
"hahaha... lihat... betapa mudahnya mencari uang..." seorang swordman berlevel 48 bernama senzu memegangi kepala salah satu penduduk. dilemparkannya kepala itu pada tumpukan kepala yang menumpuk di salah satu desa. lebih dari 25 kepala dari pria pria di desa tersebut tergeletak, terpisah dari tubuh mereka. tangisan, teriakan para wanita dan anak anak yang kehilangan suami maupun ayah mereka pun pecah di seluruh desa tersebut.
"benar... kerajaan tidak akan tahu kalau kepala kepala ini hanyalah kepala warga biasa... kita hanya perlu menyerahkannya pada kerajaan dan uang langsung akan datang ke kita... hahaha..." seorang archer berlevel 47 bernama firebow menimpali ucapan dari senzu.
senzu dan fire arrow merupakan anggota dari kelompok 10 orang. mereka berdua adalah anggota terkuat dari kelompok mereka. setelah pengumuman dari kerajaan south mountain keluar. mereka bersepuluh langsung bergerak untuk mencari pasukan revolusi demi mendapatkan gold.
namun tidak mereka sangka, mencari pasukan revolusi sama sulitnya dengan mencari jarum di dalam tumpukan jerami. alhasil mereka pun membantai penduduk lokal dan mengakuinya sebagai pasukan revolusi.
namun karena mereka bersepuluh terlena dengan gold yang akan mereka dapatkan, mereka tidak menyadari jika di samping firebow telah berdiri seseorang.
seseorang dengan jubah berwarna biru langit yang sangat tenang, namun tatapan mata orang tersebut tidak menunjukkan ketenangan sama sekali.
"benar... kerajaan tidak akan mengetahui kalau kepala kepala ini hanyalah kepala warga biasa, karena kepala ini tidak akan pernah sampai di kerajaan south mountain!" bisik pria tersebut pada firebow.
firebow tentu langsung terkejut mendapati ada orang yang tiba tiba berdiri di sampingnya. terlihat tatapan mata penuh amarah keluar darinya, menusuk kedalam tulang firebow.
"siapa kamu?" firebow langsung mencoba melompat menjauhi pria tersebut. namun belum sampai firebow berhasil menjauh, sebuah pedang telah menancap tepat di jantungnya. firebow pun langsung tergeletak di tanah dengan tatapan mata yang masih terbuka, tidak percaya dengan apa yang telah terjadi.
"siapa kamu? kenapa tiba tiba menyerang kami?" senzu tentu terkejut dengan kematian firebow yang tiba tiba. firebow adalah orang terkuat kedua setelah dirinya di dalam kelompoknya. tidak akan mudah bagi orang biasa untuk membunuh firebow dalam satu serangan.
"aku? namaku AS! apa ada masalah?"
"ke... kenapa kamu menyerang kami? apa alasanmu?" senzu tentu merasa merinding setelah melihat tatapan mata alan yang di arahkan kepadanya.
"apa aku perlu alasan untuk membunuh kalian? sama seperti kalian membunuh warga warga ini..."
senzu merasa dirinya tidak akan menang jika melawan alan. itulah sebabnya senzu menciba untuk membuka negosiasi dengan alan. "dengar bro... jika kepala kepala itu yang kamu inginkan... kamu bisa membawanya. kami ikhlas memberikannya padamu."
"begitu..." alan tampak berpikir setelah mendengar perkataan dari senzu yang seakan tidak ingin bertarung dengannya.
"bagaimana jika aku ingin kepala kalian? apa kalian juga akan memberikannya begitu saja?" alan menatap senzu dan kelompoknya dengan dingin lagi, bahkan dirinya sedikit tersenyum.
"jangan berlagak kamu bocah! kamu pikir kamu siapa... ha?" senzu merasa sangat terhina dengan perkataan alan tadi. dirinya pun langsung melancarkan serangan cepat ke arah alan.
thang...
thang...
__ADS_1
thang...
pedang alan dan senzu berbenturan beberapa kali. bagi orang biasa mungkin tampak jika pertarungan itu seimbang, padahal alan menahan diri kala itu, bahkan alan belum mengeluarkan separuh kekuatannya. dirinya ingin mengukur atributnya dengan player lain.
"lumayan... tidak buruk..." alan tersenyum mendapati atributnya jauh lebih unggul dengan player lainnya.
"maksudmu?" senzu semakin terhina. dirinya telah menyerang alan dengan full atributnya, namun hanya dibilang lumayan oleh alan.
"kita lihat apa kamu masih bisa tersenyum setelah melihat ini!" senzu mundur beberapa langkah dari posisi sebelumnya. diangkatnya pedangnya ke atas dengan kedua tangannya.
"thunder slash!"
petir langsung menyambar ke pedang senzu. namun bukannya mati karena terkena petir, tubuh senzu malah diliputi listrik. pedangnya pun langsung bersinar keunguan, dengan listrik di sekujur pedang tersebut.
