
Di hutan sebelah utara ibukota South Mountain, Deathmark beserta 100 anak buahnya tengah berburu monster. Mereka sedang berusaha untuk menaikkan level mereka lagi, setelah turun 3 level akibat kematian yang diberikan oleh Alan. Pada mulanya mereka sempat shock, karena mereka yang mati terbunuh oleh Alan turun 3 level. 3 kali lipat dari penalti kematian yang biasanya. Deathmark pun begitu benci kepada Alan, dan bersumpah akan membalas 10 kali lipat terhadap apa yang Alan lakukan kepada dirinya dan anak buahnya. Belum lagi item item yang terjatuh ketika dirinya dan anak buahnya mati. Membuat Deathmark semakin menaruh dendam kepada Alan.
Walaupun Deathmark dan anak buahnya tengah berburu monster satu minggu lebih, mereka baru bisa menaikkan level mereka sebanyak 4 level. Wajar saja, Deathmark selalu berburu monster dalam rombongan player yang besar. Exp yang didapat pun dibagi rata pada seluruh anggotanya.
"Cepat habisi monster itu! Kita tidak punya banyak waktu!" Deathmark semakin kesal melihat anak buahnya belum juga berhasil membunuh monster Leopard berlevel 55 yang ada di hadapan mereka. padahal sudah 3 jam lebih mereka mengepung monster tersebut.
"Mudah baginya bicara... Coba dia turun tangan sendiri.. Belum tentu juga dia masih selamat." Anak buah Deathmark saling berbisik satu sama lain membicarakan atasan mereka tersebut.
Selang satu jam, barulah anak buah Deathmark bisa menghabisi monster Leopard tersebut. Namun Deathmark merasa tidak puas dengan exp yang didapatkan. Empat jam untuk membunuh satu monster, dan exp yang di dapat cuma 3400.
"Sialan... Sampai kapan kita harus begini. Kita harus bisa cepat menaikkan level kita." Deathmark memaki anak buahnya yang sedang beristirahat setelah membunuh monster Leopard. Perasaan ingin cepat bisa membalas dendam kepada Alan benar benar memenuhi hati dan pikiran Deathmark.
Anak buah Deathmark tentu tidak ada yang berani protes kepada atasannya tersebut. Mereka semua juga ingin cepat naik level, namun jumlah monster yang ada di hutan dekat ibukota juga tidak banyak. Apalagi mereka juga mesti bersaing dengan guild lain atau player independen yang berdomisili asli di Kerajaan South Mountain.
"Tuan... Tuan..." Salah satu anak buah Deathmark tergagap gagap sambil menunjuk ke langit. Deathmark yang masih merasa kesal langsung memukul anak buahnya tersebut. Dirinya semakin kesal melihat anak buahnya yang sempat bercanda ketika dirinya sedang marah.
"Tuan... Ada yang datang..." Anak buah Deathmark yang lainnya menunjuk ke langit, arah yang tadi ditunjuk oleh temannya yang dipukul Deathmark.
Deathmark mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh anak buahnya tersebut. Deathmark menelan ludahnya dalam dalam, melihat seekor naga hitam terbang di atas dirinya dan turun menuju ke arah dirinya dan anak buahnya.
Naga hitam tersebut menukik dengan tajam, Deathmark bisa melihat jika ada seseorang yang tengah duduk di punggung naga hitam tersebut.
"Tuan... Apa yang akan kita lakukan?" Anak buah Deathmark langsung panik melihat naga hitam sedang menuju ke arah mereka. Naga saat ini masih menjadi eksistensi yang misterius bagi player di New World. Belum pernah ada satupun postingan di forum yang menjelaskan tentang keberadaan naga. Dan kali ini Deathmark dan anak buahnya menjadi yang pertama melihat adanya naga.
"Penyihir... Siapkan perisai!" Deathmark langsung memberi komando kepada para penyihir anak buahnya untuk membuat perisai pelindung. Walaupun naga hitam tersebut belum menunjukkan tanda tanda akan menyerang, Deathmark tentu tidak ingin gegabah.
Naga hitam tersebut mendarat di hadapan Deathmark dan anak buahnya. Pria berjubah hitam yang tadi menunggangi naga tersebut turun dari punggung naga. Kini Deathmark dan anak buahnya bisa melihat dengan jelas rupa Naga hitam tersebut. Seluruh tubuh Naga tersebut berwarna hitam, bahkan kelopak mata dan taring Naga tersebut juga semuanya berwarna hitam, sehitam bayangan. Seakan akan Naga hitam tersebut terbentuk dari bayangan.
"Kamu?" Deathmark tentu hafal dengan pria berjubah hitam tersebut. Pria tersebutlah yang menjebak Deathmark untuk menyerang pabrik senjata dan menderita kekalahan yang besar. Pria tersebut adalah Sander, Sang Great Wizard kerajaan South Mountain.
__ADS_1
"Lama tidak bertemu..." Sapa Sander dengan tampang angkuhnya.
"Apa maumu?" Deathmark curiga akan maksud kedatangan Sander ke tempat dirinya berada kali ini. Tidak mungkin Sander mau repot repot datang sendiri ke tengah hutan ini tanpa ada maksud tersembunyi.
"Hahaha... Sepertinya kamu belum berubah. Selalu tidak sabaran." Sekali lagi Sander tertawa dengan menunjukkan keangkuhannya.
"Tidak usah berbasa basi. Ingat kamu masih berhutang gold kepadaku."
"Justru karena itu aku datang. Aku bawakan sisa hutangku." Sander melemparkan sekantong kulit yang berisi 200 gold.
