
Setelah menerima barang barang dari Alan Gold Backer langsung berangkat untuk menjualnya. Dirinya benar benar dipenuhi semangat yang tinggi setelah mendengar tawaran Alan untuk menjadi merchant pribadinya.
Alan pun mengalihkan perhatiannya pada bahan bahan racun yang sudah dikumpulkan Gold Backer dari para pemain. Lebih dari 20 jenis bahan racun yang Alan peroleh. dan jumlah tiap jenisnya pun banyak. Tas sistem Alan bahkan hampir penuh karena bahan bahan racun tersebut.
Setiap tas sistem pemain dapat menampung 30 jenis item. Dan jumlah maximal tiap item yang bisa ditampung adalah 1000 pcs. Tidak berlama lama Alan mulai membuat racun racun sesuai dengan resep yang Joker berikan.
Dalam percobaan pembuatan racunnya Alan mengalami banyak kegagalan. Mungkin karena level racunnya di atas kemampuan alchemi Alan. Namun dengan seiringnya percobaan terus menerus Alan mulai berhasil membuat beragam racun.
Fungsi setiap racun sama semuanya. Yaitu mengurangi hp atau memberikan efek ke siapapun yang terkena racun. hanya saja metode penyampaian racun yang berbeda.
[Dry Greenback poiton, gold class.
Meresap melalui kulit. Membuat siapapun yang bersentuhan dengan racun akan merasakan sensasi terbakar. mengurangi 50 hp tiap detik.]
[Nightmare poiton, gold class.
Memberikan efek ilusi mimpi buruk pada siapapun yang menghirup racun. mengurangi 40 hp per detik. ]
[White Fog poiton, gold class.
Setiap orang yang berada didalam white fog poiton akan mengalami sesak nafas dan kesulitan menggerakkan anggota tubuh. mengurangi 60 hp per detik.]
[Vitality burning, sliver class
Setiap orang yang terkena racun ini akan merasakan kelelahan akibat penggunaan stamina yang meningkat 3x lipat. Tidak mengurangi hp.]
[Muscle Reek poiton, epic class
Meresap melalui kulit. Setiap orang yang terkena asap atau cairan dari racun ini akan mengalami penumbuhan daging yang tidak wajar di tubuhnya. Daging akan terus tumbuh sampai tubuh meledak karena melebihi kapasitas kelenturan kulit.]
Dari kedua puluh bahan racun yang Alan dapat, Alan baru bisa membuat 5. Level racun yang lainnya masih terlalu tinggi untuk seorang Apperintize Alchemist seperti Alan. Bahkan dirinya termasuk beruntung dapat membuat salah satu resep epic class.
Dari kelima resep tersebut Alan bisa membuat lebih dari 300 botol untuk masing masing poiton gold class, dan 500 botol lebih untuk silver class. Alan pun puas dengan hasilnya, presentasi keberhasilan Alan dalam membuat poiton lumayan tinggi. Tidak kurang dari 30 % untuk gold class dan lebih dari 50 % untuk silver class.
__ADS_1
"Poiton epic class benar benar sadis." Gumam Alan setelah membaca deskripsi dari Muscle Reek poiton.
Alan berhasil membuat 23 botol Muscle Reek poiton dari sekitar 120 bahan yang dia dapat. Dirinya pun hanya memberikan kepada Clara, Freya dan Shoote Sun masing masing 2 botol untuk berjaga jaga. Alan harus menjaga agar racun miliknya tidak sampai pada orang yang salah, atau racunnya akan disalah gunakan. Alan pun berpesan pada ketiga temannya untuk menjaga kerahasiaan racun yang alan berikan.
<<<<< Shoote Sun proove \ data-tomark-pass >>>>>
"Apa yang akan AS lakukan dengan bahan bahan ini?" Batinku dalam hati yang melihat Alan menerima barang barang pesanannya dari Gold Backer. dalam hatiku penuh tanda tanya.
"Kenapa dia mau menghabiskan 14 gold hanya untuk mengumpulkan bahan bahan mentah?" Aku semakin tidak bisa menebak jalan pikirannya, setelah mengetahui dia menghabiskan 14 gold hanya untuk semua bahan mentah. 14 gold bisa saja dia gunakan untuk mengupgrade peralatannya di pandai besi. Tapi dia malah menggunakannya untuk semua bahan bahan mentah.
Aku yang penasaran dengan apa yang akan Alan lakukan pun hanya diam menyaksikannya membuat poiton.
"Luar biasa sekali orang satu ini. Dia tidak menyerah meskipun berulang kali gagal." Batinku yang terus melihat Alan membuat poiton.
"Wah.... Berhasil.." Seruku yang melihat Alan berhasil membuat satu poiton setelah berulang kali gagal.
"Ahh... Begonya aku... Kenapa aku bersemangat sekali melihatnya berhasil membuat satu ramuan." Mukaku langsung memerah setelah mendapati Alan melihatku karena seruan diriku tadi.
"Dia masih lanjut membuat lagi?" Seberapa banyak yang ingin dia buat sebenarnya?" Diriku terus bertanya pada diriku sendiri di dalam hati. Diriku tidak sanggup menahan rasa penasaran pada Alan yang sudah setengah hari sendiri terus membuat ramuan.
"Aku tunggu sajalah disini. entah kenapa aku sangat tertarik melihatnya membuat semua ramuan itu."
