
Wajah Cursed Venom sedikit menampakkan kecerahan ketika melihat kemunculan Grestal dari dalam lingkaran sihir. Kekhawatiran dirinya akan ada sebuah spell penghancur tingkat tinggi tidak terjadi sama sekali. Jika itu hanya seorang Bangsa Titan, pasukan penjaga pabrik saat ini sudah lebih dari cukup untuk mengatasinya.
"Kamu tidak menghubungi Guild Master?" Tanya Rebel yang nampak sudah siap untuk melompat keluar dari ujung jendela.
"Kita sudah lebih dari cukup untuk menghabisi satu Bangsa Titan. Guild Master tidak perlu mengetahui hal sekecil ini..." Jawab Cursed Venom yang juga tengah siap untuk mengikuti Rebel. Raven yang melilit di tubuhnya juga nampak sudah siap untuk bertarung kapan saja.
"Semacam bukan kamu saja... Tapi aku menyukai kamu bersikap seperti itu..." Rebel tidak mengekspektasikan jawaban semacam itu keluar dari Cursed Venom, selama ini Cursed Venom selalu bersikap hati hati dalam pekerjaannya. Guild Master akan selalu mengetahui semua kejadian yang ada ketika Cursed Venom sedang bertugas.
Mungkin ini adalah salah satu cara Cursed Venom untuk menarik simpati dari Guild Master. Mampu menjaga keutuhan pabrik ketika mendapat serangan dari Bangsa Titan tanpa memberi Guild Master. Full Winter pun tentu akan semakin mudah percaya dengan perkataan Cursed Venom, mengingat kredibilitas yang dimiliki Cursed Venom memang memenuhi ekspektasi.
"Terserah... Yang penting kita urus dia dulu..." Cursed Venom justru yang menjadi pertama melompat dari atas menara tersebut. Meninggalkan Rebel yang sedang mengambil aba aba.
"Raven... Giant Mode!"
Ular yang melilit di tubuh Cursed Venom pun melompat dari tubuh Ranger wanita tersebut. Ular berwarna ungu yang tadinya hanya sepanjang 2 meter, kini membesar hampir lima belas kali lipat. Cursed Venom pun kini bisa berdiri dengan tegak di atas kepala Raven.
"Hancurkan dia!" Satu kata dari Cursed Venom membuat Raven menggerakkan tubuhnya, beberapa sisi bangunan pabrik yang ada di bawah tubuh Raven pun menjadi korban akibat gerakan Raven yang tengah menjalar.
"Hei... Hei... Jangan sampai kamu yang justru menjadi penghancur pabrik..." Rebel mengikuti Raven dengan terbang di udara. Sepatu yang dimilikinya memiliki kemampuan special yang bisa membawa dirinya untuk bisa terbang selama beberapa lama.
Tidak mengindahkan peringatan Rebel, Cursed Venom justru mempercepat gerakan Raven. Dirinya tidak ingin perisai pelindung yang melindungi pabrik hancur sebelum dirinya bisa menghentikan Titan itu. Nampak sangat serangan para pasukan yang melindungi pabrik di bagian luar tidak bisa membuat Bangsa Titan itu terpukul mundur. Dirinya benar benar harus cepat, sebelum keadaan menjadi semakin gawat.
"Raven... Venom Jab!"
__ADS_1
Begitu sampai di hadapan Grestal, Raven pun langsung mengarahkan ekornya untuk menghantam tubuh Bangsa Titan itu. Dirinya mencoba mementalkan Grestal agar menjauh dari perisai pelindung yang melindungi pabrik Violet Wine.
Bruk...
Tanpa di duga, tusukan ekor dari Raven ditangkap sempurna oleh Grestal. Padahal Cursed Venom tahu, ujung ekor Raven memiliki serangan critical yang begitu besar. Musuh yang mencoba menghalaunya pasti akan langsung terpental mundur ke belakang.
"Seberapa tinggi defense miliknya?" Cursed Venom hanya mengumpat sendiri. Tidak percaya dengan apa yang dirinya lihat.
Namun keterkejutan Cursed Venom tidak bertahan lama, Grestal langsung menarik paksa Raven agar keluar dari lingkaran sihir pelindung. Membantingnya dengan keras ke arah tanaman Violet Cactus yang ada di sekitar pabrik.
Cursed Venom untung cepat bereaksi, dirinya segera melompat dari kepala Raven untuk mendarat di atas dinding pabrik. Dirinya hanya memandang ular partner miliknya terbanting begitu keras di atas tanaman Violet Cactus. Namun dirinya tidak begitu khawatir, dirinya tahu jika hal sekecil itu tidak akan bisa membunuh Raven.
"Jangan gegabah... Kita belum tahu batas kekuatannya..." Rebel yang baru saja mendarat di samping Cursed Venom memperingatkan temannya tersebut. Terlalu terburu bukanlah suatu hal yang bijak dalam bertarung, apalagi mereka masih belum mengetahui kemampuan apa saja yang dimiliki Bangsa Titan ini.
