
"terima kasih banyak atas bantuanmu..." nightwalker memberi hormat pada alan saat mereka akan berpisah. alan memang menyarankan nightwalker untuk membawa para elf ke desa wood elf, tempat dimana freya berasal. alan merasa para elf itu akan lebih aman jikalau berada di desa wood elf daripada jika harus terus terusan bersembunyi di dalam hutan.
"kamu bisa menyebutkan namaku jika kamu bertemu dengan pasukan revolusi di bagian selatan. mereka pasti akan membantumu."
"terima kasih banyak AS... kamu sudah membantu kami terlalu banyak..." nightwalker seakan sungkan mendapat bantuan lebih dari alan.
"tidak usah dipikirkan. sudah menjadi kewajiban kita untuk saling menolong orang yang membutuhkan."
"terima kasih banyak... kami berangkat, kalian berhati hatilah..."
alan hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab perkataan nightwalker.
"yah... sepi lagi..." rajuk clara yang merasa rombongannya kembali sepi setelah ditinggal pergi para elf. alan, shoote sun dan freya pun mengerti akan perasaan clara. baru saja clara bisa bertemu dengan teman teman seumurannya. dan kini harus berpisah kembali.
"apa kamu ingin ikut mereka?" tanya alan pada clara.
"hem... tidak ah... bersama kakak AS lebih seru." clara menjawab dengan cekikikan.
perjalanan mereka berempat pun berlanjut. alan memilih untuk berburu monster, beberapa hari dirinya sibuk mengurusi tugas yang diberikan oleh tuan puteri leoni sampai sampai dirinya tidak memiliki waktu untuk menaikkan levelnya. tentu jika dirinya tidak menyempatkan waktu untuk levelling, level dirinya akan tertinggal jauh dari level player lainnya.
###
"kita akan bermalam disini. aku akan membuat api unggun, clara dan freya... kalian berdua siapkan tempat kalian untuk bermalam!" perintah alan cukup padat dan jelas. segera clara dan freya menyiapkan tempat untuk mereka bermalam.
seharian berburu monster monster di hutan telah membuat tubuh mereka lelah, mereka berdua pun ingin segera bisa tidur dengan nyenyak walaupun hanya tidur beralaskan tanah dan beratapkan langit.
"huah... capeknya..." clara langsung merebahkan diri di tanah yang baru saja dirinya bersihkan dari sampah dedaunan.
freya yang melihat tingkah kekanak kanakan clara hanya cekikikan. dirinya paham betul kenapa clara bersikap seperti itu. semua karena kondisi badan clara yang begitu lelah setelah seharian bertarung dengan para monster. apalagi clara selalu berada di garda terdepan dari formasi alan.
seharian alan seakan tidak memberikan clara waktu untuk beristirahat. lebih dari 30 monster telah mereka habisi sepanjang hari ini. doping dari potion pun seakan menjadi air minum biasa bagi clara untuk terus menerus memulihkan hp dan staminanya.
namun semua itu bukannya tanpa hasil. tubuh clara sekarang bahkan terlihat jauh lebih dewasa dari anak seumurannya. siapa pun yang melihat clara pasti akan beranggapan bahwa clara adalah NPC berumur 20an tahun. padahal clara baru berumur 13 tahun.
level alan pun melambung menjadi level 51. sedangkan level shoote sun terbang tinggi ke level 56. kalau saja alan tidak mengupgrade senjatanya dirinya sudah level 54 sekarang.
"kalian beristirahatlah dulu! aku kira tempat ini tempat yang aman. aku dan shoote sun akan kembali lagi besok pagi." pesan alan pada clara dan freya sebelum log out dari new world.
__ADS_1
###
"alan... apa yang terjadi di kerajaan south mountain?"
baru saja alan melepas helm VRnya, dirinya langsung disapa pertanyaan yang mengherankan dari toni. "memang kenapa? perasaan biasa saja."
"lihatlah ini..." toni langsung menarik alan ke layar komputer yang sedari tadi dimainkan toni. toni yang sebagai wakil guild master memang setiap hari mesti melihat forum global dari new world. hal ini dirinya gunakan agar bisa membantunya dalam mengembangkan guild keluarganya tersebut.
alan langsung mengerutkan dahi begitu melihat salah satu postingan di forum. begitu banyak user yang memberi like dan komentar pada postingan tersebut.
"DICARI PASUKAN REVOLUSI DI KERAJAAN SOUTH MOUNTAIN! 1 GOLD UNTUK SETIAP KEPALA!"
"gawat! apa yang sebenarnya terjadi?" alan langsung merebut kursor yang ada di tangan toni, ditelitinya setiap komentar yang ada di postingan tersebut.
"justru itu aku bertanya padamu. apa yang sebenarnya terjadi disana." toni tidak habis pikir alan yang berdomisili di kerajaan south mountain malah tidak mengetahui asal usul dari masalah tersebut.
alan tentu tidak menggubris pertanyaan dari toni. dirinya sibuk meneliti setiap komentar yang ada di postingan tersebut. raut muka alan semakin pucat setelah membaca setiap komentar satu persatu.
