New World

New World
pelatihan clara


__ADS_3

"Clara... Apa yang akan kau lakukan setelah ini?" Alan bertanya ke Clara. Mereka baru saja menguburkan jenazah Vincent.


Clara yang masih memandangi nisan kakeknya terdiam, tidak menjawab pertanyaan Alan.


"Hah.... Clara..." Alan memanggil Clara dengan halus sambil memegang pundaknya.


"Kakak AS. Kakekku adalah satu satunya keluargaku. Kini aku tidak memiliki siapa pun. Aku tidak tahu akan melakukan apa." Kata Clara dengan serak. Suara Clara hampir habis karena terus menangisi kematian kakeknya.


Alan sangat mengerti kebimbangan Clara. Dia pernah berada di posisinya. Alan yang sudah cukup dewasa pun hampir kehilangan akal sehatnya sewaktu kehilangan kedua orang tuanya. Apalagi Clara yang baru berusia 13 tahun.


"Bagaimana bila kamu ikut denganku? aku akan menjagamu sampai kamu bisa menentukan jalanmu sendiri."


Clara hanya mengangguk, tanda pikirannya masih kosong. Mereka berdua pun meninggalkan pemakaman.


Alan langsung menuju ke tempat penjahit dimana dia menjahitkan Black Venom Skin. hasil dari jahitan sungguh membuat Alan puas.


Sebuah baju berwana hitam, dengan corak merah di bagian kerah baju dan lengannya. Baju itu bisa sangat matching ketika Alan pakai. Yang lebih mengejutkan Alan adalah atribut bawaan dari baju tersebut.


[Venom Leather Clothes, Gold Class


Int + 20


Deff + 25


Passive skil


Dapat mendeteksi panas dalam radius 100 meter pengguna.]


Setelah memakai baju tersebut Alan menjahitkan ke 4 kulit Black Wolf. Alan berencana untuk memberikan kepada Clara dan menjual sisanya. Alan membayar biaya menjahit ke 4 pakaian itu yang seharga 1 silver.


Selesai berurusan dengan penjahit Alan mengajak Clara ke pandai besi. Alan akan pergi keluar dari Middlemist bersama Clara. Tentu saja Clara harus punya senjata untuk melindungi diri.


"Clara... Apakah kamu bisa menggunakan senjata?" Tanya Alan ketika sampai di depan rumah pandai besi.


"Aku belum pernah menggunakan senjata sama sekali kakak AS." Jawab Clara sekenanya.


"Hah... Sepertinya ini akan sulit." Gumam Alan pelan.


Alan dan Clara masuk ke rumah pandai besi. Rumah pandai besi benar benar seperti toko senjata. Di dalam rumahnya ada cukup senjata untuk mempersenjatai 1 batalyon tentara.


'Joker... Bisa kamu bantu memilihkan senjata yang cocok dengan Clara?'


[Baik AS...


Menganalisa data atribut Clara.


Membuat simulasi pertarungan dengan senjata.

__ADS_1


hasil : Perisai dan pedang satu tangan.]


'Perisai? Kamu serius Joker?'


[Benar Lan. Atribut Clara memiliki Str dan Deff yang jauh lebih tinggi dari Agi dan Int. Perisai dan pedang akan sangat cocok untuknya.]


"Ah... Ini akan sedikit sulit." Alan mengira kalau Clara akan cocok dengan busur atau panah. Dimana Alan bisa mengajarinya.


Tapi... Perisai?


Alan bahkan belum pernah menggunakannya.


"Baiklah Clara. Kita akan memilih senjata untukmu. Pilihlah yang kamu suka."


Clara berjalan di antara rak rak yang berisikan senjata. Dia terus berjalan seakan dirinya tidak tertarik dengan senjata senjata itu.


Alan seakan kehilangan kesabarannya melihat Clara hanya berjalan di antara rak rak senjata. Alan seakan ingin memilihkan senjata untuk Clara.


[AS. Senjata untuk NPC berbeda dengan player. NPC terikat satu senjata seumur hidup mereka.]


Alan pun terdiam setelah mendengar peringatan Joker. Dia tidak ingin mengganggu proses pemilihan senjata Clara. Bagaimanapun Joker adalah sumber informasi yang paling terpercaya, tidak ada kesalahan sedikitpun dari informasi yang Joker berikan.


Benar saja. Clara terhenti di depan satu set perisai dan pedang. Clara mematung di depan perisai dan pedang tersebut. Mata Clara memancarkan kerinduan, seakan menemukan kekasih yang telah lama terpisah jauh.


"Tuan Pandai Besi. Sepertinya teman saya telah menemukan senjata pilihannya." Alan mendekat ke arah Si Pandai Besi untuk menanyakan harga perisai dan pedang tersebut.


"Benarkah? Kalau begitu aku sangat beruntung bisa berteman dengannya. Boleh saya tahu berapa anda akan menjual perisai dan pedang tersebut?"


"Tuan Honorable Guest. Sebenarnya saya tidak ingin menjualnya. Tapi karena tuan telah menyelamatkan desa middlemist saya pun harus merelakannya. Untuk harganya 120 silver satu setnya."


