New World

New World
Pembebasan Puteri Leoni 10


__ADS_3

Perlahan namun pasti pasukan revolusi yang dibantu Jonta bisa menekan para player anak buah Deathmark untuk mundur ke bagian tengah ibukota.


"Tuan Olsen... Para pemain itu mundur teratur ke bagian tengah ibukota. Apa yang akan kita lakukan?" Salah satu prajurit bertanya kepada Olsen yang sedang beristirahat bersama Gurgen. Keringat beserta darah yang hampir kering mengotori seluruh tubuh mereka. Menandakan mereka baru saja bertempur habis habisan.


"Tunggu apa lagi? Kita kejar mereka dan bebaskan puteri Leoni." Gurgen bangkit dari duduknya.


"Jangan gegabah Gurgen... Kita tidak tahu rencana mereka. Bisa bisa ini jebakan untuk kita." Olsen memperingatkan Gurgen untuk tidak bertindak sembarangan. Mengingat jumlah pasukan revolusi yang tersisa tidak lebih dari seribu pasukan.


Jika benar para player tersebut sengaja memancing pasukan revolusi untuk masuk ke dalam jebakan mereka. Olsen bisa menjamin jika hari ini akan menjadi hari terakhir adanya nama pasukan revolusi.


"Lalu apa yang akan kita lakukan komandan?" Gurgen yang biasanya begitu arogan mau tidak mau harus menurut kali ini kepada Olsen. Dirinya sedari tadi sudah melihat sendiri bagaimana kekuatan para player anak buah Deathmark.


"Kita percayakan kepada Egner dan yang lainnya. Kita utamakan para warga terlebih dahulu saat ini."


Gurgen yang mendengar perintah Olsen pun hanya menggigit giginya sendiri, menahan geram untuk mengejar para player yang mundur ke area tengah ibukota. Namun pandangan Gurgen terhenti pada sekelompok pasukan revolusi yang terus maju ke bagian tengah ibukota. Kelompok tersebut hanya terdiri dari 25 pasukan revolusi dan 2 orang wanita bersama mereka. Lima monster golem berjalan di depan gerombolan pasukan tersebut.


"Siapa mereka?" Gurgen tidak bisa mengalihkan pandangannya kepada kelompok tersebut. Baru kali ini dirinya melihat pasukan revolusi yang begitu berani bergerak tanpa menanyakan pendapat pimpinannya terlebih dahulu.


###


"Cepat! Kita kejar mereka! Kita harus segera membantu AS dan yang lainnya!" Freya memberi komando kepada pasukan revolusi elit yang baru saja berkumpul kembali dengan dirinya beserta Clara.


Pasukan tersebut langsung menuju bagian tengah ibukota dengan dipimpin monster golem milik Clara yang berjalan di depan mereka. Kelima monster golem tersebut menjadi perisai yang luar biasa keras bagi rombongan pasukan tersebut. Serangan serangan sihir yang datang dari para player yang mengincar rombongan tersebut, dapat dimentahkan dengan mudah oleh kelima monster golem. Walaupun setiap langkah monster golem tersebut merusak jalanan dan beberapa bangunan yang ada di ibukota, itu menjadi harga yang murah jika pasukan tersebut berhasil merebut ibukota seutuhnya.


Duar...


Duar...


Para player yang mundur teratur tidak berhenti menembakkan serangan sihir ke arah rombongan yang mengejar mereka. Namun monster golem terus saja memblokir serangan mereka, membuat serangan mereka tidak pernah mencapai target mereka. Para player anak buah Deathmark yang tersisa sekitar setengah dari jumlah awal pun merasa frustasi. Entah sejak kapan mereka memilih untuk berkumpul dan memfokuskan kekuatan pada satu tempat. Mungkin karena kondisi mereka yang terpojok di beberapa area pertempuran, yang membuat mereka memilih untuk memfokuskan kekuatan pada satu lini.


"Cepat mundur! Kita tidak akan bisa menghadapi mereka disini!" Teriak salah satu player anak buah Deathmark kepada teman temannya. Dirinya berharap jika kelompoknya akan mendapat bantuan dari Sander yang ada di bagian tengah ibukota.

__ADS_1


Kondisi para player anak buah Deathmark semakin tersudut setelah kemunculan lima ekor monster serigala yang datang membantu rombongan pasukan revolusi yang mengejar mereka. Kelima monster serigala tersebut tidak begitu kuat seperti monster golem, tubuh mereka pun dapat hancur ketika mendapat serangan sihir jarak jauh dari para player, namun kelima monster serigala tersebut dapat beregenerasi dengan cepat. Mengembalikan tubuh mereka yang hancur terkena serangan sihir.


"Apa aku terlambat?" Jonta mendaratkan monster gagaknya di samping Clara dan Freya yang sedang berlari mengejar para player ke bagian tengah ibukota.


"Tidak... Waktunya tepat malahan."


"Syukurlah... Bagaimana selanjutnya?" Jonta menanggapi tanggapan Freya.


