New World

New World
keindahan malam middlemist


__ADS_3

Red Iron Bear adalah monster yang tinggal di sekitar pohon Iron Wood. Dengan tinggi hampir 3 meter, cakar dan taring besi yang tajam, belum kaki dan tangannya yang tampak sangat berotot. Membuat siapapun yang menghadapinya secara langsung akan gemetar. Tidak terkecuali Alan.


"Sialan... Makhluk apa itu?" Gumam Alan.


[Itu adalah Eed Iron Bear, monster Elite class. Kekuatan utamanya terletak di cakar dan rahangnya.


Kecepatannya termasuk dalam kategori tercepat dikelasnya. Kulitnya sekeras besi.


kelemahannya terletak di leher depan.]


Penjelasan dari Joker bukannya membuat Alan tenang tapi malah semakin panik. Cepat, kuat, dan pertahanan yang tinggi. Memang kelemahannya disebutkan oleh Joker. Tapi untuk bisa mengenai kelemahannya perlu usaha yang keras.


'Joker... Berapa persen aku bisa mengalahkannya?'


[Menghitung statistik atribut.


Membuat simulasi pertarungan.


Hasil ditetapkan 15%.]


Mengetahui kesempatan Alan hanya 15%. alan mencoba untuk mundur. Tapi Red Iron Bear tidak membiarkannya. Dengan kecepatannya yang luar biasa Red Iron Bear langsung menyerang Alan.


Cakar besar Red Iron Bear mengarah ke Alan. Alan langsung sigap menghindari serangan cakar tersebut.


Booom....


Bagaikan di lempar granat, lubang selebar 2 meter di atas tanah tercipta dari bekas cakar Red Iron Bear.


"Kekuatan yang mengerikan." Gumam Alan yang melihat lubang besar di atas tanah.


Alan juga tidak bisa bernafas lega terlalu lama. Red Iron Bear langsung menyerang Alan lagi dengan cakarnya.


Alan hanya bisa menghindari setiap serangan dari Red Iron Bear. Dia tidak memiliki cukup waktu untuk menarik anak panah atau hanya sekedar menarik busurnya untuk membuat Wind Arrow.


Boom...


Boom...


Boom...


Lubang lubang di tanah tercipta akibat cakaran dari Red Iron Bear. Dengan adanya lubang lubang tersebut pergerakan Alan juga semakin terbatas.


"Ah... acoba kalau Black Breath ku sudah aktif, Aku bisa membuatnya berhenti menyerangku."


Skill Black Breath Alan masih dalam cooldown. Dia pun harus menunggu 14 menit lagi untuk menggunakannya lagi.


14 menit waktu yang pendek jika sedang bersama kekasih. Tapi jika bersama dengan beruang yang ingin memakan dirimu? 14 menit tentunya terasa seperti satu harian penuh.


[AS.. Kamu bisa menggunakan black venom fang yang ada di tasmu.]


'Ah... Betul juga. Tapi pertahanannya terlalu kuat. Aku tidak bisa menembusnya dengan panah biasaku.'


[Incar bagian matanya. Kulit Red Iron Bear sangat keras. Hanya bagian matanya yang tidak tertutup kulitnya.]


'Betul juga.'


Alan yang sedari tadi meloncat kesana kemari untuk menghindari serangan Red Iron Bear berlari ke arah pepohonan.


Di area pepohonan Red Iron Bear tidak bisa bergerak terlalu leluasa, karena ukuran tubuhnya. Meskipun pohon pohon yang di tabrak oleh Red Iron Bear langsung tumbang. Tapi pohon pohon itu bisa memberikan Alan waktu untuk mengambil anak panahnya.


Alan mengganti ujung anak panahnya dengan Black Venom Fang.


"Critical wind spear!"


Tombak angin langsung meluncur ke Red Iron Bear. Red Iron Bear telah bersiaga, dengan cakarnya yang besar dia menangkis tombak angin dari Alan.


Tapi... Tepat saat cakar Red Iron Bear dan tombak angin bertemu.


Jleb...


Sebuah anak panah menancap di mata kiri Red Iron Bear.


Uaaarrgghh....


Red Iron Bear langsung terhuyung kehilangan keseimbangan. Raungannya terus terdengar sampai dirinya jatuh.

