New World

New World
Secercah Harapan


__ADS_3

"Gina... Tampar aku..." Gumam Fire Blade perlahan. Kedua bola matanya hanya mengerjap beberapa kali sembari memandangi apa yang tersaji di hadapannya. Seakan akan Fire Blade sedang tidak percaya akan fungsi kedua bola matanya.


Fire Blade masih tidak percaya, jika tempat yang baru beberapa hari yang lalu adalah tempat Kuil Cahaya. Kini telah berubah menjadi sebuah Colloseum yang begitu megah.


Hanya beberapa hari... Dan Bangsa Demon sudah bisa membuat sebuah Colloseum yang entah memerlukan berapa ribu Gold koin untuk membangunnya.


"Anda serius Guild Master?" Lirik Gina pada Guild Mast ernya tersebut.


Plak...


Satu tamparan telak di pipi Fire Blade membuat Fire Blade tersadar dari lamunannya. Membuat pipi kiri Fire Blade langsung berubah merah seketika.


"Kenapa kamu tampar aku?" Fire Blade menggerutu akan perlakuan Gina kepada dirinya.


"Lho..." Mulut Gina seketika membentuk huruf O yang besar. Memandang aneh kepada Fire Blade yang menyalahkan dirinya.


"Sudahlah... Ayo kita masuk..." Ajak Fire Blade pada Gina. Dirinya sudah diliputi rasa penasaran akan Colloseum yang menjulang tinggi setinggi 20 meter tersebut.


Suara pertarungan dari dalam Colloseum bisa Fire Blade dengar dari luar. Sorak sorak penonton yang terus menggema pun tidak kalah hebatnya ikut memeriahkan suasana sekitar Colloseum. Ditambah lagi puluhan stand stand Merchant sementsra yang saling berlomba lomba memajang barang dagangannya. Benar benar membuat Colloseum yang terlihat megah tersebut semakin terlihat megah.


"Apa Anda yakin dengan keinginan Anda Guild Master?" Tanya Gina sekali lagi. Setelah melihat betapa hidupnya Colloseum yang ada di hadapannya. Gina ragu jika tawaran yang nantinya Fire Blade berikan pada player misterius tersebut akan didengar.


"Tuan Mathias sudah percaya kepada kita... Kita harus bisa memuaskannya..." Jawab Fire Blade dengan senyuman ragu di bibirnya. Tidak hanya Gina saja yang ragu, dirinya juga ragu akan tawarannya apakah akan diterima atau tidak. Jangankan untuk itu, untuk player misterius itu mau menemui dirinya atau tidak saja dirinya ragu.


"Selamat datang di Abyss Colloseum. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang NPC wanita berseragam hitam putih yang memiliki ras manusia di bagian pemberi informasi.


"Aku ingin bertemu dengan pengurus Colloseum. Apakah bisa?" Jawab Fire Blade pada NPC wanita tersebut tanpa menunjukkan sedikit pun sifat keangkuhan yang biasanya dirinya tunjukkan. Melihat ada ratusan Bangsa Demon berjaga di beberapa sudut Colloseum membuat nyali Fire Blade sedikit menciut.


"Maaf... Pengurus Colloseum tidak bisa ditemui tanpa membuat janji terlebih dahulu. Apakah Anda sudah memiliki janji?" Tanya sekali lagi wanita NPC wanita tersebut pada Fire Blade.


"Itu... Aku belum memiliki janji..."


"Kalau begitu silahkan mengisi daftar antrian untuk bertemu dengan pengurus Colloseum, kami akan menghubungi Anda jika memang sudah giliran Anda untuk bisa bertemu dengan pengurus Colloseum." NPC wanita memberikan sebuah buku kepada Fire Blade.


Fire Blade bersiap menuliskan namanya di salah satu lembaran buku tersebut. Namun dirinya terkejut, mendapati ada lebih dari 30 nama yang sudah tertera di buku tersebut.

