kepungan para player. meskipun dirinya berhasil membunuh begitu banyak player, namun dirinya juga tidak luput dari serangan player. tubuhnya pun penuh dengan luka sayatan. prajurit tersebut segera membawa olsen ke bagian belakang pasukan revolusi untuk sekedar mengambil nafas.


"aku baik baik saja... bagaimana keadaanya?" sembari berjalan ke belakang, olsen ingin mengetahui keadaan pasukan revolusi untuk mengatur strategi selanjutnya.


"serangan dahsyat tadi menghabisi begitu banyak pasukan kita tuan." prajurit olsen nampak murung menjawab pertanyaan olsen.

__ADS_1


"begitu ya... apa lebih baik kita mundur?" olsen tidak yakin jika pertarungan dilanjutkan apakah pasukan revolusi masih bisa menang. padahal dirinya sudah mendapat bantuan dari alan dan teman temannya. namun jumlah pasukan revolusi yang tersisa begitu sedikit. perbandingan jumlah mereka dan musuh terlalu besar.


"tapi kita sudah sejauh ini tuan." prajurit tersebut nampak tidak rela jika olsen memerintahkan untuk mundur. dirinya tengah melihat sendiri bagaimana teman temannya mati di tangan para player tersebut. dirinya tentu tidak ingin kematian teman temannya menjadi kematian yang sia sia belaka.


"kau benar... lebih baik mati dalam berjuang daripada hidup terbuang." olsen malu sendiri melihat semangat prajuritnya yang tidak padam meskipun dalam kondisi yang terdesak.


"kita lawan mereka... ayo serang..." olsen kembali mengajak pasukan revolusi untuk maju bertempur.


baru olsen akan ikut masuk ke dalam pertempuran, sesuatu yang mengerikan terjadi di tengah area pertempuran.


mayat, mayat pasukan revolusi yang tengah mati terbunuh perlahan lahan bangkit berdiri. entah itu mayat yang masih utuh atapun yang tinggal setengah badan. anehnya, jika mayat tersebut tinggal setengah badan. dari sisa badan tersebut akan keluar tulang tulang putih, yang membuat badan mayat tersebut kembali lengkap.


uargh...


uargh...


semua orang yang berada di dalam area pertempuran tentu langsung berhenti bergerak, entah itu pasukan revolusi ataupun para player. mereka baru kali ini melihat sesuatu yang bisa disebut menjijikkan, mengerikan atau mengagumkan. kata kata itu mungkin bercampur di dalam pikiran setiap orang yang ada disana.


"apa ini?"


"apa yang terjadi?"


semua orang bingung melihat peristiwa yang terjadi. semua orang tidak berani bertindak, karena mereka juga tidak tahu apa yang akan terjadi. apakah orang orang mati yang bangkit tersebut akan menjadi kawan ataupun lawan.


"jonta! jangan sampai salah sasaran! pastikan pasukanmu tidak membunuh pasukan revolusi!" sambil menembaki player yang terhisap tornado alan menghubungi jonta.


"asyiap bosku..." jonta menjawab alan dengan bersemangat. baru kali ini seumur hidupnya ada orang yang mempercayainya akan kekuatannya. dirinya tentu tidak ingin orang tersebut kecewa.


"sekarang... giliranku beraksi..."

__ADS_1


__ADS_2