
"Kemana kita akan pergi Flyin?" Alan tidak bisa untuk tidak bertanya kepada Flyin yang mengajak dirinya untuk menuju pintu gerbang Istana Azazel.
Jujur saja Alan merasa antusias jika sampai dirinya akan diajak untuk pergi keluar istana. Dirinya ingin tahu seperti apa dunia yang bernama Abyss ini.
"Tuan Azazel meminta kepada saya untuk membawa anda berkeliling dunia Abyss."
"Benarkah?" Alan tentu merasa sangat gembira. Dirinya sudah terlampau bosan mesti belajar merasakan aliran mana. Bagaimana tidak? Dua hari Alan terus duduk bersila, namun tidak sekalipun dirinya bisa merasakan yang namanya mana. Kalau saja informasi yang diberikan kepadanya bukan dari Joker. Alan tentu tidak akan percaya jika mana itu dapat dirasakan.
"Tentu Tuan... Hanya saja Anda harus menutupi identitas Anda sebagai Elf. Bangsa Demon sudah terlalu lama tidak melihat ras dari dunia lain. Saya takut mereka akan menganggap anda sebagai musuh."
Alan mengerti akan kekhawatiran Flyin. Dirinya pun memasang Azure Cloacknya agar bisa menutupi kepalanya.
"Untuk jaga jaga... Gunakanlah ini!" Flyin menyerahkan sebuah topeng kepada Alan. Topeng tersebut berwarna putih dengan hiasan bibir merah yang sedang tersenyum, tidak ada yang special dari topeng tersebut setelah Alan memeriksa atributnya. Topeng tersebut murni untuk menutupi identitas Alan sebagai Elf.
"Tujuan saya tetap untuk melatih Anda menggunakan kekuatan Demon Anda. Jadi tolong jangan terkejut jika perjalanan kita nanti akan penuh bahaya."
"Itulah yang aku harapkan Flyin..." Alan tersenyum setelah mendengarkan peringatan dari Flyin. Dirinya tentu berharap jika perjalanannya dengan Flyin tidak membosankan seperti hari harinya di istana Azazel.
Pintu gerbang istana Azazel pun terbuka secara perlahan. Alan mulai bisa melihat tanah tandus nan lapang yang ada di luar istana. Alan pun mengikuti langkah kaki Flyin yang keluar dari istana.
"Jadi seperti ini Abyss?" Alan sedikit kecewa setelah melihat sejauh mata memandang hanya ada tanah lapang nan tandus. Tidak ada sama sekali yang namanya pohon di sejauh mata memandang.
"Jangan terlalu berasumsi Tuan... Istana ini terletak di daerah yang sangat terpencil. Mengingat Tuan Azazel tidak suka dengan keramaian."
"Ok... Aku mengerti..." Alan tidak terlalu menanggapi perkataan Flyin dan terus berjalan mengikuti langkah kaki Flyin.
"Saya akan membawa Anda ke tempat biasanya saya mencari makanan. Disana terdapat banyak monster yang bisa Anda gunakan sebagai latihan."
"Disini juga ada monster?"
"Tentu Tuan... Monster yang ada di dunia tengah sebenarnya semuanya berasal dari sini. Monster monster yang ada disana adalah monster yang tertinggal setelah kekacauan beberapa ratus tahun yang lalu."
"Yang tertinggal?"
"Benar... Tepatnya 998 tahun yang lalu... Bangsa Demon beserta monster monster menginvasi ke dunia tengah untuk menguasai dunia tengah. Namun bangsa demon berhasil dikalahkan oleh para dewa. Semua Demon dan monster monster yang menyerang dunia tengah pun dikirim kembali ke Abyss. Hanya menyisakan sebagian monster monster yang berhasil kabur dari pertempuran. Itupun hanya monster monster yang tergolong lemah."
"998 Tahun? Lalu berapa usiamu Flyin?" Alan tentu terkejut mendengar perkataan Flyin. Dirinya yakin jika penjelasan dari Flyin merupakan salah satu rangkaian main story yang ada di New World.
"Saya lupa Tuan... Mungkin sekitar 1400an..."