__ADS_1


"Maaf... Apakah mereka semua nama nama yang akan bertemu dengan pengurus Colloseum juga?" Tanya Fire Blade setelah membaca daftar nama yang sudah tertulis.


"Benar Tuan... Semua yang ingin bertemu dengan pengurus Colloseum menuliskan nama di buku itu."


"Lalu sekarang sudah masuk ke nomer berapa?" Fire Blade mencoba menerka akan berapa lama dirinya harus menunggu antrian yang ada.


"Belum ada satupun dari daftar nama itu yang kami panggil. Pengurus Colloseum masih mengurusi hal lain, jadi belum sempat bertemu dengan satupun tamu yang ingin bertemu dengan dirinya."


"Ah..." Wajah Fire Blade langsung lemas setelah mendengar jawaban dari NPC wanita tersebut. Tadinya dirinya berpikir akan mudah untuk mencari keberadaan sosok player misterius dengan mendatangi Colloseum. Namun rupa rupanya semua tidak semudah dengan bayangannya. Mencari satu player di antara ribuan player, benar benar bagaikan mencari sebuah jarum di dalam jerami.


Fire Blade pun hanya bisa pergi setelah menuliskan namanya di dalam daftar antrian tersebut. Rasa semangatnya telah hilang setelah mengetahui berapa banyak antrian yang harus dirinya tunggu. Bisa saja dalam daftar nama antrian tersebut, ada salah satu nama yang memiliki tawaran sama seperti yang akan Fire Blade ajukan. Dan dirinya tentu akan gagal jika player misterius tersebut sudah menjalin kerja sama dengan salah satu nama di dalam daftar antrian tadi.


"Guild Master... Lihatlah..." Gina yang sedari tadi menunggu Fire Blade menyempatkan diri untuk membuka buka forum New World.


"Ada apa?" Fire Blade yang masih kecewa akan berapa banyak antrian yang harus dirinya tunggu langsung memasang wajah tidak enak. Dirinya menggunakan Gina sebagai pelampiasan atas kekecewaannya.


"Ada satu postingan baru di forum yang menarik..." Gina tidak menanggapi terlalu banyak wajah kecewa Fire Blade. Dirinya yakin jika postingan baru di forum New World tersebut akan bisa mengobati rasa kecewa Fire Blade.


"Bagus... Kita masih punya peluang..." Senyum terkembang di bibir Fire Blade setelah membaca postingan baru yang Gina tunjukkan. Memberikannya sedikit harapan akan rencananya yang terkesan sudah hancur berantakan.


[Halo AS...]


Sapa Joker begitu Alan kembali log in ke dalam New World.


'Hai Joker... Lama tidak jumpa... Bagaimana kabarmu?'


[Aku adalah sebuah kecerdasan buatan, aku tidak memiliki suatu keadaan fisik yang bisa dijadikan tolak ukur untuk keadaanku.]


'Hahaha.... Aku hanya basa basi... Jangan terlalu serius...'


[Baik AS...]


Alan hanya tersenyum mendengar jawaban dari Joker. Entah kenapa... Dirinya merasa begitu senang mendengar suara Joker lagi setelah hampir dua minggu dirinya bermain New World tanpa Joker. Mungkin ini yang dinamakan rindu tersampaikan oleh orang orang. Perasaannya saat ini, hampir sama dengan ketika dirinya bertemu dengan Vizgraf beberapa hari yang lalu.


Mungkin karena Joker adalah satu satunya teman yang paling bisa diandalkan oleh Alan. Alan sudah menganggap Joker bukan sebagai sebuah sistem pendukung, melainkan sebagai seorang teman berbagi pikiran dengan dirinya. Apa yang Alan ketahui, maka Joker ketahui juga.

__ADS_1


Alan tidak tahu apakah Joker bisa ikut mengetahui perasaannya atau tidak, dan Alan tidak ingin mempertanyakan hal itu. Cukup Joker ada di sisinya ketika dirinya butuh teman bicara, itu sudah cukup. Sama seperti ketika dirinya sedang berada di Dunia Abyss. Hanya Joker seorang yang bisa mengetahui semua isi pikiran Alan dengan sebenarnya.


