
peringatan alan sedikit terlambat, hanya prajuritnya yang memiliki reaksi cepat saja yang bisa menghindari petir yang tiba tiba datang dari angkasa. setelah berhasil menyeimbangkan dirinya, alan memeriksa kondisi pasukannya. 3 orang tergeletak di tanah dengan kondisi badan yang utuh terbakar. wajah mereka pun sudah tidak bisa dikenali lagi.
14 orang lainnya tergeletak dengan luka yang tidaklah ringan. "bantu yang terluka... cari tempat berlindung!" alan segera memerintahkan prajuritnya. kehilangan 3 orang dalam satu serangan sudah cukup memberatkan alan. itu karena prajuritnya adalah sebuah aset yang nantinya pasti akan bisa sangat berguna untuk pasukan revolusi.
prajurit alan segera bertindak setelah mendengar peringatan alan. mereka menolong teman temannya yang terluka. namun mereka tidak bisa menemukan tempat berlindung, mau berlindung dimana? puncak gunung merupakan tanah yang lapang, sedangkan serangan yang datang tadi berasal dari langit. bahkan setelah mereka sadar akan adanya serangan, mereka masih belum tahu apa atau siapa yang menyerang mereka.
alan memeriksa keseluruhan langit yang nampak. namun tidak dirinya jumpai satupun monster atau pun orang yang mengirimkan serangan tadi.
'joker... lacak asal serangan tadi!'
joker tanpa basa basi langsung menampilkan data data yang terkait dengan serangan tadi. joker menyimpulkan jika serangan petir tadi adalah serangan dari seekor monster yang berada di atas alan dan yang lainnya.
'monster? identifikasi!' sambil terus mengawasi langit, alan memerintahkan joker untuk mengidentifikasi monster yang menyerang. alan harus selalu waspada jika tidak ingin adanya serangan dadakan yang menyerang dirinya dan kelompoknya lagi.
[thunder eagle, lord monster, level 58.
hp 82000]
identifikasi dari joker memunculkan jenis monster. "lord monster? sudah kuduga ini tidak akan mudah!" meskipun belum melihat sosok lord monster tersebut, alan yakin jika menghadapinya tidak akan mudah. new world pasti mendesain monster penjaga treasure screet key yang terakhir tentunya tidak akan semudah monster lainnya.
slash...
duar...
petir kembali menyerang ke arah alan dan pasukannya berdiri. namun kali ini kecepatan serangan petir tersebut lebih cepat dari pada yang sebelumnya. 4 orang pasukan alan pun kembali hangus terbakar karena serangan petir barusan.
"mundur! kita turun dari tempat ini." alan merasa tidak mungkin untuk bisa menghadapi monster thunder eagle ini. jangankan untuk menang, melihat monsternya saja tidak. bagaimana dirinya dan yang lainnya bisa membunuh monster yang tidak bisa mereka lihat? tentu saja hal itu sulit untuk dilakukan. pilihan terbaik yang bisa alan ambil sekarang adalah mundur, daripada prajuritnya semakin banyak yang gugur.
alan baru bisa bernafas lega setelah dirinya dan pasukannya berhasil mundur ke hutan di punggung gunung.
"apa itu tadi AS?" shoote sun tentu baru kali ini melihat adanya serangan petir tanpa adanya pengirim serangan.
"pasti langit telah marah kepada kita. karena kita telah menginjakkan kaki di tempat yang terlarang." jonta asal membuka suaranya.
cethak...
jitakan di kepala langsung mendarat di kepala jonta. "mana ada langit bisa marah? dasar bodoh..." clara yang mendengar jawaban bodoh dari jonta seakan tidak bisa menahan rasa kesalnya.
"iyakan... puncak gunung itu adalah tempat terlarang seperti yang freya bilang. langit pasti telah marah."
cethak...
__ADS_1
sekali lagi jitakan mendarat di kepala jonta. "hentikan ocehanmu itu bodoh... bukan waktunya bercanda!" clara semakin kesal kepada jonta.
"kalau tidak langit... lalu apa? dan jangan panggil aku bodoh!" jonta tidak kepalanya dijitak dua kali oleh clara. jonta dan clara pun beradu mulut, otot otot tegang pun mencuat di pelipis mereka.
"sudah sudah... sembuhkan dulu yang terluka. bukan waktunya untuk bercanda!" alan mencoba menengahi keduanya.
"serangan tadi..." alan menjelaskan kepada seluruh timnya tentang hasil analisa yang bisa dirinya dapatkan.
"kamu yakin? kamu tidak asal membualkan?" shoote sun nampak meragukan analisa alan. mengingat dirinya yang juga mengawasi langit waktu itu tidak bisa melihat seekor monster pun. namun alan bisa menjelaskan monster apa yang menyerang mereka beserta classnya.
"apa aku pernah berbohong?" senyum kecut muncul di wajah alan, yang mendapat sanggahan dari shoote sun.
"baiklah... anggap kamu benar... lalu bagaimana kita akan menghadapinya? melihatnya saja kita tidak bisa..." shoote sun membuka permaslahan utamanya.
alan berpikir sejenak, memikirkan bagaimana cara terbaik untuk bisa melawan monster tersebut. 15 menit berlalu, barulah alan memberikan penjelasan kepada timnya.
