New World

New World
oread temple


__ADS_3

ceklek...


kreeek...


pintu gerbang istana oread terbuka. alan dan yang lainnya dengan hati hati melangkahkan kakinya. udara lembab ditambah gelapnya ruangan membuat suasana di dalam istana tersebut semakin tidak menyenangkan. mereka perlu berhati hati selama di dalam istana, karena mereka tidak mengetahui secara pasti bahaya apa yang akan menyambut mereka.


"shoo..." alan memberi tanda kepada shoote sun. shoote sun yang mengerti akan maksud alan langsung menggunakan sihir cahayanya untuk membuat penerangan. shoote sun menciptakan sebuah bola cahaya seukuran bola tenis. bola cahaya tersebut langsung melayang di atas alan dan yang lainnya, memberikan penerangan yang cukup bagi alan dan yang lainnya.


setelah diberi penerangan, barulah alan dan yang lainnya bisa melihat apa saja yang ada di dalam istana. semuanya bisa melihat akan keindahan ukiran ukiran yang menghiasi setiap sudut dinding setinggi 5 meter.


"ini..." alan memang tidak begitu mengerti soal seni, namun dirinya bisa mengetahui mana ukiran yang berkualitas dan yang biasa saja. dengan perlahan alan dan yang lainnya menelusuri lorong istana yang dipenuhi ukiran tersebut. berjalan perlahan, sambil menikmati keindahan yang disuguhkan kepada mereka. "seperti apa istana ini sewaktu dulunya?" alan bergumam sendiri, bahkan setelah tidak terawat entah berapa lama, alan masih bisa melihat jika istana ini memiliki sisi keindahan yang luar biasa.


'joker... identifikasi bangunan!'


joker langsung menampilkan struktur bangunan istana oread lengkap dengan data data ruangannya. alan tetap harus waspada dengan bahaya yang ada di dalam istana. sebagai pemimpin, dirinya tidak ingin pasukannya terjerumus ke dalam bahaya yang tidak bisa diatasi. meneliti struktur bangunanlah salah satu cara alan untuk tetap waspada.


'kenapa istana ini kosong? joker! tampilkan monster penghuni istana!' alan yang tidak melihat adanya tanda titik titik merah yang biasanya digunakan joker sebagai penunjuk adanya monster atau jebakan tentu bingung. alan pernah menjelajahi istana seperti ini, di reruntuhan eldisium tepatnya. dan disana dipenuhi dengan bahaya. namun di struktur bangunan yang joker perlihatkan terdapat titik titik abu abu. baru kali ini alan melihat joker menampilkan titik titik abu abu.


karena penasaran, alan mencoba mendekati titik abu abu yang berada di dalam suatu ruangan yang terdekat dengan dirinya. alan sudah mempersiapkan pedangnya jika akan ada bahaya yang datang kapan saja. pasukan alan di belakangnya pun juga sudah bersiap siap semua. mereka tahu alan tidak akan menyiapkan senjatanya tanpa alasan yang tidak jelas.


alan memasuki ruangan tempat titik abu bu dengan hati hati. namun begitu memasuki ruangan, yang dirinya dapatkan hanyalah beberapa patung peri seukuran manusia. patung peri dengan sayap sayap di punggungnya.


"patung?" alan tidak mengira jika titik abu abu yang ditunjukkan oleh joker rupa rupanya hanya sebuah patung. alan menelisik patung patung yang ada di ruangan tersebut. dari patung patung tersebut alan dapat menyimpulkan satu hal, wajah mereka menampilkan ketakutan. lebih dari 10 patung di dalam ruangan tersebut dan semuanya menampilkan wajah yang sedang takut akan sesuatu.

__ADS_1


"siapapun pencipta patung ini... dia pasti seniman yang sangat hebat." shoote sun bergumam. dirinya bisa melihat setiap pahatan di patung tersebut benar benar seperti nyata. "betul... seperti mereka adalah peri asli yang dirubah menjadi patung." freya menambahkan.


"tunggu..." alan memperhatikan patung tersebut lebih cermat, tidak luoa dirinya meminta joker untuk mengidentifikasi patung tersebut. dan benar... patung tersebut bukanlah pahatan, melainkan peri asli yang berubah menjadi patung batu.


"ini bukanlah patung yang dibuat oleh seseorang, namun ini adalah peri peri yang dirubah oleh seseorang."


"dirubah? kenapa?"


