
"Kalian siap?" Tanya Alan pada ketiga rekannya tersebut.
"Aku kira kamu akan membatalkan rencana ini..." Balas Selene dengan sedikit sewot. Selene sudah berkali kali mempertanyakan kepada Flyin kapan mereka akan mulai bergerak, namun jawaban Flyin selalu sama. Mereka akan mulai bergerak setelah Alan memberi perintah.
"Bawa ini di masing masing kalian. Kita buat mereka tidak bisa lari satupun!" Alan menyerahkan benda kecil berbentuk piramida kepada masing masing Demon di hadapannya.
"Ini..." Selene sedikit terkejut melihat apa yang Alan berikan kepadanya. Dirinya tahu betul kegunaan dari benda kecil yang diserahkan oleh Alan.
"Benar... Aku mendapatkannya dari Istana Chigaza. Ini akan berguna untuk kali ini." Jawab Alan dengan polosnya.
"Menyebar dari berbagai sisi. Kita serang mereka dari beberapa sisi. Ingat! Pakai pil yang aku berikan pada kalian. Kalian terlalu berharga untuk sekedar mati demi melawan para Angel itu!"
"Siapa pula yang mau mati?" Dengus Selene sembari melompat dari atas balkon Istana Kerajaan Demon God. Meninggalkan Alan beserta kedua Demon lainnya yang masih tetap berada di posisinya.
"Apa aku salah bicara?" Tanya Alan polos pada Flyin dan Rendemiz.
"Jangan diambil hati... Dia memang seperti itu..." Jawab Rendemiz yang ikut melompat dari atas balkon Istana Kerajaan Demon God.
"Dia benar Tuan... Dia jauh lebih baik dari pada sikapnya yang ditunjukkan." Flyin memegang bahu Tuannya tersebut. Flyin bisa membaca isi pikiran Selene. Dan dirinya tahu betul jika sebenarnya Selene begitu mengagumi sosok Alan. Hanya saja Selene tidak pernah mau mengakuinya. Karena baginya dirinya jauh lebih baik daripada sosok pria manapun selain ayahnya. Itulah sebabnya Selene memiliki kelainan secara seksual selama ini.
"Hah... Sudahlah... Wanita memang selalu sama saja..." Gumam Alan pelan tidak mau mempermasalahkan lebih jauh. Mau itu NPC atau player, wanita tetap wanita. Perlu usaha ekstra keras untuk bisa memecahkan isi pikiran suatu makhluk bernama wanita. Karena pikiran wanita tidak sesederhana 1 ditambah 1 sama dengan 2. Ada libatan suatu emosi yang membuat pikiran wanita menjadi 1 ditambah 1 sama dengan 3.
"Ayo Chiro!" Alan memberi aba aba pada Chiro untuk bersiap.
Kwaaak...
Alan pun mengeluarkan aura kegelapan yang segera saja dihisap oleh Chiro. Chiro pun tumbuh menjadi satu sosok Naga hitam putih dewasa.
"Yosh... Kita berangkat!" Alan menaiki punggung Chiro, dan mulai mengaktifkan Shadow Zone. Mengatur agar tubuhnya dan Chiro tidak bisa dilihat dengan kasat mata.
Perlahan tapi pasti Chiro pun terbang mendekati Kuil Cahaya. Meskipun dijaga oleh ribuan Angel, tidak ada rasa takut sedikitpun yang dipancarkan dari sorot mata Chiro. Seakan akan Chiro sudah tahu, jika ribuan Angel yang akan menjadi lawan mereka bukanlah suatu ancaman yang berarti.
"Sepertinya mereka sudah berada di posisi mereka Chiro..." Ajak bicara Alan pada Chiro yang terus berputar putar terbang di atas Kuil Cahaya.
__ADS_1
Kwaaak...
"Mari kita mulai..."
"Prison Dimension activated!" Teriak Alan sembari mengangkat tangannya yang memegang piramida kecil. Sebuah cahaya hitam langsung keluar dari dalam piramida kecil yang Alan pegang.
###
Tara tersenyum puas melihat para Angel terbang melayang di sekitar Kuil Cahaya. Bagaikan membentuk sebuah candi. Ribuan Angel kini terbang mengelilingi Kuil Cahaya. Mereka menjaga Kuil Cahaya dari segala arah, utara, selatan, barat, timur, atas. Hanya bagian bawah saja yang tidak terjaga, mengingat adanya tanah yang menjadi penopang bangunan Kuil Cahaya.
Memang ada kemungkinan akan adanya serangan dari bawah tanah, namun hal seperti tidak perlu dipikirkan. Memerlukan Elementalist tanah atau player special Class bertipe tanah yang begitu kuat untuk bisa menembus tanah di bawah Kuil Cahaya.
Semua karena tanah di bawah Kuil Cahaya telah disegel dengan sihir cahaya oleh Tara. Dan Tara cukup percaya diri, tidak ada Elementalist tanah yang cukup kuat untuk bisa sekedar menggerakkan tanah di bawah Kuil Cahaya.
