
Membludaknya para petarung yang akan bertarung di Colloseum, membuat daftar antrian yang panjang di depan Colloseum. Semua player merasa mereka adalah tamu yang penting dan harus didahulukan. Tidak sedikit player individu maupun player yang bergabung dengan sebuah guild berselisih tegang.
Namun tentu mereka hanya bisa menahan apa sengketa antara mereka sampai mereka bisa bertemu di atas arena pertarungan. Keberadaan para Bangsa Demon yang nampak begitu garang menjaga setiap sisi Colloseum, membuat nyali setiap player yang ingin membuat masalah menjadi langsung surut.
[Player berada di dalam pengawasan The Eye.]
Di tengah tengah antrian yang begitu panjang, sebuah suara notifikasi yang mengejutkan tiba tiba terdengar dari sistem New World.
"The Eye? Apa itu?"
"Apa kamu bercanda? Apa ada item yang bisa mengawasi semua orang yang ada di tempat ini..."
Suara suara yang meragukan akan kebenaran peringatan sistem pun keluar dari mulut para player yang sedang mengantri.
"Minggir minggir!" Suatu rombongan sepuluh orang tiba tiba memaksa untuk melangkah maju. Membuat keributan pada antrian yang tadinya begitu tertib.
"Siapa kamu? Antri... Semua orang juga ingin bisa mendaftar..." Bentak salah satu player yang tidak terima dengan perlakuan sepuluh orang tersebut.
"Kamu mau mencari masalah dengan Nirvana Guild?" Bentak salah satu player anggota sepuluh orang tersebut.
"Nirvana?"
Satu kata Nirvana tentu membuat semua player yang ada di tempat tersebut langsung mengerutkan dahi. Nirvana adalah salah satu Guild raksasa yang berdomisili di West Dragon Empire. Tidak ada yang menyangka sama sekali, salah satu Guild raksasa di New World tersebut juga akan ikut berpartisipasi di turnamen ini.
"Bagus kalau kamu sadar... Yang lain... Beri jalan jika tidak ingin membuat masalah dengan Nirvana Guild..." Bentak player yang memiliki Berseker class tersebut.
Dengan langkah yang begitu sombongnya, kesepuluh player tersebut melenggang maju, memotong antrian yang mengular begitu panjang. Meskipun mendapat tatapan sinis dari semua player yang ada di tempat tersebut, kesepuluh player tersebut nampak tidak memperdulikannya. Mereka tetap melanjutkan langkah kaki mereka untuk segera mendaftarkan diri mereka di bagian pendaftaran.
"Cuih... Sombong sekali... Nirvana Guild..." Fire Blade yang mengantri di salah satu sudut hanya tersenyum kecut melihat betapa sombongnya kesepuluh orang tersebut. Padahal jika dilihat sekilas, tidak ada satupun dari kesepuluh player tersebut yang nampak memiliki special class. Hanya item item yang mereka miliki memang berada di level Gold Class ke atas.
"Sebaiknya kita tidak membuat masalah di sini Guild Master..." Gina memperingatkan Guild Masternya agar tidak bertindak ceroboh. Peringatan dari sistem yang tadi dirinya dengar pastilah bukan suatu peringatan isapan jempol belaka.
"Aku tahu apa yang harus aku lakukan Gina..." Fire Blade hanya tersenyum kecut melihat kesepuluh player anggota Nirvana Guild sampai di depan bagian pendaftaran.
Belum sampai lidah Fire Blade kering akan ucapannya barusan, sebuah lingkaran sihir hitam kecil tiba tiba muncul di bawah kaki ke sepuluh player anggota Nirvana Guild.
Dan...
Blush...
Bagaikan terjatuh ke dalam sebuah lubang, keberadaan kesepuluh player anggota Nirvana Guild tadi langsung menghilang begitu saja. Lingkaran sihir hitam kecil yang membawa kesepuluh player anggota Nirvana Guild tadi pun langsung menghilang setelah menelan mereka. Semua orang yang ada di tempat tersebut bahkan terlambat menyadari akan kemunculan sebuah lingkaran sihir yang tiba tiba menghilangkan kesepuluh player anggota Nirvana Guild.
"Kemana mereka? Kenapa mereka tiba tiba menghilang?" Pertanyaan pertanyaan itu langsung keluar dari beberapa sisi antrian. Yang mereka tahu hanyalah sepuluh player tadi tiba tiba menghilang dari tempat mereka berada, mereka tidak bisa mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi.
