New World

New World
Istana Chigaza 2


__ADS_3

"Jadi begitu ya..." Alan memegang dagunya yang sedikit runcing, memelintirnya, sedikit menggaruknya walaupun tidak terasa gatal. Namun di dalam pikirannya dirinya sedang berpikir tentang cerita yang dirinya baru saja dengar dari Chigaza.


Alan tentu tidak langsung menyetujui permintaan aneh dari Chigaza. Walaupun permintaan Chigaza nantinya akan sangat menguntungkan Alan juga pada akhirnya. Alan perlu mengetahui maksud dan motif Chigaza meminta dirinya untuk membunuhnya. Alan perlu waspada jika saja Chigaza mempunyai maksud tersembunyi di balik permintaannya.


Namun bukannya Chigaza menjelaskan maksud dari permintaannya. Chigaza malah bercerita tentang masa masa hidupnya dulu sewaktu menjadi demon biasa. Mulai dari bagaimana dirinya lahir tanpa kekuatan special dan tumbuh besar, sampai dirinya ikut perang 1000 tahun yang lalu. Di perang itulah Chigaza mati sebagai Demon dan mengetahui kekuatan special yang dirinya miliki.


Pada mulanya Chigaza begitu bangga memiliki kekuatan specialnya. Demon yang tidak bisa mati, ketika mati akan hidup kembali. Demon dengan ratusan ribu pengikut. Demon mana yang tidak bangga jika mendapatkan pencapaian seperti Chigaza tersebut?


Demon? Bangsa Demon terkenal sebagai bangsa yang selalu tidak pernah puas, begitu pula Chigaza. Dirinya juga seorang Demon. Dirinya telah mendapatkan hidup abadi, memiliki pengikut yang jumlahnya bisa sampai ratusan ribu. Namun Chigaza tidak bisa menikmati kehidupan tersebut. Hidup hidupnya setelah hidup kembali terasa begitu hampa. Makanan, minuman, wanita, tidak ada yang bisa dirinya nikmati setelah dirinya berubah menjadi seonggok tulang yang bisa berjalan dan bersuara.


Chigaza tidak ingin menyebut dirinya sebagai tulang yang hidup, hidup mestinya bisa menikmati kehidupan. Jika tidak bisa menikmati kehidupan, bukan hidup itu namanya. Itulah sebabnya Chigaza hanya menyebut dirinya sebagai tulang yang bisa berjalan dan bersuara.


"Kenapa kamu berpikir aku bisa membantumu?" Alan masih mencoba menerka nerka. Darimana Chigaza bisa mendapatkan pemikiran jika dirinya bisa membantu Chigaza untuk membunuhnya tanpa bisa hidup kembali.


"Aku tahu kamu bisa memakan jiwa Demon. Setiap pengikutku yang kamu bunuh, jiwanya hilang seketika. Tanpa bisa aku panggil lagi." Rahang tanpa daging Chigaza bergerak naik turun dengan sendirinya seiring dengan suara yang keluar dari dalamnya.


"Begitu ya..." Alan memasang wajah berpikir keras untuk menuruti permintaan Chigaza. Seakan akan dirinya malas untuk menuruti permintaan Chigaza. Padahal dirinya merasa senang, jika dirinya membunuh Chigaza. Alan sudah membayangkan akan seperti apa kuatnya jiwa Chigaza yang dirinya serap, yang tentunya akan menambah kuatnya Shadow Zone yang dirinya miliki.


Flyin yang bisa membaca isi pikiran Alan serasa ingin menjitak kepala Alan. Berani beraninya Alan mempermainkan emosional seorang Jenderal Demon. Namun tentu Flyin hanya memendamnya dalam hati. Flyin tahu jika Alan sedang mencari keuntungan yang lebih dari Chigaza.


"Apa yang akan kudapatkan jika aku membantumu?"


"Kau..." Chigaza merasa sedikit geram. Dirinya sudah tahu jika Alan bisa mendapatkan jiwanya setelah Alan membunuhnya. Yang tentunya pasti membuat Alan lebih kuat. Tapi tidak disangka, Alan masih meminta imbalan untuk permintaannya.


"Aku bisa saja keluar dari Istana ini tanpa harus membunuhmu." Alan memperingatkan Chigaza jika Chigaza mengajak dirinya bertarung. Alan memperingatkan Chigaza bukan untuk menggertak, tapi berkata apa adanya. Alan tidak yakin bisa menang melawan Chigaza jika harus bertarung dengan serius. Kabur... Itulah satu satunya pilihan Alan jika dirinya terpaksa harus bertarung dengan Chigaza. Bukan karena Alan pengecut, tapi Alan lebih memilih meengambil keputusan terbaik.

__ADS_1


"Kau benar..." Chigaza seolah menghela nafasnya. Meskipun dirinya sudah tidak memiliki nafas.


"Kamu bisa memiliki istana ini beserta isinya." Chigaza menawarkan hal terbaik yang dirinya miliki. Lagipula istana ini akan menjadi tidak berpemilik setelah dirinya mati nantinya.


"Hem..." Alan masih nampak berpikir dengan penawaran Chigaza. Seakan akan penawaran dari Chigaza masih saja kurang di matanya.


Melihat sikap Alan, Chigaza menjadi semakin tidak sabar. Padahal yang harus dilakukan Alan begitu mudah, tinggal mengaktifkan kekuatan specialnya dan melahap jiwa dirinya. Tidak sulit sama sekali, namun seakan Alan menganggap apa yang dilakukannya begitu besar dan sulit untuk dilakukan.


"Baiklah... Dengan terpaksa aku menerima tawaranmu." Alan memasang wajah yang terkesan malas.


