New World

New World
Melawan Marry


__ADS_3

Setelah meninggalkan Azazel sendirian, Selene bergegas menuju ke Istana Marry. Bagian Kota Morelia yang harus dirinya lewati porak poranda, akibat serangan dari Naga Yang, dan efek dari pertempuran Naga Yin dan Yang.


"Sebesar apa pertempuran yang telah terjadi?" Selene mengerutkan dahi, melihat banyaknya mayat Demon yang terbakar. Bangunan bangunan pun banyak yang ambruk, api hitam dan putih masih bertebaran di beberapa bagian kota, membakar apapun yang bisa dibakar oleh api api tersebut.


Di ketinggian, Selene bisa melihat dua ekor Naga hitam dan putih sedang menuju ke tempat yang sama dengan dirinya. Melihat hal tersebut pun Selene semakin mempercepat laju kakinya, untuk segera sampai di Istana Marry.


Di samping dirinya ingin tahu dengan apa yang terjadi, dirinya juga mengkhawatirkan keselamatan Rendemiz. Walaupun Ayahnya tidak suka dengan Rendemiz, dan lebih menyayangi dirinya. Namun sikap Selene pada Rendemiz berbeda jauh dengan ayahnya. Rendemiz adalah satu satunya saudara kandungnya, satu satunya saudara yang menjadi tempatnya bercerita tentang keluh kesah.


Dirinya harus bisa membuat Rendemiz kembali lagi ke Istana tempatnya tinggal, apapun yang terjadi! Sudah cukup bagi Selene untuk kehilangan Rendemiz satu kali ketika Rendemiz meninggalkan Istana dulu, dirinya tidak ingin Rendemiz pergi lagi.


Selene melompati satu bangunan ke bangunan yang lain, berlari cepat di tengah jalan ketika tidak ada bangunan yang bisa dirinya lompati. Dirinya tidak memperdulikan para Demon yang ada di dalam Kota Morelia. Entah itu Demon yang mencoba menyerang dirinya, ataupun Demon yang terbaring dengan penuh luka. Selene terus berlari untuk segera sampai di Istana Marry.


Langkah Selene terhenti ketika hanya tinggal satu bangunan yang memisahkan dirinya dengan Istana Marry. Di balik bangunan tersebut, dirinya bisa merasakan adanya sebuah kekuatan besar yang tengah dikumpulkan. Tubuh Selene bahkan berhenti dengan sendirinya, seakan tubuh Selene memperingatkan Selene jika dirinya tidak boleh mendatangi tempat di balik bangunan tersebut.


"Apa itu?" Selene terdiam terpaku. Melihat sebuah aura kegelapan yang begitu besar. Bahkan besarnya melebihi bangunan yang membuat dirinya tidak bisa melihat Istana Marry dari tempatnya berada.


###


"Marry?" Mendengar nama Marry disebut oleh Rendemiz, membuat Alan mengobservasi Demon wanita di hadapannya dengan cermat.


Harus dirinya akui... Demon tersebut memang sangat cantik. Wajah lonjong dengan dagu lancipnya, bibir merah nan tipis yang tersemat di atas dagu, hidung mancung yang terkesan minta untuk dicubit. Sepasang mata dengan irish mata merah kekuningan yang menggoda. Belum lagi rambut merah darah yang sedikit berombak. Terlengkapi dengan balutan baju merah seksi yang membungkus tubuh ramping Demon tersebut, sehingga menunjukkan semua lekuk tubuh yang dimilikinya. Tidak salah jika Marry disebut sebagai Demon tercantik yang ada di Dunia Abyss.


"Jadi dia Marry?" Alan menyiapkan kedua belatinya, siap untuk menghadapi Marry dan merebut segel pintu keluar yang Alan yakini ada di tangan Marry.


[Hati hati dengan kekuatan specialnya AS... Dia memiliki kekuatan special yang membuat dirimu bisa tunduk kepadanya.]


