
"Akan aku buat kamu menjadi arang!" Teriak Fire Blade sembari membesar api tubuhnya. Mencoba membakar belati beserta tangan milik sosok di hadapannya.
"Api seperti ini akan menjadikanku arang?" Alan tertawa geli, meskipun api yang dimiliki oleh Fire Blade tergolong panas. Namun api merah milik Rendemiz masih kalah panas dari api hitam putih milik Chiro. Alan sudah terbiasa berlatih menahan panasnya api hitam putih milik Chiro dengan Shadow Zonenya. Panas api merah milik Fire Blade tentu tidak akan bisa membakar dirinya. Apalagi The Forgotten Dagger, perlu api neraka yang sesungguhnya untuk bisa melelehkan The Forgotten Dagger yang merupakan senjata milik Satan menjadi besi cair.
"Kau..."
Fire Blade mengarahkan tangan satunya ke arah kepala Alan. Mencoba membungkam mulut besar milik Alan.
Stab...
Tangan Fire Blade yang berselimut api di tahan dengan tangan Alan yang terselimuti aura hitam. Shadow Zone menjaga tangan Alan agar tidak terbakar oleh tangan api Fire Blade.
Bruuk...
Tendangan dari kaki kanan Alan memaksa Fire Blade untuk terpental mundur. Membuat Fire Blade kini harus menyeimbangkan tubuhnya di samping Gina.
"Guild Master..." Gina mencoba membantu Fire Blade menyeimbangkan badannya, namun dirinya segera teringat jika dirinya akan terbakar jika menyentuh tubuh Fire Blade.
"Kenapa? Terkejut aku tidak terbakar?" Suara provokasi kembali keluar dari mulut Alan.
"Sial... Aura hitam itu melindunginya dari apiku..." Keluh Fire Blade yang menyadari apa yang telah Alan lakukan.
"Seranganku tadi bisa menembus aura hitam miliknya... Namun dia bisa menangkisnya dengan mudah..."
"Benarkah? Bagus kalau begitu... Bantu aku dari belakang. Aku yakin kita masih bisa mengalahkannya." Fire Blade kembali bersemangat, mendengar serangan panah Gina bisa menembus aura hitam yang bahkan tidak bisa dirinya tembus. Dirinya hanya perlu membuat sibuk sosok berjubah hitam di hadapannya, dan Gina pasti akan bisa mendapatkan satu peluang untuk mendaratkan serangan yang mematikan.
"Baik Guild Master..." Meskipun panah birunya hanya tersisa 3 buah, Gina tetap menuruti kemauan Guild Masternya. Dirinya masih bisa mendapatkan kembali panah biru di pasar gelap New World. Namun berbeda dengan harga diri RnP Guild, tentu tidak akan ada yang menjual suatu hal bernama harga diri.
"Twin Dragon Fire!"
Fire Blade mengacungkan kedua tangannya ke depan. Dan seketika muncul dua pilar api yang keluar dari bawah tanah. Perlahan namun pasti, ujung pilar api tersebut membentuk sebuah kepala Naga. Menjadikan kedua pilar api tersebut sebagai pengiring Fire Blade untuk ikut bertempur dengan Alan.
Semua anggota RnP Guild pun langsung menjauhi lokasi bertarung Alan dan Guild Master mereka. Tidak ingin menjadi suatu bahan bakar tambahan untuk api Fire Blade.
"Kita lihat... Seberapa besar mulut yang kamu miliki..." Fire Blade membuat dua buah pedang api dari apinya dan maju menyerang Alan. Dua buah naga api pun ikut maju menyerang Alan.
Thang...
Thang...
Pertukaran serangan antara kedua belati Alan dan pedang api Fire Blade menimbulkan hempasan angin yang begitu kuat. Sesekali kedua naga api pun ikut menabrakkan diri mereka ke tubuh Alan. Mencoba membakar Alan dengan tubuh api mereka.
"Lumayan juga..." Harus Alan akui... Kekuatan yang dimiliki oleh Fire Blade memang di atas rata rata. Jika saja dirinya tidak memakai Shadow Zone, pasti dirinya sudah hangus terbakar sedari tadi.
"Tapi seperti ini belum cukup bagimu untuk mengalahkanku!" Alan melebarkan Shadow Zone. Mengatur Shadow Zone agar membuat tekanan yang begitu berat bagi Fire Blade dan kedua naga apinya.
