New World

New World
Pelelangan Abyss Colloseum


__ADS_3

Mendengar kata lelang, semua mata penonton dan peserta langsung memusatkan perhatian kepada Flyin yang berdiri seorang diri di atas arena pertarungan. Mereka begitu penasaran dengan 3 item yang akan dilelang oleh Abyss Colloseum.


Item Epic saja dibagikan setiap minggu kepada peserta yang bisa menang 7 hari berturut turut, apalagi ini barang yang akan dilelang? Tentunya paling tidak item tersebut berkelas Epic atau di atasnya.


Flyin hanya tersenyum kecil, melihat reaksi para penonton dan peserta turnamen yang langsung tertarik dengan perkataannya. Dirinya pun memberi tanda kepada NPC wanita untuk membawakan item pertama yang akan dilelang.


"Item pertama adalah sebuah sepatu..." Flyin mengambil salah satu sepatu dari sepasang sepatu yang dibawa NPC wanita, Menunjukkan sepatu berwarna biru muda dengan sebuah corak putih di bagian belakangnya.


Dari tampilannya saja yang begitu eye catching, para peserta turnamen dan penonton sudah mengetahui jika sepatu tersebut bukanlah sebuah sepatu biasa.


"Saya tahu Anda semua pasti penasaran dengan sepatu ini. Akan saya perlihatkan kegunaan dari sepatu ini." Flyin memberi tanda agar tampilan layar mengganti tampilan layar. Tampilan yang tadinya menunjukkan kilas balik pertarungan di Abyss Dimension, berganti menjadi sebuah tulisan yang menjelaskan atribut dari sepatu yang Flyin bawa.


[Blue Sky Shoes. Epic Item.


Deff + 174


Agi + 250


Int + 368


Pasif skill


Mampu melontarkan angin di sekitar sepatu, membuat sebuah hempasan angin yang bisa digunakan untuk berjalan di udara.


Active skill


Eleven Kick


Membuat sebelas tendangan beruntun yang menyasar titik vital lawan. Damage yang diberikan setara dengan 120% atribut pengguna. Deff lawan akan berkurang sebanyak 25% selama sepuluh detik jika lawan berhasil menangkis serangan skill.


Cooldown 25 menit.


Mana Prioritas


Pengguna mengorbankan 50% jumlah mana yang dimiliki untuk menaikkan agility menjadi tiga kali lipat selama sepuluh menit.


Cooldown 2 jam.]


Terdiam... Semua penonton maupun peserta turnamen hanya terdiam ketika melihat atribut Blue Sky Shoes di layar datar. Item Epic class sudah begitu wajar dimiliki oleh player yang kuat, namun sebuah item Epic class yang memiliki skill pasif sangatlah jarang.


Skill pasif adalah skill yang bisa digunakan secara terus menerus tanpa terpengaruh cooldown. Karena hal itulah, item yang memiliki skill pasif sangatlah diminati oleh semua player.


"Baiklah... Anda sudah melihat atribut yang dimiliki oleh sepatu ini. Mari kita buka penawarannya. Harga dasar di mulai dari 10 gold. Bagi yang ingin mengajukan penawaran, silahkan berdiri dan ajukan harga yang Anda tawarkan."


"10 Gold? Apa dia gila? Item seperti itu bisa laku sampai 50 gold di black market." gumam salah satu penonton berkelas Archer. Dirinya langsung berdiri dan mengajukan penawaran. "Dua puluh Gold!" Archer tersebut tersenyum bangga, telah menaikkan harga dua kali lipat dari harga dasar.

__ADS_1


Pandangan penonton langsung sinis ke arah Archer tersebut. Mereka menilai Archer tersebut terlalu bodoh, karena telah menaikkan harga begitu drastis. Salah satu trik dari lelang adalah mencoba menahan harga serendah mungkin selama mungkin. Itulah cara untuk mendapatkan harga yang rendah dari suatu pelelangan.


"Penawar pertama, 20 Gold untuk Blue Sky Shoes untuk pria Archer di tribun timur." Flyin menunjuk player Archer yang berdiri.


"Dua puluh satu Gold!" Teriak salah satu penonton berkelas Elementalist.


"Dua puluh lima Gold!"


