New World

New World
Turnamen Abyss Colloseum 3


__ADS_3

Poska sedikit terkejut, mendapati dirinya dan ketiga Kaptennya tidak menjadi yang pertama keluar dari Abyss Dimension. Sudah ada 10 player yang telah duduk manis di 64 kursi yang disediakan untuk peserta yang lolos ke fase knock out. Itu berarti dirinya dan ketiga Kaptennya menjadi urutan keempat dalam menyelesaikan fase grup.


"Mungkin kalau Commander tadi turun tangan, kita bisa menjadi yang pertama..." Keluh Blue Spirit yang seakan tidak terima dirinya dan yang lainnya menjadi yang keempat lolos ke fase knock out.


"Commander tidak harus turun tangan untuk hal sepele seperti itu... Kamu saja yang terlalu lelet mengeluarkan sihir air mu tadi..." Keluh Gorin yang seakan menyalahkan Blue Spirit akan kejadian tersebut.


"Aku... Jika ada yang harus disalahkan, itu kamu... Kamu yang terlalu senang mempermainkan lawanmu tadi!" Blue Spirit mencoba membela diri.


"Kamu tidak mau mengakuinya, tapi malah berbalik menyalahkanku?" Mata Gorin langsung melotot ke arah Blue Spirit. Tidak suka akan perlakuan Blue Spirit kepada dirinya.


"Apa? Kamu tidak terima?"


"Kalai tidak kenapa? Mau cari masalah?"


Gorin dan Blue Spirit pun sudah mengambil aba aba untuk bertarung satu sama lain. Menyelesaikan sengketa yang terjadi antara mereka berdua dengan satu hal, kekuatan.


Cethak...


Dua buah pukulan langsung mendarat di atas kepala mereka berdua. "Apa kalian tidak malu? Kita dilihat orang banyak..." Poska memperingatkan kedua Kaptennya tersebut dengan wajah yang sedikit tertunduk karena malu.


Kedua Kapten Light Guardian pun melirik ke kanan dan ke kiri, melihat ada puluhan ribu penonton sedang melirik dan saling berbisik satu sama lain.


"Wah... Wah... Nampaknya ada peserta yang sudah tidak sabar untuk fase knock out. Mari tetap menjaga kepala dingin, agar sportifitas dalam turnamen tetap terjaga. Selesaikan semua urusan dan dendam yang ada di atas arena..." Flyin yang melihat sengketa antara Blue Spirit dan Gorin langsung mengeluarkan kata kata bijaknya.


"Baiklah... Masih ada 11 grup lagi yang tersisa... Kita lihat pertarungan yang terjadi di dalam Abyss Dimension..." Lanjut Flyin mencoba mengalihkan pandangan para penonton dari sengketa antara Blue Spirit dan Gorin ke arah kubu transparan.


"Hih... Awas saja kalau kita bertemu di atas arena... Akan aku ***** kamu..." Bisik Gorin pada Blue Spirit agar Poska tidak mendengar bisikannya.


"Coba saja kalau kamu bisa..." Sinis Blue Spirit pada Kapten Light Guardian berbangsa Orc tersebut.


###


"Tuan..." Seorang NPC wanita berambut pirang dan berkaca mata masuk ke dalam ruang VIP tempat Alan menonton pertandingan.


"Ya Karolina... Masuklah..." Balas sapa Alan yang tetap tidak mengalihkan pandangan dari kubus transparan yang menampilkan pertarungan di Abyss Dimension.


"Ini laporan untuk pemasukan Abyss Colloseum hari ini... Laporan ini hanya dari tiket dan biaya pendaftaran para peserta." Karolina menyerahkan secarik kertas kepada Alan.


Alan menerimanya dan membaca dengan teliti laporan yang diberikan oleh Karolina.


"Hem... Hanya segini ya..." Gumam Alan yang telah membaca laporan dari Karolina. Alan sedikit kecewa melihat kisaran angka 2000 gold tertera di bagian bawah laporan tersebut.


Karolina hanya tersenyum kecut mendengar Alan hanya berkata segini... Baginya 2000 gold koin emas adalah jumlah yang cukup fantastis. Belum tentu dirinya bekerja selama setahun penuh sebagai penasihat raja mendapatkan nominal sebesar itu.


"Apa semua NPC yang bekerja hari ini sudah mendapat gaji tambahan?" Tanya Alan pada Karolina.


"Belum Tuan... Saya tidak berani menambahkan gaji mereka tanpa persetujuan Anda..." Jawab Karolina yang tetap berdiri di belakang kursi tempat Alan duduk.


"Berikan bonus 2 silver untuk mereka. Dan gunakan sisa koin untuk acara pengangkatan Rendemiz."

