
"Apa maksudmu?" Tidak hanya Alan yang terkejut, Flyin juga memasang wajah keterkejutan ketika melihat Rendemiz mendatangi mereka berdua dan meminta pertolongan. Flyin yang bisa membaca pikiran Rendemiz tentu tahu seberapa tinggi Rendemiz memegang harga dirinya. Tidak dirinya sangka, Rendemiz akan berlutut di hadapan Alan dan meminta bantuan kepada Alan.
"Aku tahu kamu tidak mempercayaiku. Tapi tolonglah aku... Hanya kamu yang bisa membantuku." Rendemiz tetap tidak menaikkan kepalanya, menandakan dirinya sangat bersungguh sungguh dalam permintaanya.
Apa yang Rendemiz lakukan bukan tanpa alasan. Rendemiz telah melihat sendiri bagaiman Alan mengalahkan dua advance demon dan puluhan common demon tanpa bantuan siapa pun. Dan yang paling membuat Rendemiz sangat yakin jika Alan bisa membantunya adalah... Sosok Alan yang bisa berubah menjadi super demon.
Meskipun Rendemiz belum terlalu yakin jika Alan merupakan super demon karena selalu menutup tubuhnya dengan jubah dan topeng. Tapi kekuatan special yang Alan tunjukkan sudah menjadi bukti yang cukup bagi Rendemiz untuk mempercayai Alan.
"Bagaimana menurutmu Flyin?" Alan mengalihkan pandangannya kepada Flyin. Meminta pertimbangan kepada Flyin tentang permintaan dari Rendemiz.
"Saya tidak yakin Tuan... Permintaan darinya sangatlah susah." Flyin menghela nafas panjang. Jika saja permintaan dari Rendemiz itu sederhana, mungkin saja Flyin akan langsung setuju. Flyin tentu tidak akan membuang kesempatan baik untuk bisa menjalin hubungan baik dengan anak dari Jenderal besar Asmodias.
Tapi permintaan dari Rendemiz sulit untuk dipenuhi. Membantu Rendemiz mendapatkan kembali Timeless Blade yang dirinya jual? Terdengar sederhana... Namun sulit untuk dilakukan. Yang menjadi masalah terbesar dalam pikiran Flyin adalah siapa yang telah membeli Timeless Blade tersebut.
Jujur saja Flyin sangat membodoh bodohkan Rendemiz yang telah menjual Timeless Blade warisan keluarganya kepada Zepar. Sosok Zepar itulah yang menjadi pengganjal pikiran Flyin untuk langsung menyetujui permintaan Dari Rendemiz. Zepar adalah ketua kelompok dari Demon Raider. Demon yang memiliki kekuatan hampir menyamai kekuatan para Jenderal besar Demon.
Flyin dan Alan sedang berusaha untuk tidak menimbulkan masalah lebih jauh dengan kelompok tersebut setelah Alan menghabisi sekelompok anggota Demon Raider.
"Tolonglah aku... Hanya kalian berdua yang bisa membantuku!" Rendemiz bahkan sampai bersujud di hadapan Alan dan Flyin. Membuat Alan dan Flyin semakin tidak tega melihatnya.
"Baiklah... Tapi apa yang akan kamu berikan kepadaku sebagai ganti aku membantumu?" Alan membantu Rendemiz untuk bangkit. Dirinya tidak tahan harus melihat seseorang bersujud di hadapannya untuk meminta bantuan.
"Tuan..." Flyin yang mendengar keputusan Alan pun langsung mencoba memperingatkan. Tapi langsung terhenti setelah melihat tatapan mata Alan yang menunjukkan keteguhan hati.
"Cepat atau lambat kita akan segera menjadi sasaran mereka. Lebih baik lagi kalau kita yang mendatangi mereka kan?" Alan mencoba menenangkan Flyin yang tampak gusar setelah mendengar keputusannya.
"Ah... Terserah Anda saja Tuan..." Setelah membaca pikiran Alan Flyin tahu jika dirinya tidak akan bisa merubah keputusan Alan. Mau sekeras apapun dirinya membujuknya.