Mungkin Flyin bisa ikut membaca isi pikiran Alan, namun tentu Flyin tidak akan bisa sepaham Joker yang benar benar ada di dalam pikiran Alan.


'Ayo pergi Joker... Ada satu hal yang ingin aku kamu lakukan.'


[Baik AS... Apapun itu...]


Kwaaak...


Chiro pun langsung terbang ke atas pundak Alan. Menjadikan pundak Alan sebagai tempat bertenggernya yang paling nyaman.


"Ya... Kamu juga ikut Chiro..." Senyum Alan sembari mengelus kepala Naga hitam putih kecil miliknya.


'Joker... Analisis setiap atribut Demon yang bertarung di tempat ini. Aku ingin kamu mengelomokkan semua Demon yang bertarung di tempat ini berdasarkan tingkat kekuatan mereka.' Perintah pertama Alan pada Joker begitu dirinya sampai pada ruangan VIP untuk menonton pertandingan yang tersaji di Colloseum.


Alan perlu menganalisis semua kekuatan Bangsa Demon yang dirinya bawa. Dirinya harus bisa membuat sebuah pasukan Kerajaan yang terstruktur sebelum Kerajaan Bangsa Demon resmi berdiri nantinya. Dengan mengelompokkan para Demon berdasarkan kekuatannya, Alan bisa membentuk sebuah pasukan yang terkoordinir nantinya.


[Baik AS...]


[Perekaman dan penganalisisan data di mulai...]


Alan pun hanya duduk manis sembari Joker melakukan pekerjaannya, tidak dirinya pungkiri. Jika menonton pertandingan pertarungan di Colloseum memang begitu menarik untuk dilihat.


'Joker... Analisis Elf itu!' Salah satu pertandingan antara seorang Elf dan Demon menarik perhatian Alan. Bukan karena apa, Elf itu bisa dengan mudahnya menumbangkan seorang Advance Demon, yang notabene sekelas kekuatannya dengan Flyin.


[Scanning objek... Analisis data...]


Joker langsung menampilkan data elf yang dimaksud oleh Alan. Alan sedikit terkejut ketika membaca data yang Joker tampilkan.


"Hem... Baguslah kalau begitu... Ini bisa aku manfaatkan..." Alan tersenyum kecil melihat sebuah nama bertuliskan Poska tertera di atas data yang Joker tampilkan. Poska yang merupakan seorang Commander dari Light Guardian.


Tidak dirinya sangka sama sekali, jika seorang Commander Light Guardian akan mau bertarung di dalam Colloseum. Meskipun Alan sedikit paham apa maksud dan tujuan Poska sebenarnya ikut bertarung di dalam Colloseum. Namun Alan tidak ingin mempermasalahkannya. Bagi Alan yang terpenting adalah... Dirinya bisa mendapatkan jawaban atas permasalahan Toni.


Tidak ingin terlalu lama dalam bertindak, Alan segera menuliskan sesuatu di forum New World. Sebuah postingan yang tentunya akan membuat minat para petarung semakin besar untuk segera datang ke Colloseum.

__ADS_1


[Petarung yang telah berhasil menang tiga kali berturut turut di dalam Abyss Colloseum, maka akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti mini turnamen yang di selenggarakan oleh Kerajaan Bangsa Demon di Abyss Colloseum. Pemenang pada mini turnamen akan mendapatkan kesempatan untuk menantang Shadow Warrior bertarung. Dan jika penantang berhasil menang, maka penantang akan mendapatkan hadiah apapun dari Raja Kerajaan Bangsa Demon yang baru. Final dan penantangan Shadow Warrior akan dilakukan pada peresmian Kerajaan Bangsa Demon, menggantikan Kerajaan Demon God.]


__ADS_2