"Tubuhku..." Fire Blade merasakan dampak perubahan pada tubuhnya. Tubuhnya terasa kaku dan sulit untuk digerakkan. Seakan akan dirinya sedang dihimpit batu besar di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
Tidak mau berlama lama, Alan langsung berganti menyerang Fire Blade. Memanfaatkan situasi yang ada, Alan langsung mengarahkan The Forgotten Dagger ke leher Fire Blade.
Thang...
Laju belati Alan terhenti oleh sebuah panah biru yang menyasar kepala Alan. Jika saja Alan tidak tepat waktu menangkis panah tadi, mungkin kepalanya sudah tertancap panah biru milik Gina.
"Dia memang merepotkan...." Gumam Alan sembari mengalihkan sasarannya kepada Gina terlebih dahulu. Seorang Archer yang terlatih memang akan sangat menyulitkan jika menjadi seorang back up serangan.
"Lawanmu aku!" Fire Blade memaksakan tubuhnya untuk bergerak secara normal. Dirinya harus membuat kerapatan api di dalam tubuhnya hingga menjadi begitu renggang untuk mengurangi efek tekanan yang menghimpit tubuhnya.
Namun tentu saja... Hal yang dilakukan oleh Fire Blade memiliki efek pada apinya. Panas tubuh apinya kini menurun lebih dari setengahnya, membuat apinya kini tidak terasa panas sedikitpun bagi Alan.
Thang...
Thang...
"Sepertinya panas api mu menurun? Apa kamu sudah tidak berniat menjadikanku arang?" Alan yang merasakan perubahan suhu pada serangan Fire Blade kembali memprovokasi lawannya. Memberikan tambahan amarah yang tentunya akan menganggu konsentrasi bertarung lawannya.
"Diam kamu!" Balas Fire Blade yang tidak terima dengan hinaan Alan. Ingin sekali dirinya membakar mulut besar sosok berjubah hitam di hadapannya tersebut. Namun dirinya sadar, memaksakan untuk merapatkan api di dalam tubuhnya bukanlah suatu hal yang bijak.
"Apa bisa aku akhiri sekarang?" Tanya Alan sembari melompat ke belakang dan mengambil busur panahnya dari Dimensional Ring.
"Critical wind Spear!"
Sebuah tombak angin berukuran 10 meter langsung muncul di atas tubuh Alan. Dengan tombak tang begitu runcing, tombak angin tersebut siap meluncur mengincar sasarannya.
"Elemental Body, Full version!"
Kedua naga api yang tadinya terdiam karena pengaruh Shadow Zone langsung bergerak ke tubuh Fire Blade. Bagaikan sebuah tiga buah api yang bersatu menjadi satu, kedua naga api tersebut melebur menjadi satu dengan tubuh api Fire Blade.
Slash...
Boom...
Tombak angin Alan hanya menembus tubuh Fire Blade dan membentur tanah di belakang Fire Blade. Menciptakan sebuah lubang besar di atas tanah akibat serangan Critical Wind Spear dari Alan. Kepulan debu pun langsung menutupi seluruh area pertempuran Alan dan Fire Blade.
"Hahaha... Kamu tidak akan bisa menyerangku kali ini!" Fire Blade tertawa puas, full version elemental bodynya merubah tubuhnya menjadi api seutuhnya. Tidak akan ada yang bisa membunuhnya selama masih ada sedikit api yang menyala.
"Aaaa...." Jeritan dari arah Gina memaksa Fire Blade untuk mencari tahu kondisi Kaptennya tersebut. Terlalu percaya diri akan Elemental Body miliknya membuat Fire Blade melupakan keberadaan Gina. Dan Alan benar benar memanfaatkan situasi yang ada dengan sempurna.
"Gina..." Fire Blade langsung terbang ke arah Gina berada. Menembus gumpalan debu yang menutupi pandangannya.
Fire Blade menghela nafas lega, setelah melihat Gina masih hidup. Namun dirinya juga sedikit kesal, melihat tangan kiri Gina kini sudah terpotong seutuhnya.
"Kau... Dasar rubah licik!" Teriak Fire Blade yang melihat Alan memanfaatkan situasi yang ada untuk menyerang Gina. Dengan terpotongnya tangan kiri Gina, maka Gina akan semakin kesulitan untuk memberikan bantuan serangan. Fire Blade langsung melontarkan pedang pedang api ke arah Alan.
"Licik? Licik terlalu kasar... Pintar memanfaatkan situasi lebih tepat..." Alan menerima serangan yang Fire Blade lancarkan dengan panah anginnya. Membuat semua pedang api yang mengincar dirinya terpencar menjadi api api kecil.