"Terima kasih... Terima kasih banyak..." Rendemiz mencoba memeluk Alan yang telah memutuskan untuk membantunya. Alan yang merasa risih dengan sikap Rendemiz tentu langsung mencegahnya. Jika saja Rendemiz itu wanita, Alan tentu saja dengan senang hati menerima pelukan darinya. Tapi Rendemiz itu pria, Demon lagi. Elf mana yang mau dipeluk oleh seorang Demon?
"Tunggu... Kamu belum memberitahuku apa yang akan kamu berikan kepadaku jika aku membantumu mendapatkan lagi warisan keluargamu."
__ADS_1
"Itu..." Rendemiz terdiam setelah mendengar perkataan Alan. Dirinya tidak tahu harus memberikan apa kepada Alan sebagai gantinya.
"Jangan bilang kamu tidak punya apa apa..." Alan menaikkan kedua alisnya, membuat kedua bola matanya sedikit melotot.
Rendemiz tetap terdiam walaupun Alan memelototi dirinya. Apa yang dikatakan oleh Alan memang benar. Dirinya saat ini sudah tidak memiliki apa apa. Bahkan untuk makan saja dirinya tidak tahu lagi mau makan apa.
"Ah... Dasar..."
"Aku akan membantumu... Tapi kamu harus menuruti perintahku! Bagaimana?" Alan merasa ini lah jalan terbaik untuk Rendemiz. Alan tahu jika Rendemiz tidak memiliki apa apa sebagai ganti jasanya, tapi Alan juga tidak ingin membantu Demon yang baru kemarin berusaha membunuhnya. Berbeda cerita jika orang yang akan Alan tolong itu bersifat baik kepadanya. Pasti Alan akan dengan senang hati membantunya.
"Tuan..." Flyin mencoba memperingatkan langkah yang diambil Alan. Menuruti semua perintah Alan? Sama saja dengan menjadikan Rendemiz budak Alan.
"Tenang..." Alan cukup memikirkannya tanpa mengungkapkan rencananya. Alan tidak ingin Rendemiz langsung memahami maksud dari rencana Alan.
Setelah membaca pikiran Alan, Flyin pun hanya tersenyum. Kekhawatiran dirinya ternyata berbeda jauh dengan rencana Alan. "Baguslah Tuan..."
"Bagaimana?" Sekali lagi Alan memastikan pertanyaannya kepada Rendemiz. Mencoba mendapatkan jawaban dari Rendemiz yang tampak masih bimbang.
"Itu..." Rendemiz nampak ragu untuk menjawab. Dirinya sudah tidak ingin hidup di jalanan seperti ini. Dirinya berencana untuk mendapatkan kembali harta warisan keluarganya dan mengembalikan kepada Ayahnya. Masalah Ayahnya akan menerima dirinya kembali atau tidak Rendemiz masih belum memikirkannya. Paling tidak Rendemiz bisa membuat Ayahnya tidak lagi marah kepadanya.
"Pikirkanlah dulu... Kamu bisa datang menemuiku lagi jika kamu sudah yakin akan jawabanmu..." Alan tidak memaksa Rendemiz untuk menjawab pertanyaannya secara langsung. Alan tahu jika banyak pertimbangan yang harus Rendemiz pikirkan.
"Ayo Flyin..." Alan kembali melanjutkan perjalanannya yang tertunda oleh kedatangan Rendemiz. Alan tentu tidak ingin hanya menunggu seharian sampai Rendemiz memutuskan keputusannya.
Flyin menatap Rendemiz dengan senyum hangatnya, menepuk bahunya dan langsung mengikuti langkah kaki Alan yang terlebih dahulu telah meninggalkan Rendemiz.
Rendemiz tetap terdiam melihat kepergian kedua Demon tersebut. Menimbang nimbang segala kemungkinan yang akan dirinya dapatkan dari keputusannya.
"Krucuk... Krucuk..." Suara perut Rendemiz memaksa dirinya mengambil keputusan lebih cepat.
