
"Dimana AS?" Ken yang baru saja kembali ke Heaven Throne ingin segera menemui Alan. Apa yang dirinya dapatkan bersama Jack Wilshere perlu Alan ketahui, agar Alan berpikir ulang untuk menyerang perkebunan Violet Cactus milik Sum Flower Guild.
"Dia belum kembali...." Jawab Cleo dengan muka cemasnya. Dirinya takut jika Alan tertangkap ketika mencari informasi. Melihat sifat Alan yang begitu nekat, Cleo takut jika Alan terlalu masuk ke dalam perkebunan hingga akhirnya dirinya tertangkap.
"Bocah bodoh... Apa dia tertangkap?" Jack Wilshere mengumpat sendiri. Tertangkap oleh penjaga perkebunan sama saja dengan gagalnya rencana yang telah mereka susun.
"Kalau dia tertangkap baguslah... Rencana ini berarti gagal..." Ken justru merasa senang, dirinya sudah kehilangan harapan ketika melihat apa yang ada di dalam perkebunan tadi.
"Bagus menurutmu! Tapi tidak untuk kita..." Jack Wilshere langsung menyanggah perkataan Ken. Memang seperti Ken, dirinya juga memiliki harapan yang tipis untuk bisa menghancurkan perkebunan Violet Cactus. Tapi dirinya tetap menolak untuk mengubur harapannya hidup hidup. Lebih baik memiliki sedikit harapan daripada tidak sama sekali bukan?
"Ada apa ribut ribut?" Alan memasuki Heaven Throne, dirinya bisa melihat jika Ken dan Jack Wilshere sedang bersitegang.
"Syukurlah..." Heaven Sins menjadi yang pertama bereaksi akan kemunculan Alan. Dirinya benar benar bersyukur Alan kembali tanpa tertangkap oleh para penjaga.
"Apa ada yang aku lewatkan?" Alan justru bertanya tanya, dirinya hanya terlambat satu jam dari waktu yang ditentukan untuk berkumpul. Tapi reaksi keempat orang tersebut nampak begitu berlebihan.
"Sebaiknya kamu memikirkan ulang rencana penyerangan ini." Ken langsung tanpa basa basi. Bagi dirinya rencana penyerangan perkebunan Violet Cactus ini terdengar begitu konyol.
Perkebunan Violet Cactus tidak cocok untuk disebut sebagai perkebunan lagi. Lebih tepatnya perkebunan tersebut lebih cocok disebut sebagai benteng yang memiliki kebun luas. Tidak tanggung tanggung, Ken mendapati ada puluhan meriam sihir di dalam perkebunan tersebut. Ditambah lagi jumlah para player yang berjaga di tempat tersebut. Ken benar benar dibuat gila dengan rencana Alan untuk menyerang perkebunan tersebut.
__ADS_1
"Memangnya ada apa? Kenapa kamu begitu cepat berubah pikiran?" Alan mengerutkan dahi. Baru tadi pagi Ken begitu bersemangat untuk mendapatkan member eksklusif dari Heaven Throne, namun kini dirinya begitu cepat berubah pikiran.
"Sebaiknya kamu melihat ini..." Ken mengirimkan gambar gambar yang dirinya ambil bersama Jack Wilshere tadi kepada Alan memalui pesan sistem.
"Hem..." Alan melihat semua gambar yang dikirim oleh Ken. Sebagian besar gambar yang dikirim oleh Ken sudah dirinya lihat dari udara tadi.
"Lalu apa yang kalian peributkan?" Alan memasang wajah polosnya, bagi dirinya apa yang dilaporkan oleh Ken merupakan suatu hal yang wajar. Tidak mungkin Sun Flower Guild tidak memberikan penjagaan ekstra pada sumber penghasilan mereka.
"Apa?" Ken melotot sekencang kencangnya. Tidak menduga jika Alan hanya akan bersikap begitu wajar setelah melihat gambar gambar yang dirinya kirimkan. "Apa kamu tidak memikirkan keberhasilan rencana penyerangan ini? Kamu tahu berapa besar kemungkinan kita bisa menembus pertahanan mereka? Nol besar AS!"
"Kamu terlalu melebih lebihkan..." Alan memilih untum tidak menanggapi Ken lebih jauh. Dirinya lebih memilih untuk mengambil satu ruangan kosong untuk melanjutkan persiapan penyerangan. "Jangan ganggu aku... Istirahatlah jika kalian ingin istirahat... Kita akan menyerang mereka besok tepat tengah malam." Pesan Alan sebelum dirinya tertelan pintu yang membatasi dirinya dan ruangan tempat yang lainnya berkumpul.
