
"Baiklah... Seperti ini rencananya..." Alan menjelaskan semua tugas tugas yang harus dilakukan oleh semua orang. Alan memberikan tugas sesuai dengan kemampuan yang rekan rekannya miliki. Agar keberhasilan dalam rencana ini bisa tercapai sepenuhnya.
"Sasaran utamaku tetap pabrik mereka. Tugas kalian adalah untuk menghancurkan semua tanaman yang ada." Alan memberikan instruksi sembari membagikan tujuh botol Beautiful Sun Rise Poison kepada setiap orang yang ada di tempat tersebut.
Masing masing dari mereka langsung tersenyum dengan puas, mendapat sebuah racun yang bisa sangat berguna untuk menghadapi lawan lawan mereka nantinya.
"Aku tidak bisa memberikan banyak racun itu kepada kalian. Gunakanlah dengan bijak... Jangan sampai kalian ikut terkena racun itu." Alan benar benar memberikan wejangan kepada semua rekannya. Racun adalah senjata yang sangat berguna, tapi racun juga bisa menjadi sebuah senjata yang bisa memakan tuannya sendiri. "Terutama kamu Heaven Sins, kamu tidak memiliki banyak pengalaman dalam pertarungan. Aku harap kamu bisa cepat kabur setelah menjalankan tugasmu."
"Percayakan hal itu padaku..." Heaven Sins mengangguk setuju. Memang dirinya tidak berpengalaman dalam bertarung, tapi dirinya hanya mendapatkan suatu tugas yang tergolong mudah dari Alan, mengurangi jumlah pasukan musuh sebanyak mungkin dan menanamkan segel pengurung lalu kabur. Dengan racun dari Alan, hal seperti itu terdengar seperti permainan anak anak.
"Hem..." Ketiga orang lainnya pun juga hanya mengangguk setuju. Di antara mereka berlima, hanya Heaven Sins seorang yang kurang berpengalaman dalam bertarung. Jika sampai Heaven Sins tertangkap, maka rencana ini semua bisa gagal sepenuhnya.
"Baiklah... Kita berangkat..."
###
Hampir sama dengan proses penyerangan ke Kuil Cahaya dulu. Alan menerapkan strategi pengurungan kepada semua lawan yang ada di perkebunan Violet Cactus dengan Prison Dimention.
Hanya saja Prison Dimention tidak bisa mencakup semua wilayah perkebunan Violet Cactus. Perkebunan seluas 36 hektar itu terlalu luas untuk bisa diselubungi sepenuhnya oleh Prison Dimention.
Oleh sebab itu, masing masing dari mereka harus bisa menyusup ke dalam perkebunan untuk bisa menanamkan segel Prison Dimension ke daerah terdekat dengan pabrik Violet Wine.
Dan menyusup ke dalam perkebunan bukanlah suatu perkara yang mudah bagi seorang petarung amatiran seperti Heaven Sins. Seumur hidupnya baru kali ini dirinya melakukan sesuatu hal yang tidak akan pernah terbayang akan dirinya lakukan.
Detak jantungnya terpompa dengan begitu kencang, setiap kali dirinya harus menghindari patroli yang dilakukan oleh anggota Sun Flower Guild.
"Huift... Tadi hampir saja..." Heaven Sins menghela nafas panjang, setelah dirinya berhasil menghindari serombongan patroli anggota Sun Flower Guild berjumlah 20an player. Untung saja dirinya busa sigap bersembunyi di antara batang batang Violet Cactus yang menjulang tinggi.
"Aku harus cepat... Jangan sampai yang lainnya menunggu." Heaven Sins kembali memacu langkah kakinya dalam kegelapan malam. Mencari tempat terbaik agar dirinya bisa menanamkan segel Prison Dimension.
###
Terbang dengan cepat membuat Cleo beserta Willi bisa mencapai titik yang dipilih oleh Alan untuk menanamkan segel Prison Dimension. Meskipun seharusnya Cleo beserta Willi bisa dengan mudah terpantau oleh musuh, namun kegelapan malam membuat perjalanan Cleo menjadi jauh lebih mudah.
"Aku sudah ada di posisi..." Cleo menghubungi Alan melalui pesan sistemnya. Memberitahu Alan jika dirinya tinggal menunggu perintah Alan untuk mengaktifkan segel Prison Dimension.
"Bagus... Tunggu yang lainnya..." Jawab Alan dari seberang panggilan sistem.
###
"Ternyata mereka lemah..." Ken mengumpat sendiri di dalam hati. Dirinya baru saja melumpuhkan tiga puluh player anggota Sun Flower Guild yang sedang berpatroli.
__ADS_1
Meskipun Ken bukanlah seorang Assassin, tapi Ken tidak kekurangan satu pun jurus untuk bisa melumpuhkan tiga puluh player tersebut tanpa menimbulkan keributan.
Terima kasih kepada Kuil Shaolin pun Ken sematkan, karena ajaran tekhnik bela diri dari mereka mempermudah tugas Ken malam ini.
"Apa sebaiknya aku mencari tantangan dulu ya? Aku yakin mereka juga belum akan sampai pada posisi yang ditentukan." Ken sempat berpikir untuk sedikit bersenang senang dengan anggota Sun Flower Guild. Sudah lebih dari seminggu dirinya tidak menggerakkan tubuhnya untuk bertarung. Rasa gatal untuk bertarung di dalam darahnya tentu kini sedang mengalir dengan deras derasnya.
[Jangan bertindak sembarangan... Lakukan tugasmu dengan benar!]
Sebuah pesan tiba tiba masuk ke dalam sistem Ken, sebuah pesan yang tidak lain berasal dari Alan.
