
"Guild Master... Pabrik telah..." Terputusnya panggilan dari Cursed Venom secara tiba tiba, membuat Full Winter begitu kebingungan.
Dirinya mencoba menghubungi Cursed Venom kembali, namun Cursed Venom seakan sudah tidak aktif di New World. Akun miliknya tidak bisa di hubungi melalui panggilan sistem.
"Ada apa Guild Master?" Sutra yang sedari tadi melihat wajah cemas Full Winter pun mengajukan pertanyaan. Sangat jarang sekali Full Winter menunjukkan wajah yang begitu cemas seperti ini.
"Aku akan pergi... Kamu selesaikan urusan yang ada di sini..." Full Winter pun langsung meninggalkan Flower Rain Bar dan memilih menuju ke pabrik seorang diri.
Semakin cepat dirinya sampai di pabrik, semakin baik untuk dirinya. Firasatnya mengatakan jika ada sesuatu yang tidak beres. Tidak mungkin jika Cursed Venom menghubungi dirinya tanpa sebab yang tidak pasti.
[Semua anggota yang aktif malam ini... Segera ke pabrik...]
Full Winter mengirimkan satu pesan broadcast ke semua anggota Sun Flower Guild. Meskipun dirinya masih belum tahu apa yang terjadi, tidak ada salahnya untuk berjaga jaga. Jika pin tidak ada sesuatu yang membahayakan, dirinya bisa beralasan untuk sekedar mengumpulkan anggota.
"Eagle Ice!"
Tangan Full Winter terkibas, dan seketika muncullah seekor elang berukuran 2 meter terbuat dari es seutuhnya. Full Winter melompat ke atas punggung elang tersebut dan hanya dengan beberapa kepakan sayap, Full Winter sudah dibawa pergi dari Ibukota Kerajaan Black Dessert.
Sepanjang perjalanan Full Winter tetap tidak bisa merasa nyaman. Berbagai macam pemikiran tentang apa yang terjadi di pabrik membayangi seluruh pikirannya.
"Apa itu?" Barulah ketika Full Winter sampai di area perkebunan, Full Winter mengerti kenapa Cursed Venom menghubungi dirinya.
Piramida hitam raksasa yang menyelubungi pabrik bisa dirinya lihat dari kejauhan. Meskipun Full Winter masih belum tahu apa yang terjadi, Full Winter bisa mengambil kesimpulan jika piramida itu yang menghalangi dirinya untuk menghubungi Cursed Venom.
"Dimensi penghalang? Apa ada serangan?" Full Winter pun mempercepat laju elang es yang membawa dirinya terbang. Ingin segera mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di pabrik.
Boom...
Boom...
Full Winter kehilangan keseimbangan, elang es yang membawa dirinya terbang mendapat serangan dari bawah.
__ADS_1
Jika bukan karena sigapnya Full Winter membuat satu elang es baru untuk menangkap tubuhnya, dirinya pasti sudah terjatuh dari atas ketinggian.
"Siapa?" Full Winter segera memeriksa keadaan sekitar. Mencari sosok yang telah menyerang dirinya.
Terlihat seorang pria berpakaian serba kuning kecoklatan dari atas sampai bawah tengah berdiri dengan satu kaki di atas pohon Violet Cactus. Wajah pria tersebut samar samar karena gelapnya malam yang hanya bercahayakan bintang.
"Siapa kamu!" Teriak Full Winter dari atas elang esnya. Meskipun sudah mendapat serangan, Full Winter ingin sekali lagi memastikan apakah pria di hadapannya adalah lawan atau kawan.
"Apa kamu Full Winter? Guild Master dari Sun Flower Guild?" Pria tersebut justru membalas pertanyaan Full Winter dengan pertanyaan lainnya.
"Berani mengacuhkan pertanyaan dariku?" Full Winter geram sendiri melihat sikap pria bernama Ken tersebut.
"Melihat sikapmu, sepertinya dugaanku memang benar." Ken pun tersenyum kecil, dirinya merasa mendapat tantangan yang sesungguhnya di hadapan Full Winter.
"Apa kamu bagian dari penyerangan pabrik kami?"
"Bisa ada, bisa juga tidak... Aku tidak peduli dengan penyerangan pabrik ini. Aku hanya ingin mencari lawan yang kuat untuk bertarung denganku." Jawab Ken dengan tenangnya, tidak peduli jika apa yang baru saja dirinya ucapkan membangkitkan amarah dari Guild Master Sun Flower Guild.