Peringatan Joker yang tiba tiba membuat Alan menjadi waspada. Dirinya sudah melihat sendiri seperti apa tunduknya para Demon yang terpengaruh kekuatan Marry, namun dirinya masih belum tahu bagaimana cara Marry untuk bisa mengaktifkan kekuatan specialnya.


[Kekuatan specialnya bercampur dengan rayuan kata katanya. Jangan sampai kamu terpengaruh oleh rayuannya.]


'Rayuan? Hem... Rayuan wanita memang selalu berbahaya...' Alan tersenyum kecut mendengar peringatan Joker sekali lagi.


"Serahkan segel itu! Dan akan kubiarkan kamu selamat!" Alan mencoba meminta baik baik segel yang dibawa oleh Marry, meskipun dirinya juga tahu Marry tidak akan pernah melakukannya.


"Membiarkanku selamat? Hahaha... Lalu bagaimana jika aku menginginkan tubuhmu? Apa kamu mau menukar segel ini dengan tubuhmu?"


Pertanyaan Marry membuat Alan gigit jari. Mana ada orang yang mau menukarkan tubuhnya dengan sebuah segel. "Sepertinya tidak ada cara lain!" Alan tidak ingin berlama lama. Dengan Thousand Stab, Alan langsung muncul di belakang Marry untuk memberikan puluhan tusukan dengan Forgotten Daggernya.


Thang...


Thang...

__ADS_1


Dalam beberapa detik, Alan berhasil melepaskan lebih dari 20 tusukan ke tubuh Marry. Namun tidak ada satupun tusukannya yang bisa menembus tubuh Marry. Bagaikan tertangkis, setiap tusukan cepat yang dirinya berikan selalu dimentahkan oleh sesuatu yang dirinya tidak bisa lihat.


"Pria memang selalu tidak sabar ketika berhadapan dengan seseorang yang cantik. mereka ingin langsung main tusuk saja." Marry tersenyum kecut, melihat Alan telah berdiri di belakangnya dengan kedua belati yang tergenggam. Wajah Alan menunjukkan ketidakpercayaan akan tertangkisnya puluhan tusukan yang baru saja dirinya berikan.


"Perisai pelindungkah?" Merasa serangannya gagal, Alan segera menjauhi tubuh Marry. Dirinya takut Marry menggunakan celahnya untuk membuat dirinya terjerat di dalam Absolute Love.


[Bukan AS... Serangan kamu ditahan oleh sebuah serangan tak kasat mata.]


'Maksudmu Joker?'


[Kalung yang dipakai oleh Marry memiliki kemampuan untuk mementahkan serangan yang datang kepada penggunanya dengan serangan yang sama besarnya.]


'Pantas saja...' Alan bergumam sendiri. Dirinya tidak menduga Marry memiliki pelindung yang bisa menghalau serangan apapun.


'Ada cara untuk menembus pertahanannya?'


[Kalung Marry menghalau serangan sihir maupun fisik dengan serangan yang sama kuatnya. Kamu memiliki dua cara untuk bisa menembus pertahanan kalung tersebut. Satu adalah menggunakan serangan yang terlampau kuat untuk bisa dihalau oleh kalung Marry, dan satu lagi adalah dengan menggunakan serangan yang bersifat netral.]


'Bersifat netral?'


[Benar AS... Serangan yang bersifat netral. Semua kekuatan yang kamu miliki bersifat Yin, dan kalung Marry akan menghalaunya dengan serangan bersifat Yang. Begitu juga jika Marry diserang menggunakan serangan bersifat Yang, kalung Marry akan menghalau dengan serangan bersifat Yin.]


'Jadi satu satunya cara dengan memberikan serangan yang begitu kuat?'


Namun Alan terlalu terfokus dengan penjelasan Joker, Dirinya sempat terlupa jika Marry salah satu Jenderal Besar Demon yang menjadi lawannya. Marry tentu tidak akan berdiam diri terlalu lama, membiarkan Alan terus berpikir dengan tenang.


"Apa kamu sudah memutuskan pilihan yang kamu ambil?" Marry mengangkat tangan kanannya. Seketika di tangan kanan Marry muncul sebuah tongkat hitam dengan hiasan kepala demon di ujung bagian atasnya. Marry langsung mengayunkan tongkat tersebut, dan sebuah gelombang energi hitam meluncur ke arah Alan berdiri.