Sampai sore hari aku hanya menunggunya di penginapan itu. Menunggu yang seharusnya membosankan entah kenapa menjadi hal yang menarik saat ini. Jantungku selalu berdetak cepat ketika dirinya akan melakukan finishing pada setiap ramuan. Berdoa agar ramuan buatannya berhasil.
Entah kenapa? Apa yang membuatku seperti ini? Apa yang spesial dari dirinya? Sampai membuatku rela hanya untuk menyaksikannya membuat ramuan sepanjang hari. Tapi satu yang selaluku rasakan sejak bertemu dengannya. Aku selalu merasa aman di dekatnya. Tidak peduli monster sebesar apa di depanku, selama bersama dirinya aku merasa aman. Hal yang tidak pernah aku rasakan sewaktu bersama orang lain di New World ini.
"Ahh... Akhirnya dia menghentikan kegiatannya." Kataku dalam hati yang melihatnya bangkit dari duduk bersilanya. Kulihat dia merapikan peralatan Alchemistnya dan mendatangiku.
2 botol cairan berwarna merah kehitaman dia berikan kepadaku. Tentu saja aku mengerutkan dahi, seharian kamu membuat lebih dari 1000 botol. Dan kamu hanya memberikan 2 botol kepadaku? Apa ini rasa terima kasihmu padaku yang telah membantumu mendapatkan semua bahan itu.
Namun kucoba untuk tetap memasang wajah biasa tanpa kecewa. Aku takut akan menyinggung perasaannya. Aku tidak ingin kehilangan rasa aman di New World hanya karena masalah sepele.
"Apa ini?" Seruku setelah menerima 2 botol ramuan darinya.
__ADS_1
Sontak mataku terbelalak dengan apa yang aku lihat. Hanya sebotol cairan tapi bisa ampuh untuk membunuh orang. Tidakku sangka, sedari tadi aku menunggu orang yang sedang membuat racun.
Dan... Berapa banyak racun yang sudah dia buat? Apa yang akan dia lakukan dengan racun sebanyak itu? Sontak saja semua isi kepalaku dipenuhi dengan semua pertanyaan yang belum bisa terjawab. Membuatku semakin penasaran dengan pria bernama AS satu ini.
"Gunakanlah ini dengan sangat bijak. Jangan sampai ada orang lain yang mengetahui tentang ini." Begitulah pesannya yang dia berikan kepadaku, Clara dan Freya.
Dari pesan yang dia berikan, aku pun mengerti kalau dia memberikan 2 botol poiton ini untuk diriku berjaga jaga dalam keadaan darurat. Entah kenapa tersirat sedikit rasa kebahagian dalam hatiku mengetahui dirinya memperhatikan keselamatanku.
<<<< Kembali ke alur cerita \ data-tomark-pass >>>>
Waktu sudah sore hari... Tapi Alan tidak memilih untuk bersiap siap log out. Dirinya malah mendatangi Igor dikediamannya. Clara, Freya dan Shoote Sun pun mengikuti Alan.
"Pak Igor... Maaf mengganggu waktu Anda..." Sapa Alan setelah dipersilahkan duduk oleh Igor.
"Ada apa kalian datang kemari? Jangan bilang kalian ingin memintaku membujuk Tuan Olsen untuk menunda serangan ke pabrik senjata." Tanpa basa basi Igor menduga maksud kedatangan Alan dan teman temannya.
"Pak Igor... Jangan berburuk sangka dulu. Saya memang kurang setuju untuk rencana penyerangan tersebut. Tapi saya pun juga tidak bisa memaksa Tuan Olsen ataupun Pak Igor untuk menunda penyerangan." Jawab Alan dengan sopan. takut emosi Igor akan naik.
"Lalu apa maumu?" Tanya Igor pada Alan.
"Aku ingin minta bantuan pak igor. Saya jamin apa yang saya minta ini akan sangat membuat Pak Igor tertarik." Alan menjawab dengan senyum kelicikan.
"Hem....Membuatku tertarik? Kamu memang selalu penuh kejutan anak muda. apa yang kamu ingin aku lakukan?"
Alan pun mengeluarkan secarik kertas dan pena. Dirinya langsung menggambar sebuah baju yang Alan inginkan. selesai menggambar Alan memberikan pada Igor.
"Hem... Apa ini? Aku belum pernah melihat hal semacam ini." Tanya Igor setelah melihat gambar buatan Alan.
"Ini adalah baju yang saya desain sendiri. Bisakah Pak Igor membantuku dan teman temanku untuk memodifikasi baju zirah kami agar menjadi seperti yang di gambar?" Tanya Alan dengan senyum kemenangan. Dirinya sempat khawatir Igor sudah mengetahui tentang baju rancangannya ini.
"Em..." igor nampak terdiam sesaat. dirinya mengamati gambar yang Alan buat dengan teliti. Jujur saja dirinya sangat penasaran dengan baju zirah yang Alan gambar tersebut.
"Baiklah... Tapi aku perlu bantuan penjahit untuk ini."
__ADS_1
"Ah... Kebetulan sekali... clara bisa membantu bapak untuk masalah itu." Alan melirik Clara yang kini ikut memandangi gambar buatan Alan.
Clara pun mengerutkan dahi setelah melihat gambar yang Alan buat. "Baju zirah bersayap? Apa itu mungkin?"