"Tiga puluh Gold!" Teriak Gina yang ada di kursi peserta. Dirinya begitu tertarik dengan sepatu tersebut. Apalagi dirinya telah kehilangan sepatu berharganya ketika dirinya dibunuh oleh player misterius.


"Tiga puluh Gold untuk salah satu peserta turnamen." Flyin menunjuk Gina di barisan kursi peserta.


"Apa kamu yakin?" Bisik Fire Blade perlahan pada Gina.


"Ya Guild Master... Sepatu itu akan sangat berguna untukku..." Jawab Gina tak kalah berbisik.


"Hem... Sepatu yang begitu cantik... Boy... Apakah aku akan semakin elegan jika memakai sepatu itu?" Dealova bertanya pada Golden Boy yang duduk di sampingnya.


"Anda sudah memiliki sepatu yang bagus Wakil Guild Master..." Jawab Golden Boy dengan datarnya. Tidak ingin terlalu menanggapi pertanyaan dari Dealova.


"Ah... Kamu selalu begitu... Tapi aku suka sepatu itu Boy..." Rengek Dealova pada Golden Boy. Seakan akan dirinya sedang memohon kepada Golden Boy untuk membelikannya sepatu tersebut.


"Terserah Anda Wakil Guild Master..."


"Lima puluh Gold!" Dealova langsung berdiri dan mengajukan penawaran yang fantastis, dirinya yakin jika dirinya menaikkan tawaran begitu tinggi, tidak akan ada yang berani menyaingi dirinya.


"Waw... Ada yang menawar 50 Gold. Penaikan tawaran yang begitu fantastis... Apa ada tawaran lain yang berani lebih tinggi?"


"Ah... Kurang ajar... B e g o sekali dia..." Keluh Straight Ball yang merasa pelonjakan harganya menjadi tidak wajar. Dirinya sudah bersiap untuk mengajukan penawaran, namun terhenti karena pelonjakan harga yang begitu drastis di keluarkan oleh Dealova. Blue Sky Shoes bisa dirinya gunakan sebagai oleh untuk Guild Masternya, menggantikan gulungan Winter Explosion yang tidak seharusnya dirinya gunakan tadi.


"Baik 50 Gold untuk peserta pria menawan, apa tidak ada yang berani menaikkan harga tawaran?" Flyin memandang ke arah sekitarnya, baik penonton maupun peserta turnamen di tempat tersebut.


Straight Ball menggigit giginya sendiri. Mencoba menghitung ulang semua gold yang dimilikinya. "Lima puluh satu Gold!" Teriak Straight Ball dengan lantangnya. Dirinya tidak berani menaikkan harga terlalu tinggi, mengingat dirinya hanya memiliki 65 Gold di dalam pocket.


"Enam puluh Satu Gold Untuk peserta turnamen lainnya..."


Dealova hanya tersenyum kecut menanggapi tawaran Straight Ball. Jika Straight Ball menaikkan tawaran lebih dari 5 Gold, mungkin dirinya akan sedikit berpikir ulang. Tapi mengetahui Straight Ball hanya menaikkan tawaran sebesar 1 Gold, Dealova sangat yakin bisa mendapatkan sepatu tersebut untuk dirinya.


"Enam puluh Gold!" Ucap Dealova sekali lagi.


"Sial... Dia tidak mau menyerah?" Straight Ball mengumpat sendiri. "Enam puluh satu Gold!"


"65 Gold!" Dealova sedikit menurunkan selisih tawarannya, dirinya ingin melihat reaksi dari Straight Ball.


Straight Ball benar benar lemas, dirinya sudah tidak bisa menaikkan tawaran. Gold yang dirinya miliki hanya 65 Gold, tidak mungkin dirinya mengajukan tawaran lebih tinggi dari itu. Kecuali jika dirinya ingin membuat malu diri sendiri karena tidak sanggup membayar.

__ADS_1


Straight Ball pun terduduk lesu, dirinya sudah kalah dalam persaingan mendapatkan Blue Sky Shoes.


"Enam puluh lima Gold, dan nampaknya pesaingnya telah menyerah untuk menawar lebih tinggi." Flyin yang ingin Blue Sky Shoes terjual dengan harga yang fantastis tentu mencoba memberi dorongan semangat kepada semua orang yang ada di tempat tersebut untuk menawar.


