New World

New World
Shadow Zone


__ADS_3

'Joker... Kamu bisa identifikasi kekuatan special yang ada di Shadow Bloodku?'


[Mengidentifikasi objek.


Menganalisis hasil.]


[Shadow Zone.]


Setelah kepergian Flyin, Alan langsung meminta Joker untuk mengidentifikasi Shadow Blood yang mengalir di dalam tubuhnya. Joker pun langsung menampilkan hasil identifikasinya. Bukan masalah berarti bagi Joker untuk mengidentifikasi Shadow Blood yang mengalir di dalam tubuh Alan. Itu semua karena Joker memiliki seluruh informasi yang ada di New World. Alan tinggal bertanya apa yang dirinya ingin ketahui, dan Joker pasti langsung akan menjawabnya.


'Shadow Zone? Apa itu?'


[Shadow Zone adalah kekuatan special yang dapat menciptakan zona bayangan di sekitar pemilik kekuatan. Pemilik kekuatan mampu mengontrol zona bayangan sesuai kehendaknya.]


'Sesuai kehendakku?'


[Ya AS... Tapi Shadow Zone tidak bisa digunakan untuk meningkatkan atribut pemilik kekuatan.]


'Ah... Penjelasanmu susah dimengerti Joker. Sepertinya aku perlu menggunakan kekuatan ini secara langsung untuk dapat mengetahui secara pasti seperti apa kekuatan specialku ini.'


[Kamu bisa menggunakannya setelah kamu mengaktifkannya AS.]


'Maksudmu? Kekuatan ini belum aktif?'


[Ya AS... Shadow Blood yang mengalir di dalam tubuhmu masih tertekan oleh darah Elfmu. Apalagi kamu memiliki special Class, membuat darah Elfmu lebih kuat daripada darah Elf biasa.]


'Kamu tahu cara mengaktifkannya?' Alan tentu tidak sabar untuk mengetahui seperti apa kekuatan special yang dirinya miliki tersebut. Penjelasan dari Joker benar benar membuat dirinya semakin penasaran.


[Kamu harus belajar mengalirkan sumber kekuatan ke dalam Shadow Blood!]


'Sumber kekuatan? Maksudmu mana?'


[Ya AS... Manamu akan menjadi sumber kekuatan untuk Shadow Blood yang mengalir di dalam tubuhmu.]


'Mengalirkan mana?' Alan tentu baru kali ini mendengar jika mana di dalam tubuh bisa dialirkan ke dalam darah. Yang nantinya akan digunakan untuk mengaktifkan kekuatan Shadow Blood.


[Ya AS... Konsentrasi dan belajarlah merasakan aliran mana di dalam tubuhmu.]


Meskipun Alan masih tidak paham, Alan mencoba untuk merasakan aliran mana yang ada di tubuhnya. Dirinya duduk bersila untuk berkonsentrasi merasakan aliran mana. Satu jam berlalu, Dua jam berlalu, tidak ada apapun yang bisa Alan rasakan. Alan pun merasa bosan karena apa yang dirinya lakukan memang sangat membosankan.


'Joker... Bagaimana cara merasakan aliran mana?' Alan menyerah untuk mencari tahu sendiri dan memilih bertanya kepada Joker.


[Mana setiap pemain menyelubungi tubuh pemain. Seperti saat kamu menggunakan skillmu AS. Mana akan berkumpul ke dalam tubuhmu dan mengalir ke bagian tubuh yang kamu gunakan untuk mengeluarkan skillmu.]


'Ah... Sepertinya ini akan sangat sulit.' Meskipun saat ini Alan menemui jalan buntu, Tetapi Alan terus mencoba untuk merasakan mana yang ada di dalam tubuhnya.


Flyin yang sedari tadi masih berdiri di depan pintu ruangan pribadi Alan pun tersenyum setelah mengetahui Alan diam dan duduk bersila. Flyin menggunakan kekuatan specialnya untuk memantau Alan. Dirinya mengawasi apa yang dilakukan Alan setelah dirinya keluar dari ruangan pribadi Alan.


Flyin pun bisa mengetahui jika Alan berbicara sendiri di dalam hatinya. Meskipun Flyin tidak tahu dengan siapa Alan berbicara. Flyin pun juga tidak ingin mempermasalahkan hal tersebut. Mengingat siapa atau apapun yang diajak bicara Alan tadi, Itu telah membantu Alan satu langkah ke depan.


Flyin pun meninggalkan tempatnya berdiri untuk memberikan laporan kepada Tuan Azazel tentang perkembangan Alan.


###

__ADS_1


Sebuah lubang hitam yang kelam terpampang di depan Toni dan anggota divisinya. Lubang hitam tersebut terus berdenyut, seakan akan siap menghisap apapun yang menyentuhnya.