__ADS_1


Black Venom Fang yang menancap di mata red iron bear hampir menembus setengah kepala Red Iron Bear. Darah di dalam tubuh Red Iron Bear seketika berubah menjadi racun.


[Selamat player telah membunuh Red Iron Bear.


Mendapatkan 10000 exp.


Selisih 8 level mendapatkan 700% exp.]


Suara notifikasi dari sistem membuat Alan bisa beristirahat. Staminanya terasa terkuras karena harus selalu berkonsentrasi menghindari serangan Red Iron Bear.


Bar exp alan pun langsung melonjak ke level 17 dan terus bertambah sampai mendekati level 18.


Alan berjalan mendekati bangkai Red Iron Bear. Memeriksa apakah ada drop item.


Red iron bear menjatuhkan sepasang gauntlet. alan dengan sumringah memeriksa atribut dari gauntlet tersebut.


[Iron Gauntlet, level 18 - 68 (level sesuai pengguna), silver class.


Str + 20


Agi + 30


Deff + 45


Atribut untuk level terendah, setiap naik level atribut + 1


Active skill


Canon claw


Mengeluarkan gelombang angin melalui ujung cakar gauntlet. Damage 200% dari atribut pengguna.


Cooldown 3 menit.]


Karena level Alan belum mencukupi untuk memakai gauntlet tersebut, Alan hanya bisa menyimpannya di dalam tasnya. Alan langsung menuju ke pohon Iron Wood untuk mengambil getahnya.


[AS... Darah dari Red Iron Bear sudah menjadi racun. Jika kamu kombinasikan dengan panahmu, akan menjadi senjata yang mematikan.]


Alan langsung menoleh ke arah bangkai Red Iron Bear. Dia benar benar melupakan fungsi utama dari Black Venom Fang.


Alan pun mengambil getah dari pohon Iron Wood dan kembali ketempat Vincent untuk mengambil alat alat alchemy.


###


Alan berada di puncak gunung ketiga dari barisan pegunungan South Mountain.


Waktu sudah sore hari, mungkin sekitar 2 jam lagi malam akan datang.


Alan bergegas membuat potion Red Iron Spark sebelum malam tiba. Jika malam tiba, tempat ini akan menjadi area terlarang bagi siapapun.


Alan membuat Red Iron Spark dalam jumlah yang banyak hampir 3 ember. Perlu 1 jam sendiri baginya untuk membuat potion dalam jumlah yang besar itu.


Alan menaruh ke tiga ember tersebut di tempat yang berbeda. Dan mengikat sebuah anak panahnya di masing masing ember tersebut.


Alan membuat jarak yang cukup jauh, cukup jauh untuk berlari dari kobaran api, tapi cukup baginya untuk membidik ujung anak panah.


Dengan tenangnya Alan menembakan anak panahnya.


Thang...


Ujung anak panah bertemu dengan ujung anak panah. Besi bertemu dengan besi dalam benturan yang keras. Terciptalah percikan api.


Dari hasil percikan api tersebut langsung menyembur api ke segala arah dimana uap dari Red Iron Spark berada.


Alan tanpa basa basi menembak ke dua ujung anak panah yang tersisa. Terciptalah lautan api di puncak gunung tersebut. Nyala api bahkan terlihat dari Middlemist. Warga desa yang melihat kejadian itu pun mengira kalau gunung itu akan meletus. 1000 tangkai lebih Night Howler Flower habis dilalap api.


"Dengan ini selesai sudah. Paling tidak aku bisa menyelamatkan warga desa Middlemist yang belum terkena serbuk sari."


Alan pergi meninggalkan puncak gunung untuk kembali ke desa. Saat alan sampai di depan desa, nyala api di atas gunung itu padam. Seketika suara notifikasi terdengar.


[Selamat player berhasil menyelesaikan Hidden Quest keindahan malam Middlemist.


Mendapatkan tittle Honorable Guest di Kerajaan South Mountain.


Mendapatkan exp 5000

__ADS_1


Honor +500


Temui kepala desa Middlemist untuk mendapatkan reward koin.


Player bisa mendapatkan Hidden Quest dari NPC di Kerajaan South Mountain.]