__ADS_1
"Kau tidak apa Gina?" Tanya Fire Blade sembari memeriksa kondisi Kaptennya.
"Ya Guild Master... Untung saja aku masih sempat mengaktifkan skill perlindungan diriku..." Balas Gina pada Guild Masternya.
"Aku masih bisa bertarung Guild Master... Tenang saja..." Gina menambahkan ucapannya tanpa menunggu reaksi dari Guild Masternya. Dirinya tahu betul apa yang menjadi kekhawatiran dari Guild Masternya.
"Kau yakin?"
"Tentu... Meskipun aku sudah tidak bisa menggunakan panahku, tapi aku masih bisa mengandalkan pisau pisau bayanganku."
"Baiklah... Ingat selalu waspada... Dia begitu lihai dalam memanfaatkan kesempatan." Fire Blade mengingatkan Gina sebelum kembali melaju ke arah Alan.
Slash...
Slash...
Setiap tebasan belati yang Alan lancarkan selalu saja menembus tubuh api Fire Blade. Fire Blade sama sekali tidak mencoba menghindari serangan Alan, justru dirinya memang merencanakan hal tersebut. Jika saja seluruh tubuh Alan tidak diselimuti oleh Shadow Zone, mungkin tubuh Alan kini sudah menjadi daging bakar yang gosong.
"Kamu tidak akan bisa menyentuhku... Kita lihat... Seberapa lama kamu bisa mempertahankan pelindung hitammu itu." "Saat pelindungmu menghilang, maka tubuhmu akan terbakar oleh apiku... Hahaha..."
Alan sedikit terkesima dengan apa yang Fire Blade tunjukkan. Baru kali ini dirinya menghadapi suatu player yang memiliki tubuh tak tersentuh seperti Fire Blade.
Belum lagi sosok Gina yang tetap berdiri di kejauhan. Walaupun hanya berdiri dengan tenang, namun Gina berkali kali menyerang Alan dengan pisau yang terbuat dari bayangan. Memaksa Alan harus menangkis setiap pisau bayangan Gina dengan belatinya. Karena Shadow Zone tidak bisa menghalau serangan bertipe bayangan seperti milik Gina.
"Menyerahlah... Dan terima nasib kematianmu!" Fire Blade menyerang Alan dengan membabi buta. Shadow Zone milik Alan pun terpaksa harus terus bekerja untuk menghalau setiap api yang mencoba membakar tubuhnya.
"Harus ku akui... Kekuatanmu memang merepotkan. Tapi kamu lupa satu hal..." Alan tetap tidak kehilangan ketenangannya. Meskipun keadaannya terlihat terdesak, namun itu hanya karena Alan belum mengeluarkan seluruh kemampuannya.
"Besar mulut kamu setan..." Fire Blade sudah benar benar kehilangan kesabarannya, ingin sekali dirinya membungkam mulut besar milik sosok bertudung hitam di hadapannya.
"Full Option!"
Wuing...
Aura kegelapan milik Alan menyebar ke segala penjuru hingga menutupi sebagian besar wilayah pertarungan. Tempat Fire Blade dan Gina berdiri pun ikut tertutupi wilayah Shadow Zone.
"Apa ini?" Fire Blade tidak merasakan adanya perubahan yang terjadi. Dirinya sempat dibuat takut dengan aura kegelapan yang menutupi dirinya dan Gina.
Barulah setelah beberapa saat, Fire Blade mulai merasakan efek yang terjadi. Perlahan lahan tubuh apinya mulai padam dengan sendirinya. Seakan akan tubuh api Fire Blade sedang kehabisan bahan bakar.
"Api mu tidak akan bisa menyala jika tanpa udara. Dan aku sudah menghilangkan semua udara di sekitarmu. Hanya tinggal menunggu waktu saja sampai tubuh api milikmu padam dengan sendirinya."
"Apa?" Fire Blade benar benar tidak mengira jika akan ada suatu tekhnik Crowd Control seperti itu. Dirinya juga tidak menyangka sama sekali, jika salah satu hukum fisika ikut bekerja di dalam New World.
Fire Blade mulai panik, tubuh apinya semakin lama semakin padam dengan sendirinya. Dirinya langsung mencoba keluar dari wilayah area Shadow Zone agar tubuh apinya dapat menyala lebih besar lagi.
"Mau lari?"
__ADS_1
Alan mengangkat tangan kanannya, dan seketika bayangan Fire Blade langsung naik dari atas tanah dengan sendirinya. Merambat dari bawah kaki hingga ke atas paha. Mengikat Fire Blade yang sedang mencoba lari dari Shadow Zone.