New World

New World
perjanjian


__ADS_3

igor mengantarkan alan dan teman temannya ke perkemahan pasukan revolusi di hutan utara kota irtys.


" suit... suit... "


" cit... cit... suit... cit... cit... suit... "


igor bersiul di tengah hutan utara. setelah siulan igor keluarlah seseorang yang bersembunyi di atas pohon dan menghampiri mereka.


" siapa mereka? " tanya seorang pria berbaju hitam semua. kepalanya memakai penutup wajah yang menutupi mulut dan hidungnya. rambutnya hitam dan sedikit berombak. yang membuat alan merinding adalah, tatapan matanya yang setajam mata elang. alan menduga pria tersebut adalah assassin yang hebat dari pasukan revolusi.


" mereka pahlawan south hill. mereka bersamaku. " jawab igor pada pria berbaju hitam setelah memberi hormat.


" ok.... ikuti aku! "


alan dan yang lainnya pun mengikuti pria tersebut. alan sempat merasa tidak enak disebut sebagai pahlawan south hill. dirinya merasa igor terlalu melebih lebihkan pencapaiannya.


setelah menelisik hutan selama setengah jam lebih, sampailah mereka di perkemahan pasukan revolusi. terlihat tenda tenda yang dibangun sementara untuk tempat beristirahat pasukan revolusi. alan memperkirakan ada sekitar 100an lebih tenda.


" kalau 1 tenda berisi 10-15 orang. berarti pasukan revolusi yang datang kesini termasuk banyak. " batin alan dalam hati.


mereka berenam pun langsung menuju ke tenda utama di tengah perkemahan. alan sangat yakin tenda di paling besar itu adalah tenda milik olsen. pria berbaju hitam memberi tanda pada penjaga diluar tenda agar mereka berenam diperbolehkan masuk. penjaga hanya membalas mengangguk dan membiarkan alan dan yang lainnya masuk ke tenda.


" malam tuan.... " kata pria berbaju hitam pada seseorang yang sedang duduk bersila di atas ranjangnya. alan sangat yakin pria itu adalah olsen, karena alan bisa merasakan kekuatan seorang harimau yang sedang tidur dari aura pria itu.


" ada apa? " tanya olsen setelah membuka matanya.


" saya bersama dengan pahlawan south hill tuan. "


" ohh... silahkan duduk. aku sudah mendengar tentang kalian. " olsen mengajak alan dan yang lainnya untuk duduk di kursi yang tersedia.


di dalam tenda terdapat satu set meja dan kursi yang biasanya digunakan untuk rapat petinggi pasukan revolusi. olsen menyusul alan dan yang lainnya duduk di meja.


" jadi... ada apa kalian datang kemari? "


" maaf sebelumnya tuan olsen... bolehkah kami mengetahui rencana anda tentang penyerangan pada pabrik senjata kerajaan? " alan bertanya dengan hati hati. takut jika olsen akan tersinggung.


" ooohhh... sepertinya pahlawan south hill ingin menambah ketenarannya. hahahaha...." tawa olsen sambil mengelus dagunya.


" maaf sekali lagi tuan olsen. sepertinya ada sedikit salah paham. saya tidak ada niat untuk ikut dalam penyerangan ke pabrik senjata kerajaan. "


" kenapa? " olsen mengerutkan dahi mendengar jawaban alan.


" saya rasa terlalu cepat untuk merebut pabrik senjata. pasukan kerajaan pasti sedang siaga total sekarang. "


" justru itu... kita buktikan pada kerajaan kekuatan pasukan revolusi. " olsen bangkit dari duduknya, pandangannya tajam kearah alan.

__ADS_1


alan yang terkejut dengan reaksi olsen pun terdiam. keringat dingin membasahi tubuhnya. seakan akan tatapan olsen menusuk ke tulang tulang alan.


" kamu mungkin belum tahu kekuatan pasukan revolusi yang sesungguhnya. " olsen tersenyum. senyumannya sungguh penuh kemenangan.


" tapi tuan olsen... " alan mencoba untuk menyanggah.


" cukup... kalau kamu tidak ingin membantu tidak apa apa. tapi jangan mengganggu rencana yang sudah kami susun secara matang. " bentak olsen pada alan.


alan pun benar benar tidak bisa berkutik dengan keinginan olsen. dirinya pun memilih untuk pergi dari perkemahan. tidak ada gunanya lagi dirinya berada di perkemahan ini.


.


" apa kamu benar benar tidak akan membantu pasukan revolusi? " tanya shoote sun pada alan yang sedang tiduran di ranjang penginapan.


" hah... entahlah... aku juga belum tahu kekuatan pasukan revolusi yang sesungguhnya. " alan menghela nafas panjang.


" apa kamu tidak takut kalau pasukan revolusi akan kalah? "


" kalau pasukan revolusi menerapkan strategi yang tepat, mungkin mereka bisa menang. aku yakin pasukan kerajaan sudah meningkatkan kekuatan setelah kalah di tambang. "


" lalu apa kamu akan berdiam diri? "


" kita lihat saja nanti... " alan pun meninggalkan shoote sun, clara dan freya. dirinya langsung menuju ke pabrik senjata kerajaan.