Deathmark tentu tidak begitu bodoh untuk langsung mengambil kantong kulit yang Sander lemparkan di hadapannya. Tidak mungkin bagi Sander mau datang jauh jauh hanya untuk membayar hutang. Bahkan jika dilihat sekilas, Sander adalah orang yang akan lupa jika memiliki hutang.
"Kenapa? Kalian tidak mau uang?" Sander tersenyum mengejek.
"Tidak mungkin kamu datang kesini hanya untuk membayar hutang. Apa maksudmu yang sebenarnya?"
"Nampaknya kamu sedikit pintar sekarang."
Deathmark dan semua anak buahnya tersentak ketika melihat aura kematian yang dipancarkan oleh bola kristal rugbi hitam yang Sander genggam. Dengan sekali melihat saja mereka bisa tahu jika bola kristal rugbi hitam tersebut bukanlah bola kristal biasa.
"Penawaran apa yang ingin kamu berikan?" Nada bicara Deathmark sedikit menurun setelah melihat aura kematian yang dipancarkan oleh bola kristal rugbi tersebut. Sedikit rasa takut mulai menghampiri dirinya.
"Aku tahu kalian butuh kekuatan. Jadilah pengikut setiaku, dan akan kuberikan kekuatan kepada kalian."
"Pengikut setiamu? Hahaha...." Perkataan Sander benar benar menjadi lelucon yang lucu bagi Deathmark. "Jangan bercanda kamu!" Deathmark yang memiliki harga diri sangat tinggi tentu merasa sangat terhina ditawari menjadi pengikut Sander.
Mendengar jawaban dari Deathmark tidak memuaskan hatinya, Sander membaca sedikit mantra. Bola kristal rugbi yang ada di tangannya langsung bersinar merah gelap. Aura kematian yang tadinya sudah menekan, kini berubah seakan akan ingin menyerang. Entah apa yang dilakukan Sander, tapi Semua orang yang ada disana langsung mematung terkena efek dari aura bola kristal rugbi hitam yang Sander genggam.
"Kamu bisa memilihnya... Mengikutiku... Atau hilang dari kerajaan ini."
__ADS_1
uargh....
Naga hitam yang berdiri di belakang Sander pun seakan ikut memperingatkan Deathmark dan anak buahnya agar menuruti apa yang Sander inginkan. Seakan akan Naga hitam tersebut bersiap untuk menyerang Deathmark dan anak buahnya jika menolak.
"Ba... Baiklah... Tapi ada satu syarat..."
"Sebutkan..."
Deathmark menyebutkan syaratnya. Deathmark bersedia untuk menjadi pengikut Sander asalkan dirinya bisa membalas dendam kepada Alan. Dan apa yang Deathmark lakukan atas dasar dirinya sendiri, bukan mewakili guildnya, Seven Guardian.
"Tidak masalah... Justru guildmu pasti akan berterima kasih kepadaku setelah aku naik tahta. Hahaha...."
"Naik tahta?" Gumam Deathmark pelan. Tidak dirinya sangka jika Sander berambisi untuk menguasai South Mountain secara keseluruhan. Deathmark pun mulai berpikir jika benar Sander dapat mengambil tahta, posisi Seven Guardian di South mountain pasti langsung menanjak. Peluang dirinya untuk bisa menggeser guild master pun semakin besar. Deathmark merasa jika dirinya tidak mengambil keputusan yang salah.
"Baiklah... Kita mulai sekarang..."
"Mulai? Apanya?" Deathmark memandang Sander dengan curiga.
Namun pertanyaan Deathmark tentu tidak digubris oleh Sander. Sander sibuk membaca mantra, bola kristal rugbi hitam yang ada di tangan sander bersinar lagi, kali ini sinarnya berwarna hitam legam. Dan dari bola kristal rugbi tersebut keluar semacam bayangan bayangan yang berjumlah puluhan.
Bayangan bayangan tersebut terbang dan menuju ke arah Deathmark dan anak buahnya. Setiap satu bayangan masuk ke dalam satu tubuh. ketika bayangan tersebut telah masuk ke dalam tubuh Deathmark dan anak buahnya. Tubuh mereka langsung bersinar merah gelap.
"Apa ini? Apa yang terjadi?" Setiap orang bertanya tanya. Bayangan apa yang masuk ke dalam tubuh mereka.
Ketika tubuh Deathmark dan anak buahnya berhenti bersinar, mereka bisa merasakan sesuatu yang berbeda dengan tubuh mereka. Tubuh mereka terasa lebih ringan. Lalu suara notifikasi terdengar di telinga mereka.
[Player telah mendapatkan kekuatan kegelapan dari Sander sang Great Wizard. Atribut player naik 50% dari atribut awal. Player kini telah masuk ke dalam golongan Dark player. Setiap kematian akan mendapatkan penalti kematian 3x lipat. Player harus mengabdikan diri kepada Sander sang Great Wizard. Sander sang Great Wizard dapat menarik kekuatan yang diberikan kapan saja, dan mengakibatkan player mendapatkan penalti penurunan atribut sebesar 75%.]
Suara notifikasi dari sistem tentu membuat terkejut Deathmark dan anak buahnya. Atribut naik 50%? Siapa yang tidak mau? Tapi penalti kematian yang 3 kali lipat?
__ADS_1
"Memang tidak ada yang gratis di dunia ini." Gumam Deathmark pelan. Dirinya cukup puas dengan apa yang dirinya terima, masalah penalti kematian? Asalkan dirinya tidak mati tentu hal tersebut tidak akan menjadi masalah. Lagipula Deathmark percaya diri jika tidak ada yang bisa membunuhnya kali ini.