"Baiklah... Ini 120 silver. Terima kasih banyak atas bantuannya." Alan menggigit giginya sendiri. 120 silver? Perlu beberapa hari untuk dirinya mendapatkannya. Dan hanya dalam hitungan menit langsung habis.


###


'Joker... Dimana kita bisa menemukan pelatih yang cocok untuk Clara?'


[asosiasi petualang menyediakan pelatihan dasar untuk para NPC.]


'Pelatihan dasar? Sepertinya itu cukup.' Alan dan Clara langsung pergi ke asosiasi petualang.


"Tuan Honorable Guest. Ada yang bisa saya bantu?" NPC penjaga konter reception bertanya pada Alan.


"Temanku butuh pelatihan untuk menggunakan perisai dan pedang. Apakah asosiasi petualang bisa melatihnya?"


"Tentu Tuan Honorable Guest.. Tapi pelatihan yang diberikan hanya lah pelatihan sederhana. Untuk perkembangannya tergantung dari teman anda sendiri."


"atidak masalah." Yang terpenting bagi Alan sekarang adalah, Clara tahu dasar dasar cara menggunakan perisai dan pedang. Untuk mengembangkannya Clara bisa berlatih tanding dengan dirinya sambil berburu Hidden Quest.

__ADS_1


"Baiklah Tuan Honorable Guest. Biaya pelatihan adalah 2 chopper. "


Alan membayar biaya pelatihan. Clara pun mendapatkan pelatihan dasar tentang penggunaan perisai dan pedang. Hampir setengah hari sendiri Clara berlatih. Alan pun memilih untuk membuat potion dan melumuri anak anak panahnya dengan racun sembari menunggu Clara.


Setelah Clara keluar dari pelatihan, Alan bisa melihat perbedaan yang mencolok antara Clara yang sekarang dengan Clara sebelum pelatihan. acara Clara memegang perisainya benar benar terlihat sangat anggun namun tak tergoyahkan. Seakan clara bertambah tua 3 tahun.


"Bagaimana perasaanmu sekarang?" Tanya Alan pada Clara.


"Lebih baik dari sebelumnya Kakak AS. Tidak kusangka berlatih pedang dan perisai bisa menenangkan pikiran."


"Hahaha..." Alan tidak terkejut dengan hasilnya. Resep dari ayahnya satu ini memang yang terbaik untuk menenangkan pikiran.


"Baiklah... Kita coba hasil latihanmu." Alan tersenyum dengan licik. Dirinya sudah gatal untuk menggerakkan tubuhnya.


aclara pun hanya bisa pasrah mengikuti Alan ke bukit belakang Middlemist.


.


"Ok Clara... Kita akan melakukan perjalanan bersama dalam waktu yang lama. Kita harus bisa melindungi satu sama lain."


"Baik Kakak... Aku merasa sekarang bisa melindungi siapapun."


"Hahaha.... Jangan terlalu naif. Untuk bisa saling melindungi kita harus saling mengerti kemampuan dari kita masing masing. Oleh karena itu kita akan berlatih tanding disini."


" Latih tanding? Tapi.... "


" Tenang saja... Aku sudah menyiapkan heal potion yang cukup untuk kita berdua. Lebih tepatnya untuk kamu." Kata Alan sambil tersenyum.


"Aaahhh.... Baiklah... Tolong bimbingannya Kakak AS. "


"Ok... Pertama perlihatkan apa yang kamu dapat dari latihanmu menggunakan perisai."


Alan menembaki Clara dengan Wind Arrownya. Clara hanya bisa sesekali menangkis serangan Alan dengan perisainya.


"Jangan terlalu fokus pada anak panahnya. Cobalah untuk mulai membaca arah serangan lawan!" Kata Alan sambil terus melepaskan Wind arrownya.


2 jam lebih mereka mempraktekan hal tersebut. Clara pun menghabiskan lebih dari 20 botol heal potion.


Setelah beristirahat 1 jam mereka melanjutkan berlatih pedang dan perisai. Kini Clara harus ikut membiasakan diri agar bisa bertahan dan memberikan serangan balik.


Gerakan Alan yang begitu cepat membuat Clara tidak bisa berbuat banyak. "Tenangkanlah pikiranmu! Jangan terlalu banyak memikirkan kemungkinan langkah musuh. Cukup ikuti alur serangannya." Alan memberi arahan sambil terus mengarahkan daggernya ke perisai Clara.


Perlahan tapi pasti Clara semakin mahir menangkis dan memberikan serangan balik. yang tadinya dari 5 serangan alan selalu mengenai clara. kini 3 dari 5 serangan alan bisa di tangkis dengan perisainya. Clara juga tampak menikmati sensasi bertarung dengan Alan. Semua beban pikiran karena di tinggal mati kakeknya hilang.


Tidak terasa 3 jam mereka berlatih tanding. Matahari pun juga hampir terbenam.


Alan meminta Clara untuk kembali ke rumahnya terlebih dahulu. Dan dirinya akan log out untuk bersiap kuliah pagi.

__ADS_1


"Kita akan berangkat besok pagi.. Kamu bersiap siaplah."


__ADS_2