Duar...


Untung saja Alan masih bisa bereaksi cepat untuk menghindari serangan Marry. Melihat bekas lubang di tanah yang cukup dalam, Tubuh Alan pasti akan terluka parah jika terkena serangan dari Marry barusan.


"Itu..." Alan melihat tongkat Marry dengan penuh takjub. Dari aura yang keunguan yang menyelimuti tongkat tersebut, Alan bisa tahu jika kualitas yang dimiliki tongkat milik Marry tidak kalah dengan The Forgotten dagger yang dirinya miliki.


'Joker... Identifikasi tongkat itu beserta kekuatan yang dimiliki!'


[Identifikasi objek... Menganalisis data.]


[Black Demon Wand.


Passive skill :

__ADS_1


Auto regenerasi mana


Membuat pengguna bisa meregenerasi 10% mana pengguna setiap lima menit.


Active skill :


Black Lash


Mengirimkan gelombang energi hitam ke arah depan.


Cooldown 10 detik.


Demon Cry


Mengirimkan gelombang kejut ke segala arah. Semua yang terkena gelombang kejut akan terstun selama 1 menit.


Cooldown 2 jam.


Power of Demon


Menarik paksa kekuatan kegelapan yang ada di sekitar pengguna untuk bisa dijadikan kekuatan pengguna. Atribut pengguna akan naik sejumlah dengan kekuatan kegelapan yang diserap. Pengguna bisa melepaskan kekuatan yang diserap untuk dijadikan serangan pamungkas.


Cooldown 1 hari.]


"Ini bahaya..." Setelah membaca penjelasan dari Joker, Alan semakin berhati hati dalam mengambil langkah. Senjata yang digunakan oleh Marry bukanlah senjata sembarangan. Marry bisa melakukan brust Attack dan juga bisa mengeluarkan serangan pamungkas.


Duar...


Marry sekali lagi menyerang Alan dengan Black Lashnya. Alan terpaksa harus memperlebar jaraknya dengan Marry sekali lagi. Membuat Alan tidak bisa menyerang Marry dengan kedua Daggernya.


"Critical Wind Spear!"


Alan tentu tidak ingin menjadi bulan bulanan Marry begitu saja. Dirinya segera mengganti Black Poison Dagger dengan Wind Bow untuk bisa melancarkan serangan jarak jauh. Tombak angin Alan langsung meluncur ke bagian vital Marry. Namun Marry nampak tidak bergeming. Dirinya tidak berusaha menghindari ataupun menangkis serangan tombak angin Alan.


Duar...


Ledakan terjadi tepat di hadapan Marry. Tombak angin Alan seakan dihentikan oleh serangan tak kasat mata. Membuat tombak angin Alan tidak pernah mencapai tubuh Marry. Kalung Marry benar benar telah menjadi pelindung yang akan begitu sulit untuk ditembus.


"Apa hanya itu yang bisa kamu lakukan?" Marry tersenyum kecil, melihat serangan Alan yang tidak bisa melukai dirinya sama sekali.


"Aku beri kamu kesempatan satu kali lagi. Menyerahlah... Dan bersumpah setia kepadaku." Marry menambahkan.

__ADS_1


"Menyerah? Setia kepadamu? Tidak ada di dalam kamusku!" Meskipun Alan belum tahu cara dirinya bisa menembus pertahanan Marry, namun dirinya juga tidak mau menyerah begitu saja. Dirinya kembali menyimpan Wind Bow dan menggantinya kembali dengan Black Poison Dagger. Dengan kedua belatinya berusaha menyerang Marry.


"Apa kau yakin?" Marry tersenyum kecil. Salah satu syarat bagi dirinya untuk bisa mengaktifkan Absolute Love telah terpenuhi. Dirinya bisa segera mengaktifkan Absolute Love untuk membuat Alan tunduk kepada dirinya, dan menjadikan Alan sebagai boneka pemasok darah baginya.


__ADS_2