"Dia benar benar gila..." Gumam Ken yang merasa saran dari dirinya tidak didengar sama sekalu oleh Alan.
Sementara Cleo dan Heaven Sins hanya tertawa pelan. Mereka justru begitu penasaran dengan seseorang bernama AS tersebut. Meskipun hanya dengan bersikap seperti itu, Alan sudah berhasil memberikan sebuah kejutan untuk mereka.
###
Untuk menghadapi musuh dalam jumlah yang begitu masif, suatu skill dengan daya penghancur berskala besar sangatlah diperlukan. Dan Alan sama sekali tidak memiliki skill semacam itu. Semua skill yang dirinya miliki memang memiliki kekuatan yang hebat, tapi suatu kemustahilan bagi Alan untuk bisa membunuh ratusan player dengan satu serangan skill miliknya.
__ADS_1
Karena satu hal itu, Alan perlu menyiapkan satu hal, yaitu racun. Racun sangatlah berguna jika digunakan dalam peperangan, hanya saja racun adalah jenis serangan yang tidak memandang kawan ataupun lawan, apalagi racun yang berbentuk gas. Siapapun yang terkena racun, pasti akan langsung terkena efek dari racun tersebut.
'Joker... Tampilkan semua daftar racun paling mematikan!'
[Menetapkan filter. Menggali informasi di data base. Menampilkan hasil.]
Joker menampilkan semua racun dengan daya mematikan paling besar, terlihat ada sekitar lima belas racun yang bisa membunuh musuh dalam satu menit. Dari semua racun tersebut, semuanya adalah racun dengan level mithic poison ke atas. Perlu seorang Master Alchemist untuk bisa membuat semua racun sekelas itu.
"Ahh... Aku benar benar kurang latihan dalam Alchemist." Alan hanya bisa menghela nafas panjang ketika melihat status skill Alcemist miliknya masih dalam tahap Advance Alchemist, tinggal satu langkah lagi dirinya bisa mencapai level Master Alchemist.
Setahun lebih dirinya ada di Dunia Abyss, dirinya terlalu terfokus pada kemampuan Shadow Zone miliknya. Padahal di dunia Abyss dirinya bisa mendapatkan begitu banyak sumber daya tanaman yang tidak bisa didapatkan di Main World. Tapi Alan hanya memilih untuk menyimpannya, hanya sesekali dirinya menggunakan skill Alchemistnya. Itupun ketika dirinya sedang belajar tentang Alchemist bersama Azazel.
"Tidak ada salahnya aku mencoba membuatnya..." Meskipun kemungkinan berhasilnya akan kecil, Alan tetap berusaha membuat salah satu racun berkelas mithic poison. Selama dirinya memiliki bahan yang dibutuhkan, kenapa dirinya tidak mencoba membuatnya?
Dengan satu kibasan tangan, keluarlah bahan bahan yang Alan butuhkan dari Dimensional Ring miliknya. Untung saja Dimensional Ring bisa mengawetkan bahan bahan Alchemist, sehingga mau disimpan berapa lama pun tidak akan rusak bahan bahan Alchemist milik Alan.
Larutlah Alan dalam proses pembuatan poison, hal yang sudah lama sekali tidak dirinya lakukan dalam beberapa bulan belakangan ini. Detik berganti menit, menit berganti jam. Semua hitungan waktu Alan lewati dengan penuh ketekunan.
"Ahh.... Biasanya dia selalu menemaniku jika aku sedang seperti ini..." Keluh kesah Alan di sela sela dirinya membuat poison. Seringnya gagal menghasilkan poison yang dirinya inginkan, membuat dirinya teringat kenangan bersama Shoote Sun ketika dirinya membuat poison dulu.
__ADS_1
Biasanya Shoote Sun akan langsung menyemangati dirinya ketika dirinya gagal dalam proses pembuatan poison.
"Ya...Ada atau tidaknya dia yang menyemangati diriku, aku tetap harus bisa..." Gumam Alan perlahan, dirinya tidak bisa menyalahkan siapapun selain diri sendiri. Karena masih belum berani untuk bertemu Shoote Sun sekali lagi. Dirinya masih belum tahu, apa yang akan dirinya katakan pada gadis itu nantinya.