"aku tidak tahu saat ini... kita perlu masuk lebih dalam ke istana untuk mengetahuinya."


tanpa harus berputar putar alan mengajak yang lainnya untuk langsung menuju ke ruang singgasana. alan yakin di tempat tersebut dirinya bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas tentang peri peri yang di rubah menjadi patung.


di sepanjang perjalanan ke ruang singgasana, alan dan yang lainnya disuguhi dengan barisan lukisan yang indah. lukisan lukisan tersebut menggambarkan tentang kenyamanan, ketentraman kehidupan para peri oread.


"apapun itu... pasti ada hubungannya dengan gaia. tidak mungkin dewa bumi gaia akan meninggalkan guardian golem untuk menjaga tempat ini jika tempat ini tidak memiliki suatu yang istimewa baginya."


alan semakin mengerutkan dahi ketika sampai di ruang singgasana. berbeda dengan ruangan lain maupun lorong istana. ruang singgasana nampak berantakan. meskipun dari luar ruangan nampak ruang singgasana baik baik saja, begitu masuk ke dalam alan dan yang lainnya bisa melihat jika ruang singgasana tersebut telah digunakan sebagai arena bertarung.


"kenapa disini berantakan sekali?" alan meneliti ruang singgasana dengan semakin teliti.


ruangan yang seluas lapangan sepak bola, dengan 48 pilar raksasa setinggi 25 meter di kanan dan kirinya. atap langit yang menjulang tinggi, bahkan masih lebih tinggi dari pilar pilar karena bentuk langit langitnya yang melengkung ke atas. di ujung ruangan tersebut terdapat sebuah kursi singgasana yang penuh debu, namun tidak meninggalkan kesan megah yang dimilikinya dulu.


"pasti sesuatu telah terjadi disini. mungkinkah perang saudara? dan gaia mengutuk mereka?" alan mencoba coba untuk menerka. dirinya mengamati setiap centi yang bisa dilihatnya.

__ADS_1


perhatian alan terakhir jatuh ke kursi singgasana di ujung tengah ruangan. alan membersihkan kursi tersebut dari debu debu yang menutupinya dengan tangannya. tanpa sadar alan menekan sesuatu yang ada di kursi singgasana tersebut.


slash...


sebuah sinar cahaya langsung turun dari bagian tengah langit langit ke lantai ruangan singgasana.


"apa yang kamu lakukan alan?" shoote sun berteriak akan kecerobohan alan. tumben tumben sekali alan bersikap ceroboh seperti itu.


"aku tidak tahu. sepertinya aku telah mengaktifkan sesuatu."


alan merasa jika sinar yang turun dari langit langit tersebut tidak berbahaya. alan memperhatikan lebih detail sinar tersebut. sinar tersebut langsung membesar dengan cepat, sampai memenuhi seluruh ruangan. semua orang yang berada di ruangan termasuk alan langsung panik. jika itu adalah serangan sihir cahaya, tentu mereka tidak bisa menghindarinya.


begitu cahaya tersebut melintasi tubuh mereka, tidak ada satupun luka yang mereka rasakan. "apa ini? kenapa aku tidak terluka?" alan bingung sendiri.


"lihat..." kebingungan alan terjawab setelah jonta berteriak sambil menunjuk ke bagian tengah ruang singgasana.


alan bisa melihat adanya 48 peri bersayap berbaris rapi di ruangan tersebut. pandangan mereka semua tertuju kepada satu, pintu masuk ruang singgasana.


alan mencoba mendekati ke 48 peri bersayap tersebut, dirinya ingin bertanya kepada mereka kenapa mereka muncul dengan tiba tiba. alan masih berpikir jika mereka menggunakan sihir atau alat lainnya. "permisi tuan..." namun tatapan mereka sama sekali tidak teralihkan ke pada alan. mereka tetap memandang ke pintu masuk ruang singgasana. alan mencoba menepuk bahu pria yang dirinya tanyai. namun tangannya los... seakan menembus badan pria tersebut.


"hologram?" alan terkejut ada hologram yang bisa menampilkan kejadian sebegitu nyatanya. teman teman alan yang lain hanya bisa menahan tawa mereka melihat kebodohan tingkah alan.


"sepertinya kita akan mendapatkan tontonan." kata alan sambil meminggirkan badannya dari tengah ruangan. dirinya tidak ingin mengganggu pemandangan teman teman yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2