New World

New World
Immunity Potion Ball


__ADS_3

Kemunculan ribuan Angel yang turun dari atas langit Ibukota Kerajaan Demon God tentu membuat gempar. Tidak sedikit player yang merekam kejadian tersebut. Mencoba mengabadikan momen yang begitu langka untuk dijumpai di New World. Selama ini kemunculan Angel di New World paling banyak berjumlah ratusan. Itupun terjadi di Kerajaan Red Star, ketika para Angel memberantas kerajaan Goblin yang menghalangi mereka menyebarkan ajaran Kuil Cahaya.


"Ribuan Angel turun dari langit... Akankah Kerajaan Demon God menjadi ladang peperangan?"


Sebuah postingan di forum New World dengan judul yang begitu kontroversial mendapat view paling banyak. Semua player yang membaca postingan tersebut tentu bertanya tanya, apa yang sebenarnya terjadi di Kerajaan Demon God? Sampai sampai jumlah Angel yang datang memecahkan rekor jumlah Angel yang datang dalam satu tempat.


Secara tidak langsung, Kerajaan Demon God telah menjadi pusat perhatian semua player di benua Midgard. Kemunculan Angel dalam jumlah besar selalu identik dengan peperangan dalam skala besar. Semua player kini berasumsi jika Kerajaan Demon God akan luluh lantah, dan menjadi salah satu Kerajaan yang berada di bawah kendali Kuil Cahaya secara mutlak.


Postingan akan kemunculan ribuan Angel pun ikut terbaca oleh Fire Blade. Dirinya yang memiliki waktu senggang selama perjalanan ke Ibukota Kerajaan Demon God. Dirinya mencoba mencari informasi mengenai situasi Ibukota Kerajaan Demon God, agar dirinya bisa lebih memahami strategi apa yang akan dirinya terapkan nantinya.


Dan bukannya merasa senang, Fire Blade kini merasa tidak percaya diri untuk melanjutkan perjalanan ke Ibukota. Tadinya dirinya mengira pasukan yang dirinya bawa akan menjadi bantuan yang sangat berarti bagi Kuil Cahaya. Namun melihat jumlah Angel yang datang ke Ibukota Kerajaan Demon God. Membuat dirinya benar benar harus berpikir ulang untuk rencana menarik simpati dari Kuil Cahaya.


"Ada apa Guild Master?" Tanya seorang Archer wanita bernama Gina. Gina merupakan salah satu Kapten yang dimiliki oleh Fire Blade. Sama dengan Fire Blade yang juga memiliki special class, Gina juga merupakan seorang Archer yang memiliki special class, Shadow Archer. Membuat Gina bisa memiliki level yang lebih tinggi daripada Kapten Kapten lainnya di RnP Guild, yaitu 110 level.


Karena levelnya yang lebih tinggi daripada Kapten lainnya itulah, Fire Blade lebih memberi perhatian kepada sosok Archer wanita yang terlihat sedikit maskulin tersebut. Bahkan Fire Blade menganggap Gina sebagai Wakil Guild Masternya.


"Apa kamu belum membaca berita di forum?" Bisik Fire Blade, takut jika anak buahnya yang lain mendengar perkataannya.


Gina pun langsung membuka forum, berita di forum yang menarik perhatian Guild Masternya tentu merupakan suatu berita yang menghebohkan.


"Astaga..." Reaksi Gina nampak begitu berlebihan, melihat video ribuan Angel turun dari langit.


"Ssssttt..." Cegah Fire Blade pada Gina sebelum Archer wanita itu bereaksi lebih jauh. Takut jika anak buahnya yang lain ikut mengetahuinya. Melihat ribuan Angel ada di Ibukota Kerajaan Demon God tentu akan menurunkan semangat bertarung para anak buahnya. Dan kehilangan semangat bertarung sebelum peperangan dimulai, tentu itu adalah suatu kekalahan di awal.


"Lalu bagaimana Guild Master?" Bisik Gina pada Guild Masternya tersebut.

__ADS_1


"Mau bagaimana lagi? Nasi sudah menjadi bubur... Kita tidak mungkin untuk kembali kan? Kita lihat kesana, pasti akan ada kesempatan bagi kita untuk bisa menunjukkan kekuatan kita." Balas Fire Blade dengan sedikit rasa pesimis.


Fire Blade paham betul, seperti apa kekuatan para Angel. Suatu kemustahilan jika ada kelompok yang bisa bertahan dari serangan para Angel, apalagi ribuan Angel. Namun dirinya juga sadar, tidak mungkin lagi bagi RnP Guild untuk kembali ke Kota Grinfiil. RnP Guild tentu akan menjadi cemoohan semua orang karena melakukan suatu migrasi besar besaran tanpa menghasilkan apapun.


"Baiklah Guild Master..." Senada dengan Fire Blade yang nampak pesimis, Gina juga ragu jika RnP Guild akan bisa menarik perhatian Kuil Cahaya untuk menjalin kerjasama.


###


Alan tersenyum puas, melihat pemandangan yang tersaji di hadapannya. Dari satu balkon yang ada di Istana Kerajaan Demon God, dirinya bisa melihat ribuan Angel sedang turun dari langit. Ribuan pasang sayap dengan bulu bulu putih menghiasi langit Ibukota Kerajaan Demon God. Membuat langit biru kini terhiasi oleh bulu bulu putih yang rontok dari ribuan pasang sayap para Angel.