"Untuk jaga jaga... Hubungi Guild Master... Aku dan pasukan akan mengalihkan perhatiannya." Rebel memberi tanda kepada semua pasukan Sun Flower Guild untuk keluar dari perisai pelindung. Terus berdiam di dalam perisai pelindung dan melihat Bangsa Titan membombardir perisai pelindung adalah suatu tindakan bodoh. Mereka harus keluar dan mengalihkan perhatian Bangsa Titan itu agar menjauh dari pabrik.
"Cih..." Cursed Venom dengan segan menuruti kemauan Rebel. Seharusnya ini bisa menjadi batu loncatan dirinya untuk menambah citra dirinya di hadapan Guild Master. Namun dirinya juga tidak mau berjudi terlalu banyak, akan sangat beresiko tinggi bagi karirnya jika dirinya dan para pasukan tidak bisa menghentikan Bangsa Titan ini.
"Guild Master... Pabrik se..."
[Player berada di dalam Prison Dimension. Hubungan antara bagian dalam Prison Dimension dan bagian luar akan terputus. Player tidak bisa log out. Player akan otomatis log out dari sistem jika player telah mati di dalam Prison Dimension. Penalti kematian di dalam Prison Dimension akan meningkat dua kali lipat dari penalti kematian biasa.]
"Apa? Prison Dimension?" Tidak hanya Cursed Venom yang terkejut. Semua orang yang ada di tempat tersebut juga begitu terkejut. Terlalu terfokus pada Bangsa Titan membuat mereka lupa akan siapa dalang sebenarnya dalam kemunculan Bangsa Titan yang tiba tiba.
__ADS_1
Sangat mustahil jika Bangsa Titan bisa membuat sebuah gerbang teleportasi sendiri. Pasti ada yang dengan sengaja mengirimnya ke tempat ini. Dan Cursed Venom beserta yang lainnya telah lupa akan hal itu.
"Sial... Dimana dia?" Cursed Venom langsung mencari ke sekitar, mencari sosok sebenarnya yang ada di balik penyerangan Bangsa Titan. Namun gelapnya malam membuat semuanya menjadi lebih susah. Meskipun ada penerangan dari bintang bintang, hal itu tidak akan cukup untuk membuat dirinya dengan mudah melacak musuhnya. "Andai saja aku punya item sensorik..." Cursed Venom justru mengumpat karena dirinya tidak memiliki item seperti itu.
Dirinya tidak pernah menyangka akan menghadapi keadaan dimana dirinya memerlukan item sepertu itu. Selama ini dirinya terlalu mengandalkan ketajaman insting Raven yang selalu bersama dirinya. Namun kini berbeda, Raven nampak sedang bergulat bersama Bangsa Titan yang menyerang sembari di bantu oleh para pasukan penjaga.
Mata Cursed Venom pun melebar begitu dirinya melihat sebuah semburan api berwarna putih meluncur ke arah Bangsa Titan. Ya... Hanya api putih, api hitam yang berpadu bersama api putih tidak terlihat karena gelapnya malam yang menaunginya. Pasukan penjaga yang mengepung Grestal pun langsung porak poranda.
Beruntung bagi mereka yang bisa menghindar dan selamat, namun naas bagi mereka yang terkena. Tubuh mereka langsung menjadi daging asap seketika itu juga
'Apa itu? Api putih?" Cursed Venom tidak yakin dengan apa yang dirinya lihat, belum pernah sekalipun dirinya mengetahui adanya player yang bisa memakai api putih. Insting Cursed Venom pun langsung melejit. Dirinya dan pasukan penjaga kini tengah berada dalam situasi yang berbahaya.
###
"Satu melawan ratusan orang? Ini benar benar pertarungan yang tidak adil..."Alan hanya terkekeh melihat bagaimana serangan serangan dari pasukan penjaga pabrik mental begitu saja ketika mengenai Grestal.
Harus Alan akui, apa yang dilakukan Asmodias pada tubuh Grestal begitu luar biasa. Tulisan tulisan Rune yang memenuhi tubuh Grestal membuat atribut milik Grestal meroket. Bahkan Alan sampai tercengang sendiri ketika melihat atribut yang dimiliki oleh Grestal. Dan dirinya tidak yakin, apakah dirinya bisa menembus pertahanan milik Grestal atau tidak meskipun sudah dibantu dengan Shadow Zone.
"Prison Dimension... Activated!" Alan mengaktifkan Prison Dimension saat itu juga. Jika dirinya akan ikut bertarung, maka dirinya harus memastikan jika tidak ada yang bisa kabur dari tempat itu selain kematian yang membuatnya pergi.
"Ayo Chiro! Kita bergerak!" Alan menonaktifkan efek kamuflase dari Shadow Zone, dan Chiro langsung mengerti maksud dari Alan.
Semburan api hitam dan putih yang berpadu kini meluncur dari atas ke bawah. Siap mematangkan daging daging para player yang masih mentah di bawah sana.
__ADS_1