__ADS_1


"Apa Anda yakin Tuan? Bagaimana dengan rencana pengembangan yang akan kita lakukan nantinya?" Karolina mencoba mengingatkan Alan akan rencana pengembangan Abyss Colloseum. Mereka masih harus memperbaiki struktur bangunan Abyss Colloseum agar lebih tertata. Seperti area stand untuk berjualan para merchant, penataan ulang tempat pendaftaran, dan juga pengembangan kursi penonton.


"Biar aku urus yang urus untuk hal itu... Kamu fokus untuk mengatur acara pengangkatan Rendemiz sebagai raja. Jangan sampai pengangkatan Rendemiz hanya menjadi sebuah pengangkatan raja yang biasa." Alan kembali menyerahkan kertas laporan pada Karolina. Pandangannya kembali terarah pada kubus transparan di atas arena pertarungan.


"Baik Tuan... Saya laksanakan..." Karolina meminta ijin untuk keluar ruangan.


"Karolina..." Panggil Alan sekali lagi..


"Ya Tuan?"


"Jangan lupa istirahat! Jangan terlalu memaksakan diri..." Ucap Alan tanpa mengalihkan pandangannya.


"Baik Tuan.." Karolina membungkukkan badan dan langsung pergi dengan sedikit senyuman di wajahnya. Dirinya merasa senang telah diberi perhatian oleh Tuan barunya tersebut. Tuan yang memikirkan kondisi para pekerjanya, tentu adalah seorang Tuan yang bijak.


###


Pertarungan di Abyss Dimension terus berlanjut dengan ketat. Perlahan namun pasti, masing masing grup mengeluarkan empat peserta terkuatnya. Hingga ketika matahari berada pada titik kuiltivasinya, ke enam belas grup telah mengeluarkan 4 peserta terkuat mereka.


Para peserta yang telah menjalani fase grup nampak kelelahan. Bertarung terus terusan secara intens di dalam Abyss Dimension untuk mendapatkan posisi 4 besar di masing masing grup sungguh menguras stamina.


"Baiklah... Fase grup telah selesai... Karena ada sebagian grup yang tidak memenuhi kuota. Saya akan menanyakan kepada pengurus turnamen untuk sistem yang akan dipakai di fase knock out."


"Para peserta akan diberi waktu istirahat selama 2 jam ke depan. Para peserta bisa memulihkan stamina dan mengobati luka luka mereka. Bagian medis kami siap melayani jika para peserta memang memerlukan bantuan."


"Untuk para penonton... Jangan berkecil hati selama dua jam ke depan... Kami telah menyiapkan sebuah acara special untuk Anda... Silahkan di nikmati..."


Flyin menutup fase grup dengan keluarnya iring iringan penari yang akan menghibur para penonton selama dua jam ke depan. Flyin pun pergi dari arena pertarungan dan menemui Alan yang ada di ruang VIP.


Alan tidak menjawab, dirinya masih sibuk bertopang dagu sembari berpikir keras.


"Jangan bilang..." Flyin yang bisa membaca isi pikiran Alan langsung sedikit terkejut dengan apa yang Alan rencanakan.


"Benar Flyin... Mau tidak mau kita harus melakukannya... Lebih baik barang barang ini kita rubah menjadi gold yang bisa menghasilkan gold lebih banyak, daripada hanya diam di dalam Dimensional Ring milikku..." Jawab Alan sembari tersenyum kecil pada Flyin.


"Hah... Padahal ini barang barang peninggalan Chigaza... Semua barang ini berharga Tuan..." Flyin meraba raba beberapa item yang tergeletak di atas lantai. Menyayangkan jika Alan harus menjual item item tersebut.


"Tidak semua Flyin... Aku hanya akan menjual 3 item... Aku masih harus memikirkan hadiah untuk pemenang turnamen juga nantinya... Jangan sampai hadiah pemenang lebih tidak berharga daripada barang yang kita jual..."


"Baiklah kalau begitu Tuan... Saya percaya pada Anda..." Flyin percaya jika Alan akan melakukan hal yang terbaik untuk bisa mengembangkan Abyss Colloseum. Jika Abyss Colloseum telah berkembang, bukan hal yang sulit untuk bisa mengembangkan Kerajaan Bangsa Demon. Kerajaan Bangsa Demon bisa mengandalkan Abyss Colloseum sebagai komoditas penghasil gold utama mereka.


"Bawalah ini... Dan lakukan lelang setelah tarian selesai... Kita akan menjual item item ini dengan harga tertinggi..." Alan menyerahkan sebuah sepatu berwarna Biru muda, sebuah trisula berwarna hijau, dan sebuah baju zirah berwarna coklat keemasan.


"Baik Tuan... Lalu bagaimana dengan sistem turnamennya?" Tanya Flyin yang memang bermaksud menanyakan hal tersebut pada Alan.


