New World

New World
Legart dan Dirda


__ADS_3

"Sepertinya kita diikuti..." Alan dan Flyin telah meninggalkan Pripyat. Mereka berdua berjalan menelusuri tanah kering nan tandus yang membentang sepanjang cakrawala. Alan merasakan adanya suhu panas dari tubuh seseorang yang terus mengikuti mereka berdua sedari tadi.


"Tidak usah khawatir Tuan... Dia tidak berniat jahat." Flyin mencoba menenangkan Alan yang tampak gusar.


Alan dan Flyin mengetahui siapa persisnya yang mengikuti mereka berdua. Rendemiz... Itulah yang mengikuti mereka. Rendemiz menggunakan kekuatan specialnya untuk terus mengikuti Alan dan Flyin.


Alan bukannya merasa takut akan diikuti. Dirinya hanya merasa risih terus terusan diikuti oleh Demon yang tidak menampakkan wujudnya. Akan lebih baik jika Rendemiz bertanya langsung kepada Alan dan Flyin untuk ikut bersama mereka.


"Dia memegang harga dirinya terlalu tinggi untuk meminta bantuan kepada kita Tuan." Flyin yang bisa membaca isi pikiran Alan menjelaskan lebih lanjut kepada Alan.


Alan melirik ke arah Flyin setelah mendengar perkataannya. Kekuatan special Flyin benar benar sangat berguna bagi pekerjaannya sebagai pelayan. Flyin bisa membaca apa kebutuhan Tuannya tanpa harus memintanya. Flyin juga bisa mengerti bagaimana kondisi emosional Tuannya. Benar benar menjadikan Flyin paket lengkap sebagai pelayan. Tapi tentu saja... Alan mesti berhati hati dengan pikirannya ketika di dekat Flyin. Akan sangat berbahaya jika sampai Flyin menaruh kecurigaan karena pemikirannya.


"Ah... Biarkan saja dia... Lagipula jika dia macam macam..." Alan menoleh ke belakang, memberikan tatapan tajam ke arah udara kosong. Namun sebenarnya dirinya sedang memandang Rendemiz.


Alan dan Flyin berjalan lebih dari 6 jam tanpa henti. Sesekali mereka bertemu dengan monster yang ada di perjalanan mereka. Alan tentu memanfaatkan situasi tersebut untuk meningkatkan levelnya. Level Alan pun naik lagi menjadi level 76, namun Alan memilih untuk menaikkan level Wind Bow dan Hand of Deathnya. Menjadikan level Alan turun 10 level. Kembali ke level 66.


Alan tentu tidak berkecil hati meskipun levelnya turun. Karena yang turun hanyalah levelnya, atribut yang dirinya miliki tidak turun sama sekali. Justru atribut Alan akan semakin tinggi lagi nantinya jika dirinya kembali naik level. Alan memandang puas atribut dari kedua senjatanya tersebut yang kini telah mencapai gold class.


Bahkan sampai waktu Alan dan Flyin beristirahat, Rendemiz tetap tidak menampakkan batang hidungnya. Memang kekuatan special Rendemiz tidak akan hilang selama dirinya tidak menonaktifkannya atau terkena serangan.


Ketika Alan dan Flyin beristirahat, sekelompok Demon tengah mengintai mereka berdua dari tempat yang lumayan jauh. Salah satu Demon tersebut memiliki kekuatan special yang dapat melihat dari jarak yang sangat jauh.


"Kita mendapat mangsa baru..." Senyum tergambar dari Demon yang memiliki postur tubuh seperti manusia, hanya saja dirinya memiliki kedua tanduk di atas kepalanya. Menandakan dirinya adalah seorang Demon yang tergolong tingkat Advance Demon.


"Berapa jumlah mereka Legart?"


"Hanya dua orang Dirda... Tapi nampaknya mereka berdua nampaknya memiliki harta yang cukup banyak... Salah satunya adalah pelayannya."


"Demon yang memiliki pelayan?" Wajah Dirda nampak berseri seri. Demon yang memiliki pelayan pastinya adalah Demon yang berasal dari keluarga Demon yang cukup berada.

__ADS_1


"Apa kamu bisa memprediksi kekuatan mereka?"


"Pelayannya sama seperti kita Dirda... Hanya saja yang satunya aku tidak bisa memastikan, Dia memakai jubah dan topeng untuk menutupi seluruh tubuhnya."


"Baiklah... Persiapkan diri kalian... Kita akan menyerang mereka." Perintah Dirda pada anggota kelompok Demonnya yang terdiri dari 25 Demon.


Dirda dan anggota kelompoknya mendekati Alan dan Flyin secara hati hati. Mereka akan menyergap Alan dan Flyin secara tiba tiba.


[AS... Ada sekelompok Demon yang menuju ke arahmu.]


Suara dari Joker membangunkan Alan dari tidurnya. Alan boleh saja beristirahat, namun Joker yang merupakan sistem pendukung dirinya akan selalu aktif selama dirinya terkoneksi dengan New World. Joker pun akan memperingatkan Alan jika kiranya Alan akan mendapatkan serangan tiba tiba ketika Alan sedang beristirahat.


