New World

New World
Kecerobohan Cleo


__ADS_3

Winged Lion dapat dengan mudah melacak bau yang ditinggalkan oleh Alan dan Flyin. Dengan segera Cleo yang mengendarai Winged Lion dapat menyusul Alan dan Flyin yang masih berjalan kaki menelusuri jalan penghubung antara dua kerajaan tersebut.


Sosok dua orang berjubah hitam pun mulai bisa dirinya lihat dari kejauhan. Namun Cleo sedikit bingung, melihat kedua sosok berjubah hitam lengkap dengan penutup kepalanya tersebut. Tidak adanya barang bawaan apapun dari kedua sosok tersebut tentu membuat Cleo bertanya tanya dalam hati. Padahal paling tidak.. Kedua sosok tersebut harusnya membawa beberapa tas yang berisi Mana Stone, mengingat jumlah Mana Stone yang mereka rampas tidak akan muat untuk disimpan di dalam tas penyimpanan sistem.


Cleo pun tidak pikir panjang, dirinya langsung memacu Winged Lion untuk terbang melewati Alan dan Flyin. Menghentikan langkah kaki dari kedua sosok yang dirinya yakini adalah perampas Mana Stone milik Polar Guild.


"Berhenti kalian!" Cleo beserta Winged Lion mendarat tepat di hadapan Alan dan Flyin. Suaranya yang lantang menandakan dirinya tidak dalam kondisi yang sedang bermain main.


"Ada apa?" Alan tidak terkejut akan kemunculan Winged Lion dan Cleo yang tiba tiba. Dirinya sudah mengetahui sedari tadi jika Cleo beserta Winged Lion mengikutinya dari belakang. Dirinya hanya ingin tahu apa maksud dan tujuan dari Cleo hingga mengikutinya.


"Tuan..." Flyin sudah bersiap untuk menyerang Cleo, dirinya bisa membaca pikiran Cleo jika sosok wanita yang menaiki singa terbang tersebut berniat jahat kepada Alan.


"Tunggu Flyin..." Alan memegang pundak Flyin, mencegah Flyin untuk langsung menyerang player wanita di hadapannya. Alan tentu tidak mau gegabah, dirinya harus bisa mendapatkan informasi dari player Ranger wanita di hadapannya.


"Kembalikan Mana Stone yang kalian rampas!" Bentak Cleo yang sudah tidak sabar. Dirinya masih mencoba untuk tetap sabar, walaupun kedua sosok berjubah hitam di hadapannya terlihat seakan mengacuhkannya.


"Mana Stone?"


"Maaf tapi kami tidak merampasnya..." Alan menjawab dengan santainya. Dirinya tidak merasa merampas Mana Stone, dirinya hanya mengambil Mana Stone yang berceceran di atas jalan.


"Jangan berbohong kepadaku!" Cleo menarik crossbow dari punggungnya. Bersiap untuk menembakkan panah ke arah Alan.


"Hem... Senjata yang bagus..." Gumam Alan setelah melihat crossbow yang dipakai oleh Cleo. Dirinya tidak menduga jika selama setahun lebih dirinya berada di Dunia Abyss, perkembangan senjata di New World sudah berkembang dengan pesat.


Lima anak panah langsung meluncur ke arah Alan dengan cepat dalam satu kali tembakan crossbow milik Cleo. Namun kelima anak panah yang Cleo lepaskan tidak pernah mencapai tubuh Alan. Kelima anak panah tersebut berhenti dan melayang satu meter di hadapan Alan.


"Perisai pelindung? Tidak... Itu bukan perisai." Cleo memacu Winged Lionnya untuk mundur beberapa langkah ke belakang. Dirinya perlu menjaga jarak dari Alan setelah melihat kelima anak panahnya berhenti di udara.


"Kenapa wanita selalu cepat menyimpulkan sesuatu hal dengan sekali melihat?" Alan tertawa pelan, melihat wajah Cleo yang terheran heran karena kelima anak panahnya berhenti dan melayang di udara.


"Willi..." Cleo menghentakkan kakinya ke arah badan Winged Lion, memberi tanda pada partnernya tersebut untuk melancarkan serangan kombinasi.


"Uargh..." Raungan Winged Lion begitu keras terdengar. Membuat sebuah gelombang kejut suara yang memekikkan telinga. Winged Lion langsung terbang menuju ke arah Alan, bersiap untuk menerkam Alan yang menjadi sasarannya.


"Ahh... Kalian melakukan kesalahan fatal..." Alan hanya menghela nafas pelan sembari menutup telinganya. Dirinya sudah menahan diri sedari tadi untuk tidak terlalu banyak bergerak. Mencegah Chiro terbangun dari tidur pulas di atas pundaknya.