"rasakan ini!" senzu menebaskan pedangnya ke arah alan. gelombang energi berselimut listrik pun langsung mengarah ke alan.
"apa ini skill terkuatmu?" alan tersenyum sinis melihat serangan yang datang kepadanya. dirinya bisa melihat jumlah damage yang akan diterimanya jika dirinya terkena serangan itu secara langsung berkat bantuan joker.
"critical wind spear!"
tombak angin muncul di atas alan dan langsung meluncur ke arah serangan senzu.
hembusan angin tercipta ketika serangan itu berbenturan. membuat kepulan debu beterbangan kemana mana. pemain lain dari kelompok senzu pun tidak bisa melihat apa yang terjadi, namun mereka bisa melihat sebuah bayangan hitam terpental dari tempat senzu berdiri. bayangan hitam itu meluncur dengan cepat sampai membentur rumah warga. rumah warga pun sampai runtuh karena terkena bayangan hitam tersebut.
begitu kepulan debu menghilang, mata dari semua pemain di kelompok senzu benar benar ingin keluar dari matanya. mereka bisa melihat tubuh senzu tertancap di dinding rumah, dengan sebuah tombak angin yang masih menancap tepat di jantungnya. tombak angin itu pun perlahan pudar dan menghilang, tubuh senzu pun tergelatak di tanah.
"la... la... lari!" teriak salah satu pemain untuk mengingatkan teman temannya jika mereka kini berhadapan dengan orang yang tidak bisa mereka hadapi.
"lari? kalian pikir kalian bisa lari?" alan tiba tiba sudah muncul di hadapan semua pemain yang tersisa untuk menghadang jalan lari mereka.
"ka... kau..."
"kamu... kamu pikir bisa menang melawan kami semua?" salah seorang pemain mencoba memberi semangat pada teman temannya untuk mengeroyok alan.
"kalian bisa mencobanya..." alan mengangkat kedua bahunya tanda dirinya tidak tahu jawaban dari pertanyaan pemain tersebut. meskipun dalam hatinya dirinya merasa senang karena tidak perlu repot repot untuk mengejar mereka semua.
pekerjaan alan pun akan semakin mudah jika 8 pemain yang tersisa menyerang alan secara bersamaan.
__ADS_1
8 pemain tersebut langsung menyerang alan secara bersamaan. melee class langsung maju ke arah alan, sedangkan range class langsung mengawali serangan dengan serangan jarak jauh.
alan tentu tidak kesulitan menghadapi melee class yang maju ke arahnya, hanya saja lan perlu menyesuaikan langkahnya agar tidak terkena serangan dari para range class.
thang...
thang...
slash...
"ahh...."
"ahh...."
teriakan demi teriakan dari ke 6 melee class yang maju ke arah alan terdengar pilu. alan tidak langsung menghabisi mereka, namun menyiksa mereka terlebih dahulu secara perlahan. alan ingin memberikan rasa sakit yang bakal mereka ingat karena telah membunuh para warga secara brutal.
tidak sampai 5 menit pertarungan berlangsung, alan sudah membuat ke 6 melee class tersebut kehilangan kaki mereka. membuat ke 6 melee class tersebut tidak bisa bergerak lagi.
"bagus... tinggal kalian berdua..." alan menatap kedua player range class dengan tatapan sadis. kedua player range class tersebut langsung berbalik arah dan lari.
tidak ingin membuang tenaga terlalu banyak alan mengeluarkan panahnya. di arahkannya dua anak panah sekaligus ke arah kedua player tersebut.
ciu...
jleb... jleb...
kedua panah tersebut tepat menancap di kepala kedua player tersebut. membuat semua pemain melee class membuka mulutnya lebar lebar.
"ampun... ampuni kami..." salah seorang player mencoba meminta belas kasihan alan setelah mendapat penyiksaan dari alan.
"cuih... apa kalian juga memberi ampun pada pria pria yang kalian bunuh tadi?"
muka player tersebut langsung tertunduk malu. tidak dia sangka posisinya akan berada di kondisi yang sama dengan pria pria yang mereka bantai tadi.
"dengar kalian... jika kalian masih melakukan ini lagi. aku akan memburu kalian sampai ujung dunia ini!" alan mengakhiri penderitaan dari ke enam pemain tersebut dengan memenggal kepala mereka dengan pedangnya.
"hah... kadang aku lupa betapa kejamnya dia pada musuh musuhnya..." shoote sun yang melihat dari kejauhan hanya bisa menghela nafas panjang melihat sisi lain dari alan yang begitu kejam.
__ADS_1
"ya... tapi pada dasarnya dia adalah orang yang baik..." freya menimpali perkataan shoote sun.
"ya... dia memang selalu menjaga keadilan..." shoote sun memang tidak meragukan kebaikan alan. namun dirinya takut jika sisi lain dari alan itu akan mendatangkan masalah yang besar pada alan suatu saat nanti.