"Apa yang menghibur Anda Tuan?" Flyin yang baru datang bisa membaca pikiran Alan jika Alan sedang merasa senang. Hanya saja dirinya tidak bisa membaca apa yang membuat Alan merasa senang saat ini.


"Lihatlah Flyin..." Alan mengacungkan salah satu tangannya ke arah langit yang dipenuhi oleh para Angel.


Flyin mulanya sedikit terkejut melihat ribuan Angel yang sedang turun secara perlahan ke arah bangunan tinggi bernama Kuil Cahaya. Namun keterkejutan dirinya pun langsung sirna setelah melihat ketenangan yang Alan tunjukkan. Dirinya begitu percaya pada Alan, dirinya yakin Alan memiliki suatu rencana untuk bisa membuktikan perkataannya barusan.


"Mari kita pergi Flyin... Ada banyak hal yang perlu kita persiapkan..." Ajak Alan pada Flyin untuk meninggalkan balkon tempat mereka memandang ribuan Angel yang sedang turun dari langit.


"Baik Tuan..." Flyin mengikuti langkah kaki Alan tanpa mempertanyakan persiapan apa yang akan mereka lakukan. Apapun persiapannya, Flyin akan selalu mengikutinya. Dirinya percaya jika Alan akan melakukan yang terbaik untuk bisa mewujudkan janjinya.


"Tutup rapat rapat dan kunci Flyin..." Alan pun memasuki suatu ruangan berukuran seperempat lapangan sepak bola dengan Flyin mengikutinya dari belakang. Ruangan tersebut kosong, tidak ada satupun perabot maupun pernak pernik yang mengisi ruangan.


"Mari kita mulai..." Alan menggosok salah satu Dimensional Ring dari tiga Dimensional Ring yang dimilikinya. Asmodias telah membuatkan dua buah Dimensional Ring tambahan untuk Alan, menjadikan Alan memiliki begitu banyak ruang penyimpanan untuk barang barangnya.


Alan memang memerlukan begitu banyak ruang penyimpanan, satu untuk senjata senjata yang akan dirinya jual, satu lagi untuk harta harta bernilai tinggi yang dirinya bawa dari Dunia Abyss, dan yang terakhir adalah Dimensional Ring untuk menyimpan kebutuhan Alchemistnya.

__ADS_1


Wush...


Seketika muncul lah alat alat Alchemist berkualitas tinggi. Alat alat yang Alan dapatkan dari Istana Azazel.


"Mari kita lihat... Seperti apa kekuatan dari Alchemist para Dewa." Gumam Alan sembari mengeluarkan beberapa bahan untuk membuat ramuan.


Alchemist para Dewa? Tidak salah Alan menyebutnya seperti itu. Semua karena ramuan yang akan Alan buat hanya akan bisa ditemui di Dunia para Dewa. Tadinya Alan tidak menduga sama sekali, jika Azazel merupakan seorang Grand Master Alchemist. Azazel dihukum oleh jajaran petinggi Dewa karena melakukan suatu penelitian yang bertentangan dengan prinsip para Dewa. Membuat Azazel kini harus terus mendekam di Dunia Abyss, tanpa bisa keluar sebelum segel yang mengekang dirinya dilepaskan.


Flyin pun hanya terdiam, menikmati pemandangan Alan membuat sebuah ramuan. Melihat bagaimana Alan mempermainkan botol botol kaca dan ramuan berwarna warni membuat dirinya sedikit terhibur.


"Hanya itu?" Flyin sedikit terkejut, melihat Alan hanya menghasilkan tiga buah pil ungu kecil. Dari sekian banyak darah monster dan tanaman tanaman yang Alan racik, hanya menjadi tiga buah pil ungu kecil seukuran kelereng.


"Ya... Segini sudah lebih dari cukup untuk melawan para Angel itu..."


Flyin tidak mempertanyakan lagi perkataan Alan. Dirinya sudah paham kenapa Alan berkata tiga pil ungu kecil tersebut sudah cukup untuk melawan ribuan Angel yang datang. Dirinya tahu kegunaan pil ungu kecil yang Alan buat tersebut nantinya.


"Bawa ini satu... Dan berikan kedua pil yang lain pada Selene dan Rendemiz. Ada satu hal lagi yang harus aku persiapkan." Alan menyerahkan pil ungu kecil kepada Flyin.


Flyin pun langsung menuruti perintah Alan, dirinya segera meninggalkan ruangan tempat Alan berada untuk menyerahkan pil ungu kecil pada Selene dan Rendemiz.


"Yosh... Mari kita mulai lagi..." Alan kembali melarutkan diri pada botol botol kaca yang ada di hadapannya. Dirinya masih belum puas hanya dengan membuat tiga pil ungu kecil tadi. Meskipun dirinya tahu, ketiga pil ungu kecil tadi akan memberikan dampak yang luar biasa besar dalam pertarungan nantinya.


Pil yang dapat menangkal kematian bagi penggunanya.


[Imunnity Potion Ball.]

__ADS_1


__ADS_2