New World

New World
death in silent


__ADS_3

"manusia fana..." sebuah suara terdengar samar samar di telinga alan.


"siapa disana?" alan melihat ke sekelilingnya. namun hanya kegelapan yang dia dapati.


"manusia fana..."


"apa kau oldus?" alan tentu teringat dengan oldus. hanya oldus seoranglah yang pernah memanggilnya dengan sebutan manusia fana.


"hahaha..." suara tawa itu terdengar jelas sekarang. alan tentu bersiap siaga. dirinya bersiap untuk menarik pedangnya. namun dirinya tidak mendapati pedangnya yang biasanya terlampir di punggungnya.


"oldus adalah salah satu mainanku. aku suka dengan jiwamu yang penuh dengan kebencian." suara tersebut semakin jelas sekarang. namun alan tetap tidak bisa melihat sumber suara itu berasal.


"apa maksudmu? tunjukkan dirimu kalau kamu berani!"


"hahaha... belum saatnya manusia fana. aku akan menunggumu. jadilah mainanku jika kamu ingin kekuatan! hahaha..."


alan langsung terbangun dengan berakhirnya suara tawa tersebut. kepalanya terasa sangat berat karena bangun dengan keadaan terkejut.


"kamu sudah sadar as?" suara shoote sun mengejutkan alan. alan menoleh ke samping dan mendapati senyuman hangat dari shoote sun.


"dimana ini? apa aku mati?" alan tentu bingung. terakhir kali dirinya sadar adalah dirinya sedang bertarung dengan oldus. namun kini dirinya terbangun di atas kasur empuk yang terletak di dalam kamar mewah. tanpa basa basi alan langsung memeriksa jendela statusnya, memastikan apakah dirinya mati saat bertarung dengan oldus.


"kita di kediaman bertholds. bujas sangat berterima kasih pada kita karena telah mengalahkan oldus death king. jadi dia memberikan tempat untukmu beristirahat."


"berapa lama aku pingsan?" alan tentu terkejut mendapati dirinya pingsan di tengah game tapi masih tetap log in. rupa rupanya sambungan new world akan terputus jika pemain mati atau pemain memilih log out. pemain akan tetap dianggap log in jika pemain pingsan di tengah game, karena kerja otak masih tetap bekerja. untung saja alan pingsan di tengah teman temannya, jika dia pingsan dihadapan musuh bisa bisa barang barang alan habis semua.


"hampir sehari penuh kamu pingsan."


alan bernafas lega setelah mendengar penjelasan dari shoote sun. waktu sangatlah berharga untuknya sekarang. alan tentu tidak ingin menghabiskan waktunya untuk tergeletak di atas kasur. waktunya bisa dia gunakan untuk membuat potion ataupun poiton. muka alan semakin cerah saat melihat levelnya yang tidak turun tapi malah naik. kini dirinya telah berlevel 49, sedikit lagi akan naik ke level 50.


"kamu istirahatlah dulu. kalau perlu log out saja dulu. kamu terlalu memforsir otakmu. itulah sebabnya kamu jatuh pingsan." shoote sun yang begitu khawatir dengan kondisi alan memperingatkan alan untuk beristirahat.


"aku sudah baikan kok." alan mencoba untuk bangun dari tempat tidur.


cethak....


"sudahku bilang istirahat!" jitakan kepala dari shoote sun di kepala alan langsung membuat alan tergeletak lemas lagi di atas kasur empuk. hp alan pun langsung turun 10%.

__ADS_1


"kalau kamu pingsan lagi, siapa yang repot?" shoote sun tidak berhenti berkicau setelah menjitak alan. kini alan pun harus menahan rasa sakit dari bekas jitakan di kepala dan suara ocehan di telinganya.


wanita jika tidak dituruti memang lebih mengerikan daripada monster deathman sekalipun. alan pun menuruti perkataan shoote sun dan memilih untuk tidur.


"istirahatlah dulu. nanti malam kita di undang ke pesta juris bertholds. dia akan memamerkan hasil perburuan kemarin di reruntuhan eldisium."


"pesta?"