Satu satunya kemungkinan akan serangan ke Kuil Cahaya hanya dari atas tanah, dan para Angel pasti akan segera mengatasi serangan yang datang. Tidak ada jalan bagi para Demon untuk sekedar mendekati Kuil Cahaya. Bukan hanya Demon, lalat pun pasti tidak akan bisa mendekati Kuil Cahaya yang dijaga para Angel dengan begitu ketat.
"Kamu lihat? Aku yakin mereka akan berpikir ulang untuk menyerang Kuil ini..." Kata Tara pada Toni yang berdiri di belakangnya. Pandangannya terus lurus ke depan, memandang para Angel yang terbang melayang di sekitar Kuil Cahaya.
"Hahaha... Berapa pun jumlah mereka... Para Angel pasti bisa menghadapinya. Apalagi ada Angel tingkat tinggi di sini." Tara tetap tidak menghiraukan peringatan dari Toni.
"Ya... Semoga yang kita takutkan tidak terjadi..." Gumam Toni secara perlahan. Firasatnya berkata buruk untuk pertempuran yang akan dirinya hadapi kali ini. Ditambah lagi dirinya tidak ditemani oleh Red Ascend dalam pertempuran kali ini.
May atau Red Ascend belum sekali pun log in setelah kejadian di dojo dua hari yang lalu. Walaupun hubungan mereka berdua telah kembali normal. Namun Toni bisa mengerti, Red Ascend masih memerlukan waktu untuk sekedar menenangkan diri.
Lamunan Toni akan Red Ascend pun langsung terhenti, pandangannya kini terarah pada satu titik hitam di atas langit.
"Apa itu?" Toni menyipitkan matanya. Mencoba melihat lebih jelas ke arah satu titik hitam yang ada di atas Kuil Cahaya.
[Prison Dimention. Suatu item yang bisa digunakan untuk mengisolasi suatu daerah dari dunia luar.]
'Prison Dimention?'
Toni langsung mengerutkan dahi mendengar penjelasan dari Joker mengenai titik hitam di atas Kuil Cahaya. Jika memang benar itu adalah Prison Dimension, maka Kuil Cahaya nantinya akan terisolasi dari dunia luar. Dan tidak akan ada yang bisa keluar masuk secara bebas.
__ADS_1
Belum lagi Toni selesai dengan pemikirannya, titik hitam di atas Kuil Cahaya langsung menyebarkan beberapa garis hitam. Tiga garis hitam menyebar ke beberapa arah hingga akhirnya menyentuh tanah. Sebuah piramida tiga kaki terbentuk setelahnya. Dan bagaikan tertutup sebuah kubah hitam, langit terlihat hitam jika dilihat dari bangunan Kuil Cahaya.
[Player berada di dalam Prison Dimension, komunikasi dari dunia luar akan terputus. Player tidak bisa log out selama berada di dalam Prison Dimension.]
"Ini gawat... Kita benar benar telah dikurung!" Toni memperingatkan Tara akan kondisi mereka saat ini. Jika mereka benar benar telah terkurung, maka musuh mereka memang telah merencanakan seperti ini.
"Lalu kenapa? Biarkan mereka datang..." Suara arogan Tara tetap saja terdengar, meskipun Toni sudah memperingatkan dirinya.
Duar...
Belum juga Toni menjawab suara arogan Tara, bagian atas Kuil Cahaya telah mendapat serangan. Angel Angel yang tadinya terbang mengelilingi Kuil Cahaya mulai berjatuhan satu persatu.
"Hati hati... Serangan datang!" Teriak Toni agar semua orang waspada akan serangan yang akan datang.
Duar...
Duar...
Serangan berkali kali datang dari beberapa sisi. Membuat Toni harus terus berputar putar untuk memastikan asal serangan.
"Sial... Dimana mereka? Kenapa tidak terlihat?" Toni mengumpat sendiri, melihat para Angel yang berjaga jatuh satu persatu tanpa diketahui penyebabnya.
"Benar juga..." Toni teringat jika dirinya memiliki Joker di sampingnya. Senjata andalan sahabatnya tersebut kini bisa dirinya gunakan untuk mendeteksi keberadaan musuh musuhnya.
'Joker... Identifikasi musuh yang ada!'
[Scanning area. Identifikasi objek. Meneliti hasil identifikasi.]
Joker langsung menampilkan peta di sekitar Kuil Cahaya lengkap dengan titik titik berwarna merah dan biru. Dari sekali melihat Toni bisa tahu jika titik biru adalah titik untuk menunjukkan para Angel, mengingat jumlahnya ada ribuan. Namun yang membuat Toni terheran adalah cuma ada 4 titik berwarna merah di peta yang Joker tampilkan. Itu artinya hanya ada 4 demon yang menyerang Kuil Cahaya.
"Apa mereka gila?" Toni tidak habis pikir, jika yang menyerang Kuil Cahaya hanya 4 Demon. Mau sekuat apapun, keempat Demon itu nantinya pasti akan kehabisan stamina jika bertarung melawan ribuan Angel yang melindungi Kuil Cahaya.
"Baiklah... Giliran kita yang menyerang mereka!" Toni mulai menggerakkan anggota Light Guardian untuk menghabisi para Demon yang menyerang Kuil Cahaya.
__ADS_1