"Tunggu..." Rendemiz mencoba menghentikan langkah kaki Alan dan Flyin sekali lagi. Dirinya terpaksa harus cepat mengambil keputusan sebelum Alan dan Flyin pergi. Rendemiz tidak ingin Alan akan merubah keputusannya setelah mengetahui kekuatan sebenarnya dari Demon Raider.
__ADS_1
"Apa kamu sudah memutuskan?" Alan hanya menolehkan kepalanya, tanpa membalikkan badannya. Menandakan dirinya tidak terlalu berharap dengan keputusan Rendemiz.
"Aku setuju... Tolong bantu aku..." Rendemiz mendekati Alan dan langsung membungkukkan badannya. Memberi hormat kepada Alan karena telah bersedia membantunya.
"Baguslah... Kalau begitu..."
'Joker... Bisa kamu tampilkan posisi Zepra, ketua Demon Raider sekarang?'
[Mengidentifikasi objek. Menentukan Lokasi. Menampilkan hasil.]
'Hem... Michurine?'
[Benar AS... Michurine merupakan suatu daerah terlarang bagi para Demon untuk dimasuki. Siapapun yang memasuki daerah tersebut tidak akan pernah bisa keluar dengan selamat.]
Setelah membaca peta yang ditampilkan oleh Joker, Alan mendapati posisi Zepra terletak di daerah yang bernama Michurine. Alan pun sedikit mengerutkan dahi mendengar penjelasan tambahan dari Joker. Daerah terlarang? Itu artinya adalah tantangan baginya. Pasti ada sesuatu yang tersembunyi di daerah tersebut, sampai sampai membuatnya terlarang untuk didatangi.
"Flyin... Kamu tahu tentang daerah Michurine?" Alan bertanya kepada Flyin. Siapa tahu Flyin mengetahui apa yang Joker tidak ketahui.
"Michurine?" Tidak hanya Flyin, Rendemiz juga ikut terkejut setelah mendengar apa yang Alan tanyakan barusan.
"Anda pasti bercanda Tuan...." Flyin yang membaca isi pikiran Alan menganggap Alan sedang menggodanya. Tidak mungkin jika Alan ingin pergi ke daerah terlarang tersebut.
"Apa aku pernah bercanda?" Alan menatap Flyin dengan serius, menandakan dirinya butuh jawaban untuk pertanyaannya.
Flyin pun hanya menghela nafas panjang. Dirinya sedikit menyesalkan keputusannya mengajak Alan keluar dari Istana Azazel untuk menjelajahi dunia Abyss. Tidak dirinya sangka, Alan akan mengajak pergi ke daerah yang sangat terlarang bagi para Demon untuk dimasuki.
Flyin juga tidak bisa untuk menjawab pertanyaan Alan, mengingat dirinya juga belum pernah pergi kesana. Flyin bukanlah Demon yang bodoh, yang mau pergi ke tempat terlarang bagi para Demon.
"Sepertinya kita harus pergi kesana sendiri untuk memastikan apa yang ada disana." Melihat Flyin juga tidak mengetahui apa apa tentang daerah bernama Michurine tersebut, tidak ada jalan lain bagi Alan untuk mencari tahu terlebih dahulu beberapa informasi sebelum pergi kesana.
Joker mungkin bisa memberikan informasi tentang apa saja yang ada di Michurine, tapi yang Alan butuhkan adalah informasi tentang Michurine yang berhubungan dengan Demon Raider. Dan Alan tidak bisa mendapatkan informasi tersebut dari Joker, mengingat Joker tidak bisa memberikan informasi yang berisi interaksi antar NPC.
__ADS_1
Alan dan Flyin pun melanjutkan perjalanan untuk pergi ke Michurine. Sementara Rendemiz kembali terdiam, berdiri mematung seakan akan dirinya sudah kehilangan pikirannya.
"Mati aku... Kenapa aku harus memintanya untuk membantuku..." Rendemiz menyesal telah meminta bantuan kepada Alan, karena pada akhirnya Alan mengajak dirinya pergi ke daerah terlarang bagi para Demon.