"iya... tadinya kita tidak diundang. tapi setelah bujas membujuk juris akhirnya kita jadi diundang. bujas beralasan bahwa kitalah yang paling berjasa dalan perburuan kemarin."


alan tentu tersenyum licik mendengar cerita dari shoote sun. dirinya tidak menyangka juris bertholds begitu tidak tahu diri. mengakui telah menaklukan reruntuhan eldisium atas namanya sendiri. padahal tanpa adanya alan dan yang lain. juris bertholds pasti sudah habis dimakan oleh para monster deathman.


melihat alan sudah baikan shoote sun berpamitan untuk log out. dirinya sudah terlalu lama berada di new world karena merawat alan. alan tentu tidak keberatan, malahan alan sangat berterima kasih pada shoote sun telah bersedia merawatnya.


"pesta?" alan berbaring di kasur empuk dengan pikiran yang melayang layang. pikirannya sekarang merancang strategi selanjutnya yang akan dia lakukan.


pada siang hari seorang pelayan datang membawakan makanan ke kamar alan. alan tentu menggunakan kesempatan itu untuk mencari tahu tentang pesta yang akan diadakan oleh juris bertholds nanti malam. pelayan tersebut juga sama sekali tidak curiga terhadap alan. karena bujas telah berpesan pada setiap pelayan untuk memenuhi kebutuhan alan. dari pelayan tersebut alan mendapat informasi bahwa juris akan mengundang kolega koleganya. keluarga besar bertholds yang bertindak sebagai tuan rumah tentu akan mendatangkan semua anggota keluarganya.


pada sore harinya bujas mendatangi kamar alan. bujas berterima kasih pada alan karena telah berjasa besar dalam perburuan di reruntuhan eldisium. bahkan bujas menawari alan untuk menjadi wakilnya. namun alan tentu menolaknya secara halus. alan beralasan bahwa dirinya adalah seorang petualang yang ingin mengelilingi dunia.


bujas pun tidak bisa memaksakan kehendaknya. dirinya pun meninggalkan ruangan alan setelah berpesan pada alan untuk datang ke pesta nanti malam tepat waktu. alan pun berjanji akan datang pada pesta tersebut.


alan bisa melihat setiap koki dan pelayan sedang sibuk mempersiapkan makanan dan minuman untuk pesta nanti malam. alan menyelinap melewati bayangan sedikit demi sedikit untuk mendekat ke makanan yang sudah disiapkan. dengan gerakan cepat alan mencampurkan racun death in silentnya kedalam setiap makanan yang koki buat.


tidak perlu waktu lama bagi alan untuk mencampurkan racun pada setiap makanan. dirinya langsung bergegas kembali ke kamar melalui bayangan untuk bersiap menghadiri pesta. alan tentu sangat berhati hati dalam setiap langkahnya. dirinya tentu ingin membangun alibi yang sempurna untuk semua rencananya.


sesampainya di kamar alan sudah mendapati shoote sun yang sudah kembali log in. shoote sun tentu memasang wajah yang tidak enak untuk dipandang. bibir tipisnya seakan mengerucut seakan membentuk paruh burung.


" darimana kamu? bukannya sudah aku bilang untuk beristirahat?"


alam tentu mencoba menenangkan shoote sun sebelum kemarahan shoote sun bertambah besar. alan menjelaskan tentang rencananya dan apa yang baru saja dia lakukan. kemarahan shoote sun pun akhirnya mereda setelah alan menjelaskan semuanya.


***


"ingat! jangan pernah sekalipun menyentuh makanan!" alan memperingatkan shoote sun sebelum mereka berdua memasuki ruangan pesta.


"iya... aku tahu!" bisik shoote sun. shoote sun berjalan dengan melingkarkan tangan kanannya pada tangan kiri alan. membuat mereka berdua tampak seperti pasangan yang serasi.

__ADS_1


alan dan shoote sun memang tidak memakai baju zirah mereka pada acara ini. mereka berdua mendapat pinjaman baju dari bujas. sangat tidak sopan apabila memakai baju zirah pada acara resmi seperti ini. itulah sebabnya bujas meminjamkan mereka berdua baju untuk pesta malam ini.


"sepertinya kamu terbiasa dengan acara seperti ini?" bisik alan pada shoote sun. alan merasa dirinya sangat tidak nyaman berjalan dengan digandeng oleh seorang gadis cantik. mungkin karena ini adalah kali pertama alan melakukannya.