Alan pun semakin terkejut. Dirinya tidak bisa membayangkan apa saja yang sudah dilakukan Flyin semasa hidupnya. Yang pastinya Flyin pasti sudah kenyang akan pahit manisnya bumbu kehidupan. Alan pun semakin menaruh hormat kepada Flyin setelah mengetahui usianya. Dirinya selalu diajarkan untuk selalu menghormati orang yang sudah tua, dan Flyin lah salah satunya.
Setelah lebih dari 3 jam berjalan, Alan dan Flyin sampai pada sebuah jurang. Alan dan Flyin berdiri di ujung jurang, memandang ke dalam jurang yang kira kira sedalam 300 meteran.
"Di bawah sana terdapat banyak monster yang lezat Tuan. Mari kita kesana." Tanpa menunggu Alan, Flyin melompat ke dalam jurang. Alan yang masih memandangi dasar jurang pun terkejut mendapati Flyin yang tanpa ragu melompat.
"Ah... Semangat yang bagus Flyin..." Alan ikut melompat ke dalam jurang. Alan membuka sayap yang ada di bajunya dan mengarahkan angin untuk membantunya mendarat dengan selamat.
Sedangkan Flyin... Flyin mendarat dengan sempurna tanpa kesulitan, beberapa retakan tanah terjadi di tempat Flyin mendarat. Menandakan Flyin hanya menggunakan kekuatan kakinya untuk mendarat dengan selamat dari atas jurang. Alan pun bisa mengasumsikan jika tubuh Flyin benar benar kuat, setelah melihat Flyin tidak terluka sedikitpun.
__ADS_1
"Seberapa kuat sebenarnya tubuhnya?" Alan bertanya di dalam hati melihat Flyin membersihkan setelan bajunya yang sedikit terkena debu.
"Tubuh Demon jauh lebih kuat dari tubuh ras lain Tuan. Sang pencipta begitu adil, Dewa diberi sayap di punggungnya, dan Demon diberi tubuh yang lebih kuat oleh sang pencipta." Flyin langsung menjawab pertanyaan di dalam hati Alan setelah membaca dengan kekuatan specialnya.
Alan hanya tertawa geli mendengar Flyin membahas sang pencipta. Karena dirinya tahu siapalah yang menciptakan dunia ini. Hiro Tamada, dan Alan menjadi saksi atas kematiannya.
"Uargh..." Raungan Monster langsung terdengar tidak berselang lama. Seekor monster bertubuh singa dengan sayap hitam yang mengembang keluar dari salah satu lubang yang ada di tebing jurang.
[Black Winged Lion. Special Elite monster. Level 70.
Hp 56000.]
"Mangsa pertama Tuan..." Flyin menggerakkan tangannya untuk mempersilahkan Alan maju ke depan menghadapi monster tersebut.
"Dengan senang hati Flyin..." Alan mencengkeram tangannya sampai berbunyi. Menandakan tubuhnya sudah sangat kaku karena jarang bertarung.
Alan langsung menarik Wind Bownya untuk melesatkan Wind Arrow sebagai serangan pembuka. Alan perlu menganalisa seperti apa kekuatan dari monster monster yang ada di dunia Abyss.
-100
-127
Alan mengerutkan dahi melihat beberapa panah angin Alan hanya memberikan nilai damage yang tidak terlalu besar. Dari serangannya barusan, Alan bisa mengetahui jika atribut monster yang ada di dunia Abyss jauh lebih kuat dari monster yang ada di dunia bawah.
"Uargh..." Monster singa tersebut meraung ke arah Alan. Membuat sebuah hentakan udara yang menerpa tubuh Alan.
Alan pun perlu menguatkan kakinya agar tidak terhempas oleh raungan monster singa tersebut.
Boom...
Cakar dari monster singa hanya mengenai tanah, Alan berhasil menghindari serangan tersebut dengan melompat ke atas. Alan kembali melancarkan panahnya ke arah kepala monster singa.
- 112
- 139
Beberapa anak panah Alan juga hanya memberikan nilai damage yang tidak terlalu besar. Meskipun Alan sudah menggunakan anak panah asli, bukan panah angin. Alan pun merasa panahnya tidak akan bisa digunakan untuk membunuh monster singa. Alan mengganti senjatanya dengan Black Poison Dagger dan Wind Short Bladenya.