"Kalau begitu kamu yang akan menjadi pemanasan ku malam ini.." Full Winter tidak berlama lama berdebat. Dengan satu kibasan tangan kanannya, muncul puluhan pedang es yang melayang di udara, siap untuk meluncur dan mengarah ke arah Ken.
Pedang pedang es Full Winter pun meluncur dengan cepat ke arah Ken.
Namun Ken dengan tangan kosongnya seakan tidak menganggap pedang pedang es itu suatu hal yang berbahaya. Dengan tangan kosongnya Ken memukul menangkis dan menghalau setiap pedang es yang mengarah ke dirinya.
"Elemental Body? Siapa kamu?" Sebagai Elementalist tingkat tinggi, Full Winter bisa mengetahui tekhnik apa yang Ken gunakan untuk menghalau pedang es miliknya.
"Tidak penting aku siapa, yang penting kita bertarung dengan serius malam ini..." Ken melompat dari atas Violet Cactus ke arah Full Winter yang masih di atas elang es miliknya. Tangan emasnya sudah dipenuhi tenaga untuk memberikan pukulan kepada Full Winter.
"Bodoh!" Full Winter tersenyum kecut melihat Ken mendatangi dirinya. Bagi dirinya apa yang dilakukan oleh Ken adalah tindakan konyol.
"Frost!"
__ADS_1
Satu ayunan tangan dari Full Winter dan tubuh Ken langsung tertutupi seutuhnya. Ken pun tidak bisa bergerak di atas udara. Hingga akhirnya tubuhnya terjatuh dengan bebas dari ketinggian.
Boom...
Tubuh Ken yang beku pun membentur tanah dengan kerasnya. Menimbulkan gumpalan debu yang menutupi tempatnya mendarat dengan kasar.
"Dasar tikus pengganggu..." Full Winter tidak terlalu memperdulikan Ken yang terjatuh ke atas tanah. Dirinya kembali melanjutkan perjalanannya mendekati piramida hitam yang menutupi area pabrik.
Sepanjang perjalanan di area perkebunan, Full Winter melihat begitu banyak jasad anggota Sun Flower Guild yang tergeletak di sekitar pohon pohon Violet Cactus. Full Winter bisa menduga jika anggota anggota Sun Flower Guild yang mati tersebut telah bertarung untuk melindungi pabrik.
"Berapa banyak jumlah musuh sebenarnya?" Full Winter semakin bingung, dirinya tidak mendapati adanya jasad dari pihak musuh. Semua jasad yang ada berasal dari pihaknya.
Langkah terbang Full Winter pun terhenti di depan piramida hitam. Dirinya masih mencoba meneliti jenis pelindung apa yang menyelubungi pabrik itu dan memikirkan bagaimana cara agar dirinya bisa menghancurkannya.
###
Tubuh Ken yang membeku di atas tanah tidak bisa bergerak sama sekali. Seakan akan Ken tengah menjadi patung es seutuhnya.
Namun dari dalam patung es tersebut keluar cahaya keemasan. Perlahan lahan namun pasti es yang menyelimuti tubuh Ken retak dengan sendirinya.
Crack...
Es yang menyelimuti seluruh tubuh Ken pun pecah setelah cahaya keemasan Ken keluar seutuhnya. Kini Ken bisa kembali bergerak dengan leluasa sekali lagi.
"Ah... Guild Master Sun Flower Guild memang hebat. Aku terlalu ceroboh." Keluh Ken seorang diri yang merasa apa yang dirinya lakukan tadi begitu bodoh. Jika saja dirinya tidak bisa membakar mana untuk memanaskan emas tubuhnya, mungkin dirinya sudah mati membeku saat ini.
"Oke... Ronde kedua..." Ken sekali lagi mengejar ke arah Full Winter. Semangat bertarung di dalam dirinya semakin membara setelah melihat kemampuan Full Winter yang benar benar di atas rata rata.
***Terima kasih untuk semua yang sudah memberikan dukungan pada cerita ini. Saya tahu jika saya telah memperlakukan kalian semua dengan tidak pantas. Saya meminta maaf dengan tulus...
Tapi dari pada mengumpat, lebih baik mendo'akan saya agar selalu bisa menyempatkan waktu untuk duduk dan menarikan jari jari saya di atas keyboard.
__ADS_1
Terima kasih...
Salam terhangat untuk kalian semua...***