New World

New World
shadow AS


__ADS_3

putih... itulah yang alan lihat di 360° dirinya memandang setelah dirinya memasuki salah satu dari 30 pintu yang muncul. pintu yang alan gunakan untuk masuk ke tempat ini pun menghilang setelah alan menapakkan kaki dengan sempurna di tempat ini.


[player akan menjalani tes untuk menjadi oread guardian. player bisa meninggalkan tempat ujian setelah berhasil menyelesaikan ujian atau gagal dalam ujian. kematian di dalam ujian dianggap gagal dalam ujian. penalti kematian tidak berlaku dalam ujian ini.]


alan sedikit merasa lega setelah mendengar pemberitahuan sistem yang memberitahu akan penalti kematian tidak berlaku di tempat ini. bukan hanya alan takut akan kehilangan 10 level jika mati, alan lebih mencemaskan pasukan revolusi beserta clara dan freya. jika mereka mati dalam ujian, akan menjadi sangat merepotkan bagi alan. terutama kehilangan freya dan clara. kekuatan mereka berdua masih sangat alan butuhkan.


sekeliling alan langsung berubah menjadi arena bertarung setelah notifikasi sistem terdengar. alan mendapati dirinya berada di sudut sebuah ruangan seukuran lapangan sepak bola. langit langit nampak gelap, lantainya merupakan lantai ubin. namun yang paling menarik perhatian alan adalah seseorang yang berdiri di sisi berlawanan dengan alan.


pakaian orang tersebut semuanya gelap, orang tersebut memakai jubah yang bentuknya sama dengan alan, hanya warnanya saja yang hitam. rambutnya juga sama persis dengan alan. alan bisa sangat yakin jika orang tersebut adalah seorang pria. alan mencoba mendekati pria tersebut, untuk memastikan seperti apa orang yang alan yakini akan menjadi lawannya dalam tes ini.


[shadow AS.]


alan terperanjat melihat data yang ditampilkan oleh joker untuk pria tersebut. dirinya melihat jika pria yang berada di hadapannya adalah bayangan dirinya. bahkan atribut dan yang lainnya sama persis dengan dirinya. yang membedakan hanyalah pakaian dan matanya. alan memiliki mata normal seperti orang pada umumnya, sedangkan bayangan alan memiliki mata yang semuanya hitam legam.


"kenapa? terkejut?" shadow AS bertanya kepada alan.


"tidak kusangka tesnya seperti ini." alan memiringkan bibirnya membentuk senyuman kecil. alan sangat percaya diri jika dirinya akan bisa menghadapi bayangan dirinya sendiri.


"jangan terlalu percaya diri sebelum mencobanya." senyum dekil tidak kalah dari senyum alan keluar dari bibir shadow AS.


alan tentu semakin terperanjat, tidak dirinya sangka shadow AS bisa tahu jalan pikirannya. "tidak usah terkejut seperti itu. aku adalah kamu, jadi aku tahu semua tentangmu." ucap shadow AS sekali lagi yang membuat alan semakin terkejut.


"jadi... bisa kita mulai?" shadow AS memprovokasi alan.


"aku kir kamu tidak akan mengucapkan kata itu dan langsung menyerah." alan langsung menarik pedang pendek dan belatinya. dengan cepat alan langsung mengincar kepala shadow AS.


thang...


shadow AS berhasil memblokir tebasan pedang alan dengan sempurna. dengan atribut yang sama, shadow AS tidak terpengaruh akan sama sekali akan kekuatan yang alan miliki. serangannya di tangkis dengan sempurna, alan mengarahkan belati yang dirinya pegang di tangan kiri ke jantung shadow AS. berusaha mengakhiri pertarungan ini secepat mungkin.


thang...


belati alan membentur gauntlet shadow AS. "tidak buruk..." senyum kecil shadow AS muncul di sudut bibirnya.


shadow AS membalas alan dengan melayangkan tendangan ke perut alan. alan yang masih berada di udara, tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan skill shadowingnya untuk menghindari tendangan dari shadow AS. "wow... tekhnik andalanmu langsung keluar." gumam shadow AS.

__ADS_1


alan langsung muncul di sisi lain shadow AS, sekali lagi pedangnya menyasar leher shadow AS.


slash...


tebasan alan hanya menebas udara, shadow AS juga ikut menggunakan skill shadowing untuk menghindari tebasan alan. shadow AS kembali muncul di belakang alan, kali ini giliran pedang shadow AS yang menyasar leher alan.


thang...


"peniru..." alan tersenyum menang ketika pedangnya bis menangkis serangan shadow AS dengan sempurna. pertukaran serangan antara keduanya pun berlanjut sampai puluhan kali. sesekali alan menggunakan skill shadowing untuk mengecoh shadow AS, namun shadow AS juga selalu bisa mengecoh alan dengan skill shadowing yang sama.


"kita bisa melakukan ini seharian jika kamu mau..." senyum kemenangan tergambar di wajah shadow AS. harus alan akui, dirinya merasa kesal harus melawan bayangannya sendiri dalam tes ini. tidak hanya bayangannya memiliki skill dan atribut yang sama, shadow AS seakan tahu jalan pemikiran dan alur serangan alan.