Chiro yang tadinya tertidur dengan pulas pun membuka kedua matanya karena raungan dari Winged Lion. Dari ekspresi muka Chiro, Alan bisa tahu jika Chiro sangat tidak suka waktu tidurnya telah diganggu. Chiro melihat ke sekitar, mencari tahu apa yang sebenarnya telah mengganggu waktu tidurnya.


"Bukan aku..." Alan tahu jika Chiro menuduh Alan yang melakukannya. Alan pun segera memberi tanda pada Chiro dengan kepalanya, memberi tahu Chiro siapa pelaku sebenarnya.

__ADS_1


Chiro pun menatap tajam ke arah Winged Lion yang sedang terbang ke arahnya. Rasa tidak suka sangat jelas terpancar dari dalam tatapan mata Chiro.


Wuing...


Bagaikan otaknya disengat oleh listrik yang begitu kuat. Winged Lion langsung menghentikan terbangnya dan langsung mendarat di atas tanah. Keempat kakinya bergetar hebat, setelah dirinya melihat tatapan mata tajam dari Chiro.


"Ada apa Willi?" Cleo hampir saja terpental ke depan, karena Winged Lion menghentikan terbangnya dengan tiba tiba. Jika saja dirinya tidak berpegangan erat pada pelana yang ada di punggung Winged Lion, dirinya pasti sudah terjungkal ke depan.


"Kaik... Kaik... Kaik..." Eram Winged Lion. Dirinya mengalihkan pandangannya agar tidak melihat tatapan mata dari Chiro.


"Ada apa Willi?" Cleo semakin bingung. Melihat sikap Willi yang berubah 180°. Baru kali ini dirinya melihat Willi bersikap begitu pengecut di hadapan musuh. Padahal... Di hadapan monster Lord class pun Willi tidak pernah sekalipun gentar.


"Sepertinya partnermu cukup pintar." Alan tertawa kecil dari balik tudung hitamnya. Melihat sikap Winged Lion yang begitu ketakutan setelah mendapat tatapan tajam dari Chiro.


"Apa yang kamu lakukan pada Willi?" Cleo semakin geram pada Alan. Dirinya benar benar sudah dibuat emosi dengan ulah Alan.


"Aku? Peliharaanmu saja yang penakut." Alan semakin ingin tertawa, melihat sikap Cleo yang menyalahkan dirinya atas perubahan sikap Winged Lion.


"Kau..." Cleo menggigit giginya sendiri. "Ayo Willi..." Cleo menghentakkan kakinya sekali lagi. Mengajak Willi untuk melanjutkan pertarungan yang tertunda.


Namun Winged Lion bagaikan kehilangan semangat bertarung. Dirinya sadar diri jika dirinya tidak akan bisa menang melawan monster yang ada di pundak Alan. Meskipun monster tersebut hanya seukuran burung hantu, namun monster tersebut memiliki class yang jauh di atas Winged Lion. Sebuah class Naga, class yang konon merupakan class terkuat dari semua class monster yang ada.


"Kau..." Cleo tidak punya pilihan lain. Winged Lionnya boleh saja kehilangan semangat bertarung. Namun dirinya juga merupakan seorang petarung. Cleo masih bisa bertarung meski tanpa bantuan dari Winged Lion.


"Rasakan ini!" Cleo melompat dari atas punggung Winged Lion. Crossbownya terus mengeluarkan panah yang menuju ke arah Alan. Namun seperti yang sudah sudah. Setiap anak panahnya hanya berhenti satu meter di sekitar tubuh Alan. Tidak ada satupun anak panahnya yang mau maju lebih dekat lagi.


"Apa sebenarnya itu?" Cleo masih tidak percaya, setiap serangannya selalu terhenti di sekitar tubuh Alan. Tadinya dirinya berpikir jika sosok berjubah hitam di menggunakan suatu skill untuk menangkis serangan crossbownya. Namun skill tentu memiliki cooldown, dan ini... Tidak ada cooldown sama sekali.


"Aku masih tidak percaya kamu bisa menghentikan ini!"


"Fatality Strike!"


Cleo mengeluarkan serangan terkuatnya. Anak panah yang tadinya berjumlah lima kini hanya satu, tapi satu anak panah tersebut terselimuti aura hijau yang begitu kental.


"Hem... lumayan..." Alan tersenyum kecil, melihat anak panah berselimut aura hijau yang mengarah kepadanya. Alan tidak berusaha untuk menangkis ataupun menghindar. Shadow Zone miliknya jauh lebih dari cukup untuk sekedar menahan Fatality Strike milik Cleo.