Chigaza yang melihat betapa tengilnya Alan ingin sekali membunuh dan menjadikan Alan pengikut setianya. Namun Chigaza harus menahannya, dirinya sudah bosan dengan kehidupannya yang terasa sangat hampa. Dirinya perlu bantuan Alan untuk bisa mati.


"Bisa kita mulai sekarang?" Jika saja kulit dan daging masih tertempel di wajahnya, pasti Chigaza akan menampilkan wajah yang menunjukkan ketidaksabaran.


"Shadow Zone!" Ucap Alan perlahan. Dan seketika aura kegelapan telah menyelimuti tubuh Alan secara keseluruhan. Alan mengatur Shadow Zonenya agar menyelimuti tempat Chigaza yang masih duduk di atas kursi yang terbuat dari tulang.


Chigaza langsung merasakan tekanan yang begitu besar menghimpit tubuhnya, serasa tubuhnya tengah terhimpit oleh dua batu yang besar.


"Aku Alan Scraft... Biarkan aku mengambil jiwa abadi yang ada di dalam tubuhmu." Alan memberikan pidato perpisahan kepada Chigaza sebelum dirinya menebaskan pedang pendeknya ke arah kepala Chigaza. Tulang Chigaza yang tadinya begitu keras pun sekarang bagaikan menjadi seonggok tahu yang begitu lembut. Pedang Alan memotong kepala Chigaza dari atas sampai bawah,terus lurus hingga sampai pada tulang ekornya. Menjadikan kepala dan tubuh Chigaza terbelah menjadi dua.


Sebuah bola cristal hijau melayang tepat di tempat yang tadinya merupakan bagian tengah tengah tubuh Chigaza. Alan yang melihat bola hijau tersebut tentu tahu jika itu adalah cristal jiwa milik Chigaza. Sama seperti milik Oldus Death King dulu, hanya saja kini Cristal di hadapannya berwarna hijau, bukan ungu seperti milik Oldus dulu.


Aura hijau gelap perlahan keluar dari dalam cristal hijau tersebut. Seakan akan cristal tersebut sedang berusaha untuk membentuk tubuh Chigaza yang baru.


"Anda harus menghancurkannya Tuan!" Flyin cepat berteriak. Memperingatkan Alan untuk segera menghancurkan cristal hijau yang ada di hadapannya sebelum cristal hijau tersebut membentuk tubuh Chigaza yang baru.

__ADS_1


Tanpa disuruh oleh Flyin pun Alan sebenarnya juga sudah tahu. Dirinya hanya sedang mencoba coba beberapa kemampuan yang dimiliki oleh Shadow Zonenya. Alan mencoba menghentikan kekuatan special dari para Demon yang ada di dalam Shadow Zone.


Dan hasilnya sungguh luar biasa. Aura hijau gelap yang tadinya keluar dari cristal hijau kembali masuk ke dalam cristal. "Jadi seperti ini juga bisa aku lakukan dengan Shadow Zone." Alan tersenyum puas mendapati dirinya bisa menghentikan paksa aura hijau gelap yang keluar dari cristal hijau tersebut. Membuat tubuh Chigaza gagal terbentuk kembali.


Alan tanpa basa basi membelah Cristal hijau yang melayang di hadapannya.


Sring...


Sebuah sinar hijau gelap langsung keluar dari dalam cristal hijau tersebut. Sinar hijau tersebut terus menggelap, hingga akhirnya menjadi hitam seutuhnya. Membentuk sebuah bayangan hitam yang begitu kental. Sosok bayangan hitam tersebut membentuk sebuah bentuk Demon, yang Alan yakini itu adalah Chigaza sewaktu dulunya.


"Akhirnya... Kematian yang sebenarnya." Sebuah suara serak terdengar ketika bayangan hitam tersebut terhisap ke dalam tubuh Alan. Suara Chigaza yang sudah lama menanti akan kematian yang sebenarnya.


Panas... Sangat panas... Itulah yang Alan rasakan setelah dirinya menyerap jiwa Chigaza. Bahkan rasa panas tersebut terasa seperti membakar tubuh Alan dari dalam. Alan mencoba mengatur rasa panas tersebut, agar rasa panas tersebut mengalir ke dalam Shadow Zonenya. Membiarkan rasa panas tersebut tersalurkan ke tempat yang tepat.


wuing...


Shadow Zone langsung melebar berpuluh puluh kali lipat. Bahkan hampir menutupi seluruh istana Chigaza. Alan langsung bisa merasakan apa saja yang ada di dalam istana Chigaza. Lumut lumut yang ada di dinding koridor, api lilin yang bergoyang goyang. Sampai ruangan penuh harta yang tersimpan rapat di dalam istana Chigaza. Semua bisa Alan rasakan dengan sendirinya.


"Jenderal Demon memang luar biasa." Alan bergumam dan tersenyum dengan puas. Dirinya beruntung bisa mendapatkan jiwa Demon yang bisa membuat Shadow Zonenya berpuluh puluh kali lipat lebih luas.


"Selamat Tuan..." Flyin memberikan selamat kepada Tuannya tersebut karena telah berhasil memperkuat Shadow Zone.


"Jangan terlalu senang dulu Flyin. Ada beberapa hal yang mesti kita urus terlebih dahulu di istana ini."


"Anda benar Tuan. Mari kita selesaikan segera." Flyin yang bisa membaca isi pikiran Alan tentu paham dengan apa yang Alan pikirkan. Mereka berdua pun melangkahkan kaki mereka untuk meninggalkan ruangan tempat mereka berada, menyisakan kursi yang terbuat dari tulang untuk perlahan hancur dengan sendirinya.

__ADS_1


__ADS_2