New World

New World
jackpot


__ADS_3

[Player terkena serbuk sari Great Night Flower. Player akan mengalami halusinasi.]


Mendengar suara sistem, Alan langsung melompat ke belakang. Dia menghindari puncak bukit agar tidak terkena serbuk sari.


Alan tetap mengawasi Vincent dan orang orang yang di atas bukit. Satu kemiripan dari mereka semua adalah mereka semua berusia renta.


"Natalia... Natalia..."


Alan samar samar mendengar gumaman Vincent. Vincent tersenyum bahagia setelah bergumam. Seperti orang yang sedang bersama dengan kekasih hatinya.


Alan pun merasa akan mengganggu Vincent jika dia membangunkan Vincent dari halusinasinya. Alan memeriksa sekitar puncak bukit tapi tidak menemukan tanda bahaya apapun.


Alan pun memilih log out.


Alan terbangun dari tidurnya dan melepas helm VR nya. Dia melihat ke sekitarnya, mendapati ranjang Toni sudah rapi. Menandakan Toni sudah pergi kuliah. Alan pun melihat jam dinding, pukul 1siang.


"Ahh.... Sial... Aku ada kuliah siang ini." Alan langsung bergegas ke kamar mandi untuk mandi sekenanya, tanpa ritual mandi yang lainnya.


Alan berlari di sepanjang koridor kampus. Sesampainya di depan kelas, Alan mendapati kelasnya sudah di mulai. Dia mengendap ngendap masuk ke kelas. Untungnya dosen tidak melihatnya.


Alan memperhatikan penjelasan dosen dengan cermat. Mulai semester ke 3 ini, pelajaran dari dosen mulai menarik bagi Alan. tidak seperti semester 1 atau 2.


Selesai pelajaran Alan langsung meninggalkan kelas. Dia ingin pergi ke dojo untuk berolahraga.


Ketika bermain New World, badan memang teristirahatkan, tapi pikiran tetap berjalan seakan tidak tidur. Karena itulah Alan perlu untuk berolahraga. Olahraga adalah salah satu cara untuk menjaga pikiran tetap rileks. Alan sangat ingat betul pesan ayahnya satu ini.


Sesampainya di dojo, Andre sedang melatih murid muridnya. Alan hanya sedikit berbasa basi mengobrol dengannya dan langsung memilih melakukan pemanasan.


"Cepat sekali kamu sampai disini? Padahal tadi bangunnya duluan aku?" Kata Toni yang baru saja datang bersama May.


"Ya Ton... Kamu pergi juga tidak membangunkan ku dulu." Jawab Alan sekenanya.


"Sepertinya kamu sedang asik di New World. Aku tidak ingin mengganggumu." Toni ikut bergabung dengan Alan yang sedang lari di treadmill.


"Ah... Bisa saja kamu... O ya... Kamu mulai dari kota mana di New World ?"


"Aku dan Nay mulai dari Royal City. Ibukota Royal Empire. Kamu mulai darimana?"


"Hem... Hiruk pikuk kota kurang cocok untuk diriku. Jadi aku memilih mulai dari desa Niddlemist, seperti nama kampung halamanku."


"Midddlemist? Dimana itu?"


" Di ujung selatan Midland. Masuk ke wilayah kerajaan South mlMountain kalau tidak salah."


"Gila Lan... Itu terpencil sekali. Kamu akan kesulitan untuk bergabung dengan guild nantinya kalau kamu terus bermain disana."


"Hahaha... Siapa bilang aku akan bergabung dengan guild? Tujuanku bermain adalah untuk mencari uang. Aku tidak ingin bergabung dengan guild atau sejenisnya."


"Apakah kamu mengambil kelas merchant?" Toni berpikir kalau Alan mengambil kelas merchant jika dia ingin mencari uang di dalam game. Mengingat merchant mendapatkan keuntungan mudah bertransaksi dengan NPC.


"Tidak, aku mengambil archer. Kamu mengambil kelas apa?"