__ADS_1
"Sudah kuduga... Bangsa Demon memang tidak sesederhana itu..." Fire Blade tidak begitu terkejut dengan apa yang terjadi dengan anggota Nirvana Guild. Apa yang menimpa mereka adalah buah dari ulah mereka sendiri. Jika mereka ingin menyalahkan suatu pihak, mereka harusnya menyalahkan diri mereka sendiri.
"Luar biasa... Kerajaan ini benar benar luar biasa..." Dealova yang sedang ikut mengantri juga melihat apa yang telah terjadi. Dirinya yang memiliki kepekaan begitu tinggi akan penggunaan sihir tentu tahu apa yang sebenarnya telah terjadi. Dirinya hanya tidak menduga, jika kerajaan kecil seperti Kerajaan Demon God memiliki seseorang yang begitu ahli dalam hal teleportasi.
"Apa Anda tahu sesuatu Wakil Guild Master?" Tanya Golden Boy yang melihat senyum terkembang di bibir Dealova.
"Tidak ada Golden Boy... Lova hanya sedang memikirkan waktu waktu indah yang akan kita lalui bersama..." Lova kembali mencolek dagu Golden Boy, mencoba merayu Golden Boy agar mau menghabiskan waktu bersama dengan dirinya.
"Wakil Guild Master..." Golden Boy benar benar tidak tahan akan siksaan batin yang dirinya terima. Dirinya langsung pergi meninggalkan Dealova, membiarkan para penjaga yang lainnya yang menjaga keselamatan pria lemah gemulai yang begitu genit tersebut.
"Boy... Boy sayang... Mau kemana? Jangan tinggalkan Lova dengan mereka... Lova takut jika Lova diapa apain sama mereka..." Lova berteriak teriak untuk mencegah Golden Boy pergi.
Namun bukannya berhenti dan menuruti permintaan Dealova, Golden Boy justru semakin mempercepat langkah kakinya. Ingin sekali rasanya dirinya membuang mukanya saat ini, agar tidak ada lagi yang mengenali dirinya sebagai seorang Golden Boy.
###
"Dimana ini?" Teriak salah satu anggota Nirvana Guild yang merasa begitu aneh karena mereka berpindah tempat dengan begitu cepat.
Hanya sebuah ruangan gelap yang mereka dapati saat ini, tidak ada pencahayaan sedikit pun yang bisa mereka andalkan untuk melihat dan mengetahui dimana mereka berada saat ini.
"Aku tertarik dengan sifat sombong kalian tadi... Apa kalian masih bisa berlaku seperti itu sekarang?" Sebuah suara yang menyeramkan tiba tiba merasuki indera pendengaran mereka. Memaksa kesepuluh player tersebut saling berjaga, memunggungi satu sama lain agar bisa menjaga diri mereka satu sama lain.
"Siapa kamu? Cepat keluar?" Teriak salah satu player dari sepuluh player anggota Nirvana Guild tersebut. Masing masing dari mereka telah mengeluarkan senjata andalan mereka, bersiap untuk bertarung kapan saja jika diperlukan.
"Siapa kamu! Tunjukkan dirimu kalau berani!"
"Hahaha.... Aku sudah ada di sini dari tadi... Apa kalian tidak mengetahuinya?" Kali ini suara yang terdengar tidak berasal dari tempat lain, melainkan berasal dari balik punggung masing masing player anggota Nirvana Guild.
Seketika kesepuluh player tersebut melompat dan membalikkan badan, menghindari akan serangan dadakan dan mencoba mengetahui siapa sebenarnya sosok misterius tersebut.
"Dia..." Gumam salah satu player yang mendapati seseorang dengan pakaian serba hitam bercorak merah darah di lengan dan kerah bajunya. Sepasang tanduk yang menghiasi kepala, dua pasang taring yang mencuat keluar dari bibirnya, dan kuku tajam yang tersemat di masing masing jarinya, menunjukkan jika sosok tersebut adalah seorang Demon kelas atas.
"Demon..."
"Kalian salah... Aku bukanlah Demon biasa... Aku adalah Erebus... Jenderal Demon penguasa ruang dimensi..." Sosok Erebus langsung menghilang begitu saja dari tempatnya berdiri. Seolah olah Erebus tidak pernah berdiri di tempatnya tadi.
"Aaa...." Jeritan langsung terdengar dari salah satu player anggota Nirvana Guild. Kesembilan player yang lainnya langsung mengalihkan pandangannya pada temannya yang tiba tiba menjerit tersebut.