"aku tidak keberatan..."


"critical wind spear!"


"critical wind spear!"


kedua tombak angin beradu di tengah tengah alan dan shadow AS. menciptakan gelombang angin di antara mereka berdua. namun alan memanfaatkan gelombang angin tersebut untuk melancarkan serangan dadakan ke shadow AS. alan yakin shadow AS tidak akan mengira jika alan melancarkan serangan dadakan.


"shadow stab!"


thang...


thang... thang...


"sialan... mau sampai kapan seperti ini?" baru kali ini alan merasa frustasi menghadapi lawan, yaitu bayangan dirinya sendiri. memang seperti kata ayahnya dulu, musuh terbesar seseorang adalah dirinya sendiri. kamu harus bisa mengalahkan dirimu sendiri untuk bisa menjadi kuat. alan mengalami sendiri kali ini apa yang dahulu ayahnya katakan.


"hahaha... kenapa? kamu terkejut?" shadow AS tertawa sambil melayangkan serangan ke arah alan. "lagi... lagi..." shadow AS nampak sangat menikmati pertarungan antara dirinya dan alan. berulang kali tebasan shadow AS hampir mengenai alan, alan pun semakin tersudut karena serangan shadow AS yang membabi buta.


"shadow step!"


alan meningkatkan agilitynya untuk bisa mengungguli shadow AS. namun shadow AS juga tidak ketinggalan, dirinya juga mengaktifkan shadow step. kecepatan dirinya dan alan kembali sama.


kondisi alan tidaklah menguntungkan bagi dirinya. tubuh alan sudah terlanjur letih karena efek pertarungan panjang dengan guardian golem dan thunder eagle. perlahan namun pasti, hidden atribut yaitu stamina alan menurun. kinerja otak alan pun mulai melambat. alhasil gerakan alan mulai sedikit menurun.

__ADS_1


berbeda dengan alan, shadow AS adalah bayangan alan yang diciptakan oleh sistem. sistem hanya meniru atribut yang ditampilkan, tidak termasuk dengan hidden atribut. shadow AS mulai bisa memberikan luka luka kepada tubuh alan.


"kenapa? ada apa denganmu? mana senyum aroganmu yang tadi kamu tampilkan?" shadow AS tertawa puas bisa mendaratkan luka yang cukup dalam di dada alan.


alan hanya bisa mundur sambil menahan rasa sakit untuk menjaga jarak dari shadow AS. langkah yang alan lakukan rupa rupanya salah besar. alan terfokus kepada luka di dadanya sampai dirinya tidak mengamati pergerakan shadow AS.


"shadow stab!"


jleb...


sebuah tusukan tepat di jantung alan menghentikan langkah mundur alan. alan memegang dada kirinya yang kini tengah tertembus belati yang biasanya alan gunakan untuk menembus jantung lawannya.


"sayang sekali... pertarungan kita sampai disini. padahal aku baru saja mulai menikmatinya." bisikan dari shadow AS menjadi kata terakhir yang alan dengar dari shadow AS. tubuh alan berubah menjadi partikel cahaya putih dan menghilang dari tempat pertarungan.


pandangan alan gelap, dan dirinya baru bisa melihat lagi setelah beberapa detik. dirinya mendapati ruang singgasana tempat dirinya berada tadi. "sialan..." alan memukul lantai yang ada di bawah kakinya, rasa kesal menumpuk di dadanya. dikalahkan oleh diri sendiri, itu artinya alan belum cukup kuat saat ini.


"ada apa AS?" pertanyaan dari shoote sun membuat alan mengalihkan pandangan dari lantai yang dirinya pukul tadi.


alan mendapati jika shoote sun, freya dan pasukan revolusi telah kembali berada di ruang singgasana. "tidak apa apa... hanya kesal karena gagal dalam tes."


"itu hanya tes dalam game... tidak usah terlalu dipikirkan. kita semua yang disini juga gagal." shoote sun mencoba menghibur alan yang nampak sangat memikirkan kegagalannya.


alan hanya mengangguk, bagi shoote sun mungkin itu adalah sebuah tes di dalam game. namun bagi alan tes tadi adalah pertarungan nyata antara alan dan dirinya sendiri. "aku harus menjadi lebih kuat lagi!" batin alan dalam hati.


"dimana clara dan jonta?" alan mencoba untuk melupakan kekalahannya barusan.


"mereka masih di dalam tes."


tidak berselang lama, jonta dan clara kembali ke ruang singgasana. wajah mereka berdua nampak berseri seri, seakan mereka berdua baru saja mendapatkan undian berhadiah.


"kakak... aku berhasil..." pamer clara kepada alan dengan semangat.


"aku juga kakak AS..." jonta tidak kalah bersemangat.


"baguslah... paling tidak dari kita ada yang berhasil."

__ADS_1


setelah kemunculan clara dan jonta tanah tempat mereka berpijak kembali bergetar. sebuah cahaya putih turun dari bagian tengah langit langit ruangan. di tengah cahaya tersebut terdapat sebuah pedang bergagang emas.


[oread sword. legendary item.]


__ADS_2