"Ini... Ini... Mustahil..." Rahang bawah Cleo hampir saja jatuh ke lantai. Melihat Fatality Strike yang merupakan serangan terkuatnya ikut berhenti di depan Alan. Belum pernah sekalipun dirinya melihat ada player yang bisa menghentikan Fatality Strike tanpa melakukan apapun.


"Tidak... Ini pasti ilusi..." Cleo masih mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri. Jika sosok berjubah hitam yang ada di hadapannya memiliki suatu kemampuan untuk membuat ilusi.

__ADS_1


"Kau pikir ini ilusi?" Alan tersenyum kecil mendengar apa yang dikatakan oleh Cleo.


"Kau mungkin baru bisa menyadari ini ilusi atau bukan setelah melihat ini..." Alan mengeluarkan aura kegelapan dari dalam tubuhnya. Mengatur Shadow Zone agar tidak ada gravitasi yang menarik tubuhnya, membuat tubuh Alan melayang di udara.


Chiro yang tadinya bertengger di pundak Alan pun terbang untuk berpindah ke pundak Flyin. Sehingga memperlihatkan sosok Naganya yang dirinya sembunyikan sedari tadi.


"Itu..." Cleo tidak bisa berkata apa apa. Melihat sosok Naga kecil yang tadinya bertengger selayaknya burung hantu. Dirinya tidak menduga sama sekali, jika hewan peliharaan Alan merupakan seekor Naga. Walaupun Naga tersebut masih kecil, tetap saja... Naga merupakan suatu monster yang begitu ditakuti. Tidak heran jika Winged Lion begitu ketakutan setelah mendapat tatapan tajam dari hewan peliharaan Alan.


Namun ketakutan Cleo akan hewan peliharaan Alan tidak sebanding dengan ketakutan Cleo pada sosok yang sedang terselimuti aura hitam dan melayang di udara. Walaupun Cleo tahu jika ada beberapa player yang bisa mengatur mana mereka untuk dapat terbang, namun sosok Alan di hadapannya jauh berbeda. Dirinya tahu betul... Jika aura kegelapan yang dikeluarkan oleh Alan bukanlah mana, tapi lebih terlihat seperti aura kematian yang siap mencabut nyawanya.


"Gawat... Aku harus segera pergi dari sini..." Cleo sadar diri jika dirinya tidak akan bisa menang melawan Alan. Bahkan Commandernya sekalipun belum tentu bisa mengalahkan sosok berjubah hitam di hadapannya.


"Willi!"


Cleo segera melompat ke punggung Willi, mengajak Willi untuk segera meninggalkan tempat pertarungan tersebut. Willi yang sedari tadi sudah ingin pergi pun langsung mengepakkan sayapnya. Jika bukan karena kesetiaannya pada Cleo, mungkin Willi sudah meninggalkan Cleo sedari tadi.


"Ingin kabur?" Alan tersenyum kecil melihat Winged Lion yang dinaiki Ranger tersebut terbang menjauh.


"Percuma saja..."


Alan menghilang dari keberadaannya, dan tiba tiba muncul di hadapan Cleo. Belati Alan sudah siap untuk menebas leher Cleo.


"Ka..." Cleo tidak bisa menyelesaikan kata katanya. Belati Alan sudah terlanjur menebas lehernya. Memisahkan kepala dari bagian tubuhnya.


"Uargh..." Winged Lion meraung, mengetahui tuannya telah terbunuh. Namun raungan kesedihan Winged Lion tidak bertahan lama. Alan menancapkan belatinya ke kepala Winged Lion. Membuat Winged Lion harus terjatuh dari terbangnya.


Bruk...


Bruk...


Jasad Cleo dan Winged Lion terjatuh keras di atas tanah. Membuat darah yang keluar dari tubuh mereka berceceran di atas tanah.


"Anda terlalu berlebihan Tuan..." Flyin menilai apa yang dilakukan oleh Alan terlalu berlebihan. Seharusnya Alan bisa mengalahkan wanita tersebut tanpa harus menggunakan Shadow Zone.


"Aku tahu Flyin... Tapi ada maksud lain dari apa yang aku lakukan."


"Saya mengerti Tuan..." Flyin yang bisa membaca pikiran Alan tentu paham apa yang dimaksud oleh Alan.


"Ya... Kita tinggal menunggu wanita itu melapor kepada atasannya." Alan membersihkan The Forgotten Dagger dari darah Cleo dan Winged Lion. Menyimpannya kembali pada sarung belati yang ada di samping paha kirinya.

__ADS_1


"Anda memang brilian Tuan..." Flyin memuji langkah yang diambil Alan. Dengan begini tidak akan ada pihak yang berani mengusik Alan dan Flyin selama perjalanan.


__ADS_2