Alan mematung setelah mendapatkan notifikasi. Alan langsung naik ke level 18 setelah notifikasi terdengar.


'Joker... Apa maksudnya ini?'


[AS... Ini adalah hadiah dari Hidden Quest. Meskipun kamu tidak mengaktifkan trigger Hidden Quest tapi kamu berhasil menyelesaikannya.]


"Apakah kamu tahu Hidden Quest lainnya di New World?"


[Tentu... Tapi tidak semua Hidden Quest bisa diselesaikan tanpa mengaktifkan triggernya terlebih dahulu.]


"Ok... Setelah ini kita berburu Hidden quest."


[Dimengerti AS.]


Alan langsung menemui kepala desa di rumahnya untuk mengambil rewardnya.


"Tuan Honorable Guest. Terima kasih banyak telah membantu warga Middlemist kami."


"Dengan senang hati Pak Kepala Desa. Sudah menjadi tugas saya untuk membantu."


"Tuan Honorable Guest. Cukup panggil saya dengan Mesta. Anda benar benar terlalu sopan, saya jadi tidak enak hati."


"Baiklah Pak Mesta. Bapak juga cukup panggil saya dengan AS. "


"Baiklah Tuan AS. Ini ada sedikit hadiah dari kami sebagai ucapan terima kasih."


Mesta memberikan 200 silver kepada Alan. jumlah yang mencengangkan untuk Alan sekarang.


Alan berburu monster selama ini hanya bisa mendapat beberapa koin perunggu. Dan hanya dengan 1 Hidden Quest, Alan bisa mendapatkan 200 silver. Alan semakin bersemangat untuk berburu Hidden Quest.


"Terima kasih banyak Pak Mesta. Kalau tidak ada lagi yang bisa saya bantu, saya mohon pamit."


Alan meninggalkan rumah kepala desa dan kembali ke tempat Vincent. Hari ini adalah hari minggu, jadi Alan berencana menghabiskan waktu seharian di New World.


Alan membuka pintu rumah Vincent dan masuk kedalamnya. Rumah Vincent sudah seperti rumah Alan sendiri. Dia bebas keluar masuk disini.


Ruang tamu begitu sepi, meja makan juga tidak ada orang. Alan berjalan mendekati kamar Vincent untuk mencari keberadaan Vincent dan Clara.


"Hiks...hiks...hiks..."


Alan hafal betul dengan suara itu. Itu adalah rintihan tangisan Clara.


Alan langsung masuk ke kamar Vincent, asal suara tangisan Clara. Clara sedang duduk di lantai, kepalanya bersandar ke ranjang dimana Vincent tidur.


"Clara... Ada apa?" Tanya Alan pelan takut membangunkan Vincent


"Kakak AS..." Clara langsung memeluk Alan dengan erat.


Alan pun hanya bisa mengusap kepala Clara agar clara tenang.


"Kakek kak..."


"Ada apa dengan kakekmu? Bukannya dia sedang beristirahat?" Kata Alan menghibur Clara.


Clara hanya menggelengkan kepalanya yang masih menempel di dada Alan.


"Kakek sudah pergi kak..." Kata Clara pelan.


Alan langsung terpaku, terdiam tidak ada suara. Bayangan kehilangan orang yang di cintainya terulang lagi di pikirannya.


Kini Alan mengerti kenapa Clara hanya bisa menangis dengan suara yang pelan. Seperti itulah juga dirinya ketika kehilangan ibunya.


"Clara... Janganlah menangis lagi. Ada kakak disini." Alan mencoba menghibur Clara. Karena dia juga pernah di posisi Clara. Yang dibutuhkan Clara sekarang adalah teman untuk bersandar.


"Kakekmu pasti sedang bahagia sekarang. Dia bisa bertemu dengan Natalia. Kalau kamu terus menangis, kebahagiaan kakekmu nanti bisa hilang..." Kata Alan pelan.


Clara menaikkan kepala agar bisa melihat wajah Alan. Terlihat wajah sedih Clara sedikit memudar. Alan pun memberikan senyuman terhangatnya agar Clara bisa tenang.


"Terima kasih banyak kak..."

__ADS_1


"Sama sama Clara..." Alan memeluk Clara lagi, agar Clara semakin tenang.


__ADS_2