.


setiap 3 menit sekali akan ada 1 grup pasukan kerajaan yang berpatroli. setiap grup terdiri dari 15 penjaga. kalau saja alan tidak menggunakan skill shadowingnya mungkin alan sudah ketahuan dari tadi.


alan berhasil masuk kedalam pabrik senjata. akan tetapi, semakin dirinya masuk ke dalam pabrik, semakin dirinya mengerutkan dahi.


" pabrik senjata ini lebih cocok disebut markas besar pasukan kerajaan daripada pabrik senjata. " batin alan sambil mengamati tempat tinggal penjaga.


lebih dari 5000 pasukan kerajaan yang tinggal di dalam pabrik. semua pasukan itu siap bertempur kapan pun diperlukan. tentu saja jika pasukan revolusi ingin merebut pabrik, mereka harus mengalahkan 5000 pasukan.


" tidak mungkin pasukan revolusi bisa mengalahkan semua prajurit ini. " batin alan.


' joker... bisa tampilkan peta dan cetak biru struktur bangunan pabrik ini? '


joker langsung menampilkan apa yang alan pinta, lengkap dengan penjelasannya. alan memeriksa satu persatu ruangan di pabrik dan fungsinya.


dari peta dan cetak biru struktur bangunan itulah alan bisa membuat strategi paling efektif untuk merebut pabrik.


selesai dengan urusannya alan pun menyelinap keluar dari pabrik. semua pergerakan alan benar benar mulus tanpa ada hambatan yang berarti.


kring kring...

__ADS_1


suara panggilan dari teman alan pun masuk. siapa lagi kalau bukan shoote sun? hanya soothe sun seorang lah yang baru menjadi daftar teman alan di new world.


" ada apa? " alan langsung bertanya pada shoote sun. dirinya baru saja keluar dari pabrik, untung saja shoote sun memanggilnya sewaktu dirinya sudah diluar pabrik. coba kalau dirinya masih didalam, pasti sudah ketahuan oleh penjaga.


" as... temanku sampai dikota ini lebih cepat. dia sedang beristirahat di bar. kamu ingin menemuinya? " jawab shoote sun.


" benarkah? bagus... kita bertemu di bar. " alan pun langsung bergegas ke bar.


sesampainya dibar alan mendapati shoote sun sedang duduk bersama seseorang di meja ujung ruangan. alan yakin kalau orang yang bersama shoote sun adalah merchant kenalan shoote sun.


" hai... " sapa alan pada mereka berdua.


" ohh.... as... kamu sudah datang... perkenalkan... ini gold backer.. gold backer ini as... " shoote sun memperkenalkan mereka berdua.


" hai... salam kenal... namaku as... "


" aku gold backer... mari duduk."


mereka bertiga langsung tanpa basa basi membicarakan bisnis yang shoote sun rencanakan. gold backer akan membantu alan menjualkan barang barang alan. sebagai imbalannya gold backer akan mendapatkan 25% persen dari keuntungan.


gold backer terkejut melihat daftar barang yang ingin alan jual. lebih dari 100 item yang ingin alan jual. dan itu baru itemnya, belum dengan potionnya. alan meminta gold backer untuk menjualkan 500 botol heal potion dan 500 mana regeneration potion. dirinya pun hanya meminta 25% dari keuntungan karena jumlah barang yang ingin alan jual sangatlah banyak. biasanya dia akan meminta 30-40% dari keuntungan.


alan sempat mengerutkan dahi mendengar imbalan yang gold backer minta 25 %. jika kemarin dia mendapat 30 gold, maka dirinya harus membayar 7,5 gold pada gold backer sebagai jasa merchant.


namun gold backer meyakinkan alan kalau dirinya bisa menjual barang barang alan dengan harga yang lebih tinggi melalui koneksinya. uang yang didapat alan pun tentu akan lebih banyak daripada alan jual sendiri.


setelah berpikir sejenak pun alan akhirnya setuju. gold backer langsung menyiapkan kontrak perjanjian dengan alan.


kontrak perjanjian di new world disaksikan langsung oleh sistem new world. jika salah satu pihak melanggar kontrak, new world akan langsung memberikan hukuman sesuai dengan yang tertulis di perjanjian.


dalam perjanjian kontrak tersebut tertulis. alan meminta gold backer untuk menjualkan barang barangnya, sebagai imbalannya gold backer akan mendapatkan 25% persen dari keuntungan. di dalam kontrak juga tertulis bahwa gold backer harus merahasiakan identitas alan dari siapapun. jika melanggar, dirinya harus kehilangan akunnya.


alan dan gold backer sama sama menandatangani perjanjian kontrak.


" oh ya... bisakah aku memintamu mencarikan barang? " tanya alan setelah menandatangani perjanjian.


" tentu saja... selama aku bisa " jawab gold backer dengan mantap.


alan pun menuliskan sebuah catatan pada gold backer. cukup lama alan menuliskan catatan itu, menandakan barang yang diminta alan lumayan banyak. alan pun memberikan catatan pada gold backer.


" ini.... " gold backer terkejut setelah melihat catatan yang diberikan alan. lebih dari 30 item yang alan minta. dan semua item tersebut berhubungan dengan racun.


" apa yang akan kamu lakukan dengan barang barang ini? " tanya gold backer setelah membaca catatan alan.


" ada sesuatu hal yang perlu aku urus. bisakah kamu menyediakannya? soal biaya kita bisa membicarakannya nanti. "

__ADS_1


" beri aku waktu 2 hari. "


" ok... deal "


__ADS_2