New World

New World
kediaman puteri leoni


__ADS_3

"apa yang kalian lakukan?" alam tentu melongo melihat shoote sun dan clara yang menghajar ketua pengawal rombongan pedagang sampai babak belur.


"melakukan yang seharusnya... huh..." shoote sun meninggalkan tempat tersebut begitu saja.


melihat tingkah shoote sun tentu alan menjadi semakin heran. alan pun berniat membantu ketua pengawal untuk bangkit dari tanah.


"tolong... sudah... jangan pukuli aku lagi..." ketua pengawal tersebut mengira alan ingin memukuli dirinya seperti yang shoote sun dan clara lakukan. dirinya pun langsung merangkak sampai ke dinding ujung gang.


melihat tingkah ketua pengawal yang begitu ketakutan alan pun hanya bisa menghela nafas. dirinya memilih untuk mengejar shoote sun dan clara untuk bisa mengetahui apa sebenarnya yang telah terjadi.


"tau begitu tadi aku pukuli dia lagi... hah..." alan menyesal menghentikan shoote sun dan clara yang sedang menendang nendang badan ketua pengawal tersebut setelah mendengar cerita dari clara.


"kamu juga sih... kalau tidak tahu masalahnya jangan ikut campur!" shoote sun seakan menyalahkan alan yang telah menghentikan dirinya dan clara saat melampiaskan amarah di hatinya.


"ok... ok... aku salah..." alan tentu tidak ingin terlibat cek cok dengan wanita yang sedang marah. karena melakukan hal itu sama saja dengan menantang singa di kandang singa.


"kalian carilah penginapan terlebih dahulu! aku akan langsung menemui tuan puteri." alan mencoba mengalihkan pembicaraan sebelum dirinya lebih terpojok lagi.


"kamu mau sendiri menyelinap ke dalam istana?" shoote sun tentu terkejut dengan keputusan alan yang semakin lama semakin gila.


"aku punya cara tersendiri untuk bisa menyelinap sendiri. lagipula akan sangat berbahaya jika aku mengajak kalian."


mendengar jawaban alan, shoote sun tentu tidak punya pilihan lain. memang selama ini alan selau bisa menjangkau tempat tempat yang begitu mustahil untuk bisa disusupi.


"baiklah... asalkan kau berhati hati!" shoote sun pun mengajak clara dan freya untuk segera mencari penginapan.


melihat shoote sun dan yang lainnya sudah pergi, alan langsung bergegas merubah arahnya ke istana kerajaan. namun baru saja dirinya berbalik arah, sseeorang menabraknya. alan dan orang tersebut langsung jatuh bersamaan.


"maaf? maaf? saya tidak sengaja?" alan langsung bangkit dan mencoba untuk membantu pria yang dia tabrak untuk berdiri.


"tidak apa apa anak muda. aku tahu kamu sedang terburu buru." pria tersebut menerima bantuan alan dengan senang hati.


"maafkan saya pak... kalau ada yang terluka bisa saya berikan ganti rugi..." alan mencoba untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuatnya.


"tidak... tidak... ini juga salahku kok. sudah sudah... aku lihat kamu juga sedang terburu buru... lanjutkan saja perjalananmu!"

__ADS_1


melihat pria tersebut tidak mempermasalahkan lebih jauh, alan memilih untuk undur diri dan segera bergegas ke istana kerajaan. namun begitu alan meninggalkan tempat tersebut, pria tersebut tersenyum dengan liciknya.


"bagus... sekarang kamu tidak bisa lari!" pria tersebut langsung meninggalkan tempat tersebut dan menghilang di tengah kerumunan.


alan menatap kagum dengan istana kerajaan south mountain. istana kerajaan tersebut benar benar nampak seperti miniatur gunung.


istana kerajaan south mountain berdiri di atas sebuah bukit kecil. wilayah istana kerajaan meliputi seluruh bukit tersebut. tembok tinggi membatasi antara bukit dengan kaki bukitnya. hanya ada 2 pintu masuk. yaitu pintu masuk tembok utara dan pintu masuk tembok selatan. pengawalan di setiap pintu masuk pun lebih ketat dari pada pengawalan di pintu masuk ibukota.


dari bawah bukit tersebut alan bisa melihat rumah rumah mewah yang dibangun di setiap sisi sisi bukit. jalan jalan yang menghubungkan setiap rumah rumah pun bisa dilihatnya dari tempat alan berada. setiap jalan tertata rapi dengan pepohonan rindang di setiap sisi sisinya. alan bisa melihat warna warninya bunga yang menghiasi setiap sisi jalan.


sebuah bangunan termegah pun berdiri dengan kokoh di atas bukit tersebut. alan yakin tempat tersebut lah yang menjadi tempat tinggal raja robert.