"Lakukan saja seperti yang sudah aku buat... Biarkan peserta yang kosong tetap kosong... Mereka tidak akan keberatan dengan hal itu..." Kata Alan sembari menata item item yang tadi sempat dirinya keluarkan dari Dimensional Ring.


"Baik Tuan..." Flyin pun segera keluar dari ruangan VIP untuk kembali ke atas arena.


Tiga puluh menit sudah para penari menghibur para penonton, Flyin pun kembali naik ke atas arena pertarungan. Memberi tanda kepada para penari untuk menyudahi aktifitas mereka.

__ADS_1


"Baiklah... Itulah tadi para penari penari cantik dari Kerajaan Demon God... Bagaimana? Apa Anda semua cukup terhibur?" Flyin kembali membuka acara.


Huuuu....


Para penonton merasa kecewa, karena penari penari yang disediakan tidak terlalu menarik perhatian mereka. Bagi mereka yang utama adalah mereka bisa melihat pertarungan di tempat ini. Jika mereka berniat melihat wanita menari, lebih baik mereka pergi ke Kerajaan Black Dessert. Di sana ada satu tempat hiburan yang terkenal akan kecantikan para wanitanya.


"Saya tahu keinginan Anda semua... Tenang... Tenang... Kami mencoba menyediakan turnamen yang adil... Jadi kami tentu harus memberi waktu istirahat pada para peserta."


"Huuu...."


Suara penonton yang sedikit kecewa dengan penyedia acara turnamen. Mereka merasa seharusnya tidak ada waktu istirahat untuk para peserta.


"Saya yakin Anda kecewa, tapi saya bisa pastikan, Anda tidak akan kecewa untuk acara selanjutnya."


"Huuu... Cepat mulai pertandingannya!" Teriak salah satu penonton. Dan bagaikan api yang disiram bensin, para penonton pun ikut berteriak hal yang sama. Membuat yel yel dadakan yang isinya ingin pertandingan segera di mulai.


"Tenang.. Tenang... " Flyin mencoba menenangkan para penonton. Tapi apa daya... Para penonton sepertinya benar benar sudah tidak sabar akan pertarungan fase knock out.


Para peserta turnamen yang ada di sebelah arena pertarungan pun juga ada sebagian yang ikut berteriak teriak, menuntut fase knock out segera di mulai. Hanya beberapa peserta yang memang mengerti kondisi saja yang tetap diam dan memilih untuk beristirahat.


Flyin yang merasa telah gagal menenangkan para penonton akhirnya menatap ke arah ruangan VIP. Memberi tanda kepada Alan agar membantu dirinya.


Wuing....


[Player telah terkena stun selama satu detik.]


Sebuah gelombang kejut berwarna abu abu langsung keluar dari ruangan VIP tempat Alan berada. Memberikan notifikasi notifikasi sistem pada semua player yang ada di Abyss Colloseum.


Seketika semua penonton langsung terdiam. Mereka semua terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.


"Ini..."


"Apa itu?"


"Hem..."


Tidak hanya para penonton saja yang terkejut, para peserta yang ada di tempat tersebut juga ikut terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Para peserta yang kuat dan tahu sumber stun tersebut langsung melirik ke arah ruang VIP tempat Alan berada. Mereka langsung merasa waspada, jika ada satu sosok yang begitu kuat tengah berdiam diri di dalam ruang VIP tersebut.


"Jadi dia di sini juga..." Fire Blade tentu tahu siapa yang telah melakukan hal tersebut. Dirinya pun merasa senang jika player yang dicarinya berada satu tempat dengan dirinya.


"Luar biasa..." Ken menatap tajam ke arah ruang VIP, dirinya belum pernah mendapat sentakan aura kekuatan semacam itu. Walaupun sentakan aura tersebut hanya sebentar, bulu kuduknya masih berdiri hingga saat ini.


"Pantas saja Toni gagal..." Poska tersenyum kecil setelah merasakan sentakan aura barusan. Dirinya pun kini tahu kenapa Toni bisa gagal melindungi Kuil Cahaya.


"Baiklah... Sepertinya kondisi sudah kembali kondusif... Mari kita lanjutkan acara selanjutnya..." Flyin kembali melanjutkan acara setelah semua penonton terdiam. Jujur saja dirinya merasa geli sendiri sekarang, melihat raut wajah para penonton yang sedikit ketakutan.


"Acara selanjutnya adalah... Acara pelelangan 3 buah item..." Lanjut Flyin.


"Lelang?"

__ADS_1


"Lelang?"


Semua orang yang ada di tempat tersebut langsung terkejut, tidak menduga akan ada acara lelang di tengah tengah turnamen. Mereka pun tertarik dengan barang apa yang akan dilelang oleh Abyss Colloseum.


__ADS_2