"bisa dibilang begitu." shoote sun menanggapi dengan santai.


mereka berdua berbaur dengan keramaian pesta. semua tamu undangan yang hadir adalah orang orang penting untuk kerajaan.alan meminta joker untuk menampilkan informasi mengenai setiap tamu undangan yang hadir. hasilnya ada 2 orang lagi selain juris bertholds yang namanya tercatat dalam daftar alan. alan tentu perlu berterima kasih pada juris bertholds karena telah membantunya mempersingkat banyak waktu untuk menyelesaikan misi yang diberikan oleh puteri leony.


alan juga bisa melihat pemain pemain yang kemarin ikut menjadi pengawal juris bertholds turut serta dalam pesta ini. pemain lain tentu tidak mengenali alan, karena alan selalu memakai helm dan tudung kepalanya kemarin. namun pemain lain bisa mengenali shoote sun. melihat alan datang bersama shoote sun, tentu membuat pemain lain tahu kalau alan juga ikut menjadi pengawal juris bertholds kemarin.


"selamat malam hadirin yang terhormat. terima kasih anda semua telah berkenan menghadiri undangan saya." juris bertholds membuka acaranya sendiri. terlihat wajahnya sangat berseri seri. menandakan suasana hatinya sedang diliputi rasa kegembiraan.


tanpa basa basi lebih lanjut juris bertholds langsung menuju ke acara utama. dirinya langsung memamerkan barang barang yang dia dapatkan dari reruntuhan eldisium.


barang barang yang didapatkan oleh juris bertholds terletak di ruang terpisah. juris bertholds secara pribadi mengajak tamu undangan untuk berpindah ke ruangan sebelah, dimana barang barang yang dia dapatkan sudah terpajang rapi disana.


alan, shoote sun dan semua tamu undangan tentu tercengang dengan apa yang mereka lihat. ruangan itu berukuran hampir seukuran lapangan sepak bola, namun ruangan itu seakan tidak sanggup untuk menampung barang barang yang juris bertholds kumpulkan.


terlihat sebuah kotak kaca raksasa yang terisi oleh tumpukan emas. di samping kanan kiri kotak kaca itu juga terdapat rak rak kaca yang terisi oleh beragam senjata dan perlengkapan.


namun yang paling menarik perhatian semua tamu undangan tentu sebuah kotak kaca yang diletakkan di atas panggung. dimana semua orang bisa melihat apa yang diletakkan di dalam kotak kaca tersebut.


sebuah baju zirah hitam yang memancarkan aura kematian terpajang di dalam kotak kaca tersebut. seakan akan baju zirah itu menarik minat setiap tamu undangan untuk mengambilnya dari kotak kaca tersebut. tapi tentu semua itu hanya ada dalam pikiran setiap tamu undangan. pengamanan di kediaman bertholds telah ditingkatkan 10x lipat demi kelancaran acara malam ini. bunuh diri namanya jika ada yang berani mencoba untuk mengambil baju zirah tersebut.


setelah mempersilahkan tamu undangan untuk berkeliling ruangan dan melihat barang barang yang di pajang, juris bertholds mengajak tamu undangan untuk menikmati jamuan yang telah disiapkan. semua orang tentu larut dalam pesta. makanan yang telah disiapkan oleh koki koki kediaman juris bertholds habis tak bersisa.


karena merasa sangat bahagia juris bertholds juga mengajak setiap pengawal dan pelayannya untuk menikmati makanan yang ada. tanpa mereka sadari, mereka telah diajak untuk mati bersama juris bertholds malam itu.


"kenapa racunmu belum bekerja?" shoote sun yang tidak melihat efek dari racun alan tentu bingung. biasanya racun yang dimiliki alan sangatlah frontal. setiap orang yang terkena racun dari alan akan mati dalam hitungan detik.


"jangan terburu buru. ini adalah racun baruku. tujuanku bukan hanya untuk membunuh mereka." senyum licik alan tergambar jelas di bibirnya.


acara pesta pun selesai dan racun alan masih belum juga bekerja. alan dan shoote sun tentu pamit undur diri bersama dengan kepergian setiap tamu undangan. setiap tamu undangan pulang dari kediaman juris bertholds dengan perut kenyang dan perasaan bahagia.


keesokan harinya...


sebuah postingan di forum mengejutkan setiap orang yang membacanya.

__ADS_1


"KELUARGA JURIS BERTHOLDS TELAH DIBINASAKAN!"


__ADS_2