"tembok ini benar benar menjadi pemisah dua dunia..." alan menghela nafas panjang melihat betapa indahnya istana kerajaan south mountain. dibandingkan dengan kehidupan rakyat rakyatnya yang jauh dari kata makmur, benar benar bagaikan langit dan bumi.


"aku harus segera memberi tahu puteri leoni." alan tidak berlama lama berdiam diri. dirinya langsung menyelinap kedalam istana dengan melompati tembok istana nan tinggi tersebut.


'joker... bantu aku cari kediaman puteri leoni!'


[baik AS... memetakan lokasi... mengidentifikasi... mencari posisi... posisi ditemukan...]


"ini dia..." gumam alan pelan ketika dirinya berada di atas pohon terdekat dari kediaman puteri leoni.


'joker... tampilkan semua orang di dalam kediaman tersebut!'


joker langsung menampilkan struktur bangunan kediaman puteri leoni lengkap dengan posisi semua orang yang ada di dalamnya.


"sepertinya sulit untuk berbicara empat mata dengannya..." gumam alan setelah melihat penjagaan kediaman puteri puteri leoni sangat ketat. yang lebih menyulitkan adalah puteri leoni selalu diikuti oleh dua dayang dayang pelayannya.


alan pun memilih menunggu waktu yang tepat. barulah pada sore harinya alan mendapatkan kesempatan yang dia tunggu. dari struktur bangunan yang joker tampilkan, alan bisa melihat jika puteri leoni tengah berada di suatu ruangan sendirian. para dayang yang biasanya selalu menemaninya semuanya berada di ruangan lainnya.


alan langsung bergerak secepat kilat, tidak ingin melewatkan kesempatan yang mungkin entah kapan akan datang kembali. menggunakan skill shadowingnya alan berhasil memasuki ruangan tempat puteri leoni berada tanpa kesulitan sama sekali.


namun... begitu memasuki ruangan tersebut alan langsung menelan ludahnya sedalam dalamnya. dirinya terpana dengan apa yang dirinya lihat kala itu. tubuh polos puteri leoni yang tengah berendam di dalam bak mandi menyambut alan. "astaga..."


"aaa...." puteri leoni tentu langsung berteriak sekencang kencangnya mendapati ada orang lain tiba tiba muncul di kala dirinya mandi tanpa busana.

__ADS_1


mendengar puteri leoni berteriak, alan langsung bereaksi menutup mulut puteri leoni. "puteri... ini aku AS!"


"tuan puteri ada apa?" dayang yang menunggu di ruangan lain tentu terkejut mendapati puteri leoni berteriak. puteri leoni pun langsung tanggap dengan menjawab pertanyaan dayang sebelum ada dayang yang masuk.


"tidak apa apa... hanya ada kecoa kecil tadi."


"perlu saya panggilkan pembersih serangga?"


"nanti saja setelah aku selesai mandi!"


"baik tuan puteri..."


alan tentu merasa kesal pada puteri leoni karena dirinya disamakan dengan seekor kecoa.


"ada apa kamu kesini?" bisik puteri leoni pada alan.


"ada hal yang mesti aku bicarakan puteri..."


"ya... tapi bisakah kamu melepaskan tanganmu dulu?" puteri leoni menunjuk tangan kiri alan yang ternyata berada di dada puteri leoni.


"waa.... maaf... maaf?" alan langsung melompat kebelakang. untung saja dirinya masih bisa mengontrol suaranya. "pantas saja aku merasakan ada yang kenyal..." gumam alan pelan.


puteri leoni pun langsung memakai handuknya dan menghampiri alan. bukannya bisa menyampaikan apa yang ingin di sampaikan, alan malah terpesona dengan penampilan puteri leoni yang hanya memakai handuk. tubuh dan rambutnya yang masih basah menambah kesan tersendiri terhadap penampilan puteri leoni.


"ehem..." puteri leoni langsung memberi tanda pada alan untuk fokus pada masalah utamanya.


alan pun merasa malu sendiri mendengar teguran dari puteri leoni. dirinya pun masuk ke dalam topik utama yang ingin dia bicarakan dengan puteri leoni.


###


sander tampak sedang sibuk di ruang kerjanya dengan bola kristal yang ada di hadapannya. memang tidak ada orang yang berani mengganggu sander apabila dirinya sedang fokus di ruang kerjanya.


bola kristal tersebut memancarkan cahaya terang begitu sander membacakan mantra. samar samar mulai terlihat gambaran seorang pria yang sedang berbicara dengan seseorang.


"ini..." sander tentu mengerutkan dahinya melihat pria yang di dalam bola kristal tersebut. dirinya bisa melihat jika pria tersebut sedang berbicara dengan seorang wanita yang tidak lain adalah anak dari rajanya, puteri leoni.

__ADS_1


"jadi begitu... ini benar benar menjadi sangat menarik..."


__ADS_2