"Enam puluh lima Gold, satu..." Flyin mulai menghitung mundur untuk menentukan pemilik baru Blue Sky Shoes.


"Enam puluh lima Gold, dua..."


"Enam puluh lima Gold, tiga..."


"Blue Sky Shoes resmi memiliki pemilik baru..." Teriak Flyin dan memberi tanda kepada NPC wanita di sampingnya untuk menyerahkan sepasang sepatu biru muda tersebut.


Dealova langsung menerima sepatu tersebut dengan senang hati. Wajahnya nampak berseri seri melihat sepatu yang nampak begitu eye catching. Tidak lupa pula, Dealova menyerahkan 65 keping koin emas kepada NPC wanita. Membuat pocketnya yang tadi terisi cukup banyak, kini hanya tinggal beberapa Gold saja.


Namun tentu hal seperti itu bukan menjadi masalah bagi Dealova, dirinya tinggal meminta Gold kepada ayahnya. Dan ayahnya pasti akan langsung membelikan Gold untuk dirinya dari World Bank. Semua karena ayah Dealova adalah seorang pengusaha kaya raya yang begitu menyayangi anak laki laki satu satunya tersebut.


"Bagaimana Boy? Apakah Lova terlihat lebih menarik?" Dealova memutarkan tubuhnya di depan Golden Boy, bagaikan seorang penari balet yang sedang berpentas di atas panggung. Dealova begitu bangga memamerkan sepatu baru yang tersemat di kakinya pada Golden Boy.


"Hentikan itu Wakil Guild Master... Kita dilihat banyak orang..." Golden Boy benar benar ingin membenamkan kepala dirinya ke dalam lumpur, tidak kuat menahan malu harus menjadi pusat perhatian seisi Colloseum karena ulah Dealova.


Bukannya berhenti setelah diperingatkan, Dealova justru mendekatkan badannya ke arah Golden Boy. "Apa itu berarti kamu mau dengan Lova kalau tidak ada orang?" Bisik Dealova dengan senyum khasnya.


Daripada harus terus menahan malu karena ulah Dealova, Golden Boy memilih untuk pergi. Dirinya lebih memilih bertarung dengan Naga yang ganas, daripada harus menjadi bahan godaan seseorang yang diragukan jenis kelaminnya.


"Boy... Tunggu Lova..." Dealova mencoba mengejar Golden Boy yang pergi meninggalkan dirinya beserta peserta lainnya.


"Baiklah... Itu adalah item pertama yang kami lelang... Selanjutnya kita akan menampilkan item kedua." Flyin memberi tanda kepada NPC wanita untuk membawakan item kedua.


Sebuah benda panjang berbungkus kain hitam nampak sedang dibawa dua orang wanita NPC. Dari sekali melihat saja, semua orang bisa tahu jika barang yang NPC tersebut bawa cukup berat.


"Saya yakin Anda semua sudah begitu penasaran dengan item kedua yang akan kami jual..." Flyin menerima barang berbungkus kain hitam tersebut. Dengan entengnya Flyin mengangkat barang tertutup kain hitam tersebut.


"Persiapkan diri Anda... Jangan sampai tercengang..." Flyin tersenyum kecil, memperingatkan kepada semua penonton dan peserta untuk tidak lupa menarik nafas setelah melihat item yang akan dilelang selanjutnya.


Sekali tarik, kain penutup hitam pun terlepas. Sebuah trisula hijau dengan corak tulisan rune emas nampak begitu elegan tergenggam di tangan kanan Flyin. Trisula tersebut nampak begitu berkilau kala sinar matahari mengenai tulisan rune emas yang tersemat di permukaannya.


"Perkenalkan... Sagitarian Trident..." Ucap Flyin perlahan, layar datar yang ada di sisi kanan dan kiri Colloseum pun langsung menampilkan atribut yang dimilikinya.


"Itu..."


"Gila..."


"Senjata macam apa itu?"


Semua yang melihat atribut dari Sagitarian Trident langsung terpana. Mereka bahkan telah lupa dengan peringatan Flyin untuk tetap bernafas setelah melihat atribut yang dimiliki oleh Sagitarian Trident.

__ADS_1


__ADS_2