"Aku mengambil kelas knight. Aku ingin melindungi May jadi aku mengambil kelas itu." Nay yang mendengar perkataan Toni langsung tersipu malu.


"Hahaha... Temanku satu ini memang tidak akan membiarkan siapapun mendekatimu May. Kalau kamu ambil kelas apa May?" Alan menggoda May setelah melihat pipi May memerah.


"Aku mengambil elementalist. Kamu sudah level berapa Lan?" May balik bertanya.


"Baru level 4. Aku disibukkan dengan urusan menjadi Alchemist. Jadi waktu levelingku tidak banyak."

__ADS_1


"Alchemist? Darimana kamu belajar alchemist?" Toni tampak terkejut mendengar Alan menyebut Alchemist. Di ibu kota tempatnya bermain, untuk menjadi seorang Alchemist paling tidak harus mendapatkan tittle Baron. Karena harus mendapatkan pelatihan dari seorang Master Alchemist.


"Kalau kamu jadi Alchemist... Pasti banyak guild yang mau membayar mahal untuk jasamu Lan. " Tambah Toni.


"Hem... Tapi aku tidak berminat menjadi bawahan siapapun. Aku ingin selalu berdiri sendiri."


"kalau kamu ingin seperti itu, kamu harus mempunyai kekuatan yang besar. Agar tidak ada guild guild besar yang mengganggumu. Di New World lebih kejam dari dunia nyata Lan."


"Aku tahu soal itu."


Mereka bertiga pun berolahraga sampai sore. Alan dan Toni berpamitan pulang. Toni dan May tentu saja sudah janjian untuk ketemu di New World. Di dunia nyata mereka tidak bisa bebas karena ada Pak Andre. Tapi berbeda cerita kalau di New World. Apa saja yang mereka berdua lakukan,bhanya mereka berdua yang tahu.


###


Alan kembali di atas bukit. Rombongan Vincent yang semalam sudah tidak ada disana.


"Sepertinya fenomena seperti semalam hanya sebentar." Batin Alan.


Alan hanya meninggalkan New World selama sekitar 5 jam. Bahkan matahari pun belum terbit lagi saat ini.


Alan pergi levelling untuk meningkatkan levelnya. Alan ingat pesan Toni. Alan harus jadi orang kuat, yang orang lain atau guild takuti untuk di ganggu. Jika Alan memang ingin mencari uang dari game.


Alan masuk ke area Lizardman lagi. Kali ini ada 4 lizardman sedang berjalan di hutan. Alan langsung memburu mereka. Setelah menghabisi ke empat Lizardman itu dengan anak panahnya. Alan merasa keempat Lizardman itu tidak cukup untuk menaikkan level dirinya. Alan pun berpindah tempat untuk mencari monster yang levelnya lebih tinggi.


Alan melihat ada sekelompok monyet bergelantungan di atas pohon.


[Iron Monkey, level 6, common monster.


Hp 1200 ]


Iron Monkey memang hanya common monster. Tapi Iron Monkey ini hidup berkelompok, dan setiap kelompok terdiri lebih dari seratusan Iron Monkey. Mereka akan menyerang musuh yang terlihat secara bersamaan.


Alan tidak mau gegabah. Dia memilih untuk mencari tempat lain. Dirinya pun bertemu dengan seekor ular besar.


Hp 8400 ]


Black Venom itu pun menyadari kedatangan Alan dan langsung menerkamnya. Alan yang menyadari serangan Venom langsung melompat menghindar. Beruntung agilitynya tinggi. Alan bisa menghindari tepat waktu. Alan tidak berpikir untuk menghadapi black venom mengingat Hp Black Venom begitu tinggi. Belum lagi racun yang dimilikinya. Alan berusaha kabur, tetapi Black Venom itu mengejar Alan.


Alan terus melompat dari satu pohon ke pohon yang lain. Tanpa alan sadari ternyata Alan memasuki area Iron Monkey.