"Kalian sudah siap?" Toni memastikan kepada anggota divisinya sekali lagi. Toni beserta divisinya akan mencoba memasuki ke dalam Dungeon untuk pertama kalinya.


Dungeon yang ada di hadapan mereka belum pernah berhasil di selesaikan oleh player ataupun guild lainnya. Karena sekali dungeon tersebut berhasil di selesaikan, Dungeon tersebut akan langsung menghilang.


Berdasarkan informan guildnya, Dungeon yang ada di hadapan mereka ini memiliki 3 level bos. Prestasi terbaik yang dicapai para penantang Dungeon ini sebelumnya pun hanya bisa menyelesaikan bos pertama, dan gugur di bos kedua.


[Player memasuki The Broken Mine Dungeon. Komunikasi player akan terputus dari dunia luar.


Player tidak bisa log out di dalam Dungeon.


Player akan di hidupkan kembali di pintu masuk dungeon jika mati di dalam dungeon.]


"Terputus dari dunia luar?" Toni langsung tersentak begitu memasuki Dungeon dan mendapat notifikasi dari sistem. Dirinya teringat akan kondisi Alan yang juga terputus hubungan dari dunia luar.


"Jangan jangan..." Toni mulai berasumsi jika Alan selama ini terjebak di dalam dungeon sehingga tidak bisa log out.


"Commander... Commander..." Suara Assassins anggota divisi Toni langsung mengembalikan fokus Toni kepada apa yang ada di depannya.


Toni mendapati dirinya dan anggota divisinya berada di dalam sebuah gua yang gelap. Minimnya pencahayaan membuat suasana gua terlihat sangat menyeramkan.


"Buat penerangan!"


Aba aba dari Toni langsung diikuti dengan sihir dari elementalist api salah satu anggota divisinya. Elementalist api membuat lebih dari 10 bola api terbang yang melayang di sekitar Toni dan anggota divisinya. Membuat penerangan yang cukup bagi semua orang.


"Perhatikan langkah kalian! Kita tidak tahu apa yang ada di depan kita!" Toni melangkah maju, Irish kecoklatannya tajam menatap ke depan. Mengawasi setiap gerak gerik yang mungkin membahayakan dirinya dan anggota divisinya.


[Rodent man, Common Monster, Level 45


Puluhan monster berbentuk tikus mulai muncul menghadang langkah Toni dan anggota divisinya. Tidak seperti Monster tikus biasa, monster monster berbentuk tikus tersebut berjalan menggunakan kedua kaki belakangnya, sedangkan kaki depannya telah beralih fungsi sebagai tangan mereka.


Merasa wilayah mereka terganggu, monster monster tikus tersebut langsung menyerang Toni dan yang lainnya.


"Siapkan perisai!" Toni tidak ingin terlalu gegabah meskipun di hadapannya hanya monster monster biasa. Saat ini dirinya dan anggotanya berada di dalam dungeon, dimana mereka harus melewati beberapa tahap sampai bisa menyelesaikan dungeon ini.


Monster monster tikus yang ada di hadapan mereka barulah tahap awal dari dungeon. Mereka tidak boleh terlalu gegabah untuk membuang Hp, mana maupun skill sampai mereka bisa bertemu dan mengalahkan bos dari dungeon.


Para penyihir dari kelompok Toni langsung membuat perisai pelindung untuk melindungi kelompok mereka.


Thang...


Thang...


Cakar cakar tajam monster tikus pun terhalang oleh perisai pelindung sebelum berhasil mengenai Toni dan anggotanya.


"Jangan membuang buang skill dan mana! Persiapkan semua skill untuk menghadapi bos nanti!" Toni memperingatkan kepada anak buahnya agar tidak terlalu boros dalam penggunaan skill.


Anggota divisi Toni tentu menuruti perintah Toni, mereka juga sadar diri jika mereka masih harus menghadapai tahap tahap selanjutnya dari dungeon ini. Mereka tidak boleh membuang buang skill yang cooldownnya tentu tidak sebentar. Para melee class menghadapi monster monster tikus tersebut dengan senjata mereka, hanya para penyihir dan elementalist saja yang menggunakan sihir mereka untuk menyerang monster tikus.


Para anggota divisi Toni adalah para gamer yang telah memainkan banyak game virtual. Mereka tentu tidak merasa kesulitan dalam menghadapi monster monster tikus biasa. apa lagi kerja sama antara pemain melee class dan range class anggota Toni juga sudah padu. Membuat monster monster tikus hanya menjadi mainan anak kecil di hadapan mereka.


Setelah 15 menitan bertarung, Toni dan anggota divisinya berhasil membunuh seluruh monster tikus yang ada di hadapan mereka. Tubuh monster monster tikus tersebut terurai menjadi kepingan cahaya setelah mati. Toni nampak terkejut melihat Tubuh monster tikus yang mati berubah menjadi kepingan cahaya. Diluar Dungeon, setiap monster yang mati akan meninggalkan bangkai mereka. Tapi di dalam Dungeon ini, Monster yang mati berubah menjadi kepingan cahaya.