Menggunakan pengaturan angin dan sayap di bajunya, Alan berhasil mendarat ke punggung monster singa. Alan pun tidak berlama lama, dirinya memberikan sayatan demi sayatan ke arah pangkal sayap monster singa.
"Uargh..." Monster singa meraung kesakitan. Dirinya langsung melompat lompat sambil mengepakkan sayapnya. Berusaha membuat Alan terjatuh dari punggunggnya.
Tahu akan tujuan dari Monster singa, Alan memilih melompat untuk mengambil jarak. Akan sangat berbahaya jika dirinya sampai terjatuh di bawah monster singa.
Monster singa kembali melancarkan serangan dengan cakarnya ke arah Alan yang baru saja mendarat. Berusaha membalas akan rasa sakit yang Alan berikan kepadanya.
Alan menggunakan skill Shadowingnya untuk masuk ke dalam bayangan monster singa.
Boom...
__ADS_1
Cakar monster singa kembali hanya mengenai tanah. Dirinya pun menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Alan.
"Mencariku?" Alan muncul di samping leher monster singa. Menyayat leher tersebut dengan kedua senjata yang ada di tangannya.
"Uargh..." Monster singa kembali meraung, dirinya mengepakkan sayap hitamnya ke arah Alan muncul.
Slash...
Sayap Monster singa hanya menebas udara. Tubuh Alan sudah tidak berada di posisi semula. Alan kembali muncul di sisi lainnya, sekali lagi dirinya memberi tebasan kepada leher monster singa.
Flyin yang menatap pertarungan Alan pun merasa sedikit terhibur. Dirinya tertarik dengan skill Alan yang bisa masuk ke dalam bayangan. Jujur saja... Skill yang Alan miliki itu begitu langka, bahkan untuk bangsa kegelapan seperti Demon sekalipun.
Berulang ulang Alan melakukan hal yang sama kepada monster singa. Sampai akhirnya monster singa menyerah untuk menyerang Alan.
Monster singa mengepakkan sayapnya untuk terbang dan pergi dari tempat tersebut. Monster singa tersebut seakan tahu jika nyawanya dalam bahaya jika terus seperti ini.
"Ah... Dia kabur..." Alan baru saja muncul kembali dari bayangan dan mendapati tubuh monster singa sudah terbang beberapa puluh meter di atas tanah. Alan pun tidak bisa mendaratkan serangan kepada monster singa.
Slash...
Bruk...
Alan sempat melihat bayangan hitam menabrak tubuh monster singa yang sedang terbang. Monster singa itupun langsung terjatuh dari terbangnya dengan kondisi kepala sudah terpotong.
"Tolong jangan bermain main dengan buronan Anda Tuan." Flyin menghampiri Alan dengan memegang kepala monster singa.
"Ah..." Alan hanya tersenyum kecil sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dirinya sempat terkejut melihat Flyin membereskan monster singa dengan mudahnya.
[Player berhasil membunuh Black Winged Lion.
Mendapatkan 15000 Exp.
Selisih 8 level, mendapatkan 700% Exp.]
Alan mencoba melihat tubuh monster singa yang terjatuh, memeriksa apakah ada drop item yang didapat.
"Apa yang Anda cari Tuan?" Flyin terheran melihat Alan yang berkeliling tubuh monster singa.
"Biasanya ada drop item. Kenapa disini tidak ada?"
"Drop item?" Flyin memiringkan kepalanya, tanda dirinya tidak mengerti. Flyin pun mengambil sesuatu yang ada di dalam tubuh monster singa tersebut.
[Summoner Crystal.]
Alan tekejut melihat Flyin mendapat Summoner Crystal dari dalam tubuh monster singa. "Kenapa itu ada di dalam tubuhnya?"
"Oh... Ini lah yang kita cari... Ini lezat Tuan... anda mau?" Flyin menyerahkan Summoner Crystal yang berlumuran darah monster singa.
"Huek... Tidak... Untuk kamu saja..." Alan seakan ingin muntah melihat Summoner Crystal yang katanya Flyin lezat tersebut.
__ADS_1
Flyin pun tidak menanggapi penolakan Alan terlalu banyak, Dirinya langsung mengakselerasikan mulutnya untuk menelan Summoner Crystal tersebut.
"Huek..." Alan mencoba menahan muntah melihat Flyin menelan bulat bulat Crystal berlumuran darah tersebut.