Pandangan yang begitu miris terpaksa harus mereka lihat, Erebus terlihat sedang menggigit leher player berkelas Elementalist tersebut hingga kepalanya nyaris terputus dari badannya.
"Kurang ajar!" Berseker player yang berada paling dekat dengan Erebus dan temannya tersebut, langsung mencoba menyerang Erebus dengan senjata kapak besarnya.
Slash...
__ADS_1
Bagaikan hanya memotong sebuah bayangan, tubuh Erebus langsung menghilang begitu saja setelah terkena tebasan dari Berseker tersebut. Kapak besar Berseker tersebut hanya menebas lengan temannya sendiri hingga tangan kirinya terpisah dari tubuhnya.
"Bagaimana bisa?" Berseker player tersebut begitu yakin serangannya sudah mengenai Erebus dengan telak, namun kenapa hanya lengan temannya saja yang tergeletak.
"Kenapa begitu terburu buru? Padahal aku sedang menikmati darah segar langsung dari tubuh temanmu..." Erebus sudah muncul di belakang Berseker player tersebut. Taring tajamnya sudah bersiap untuk menancap di leher Berseker tersebut.
Jleb...
"Aaa..."
Sebuah anak panah tiba tiba menancap di punggung Berseker player tersebut. Anak panah yang dilancarkan oleh salah satu player Nirvana Guild lainnya.
"Bagaimana bisa?" Gumam Archer yang melesatkan anak panah tadi. Dirinya begitu yakin jika anak panahnya akan telak mengenai Erebus, apalagi dirinya sudah menyerang Erebus dari titik butanya.
"Sepertinya kalian belum paham dengan kondisi kalian saat ini... Akan aku perjelas... Apa pun yang kalian usahakan di tempat ini, semua akan percuma... Karena akulah pemilik tempat ini..." Erebus sudah kembali muncul di belakang Archer player. Dengan taringnya yang tajam, Erebus menembus leher Archer player dan mengambil darahnya.
Satu persatu Erebus pun menghabisi kesepuluh player yang dirinya bawa ke dalam Demon Dimensionnya. Membuat dirinya begitu puas telah melahap begitu banyak darah merah dari sepuluh player tersebut.
###
Antrian yang sudah kembali normal kini menjadi heboh. Bukan karena ada pihak lain lagi yang mencoba memotong antrian seperti anggota Nirvana Guild, melainkan karena sesuatu hal yang begitu miris untuk dipandang mata.
Sebuah lingkaran sihir tiba tiba muncul di depan Colloseum, dan dari lingkaran sihir tersebut, keluar sepuluh jasad player anggota Nirvana Guild yang tadi membuat onar di baris antrian.
Semua player yang ada di tempat tersebut langsung tersentak melihat kesepuluh jasad yang masing masingnya terpancung di sebuah papan kayu. Kesepuluh jasad tersebut seakan menjadi peringatan bagi siapapun yang ada di tempat tersebut. Jika ingin mencoba berbuat onar, maka hukumannya adalah kematian. Tidak peduli siapapun orangnya atau pihak di belakangnya.
"******!"
"Mati kamu!"
Tidak ada satupun player yang merasa kasihan pada kesepuluh player tersebut. Mereka justru merasa senang, melihat player yang begitu sombong dan membanggakan nama besar Guildnya kini harus menjadi bahan tontonan semua orang di baris antrian.
Tidak sedikit player yang langsung mengambil foto mereka dan memposting foto tersebut ke dalam forum New World. Menjadikan jasad kesepuluh player tersebut sebagai tontonan gratis untuk seluruh player yang ada di New World.
Jasad sepuluh player dengan lambang Nirvana Guild di masing masing dada mereka, kini harus menjadi sebuah tontonan semua orang selama beberapa jam ke depan, selama player tersebut belum berhasil kembali log in ke dalam New World. Sebuah tontonan yang tentunya menjadi sebuah tamparan keras bagi Nirvana Guild, Guild yang menaungi kesepuluh player tersebut.
***
Ni... Yang kemaren kemaren nanyain bonus... Kalo author punya waktu senggang pasti tak kasih bonus chapter...
Tapi tahu gak? Demin chapter ini... Author harus merelakan malam minggunya demi kalian.. #alasanajapadahalgakadayangdiapelin
Jadi wajib like buat siapapun yang baca!
__ADS_1
Happy weekend...***