"ini akan sedikit menyenangkan..." alan menjelaskan rencananya kepada seluruh timnya.
raut wajah shoote sun, clara, jonta dan freya langsung memucat. itu karena alan hanya akan mengajak mereka berempat untuk melawan thunder eagle di puncak gunung.
"apa ada yang keberatan dengan rencanaku?"
semua orang diam membisu, karena mereka juga tidak bisa memberikan rencana yang lebih baik dari yang alan katakan.
###
kelima orang tersebut sampai di puncak gunung. perasaan waspada akan serangan dadakan langsung menyelimuti kelima orang tersebut.
"jonta... lakukan!" alan meminta jonta untuk memanggil monster yang bisa dirinya panggil. satu persatu monster tersebut muncul dari dalam dimensional bag freya.
kelima monster tersebut terdiri dari 2 ekor monster beruang setinggi 3 meter, satu ekor monster ular sepanjang 6 meter, satu ekor monster tikus dan satu ekor monster gagak. monster monster tersebut adalah monster yang berhasil di kalahkan oleh pasukan revolusi ketika mereka dalam perjalanan mencari treasure screet key. alan memang meminta freya untuk menyimpan bangkai bangkai mereka untuk dijadikan senjata bagi jonta. pada mulanya freya sempat menolak untuk menyimpan bangkai bangkai tersebut di dalam tas pemberian ayahnya. namun setelah alan membujuknya baru freya dengan perasaan terpaksa menuruti kemauan alan.
jonta langsung menggerakkan kedua monster beruang untuk berdiri di tengah tengah puncak gunung.
slash...
duar...
kedua monster beruang tersebut langsung tersambar petir yang sama. seperti petir yang tadi menyerang mereka. "bangkitkan lagi!" jonta langsung membangkitkan kedua monster itu lagi. namun petir tidak langsung menyambar kedua monster tersebut.
slash...
__ADS_1
duar...
setelah 2 menit barulah petir kembali menyerang kedua monster tersebut. "hem... jadi begitu..." alan yang sedari tadi mengamati sekitarnya dan menghitung waktu menyadari sesuatu hal. thunder eagle perlu waktu 2 menit untuk membuat serangan petir dengan skala besar.
"2 menit... kita punya waktu 2 menit untuk bertarung dengannya, setelah itu..." alan menjelaskan kepada teman temannya apa yang harus mereka lakukan.
teman teman alan pun mengangguk, mereka sudah tahu betul apa yang harus mereka lakukan.
"kita buat persiapan!"
dalam persiapan jonta dan freya lah yang paling bekerja keras. jonta mesti menggerakkan monster tikus untuk membuat lubang di tanah sebagai tempat berlindung. sedangkan freya mengeluarkan beberapa akar sebagai tempat perlindungan. sementara alan mengajak shoote sun untuk berbicara 4 mata di sebuah lubang yang sudah disiapkan oleh jonta.
"bisa kita tukar baju?"
"apa? apa maksudmu? di tempat ini?"
"ya... kenapa?" alan memasang muka polos.
"kamu tidak sedang mengajak aku untuk switch challenge kan?" shoote sun tentu sedikit emosi mendengar ajakan alan.
"switch challenge? tentu tidak... kamu akan tahu setelah kita bertukar baju. percaya padaku!"
"balikkan badanmu!" perintah shoote sun.
"untuk apa?" pandang alan polos.
"kamu mau melihatku melepas baju? ha!!!" urat urat emosi muncul di wajah shoote sun.
"hahaha... aku lupa..." alan lalu meminta maaf dan segera berbalik badan. dirinya melepas pakaian yang dirinya pakai.
"jangan mengintip! aku tahu jika kamu mengintip!" gertak shoote sun.
shoote sun juga melepas bajunya yang dirinya pakai. walaupun di dalam game, mereka berdua tahu jika di new world hampir sama dengan di dunia nyata. bentuk tubuh dan yang lainnya akan hampir sama jika orang tersebut membuat tampilan mereka seperti aslinya.
alan menyerahkan bajunya ke belakang dengan tangan kanannya. pandangannya tetap ke depan, menjaga agar dirinya tidak dikira mencoba mengintip shoote sun.
shoote sun menerima baju alan, dan juga memberikan bajunya yang sudah dirinya lepas. "jangan coba coba memalingkan wajahmu!" shoote sun yang melihat tubuh alan tanpa baju dari belakang memperingatkan alan sekali lagi. tanpa diberitahu alan juga tidak akan melakukan hal seperti itu. dirinya tahu betul apa yang akan dirinya dapatkan dari shoote sun jika mencoba untuk mengintip shoote sun.
alan dan shoote sun pun selesai bertukar baju. baju alan nampak pas dipakai shoote sun. setelan baju berwarna hitam dengan celana hitam. namun alan... alan nampak sangat feminim memakai baju shoote sun. setelan pakaian mage berwarna putih tersebut membuat alan menjadi laki laki cantik.
jonta, clara, dan freya tidak bisa menahan tawanya ketika melihat alan memakai baju mage shoote sun.
__ADS_1
"apa ada yang lucu?" alan tidak sadar jika penampilannya mengundang tawa kepada seluruh timnya.
"tidak... tidak... kamu hanya cantik..." goda freya.