"Cih... Bagaimana dia bisa tahu?" Ken pun mengumpat sendiri. Dirinya tidak tahu darimana Alan bisa mengetahui niatannya, namun pesan tersebut membuat Ken mengurungkan niatan dirinya.
[Ok... Ok...]
Balas Ken yang kembali melaju ke arah titik yang di tentukan oleh Alan.
###
Pada dasarnya Jack Wilshere memang seorang Assassin. Menyusup adalah salah satu kelebihan para Assassin. Dirinya hanya perlu mengaktifkan skill Stealth miliknya, dan dirinya bisa melenggang bebas ke tempat yang ditentukan.
Selama tidak ada pemain yang memiliki item sensorik tingkat tinggi, Jack Wilshere tidak akan pernah mendapatkan kesulitan dalam hal penyusupan.
Mereka berempat berpencar di ke empat arah mata angin yang berbeda dan menanamkan segel Prison Dimension yang mereka bawa.
Ya... Hanya itu tugas yang dirinya, menanamkan segel Prison Dimension dan memastikan dirinya bisa kabur dengan selamat. Masalah penghancuran pabrik, sepenuhnya di serahkan kepada Alan nantinya.
Jack tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Alan nantinya, dan dirinya juga sudah mencoba membujuk Alan agar dirinya dan yang lainnya membantu dirinya. Namun Alan tetap bersikeras, jika hanya dirinya saja yang boleh tetap berada di dalam Prison Dimension. Sementara yang lainnya lebih berfokus menghancurkan perkebunan yang ada di area luar Prison Dimension dan mencegah bala bantuan yang akan datang ke dalam Prison Dimension.
"Bagus... Dengan ini selesai..." Jack Wilshere pun menghubungi Alan jika dirinya telah selesai menanamkan Prison Dimension. Kini dirinya hanya bisa menunggu Alan mengaktifkannya dan dirinya bisa melakukan tugas selanjutnya.
###
Langit malam di penuhi bintang bintang malam ini. Langit yang nampak begitu indah jika digunakan sebagai payung memadu kasih. Di antara kelap kelip bintang di langit, ada satu kelap kelip yang bergerak dengan cepat. Mungkin kalau orang awam mengira itu adalah sebuah bintang jatuh, namun jika seorang Archer yang melihat kelap kelip tersebut dengan skill pengamatan maka Archer tersebut akan bisa melihat seekor Naga berwarna hitam putih yang terbang di ketinggian.
"Berhenti di sini Chiro..."
Chiro pun mengikuti arahan partnernya tersebut. Di bawah kaki Chiro kini tengah berdiri dengan kokoh sebuah bangunan yang menjulang tinggi seluas 1 hektar.
'Joker... Analisa perisai pelindung bangunan itu...'
[Mengidentifikasi objek... Menampilkan hasil...]
__ADS_1
"Hem... Tidak buruk juga..." Gumam Alan setelah melihat data perisai pelindung yang melindungi pabrik Violet Wine di bawahnya.
Sun Flower Guild benar benar tidak main main dalam melindungi aset yang mereka miliki. Perisai empat lapis di sematkan di tempat tersebut untuk bisa melindungi pabrik Violet Wine dari serangan luar.
"Tapi hal seperti ini tidak akan cukup untuk menghentikan dia..."
"Mari kita lihat... Sekuat apa kekuatan yang kamu miliki!" Alan mengambil The Forgotten Dagger miliknya, menebaskannya di udara yang kosong untuk membuka gerbang penghubung antara The Forgotten World dengan Main World.
"The Forgotten World, Gate out!"
Dengan lima patah kata yang keluar dari mulut Alan, terciptalah sebuah lingkaran sihir yang begitu besar di atas langit. Lingkaran sihir tersebut bahkan mencakup hampir separuh dari keseluruhan pabrik yang ada.
Dari dalam lingkaran sihir tersebut keluarlah seorang monster setinggi 5 meter. Monster yang diketahui sebagai Bangsa Titan terakhir di dunia ini, Grestal.
Booommm....
Getaran beserta dentuman tercipta ketika Grestal mendaratkan kakinya di atas tanah. Kini Bangsa Titan terakhir itu menjadi pusat perhatian seluruh penjaga pabrik Violet Wine.
"Apa itu?"
"Titan?"
"Tidak mungkin.. Mereka sudah dimusnahkan semua..."
"Apa mereka datang untuk membalas dendam?"
Pertanyaan demi pertanyaan keluar dari mulut para penjaga pabrik Violet Wine. Meskipun sedikit merasa takut, tapi mereka cukup percaya diri jika perisai pelindung yang melindungi mereka bisa menahan gempuran serangan. Apalagi Bangsa Titan itu hanya seorang diri, mereka bisa mengandalkan jumlah mereka untuk menghabisi Bangsa Titan itu dengan mudah.
"Hancurkan mereka Grestal... Jangan beri ampun... Hancurkan mereka semua sampai titik tulang terkecil mereka!" Teriak Alan dengan kencangnya, sorot matanya begitu tajam dipenuhi kedendaman. Rasa sakit di dalam hati yang dirinya rasakan dahulu kini seakan tengah dipupuk dan bersemi kembali.
"Uargh..." Grestal meraung dengan kencang. Tulisan tulisan Rune di permukaan tubuhnya langsung memancarkan warna kemerahan.
Booom....
Pukulan tangan batu berlapis api menghantam perisai pelindung pabrik Violet Wine. Getaran di udara pun bisa terlihat akibat benturan antara tinju dengan perisai pelindung tersebut.
"Semua serang! Jangan sampai Titan itu berbuat seenaknya..."
"Musnahkan dia!"
Komandan batalyon penjaga pabrik Violet Wine memberi aba aba kepada semua anggotanya untuk mencegah Bangsa Titan tersebut menghancurkan perisai pelindung.
__ADS_1