__ADS_1


Namun Toni tidak mempermasalahkan hal tersebut lebih jauh, baginya lebih penting untuk cepat menyelesaikan dungeon. Daripada mengurusi bangkai tikus yang berubah menjadi kepingan cahaya.


Tidak semua dari monster monster tikus tersebut menjatuhkan drop item ketika mereka mati. Toni dan anggotanya hanya mendapatkan 8 drop item dari 20 monster tikus yang mereka bunuh. Toni pun menyimpan ke delapan item tersebut untuk nantinya dirinya bagikan kepada anggotanya. Exp yang mereka dapatkan pun juga tidak terlalu banyak, karena harus dibagi kepada 100 player.


"Pulihkan mana kalian! Kita lanjutkan perjalanan!" Selesai mengumpulkan drop item Toni memperingatkan anggotanya untuk bersiap.


[Hedgehog monster. Special Elit monster. Level 48.


Hp 48000.]


Toni dan anggota divisinya akhirnya sampai di bos level pertama. Seekor monster landak yang berdiri dengan kedua kaki menghadang langkah Toni untuk bisa terus menelusuri Dungeon.


"Serangan jarak jauh!" Toni memberi komando kepada penyihir dan elementalist untuk menyerang monster landak yang menghadang jalan mereka.


Duar...


Duar...


Bola bola api maupun lesatan sihir langsung melesat ke arah monster landak, membuat tubuh monster landak tertutupi debu.


"Semudah ini?" Teriak Assassins anggota anggota Toni yang melihat monster landak tidak mencoba untuk menghindari serangan yang datang kepadanya.


"Jangan gegabah! Terus awasi!"


Benar saja... Baru saja Toni selesai berkata, beberapa duri duri tajam mengarah ke Toni dan anggotanya. Duri duri tajam tersebut mengenai beberapa anggota divisi Toni yang tidak siap akan serangan dadakan dari monster landak.


"Bentuk Formasi! Lindungi yang terluka!" Toni langsung memperingatkan anggotanya untuk waspada dengan serangan monster landak selanjutnya.


Seperti dugaan Toni. Duri duri tajam kembali meluncur dari tubuh monster landak. Mengarah ke kelompok Toni.


Thang...


Thang...


Anggota divisi Toni telah bersiap kali ini. Mereka bisa menangkis duri duri tajam yang dikeluarkan oleh monster landak.


"Menyebar! Serang dari berbagai sisi!" Perintah Toni yang melihat serangan monster landak hanya meluncur ke satu arah. Itupun monster landak harus membalikkan tubuhnya untuk melepaskan duri duri tajam yang ada di punggungnya.


Anggota divisi Toni pun menuruti perintah Toni. Mereka langsung menyebar untuk mengepung monster landak. Tubuh monster landak begitu keras, apalagi bagian punggungnya. Serangan jarak jauh dari para penyihir maupun elementalist tidak ada yang bisa menembus bagian vital dari monster landak.


"Blue Shark... Hentikan pergerakan monster itu!" Toni memerintahkan kepada salah satu anggotanya untuk menggunakan skill yang dapat menghentikan pergerakan dari monster landak.


"Twelve Water Chain!"


Seorang Swordman bernama Blue Shark segera bertindak setelah mendengar perintah dari Toni. Dua belas rantai yang terbuat dari air langsung mengelilingi monster landak. Masing masing dari rantai tersebut mengikat setiap bagian tubuh monster landak, membuat pergerakan monster landak terhenti.


"Earth Spear!" Toni yang melihat monster landak berhenti bergerak langsung menggunakan skill kill mustnya. Tujuh buah Tombak tanah keluar dari bawah kaki monster landak. Setiap tombak tanah menembus tubuh monster landak yang berdiri di atasnya. Hingga tombak tanah Toni menjadi salah satu duri yang ada di punggung monster landak.


[Grup player berhasil membunuh hedgehog monster.


Mendapatkan 8000 Exp.]


Suara notifikasi dari sistem baru membuat seluruh anggota divisi Toni tenang. Monster landak yang di hadapan mereka pun roboh. Beberapa buah drop item langsung tergelatak di samping monster landak. Perlahan lahan tubuh monster landak berubah menjadi kepingan cahaya.

__ADS_1


"Sembuhkan yang terluka dan pulihkan mana. Kita akan segera melanjutkan perjalanan." Toni memberi perintah sambil dirinya mengumpulkan drop item yang didapat dari monster landak. Toni mendapati ada 5 buah item yang dijatuhkan oleh bos monster tahap pertama dari The Broken Mine Dungeon.


__ADS_2