Iron Monkey yang melihat kedatangan Alan langsung berteriak teriak untuk memanggil bala bantuan.


Alan merasa tertekan. Dikejar ular, dan di hadang sekelompok monyet di belakang.


"Mungkin ini bisa dicoba." Alan terpikirkan sebuah rencana gila.


Alan terus melaju ke arah sekumpulan monyet. Alan mencoba menghindari anak anak panah dari iron monkey. Tapi tetap saja, serangan mereka berjumlah lebih dari 50an. Alan tidak bisa menghindari semuanya. Hp Alan pun turun poin demi poin.


Alan akhirnya mengaktifkan wind shieldnya ketika Hp dirinya mencapai 60%. Alan berusaha secepat mungkin untuk melewati blokade Iron Monkey. Tujuan Alan adalah untuk mendapatkan bantuan dari Iron Monkey untuk membunuh Black Venom. Ketika hampir melewati blokade wind shield Alan pun pecah. Alan menambah kecepatannya.


Alan berhasil melewati blokade. Iron Monkey tampak marah melihat Alan melewati mereka. Namun ketika mereka akan mengejar alan, Black Venom yang sedari tadi mengejar Alan melemparkan semburan racunnya dan mengenai sekelompok Iron Monkey.


Iron Monkey yang terkena semburan racun Black Venom langsung mati seketika. Melihat kawannya di serang oleh Black Venom, pemimpin dari Iron Monkey marah besar. Dia sudah tidak peduli dengan Alan yang melewati blokade, dan langsung memerintahkan bawahannya untuk menyerang Black Venom.


Alan bernafas lega melihat kawanan monyet tidak mengejarnya. Alan pun berhenti untuk melihat pertarungan Black Venom dengan kelompk Iron Monkey dari jarak aman.


Iron Monkey memang hanya berlevel 6 dan common monster, tapi jumlah dan kelompok mereka adalah kekuatan utama mereka. Menghadapi seekor Black Venom, apalagi di kawasan banyak pepohonan bukan masalah besar bagi mereka. Hanya saja perlu waktu agak lama untuk membunuh Black Venom.


Setelah lebih dari setengah jam pertempuran. Hp Black Venom tinggal 700 poin. Black venom tampak sangat marah. Black Venom langsung menarik nafas dalam sampai perutnya menggelembung, lalu memuntahkan gas beracun dalam jumlah sangat banyak. Sampai menutupi area 50 meter di sekitarnya.

__ADS_1


"Gawat.... Dia mencoba kabur." Alan tau pikiran Black Venom yang mencoba kabur dari kumpulan monyet.


Monyet monyet yang terkena gas itu pun langsung pingsan. Alan melihat hp monyet itu trus turun.


Alan tanpa pikir panjang langsung mengeluarkan Critical Wind Spearnya. Sedari tadi dia sudah memasang tanda pada Black Venom. Alan tentunya ingin mencuri exp dari hasil kerja keras monyet monyet.


Tombak Alan langsung meluncur kedalam kepulan gas beracun. Seketika pesan notifikasi terdengar.


[Selamat player berhasil membunuh Black Venom.


Mendapatkan exp 5000 poin.


Selisih 8 level mendapatkan 700%]


Bar exp Alan langsung naik seketika.


4


5


6


7


8


9


Level Alan terus naik sampai level 9 dan bar expnya hampir memenuhi level 10.


"Jackpot exp nie..." Alan tidak menduga akan naik 6 level hanya dengan 1 skill. Kalau pemain lain tahu cara levelling Alan, mereka pasti ingin membunuh Alan karena iri.


Alan lalu memasang free atributnya. Selesai memasang atribut alan mengecek statusnya.


[Nama : AS


Level : 9


Ras : Elf


Class : Wind Archer


Tittle : -


Credit : 12 chopper


Hp : 1000


Mp : 125


Str : 35


Agi : 43


Int : 25


Deff : 10


Hidden arttribut

__ADS_1


Honor : 100


Senjata : windbow]


__ADS_2