'Terima kasih Joker...' Alan bangun dari tidurnya dan memeriksa sekitar. Alan bisa melihat jika Flyin masih berenang santai dalam alam mimpinya.


"Lebih baik aku biarkan dia beristirahat dulu." Alan merasa sungkan untuk membangunkan Flyin, Alan merasa percaya diri jika dirinya mampu menghadapi sekelompok Demon yang sedang menuju ke arahnya. Lagipula Alan juga belum memastikan, apakah sekelompok Demon tersebut akan menyerangnya atau tidak.


Alan sangat berhati hati kala mendekati sekelompok Demon tersebut, dirinya tentu tidak ingin posisinya diketahui oleh para Demon yang akan dirinya intai.


Namun baru saja Alan akan berpindah ke salah satu batu yang ada di depannya, sebuah lesatan petir melesat ke arahnya. Alan tentu terkejut mendapati adanya serangan kilat yang menuju ke arahnya. Serangan kilat tersebut tepat mengenai kaki kanan Alan, membuat Alan terjatuh di atas tanah.


"Sial... Darimana serangan itu?" Alan yang masih memandangi peta tidak melihat adanya titik merah yang begitu dekat dengan dirinya.


"Apa mungkin dari kelompok Demon itu?" Alan langsung meminum potion penyembuh yang masih dirinya miliki untuk memulihkan kaki kanannya yang terluka. Jujur saja Alan tidak menduga akan adanya serangan dadakan dari jarak sejauh itu.


Sebuah serangan kembali melesat ke arah Alan. Alan yang telah bersiap akan adanya serangan susulan tentu langsung menghindarinya dengan mudah. Alan langsung bergegas menuju ke tempat titik merah yang ada di peta. Alan yakin jika sekumpulan Demon tersebutlah yang menyerangnya, mengingat arah asal serangan berasal dari arah yang sama.


Lesatan petir terus menyerang Alan selama Alan berlari mendekati sekumpulan Demon tersebut, namun Alan selalu bisa menghindarinya. Sesekali Alan juga menggunakan skill Shadowingnya untuk menghindari lesatan petir yang sekiranya membahayakan. Alan terus berlari sampai jarak dirinya tinggal 100 meteran.


[Common Demon.]

__ADS_1


[Advance Demon.]


Alan mendapati adanya lebih dari 20 Common Demon dan 2 Advance Demon tengah berdiri di atas bukit bebatuan. Salah satu Advance Demon tersebut sedang memegang sebuah tongkat sihir sambil merapalkan mantra. Dan lesatan petir kembali muncul dari tongkat sihir yang Advance Demon tersebut pegang, setelah dirinya selesai merapalkan mantra.


Alan langsung menghindari lesatan lesatan petir yang menuju ke arahnya. Tidak lupa Alan membalas serangan dengan panah anginnya.


Jleb...


Jleb...


Berbeda dengan lesatan petir yang mengincar Alan, panah angin Alan tepat mengenai kepala Common Demon yang ada di samping Advance Demon. Membuat Common Demon tersebut tumbang.


"Tidak sia sia aku menaikkan levelmu." Alan bergumam sendiri melihat Wind Bownya kini bisa membunuh satu Common Demon hanya dengan tiga panah angin.


Namun apa yang Alan lakukan barusan malah memperkeruh suasana. Sekelompok Demon tadi yang ada di atas bukit bebatuan kini mulai menuruni bukit bebatuan untuk menuju ke arah Alan, menyisakan satu Advance Demon yang masih terus melayangkan lesatan petir ke arah Alan.


"Critical Wind Spear!"


Alan mencoba menyerang Advance Demon yang tersisa dengan kill must skillnya. Dirinya tentu tidak ingin menghadapi sekelompok Demon sambil menjadi sasaran tembakan lesatan petir. Akan sangat merepotkan jika hal itu seperti itu sampai terjadi.


Tombak angin Alan langsung menancap ke dada Advance Demon yang ada di atas bukit bebatuan. Membuat Advance Demon tersebut terpental ke belakang mengikuti arus tombak angin Alan.


"Legart?" Teriak Advance Demon yang lainnya setelah melihat tombak angin yang meluncur ke atas bukit bebatuan mengenai temannya.


"Aku tidak apa apa Dirda... Lanjutkan..." Teriak Legart yang masih terbaring di atas tanah, mencoba meyakinkan temannya agar tidak menghentikan serangan ke sasaran mereka. Padahal Legart hanya membual, dirinya kini memegangi dadanya yang kini tengah berlubang hampir setengahnya. Walaupun dirinya masih hidup, tapi akan sulit jika dirinya harus ikut bertarung.


"Awas saja kau..." Dirda begitu marah melihat serangan Alan tepat mengenai temannya.


Sekelompok Demon tersebut terus mendekati Alan untuk menghabisi Alan. Namun kembali... Panah panah angin meluncur ke arah sekelompok Demon tersebut, membuat beberapa Common Demon harus tumbang di tengah jalan.

__ADS_1


Setelah sekelompok Demon tersebut begitu dekat, Alan menyimpan panahnya dan menggantinya dengan Wind Short Blade serta Black Poison Daggernya. Bersiap untuk bertarung jarak dekat dengan 16 Common Demon dan satu Advance Demon yang ada di hadapannya.


__ADS_2