"hahahaha.... kesempatan mencari uang..."
"wah... tambang emas terbuka ini..."
dari komentar komentar yang alan baca, alan bisa menyimpulkan satu hal. akan ada kekacauan besar di kerajaan south mountain.
"kenapa kamu begitu panik?" toni tentu penuh tanda tanya melihat ekspresi alan yang seakan akan dunia akan berakhir.
"kamu tidak tahu kondisi disana. informasi posisi pasukan revolusi yang diketahui oleh kerajaan south mountain sangatlah sedikit. player player yang akan datang dari luar kerajaan pasti akan kesulitan menemukan pasukan revolusi."
"baguslah kalau begitu. itu berarti tidak akan ada perang skala besar kan?"
"justru itu. player yang telah jauh jauh datang dari kerajaan lain pasti tidak ingin pulang dengan tangan hampa kan?"
"maksudmu?" toni mulai mengerti apa yang ingin disampaikan alan.
"benar... player player yang tidak bisa menemukan pasukan revolusi pasti akan menargetkan kepala warga sipil dan mengakuinya sebagai pasukan revolusi."
"astaga..." toni kini paham kenapa alan begitu panik dengan hal yang akan terjadi. "lalu apa yang akan kamu lakukan?"
__ADS_1
"aku harus memberitahu pimpinan pasukan revolusi secepatnya." alan langsung bergegas kembali ke tempat tidurnya dan memasang helm VRnya.
"tapi katanya kamu ada ujian hari ini?" toni mengingatkan alan akan aktifitas di dunia nyatanya yang harus alan lakukan.
"astaga... kenapa aku bisa lupa..." helm alan pun dilepasnya kembali dan bergegas mandi untuk bersiap siap ujian di universitasnya.
ujian yang seharusnya mudah bagi orang yang cerdas seperti alan menjadi terasa sangat sulit karena pikirannya yang penuh dengan hal hal yang akan terjadi di new world. walaupun new world hanyalah sebuah dunia di dalam game. namun alan sudah merasakan sendiri jika orang orang yang ada di new world benar benar hidup. mereka memiliki emosi, perasaan, pikiran selayaknya manusia di dalam kehidupan nyata.
karena pikirannya yang tidak fokus alan mendapatkan nilai yang buruk dalam ujian kali ini. alhasil dosen pembimbing pun mengajak alan untuk bertatap muka.
"tidak biasanya kamu seperti ini? apa kamu sedang ada masalah?" dosen pembimbing alan menyodorkan hasil ujian alan yang hanya mendapat nilai D.
alan tentu mengerutkan dahi mengetahui dirinya mendapat nilai D. biasanya paling jelek dirinya mendapat nilai B+. "maaf pak... tapi saya sedang banyak pikiran..." alan tentu tidak berani menatap muka dosen pembimbingnya karena malu.
"aku tahu setiap orang akan ada waktunya punya masalah. tapu satu hal yang mesti kamu ingat. ketika kamu menghadapi hal penting dalam hidupmu, kesampingkan semua masalahmu. jangan biarkan masalahmu mengganggu pikiran jernihmu!"
"baik pak... akan saya ingat selalu pesan bapak." ternyata ceramah dosen pembimbing tidak berhenti sampai disitu. dosen pembimbing malah menceritakan tentang kisah hidupnya dulu sewaktu muda agar menjadi bahan pembelajaran bagi alan.
di sisi lain, alan yang sedang dalam suasana ingin segera masuk ke new world benar benar merasa tersiksa mendengar cerita dari dosen pembimbing tersebut. mungkin jika waktunya memang tepat, alan akan dengan senang hati mendengarkan cerita dari dosen pembimbing tersebut. namun apalah daya alan, tentu saja alan tidak berani menolak ataupun hanya menjeda cerita dari dosen pembimbing.
"ah... sampai lupa waktu aku kalau sudah bercerita.. " dosen pembimbing menepuk jidatnya setelah melihat sinar matahari sore menyinari ruangannya.
"hehehe..." alan hanya bisa cengengesan.
"baiklah itu saja dulu... kamu belajarlah yang giat. sayang sekali bakatmu itu jika kamu sia sia kan."
"baik pak... terima kasih banyak atas bimbingannya..."
setelah keluar dari ruangan dosen alan langsung bergegas pulang untuk bisa segera masuk ke new world.
[welcome to new world]
"kakak as... kamu sudah datang..." sapaan clara yang selalu mengawali alan begitu dirinya masuk ke new world.
"apa shoote sun sudah datang?"
"sudah kak... itu disana..."
__ADS_1
"bagus... kita ubah rencana kita... kita langsung ke ibu kota!"
"ibu kota?" serentak freya, clara dan shoote sun bertanya pada alan tentang keputusan alan satu ini.