"Kita harus segera membantu AS dan yang lainnya."


Rombongan Freya seakan mendapat semangat baru setelah kedatangan Jonta, mereka yakin dengan bantuan monster monster panggilan Jonta akan lebih mudah dalam mengalahkan para player.


Taman tengah kota pun mulai terlihat di ujung jalan. Menandakan mereka telah sampai di ujung perjalanan mereka. Namun mereka juga bisa melihat sesuatu yang luar biasa di ujung jalan tersebut.


Nampak seekor monster ular raksasa sedang meliuk liuk di taman tengah kota tersebut, sesekali monster ular tersebut menyemburkan api merah menyala dari mulutnya. Walaupun tertutupi oleh para player, Freya dan yang lainnya bisa melihat dengan jelas jika monster ular tersebut sedang bertarung dengan sekelompok orang.


"Itu pasti AS dan yang lainnya. Cepat kita harus segera kesana!" perintah Freya kepada rombongannya.


Namun langkah mereka terhadang oleh beberapa lingkaran sihir yang tiba tiba muncul di jalan menuju ke taman tengah kota. Lima lingkaran sihir berbaris rapi di sepanjang jalan. Dari setiap lingkaran sihir tersebut muncullah ular yang sama persis bentuknya dengan ular yang ada di taman tengah ibukota.


Tanpa aba aba salah satu monster ular tersebut langsung menembakkan api ke arah rombongan Freya. Membuat Clara harus menggunakan monster golem untuk memblokir serangan tersebut.


###


Shoote Sun dan Nightwalker mengawasi pertempuran antara kelompok pasukan revolusi dengan monster ular di taman tengah ibukota. Jelas sekali terlihat jika pasukan revolusi tersebut sangat terdesak di hadapan monster ular. Semburan api dari monster ular tersebut selalu dapat membakar minimal satu orang dari pasukan revolusi. Belum lagi serangan ekornya yang selalu menyerang secara mendadak, pasukan revolusi jelas dibuat tidak berdaya.


"Apa yang akan kita lakukan?" Nightwalker nampak panik melihat monster ular sepanjang dua belas meter yang sedang menyerang pasukan revolusi.


"Tunggu apa lagi? Kita bantu mereka!" Shoote Sun langsung melancarkan serangan sihir cahayanya untuk membantu pasukan revolusi.


Duar...

__ADS_1


Duar...


Serangan sihir cahaya Shoote Sun mampu memukul mundur ekor ular yang sedang meluncur ke arah pasukan revolusi. Egner dan yang lainnya segera melihat ke area sekitar untuk melihat siapa yang baru saja mendaratkan serangan.


" Fokuslah pada serangan kalian! Aku akan berusaha melindungi kalian sebisa mungkin!" Teriak Shoote Sun kepada rombongan Egner dan yang lainnya.


Walaupun Egner dan yang lainnya tidak kenal dengan dua orang yang membantu mereka. Namun mereka yakin jika mereka adalah bala bantuan yang akan membantu mereka.


Duar...


Duar...


Serangan sihir cahaya berkali kali mendarat sempurna di tubuh monster ular. Membuat tubuh monster ular harus meliuk liuk karena serangan sihir cahaya tersebut.


"Kenapa serangan ringan seperti itu bisa berakibat fatal pada monster itu?" Shoote Sun sedikit termenung melihat serangannya barusan bisa membuat monster ular begitu kesakitan. Padahal biasanya serangan yang dirinya lancarkan barusan hanya akan menjadi pengalih perhatian. Bukan menjadi serangan utama.


Shoote Sun tidak sempat untuk memikirkan alasan serangannya bisa berakibat fatal kepada monster ular tersebut. Apapun itu alasannya, yang pasti adalah hal itu akan membantunya dalam pertarungan.


"Oh... Rupanya ada pemilik sihir cahaya yang datang." Sander melihat ke arah Shoote sun yang terus melancarkan serangan ke monster ular panggilannya. Sihir cahaya adalah lawan murni dari kekuatan kegelapan yang dimilikinya. Itulah kenapa monster ularnya langsung mengerang kesakitan ketika mendapat serangan dari dari Shoote Sun.


Sander pun tidak tinggal diam melihat Shoote Sun terus membombardir monster ularnya dengan sihir cahayanya. Sander melesatkan beberapa bola api ke arah Shoote Sun.


Duar...


Duar...


Ledakan langsung terjadi di tempat Shoote Sun berdiri. Untung saja Shoote Sun bisa melihat kedatangan bola api yang menyasar ke arahnya. Membuat Dirinya sempat untuk menghindari bola api dari Sander. Shoote Sun langsung melihat ke arah atas panggung eksekusi, tepat darimana bola api tersebut berasal.


"Sander kah?" Shoote Sun belum pernah melihat sosok Sander. Namun dirinya bisa menebak jika pria yang berdiri di atas panggung eksekusi dan memakai jubah hitam tersebut adalah sosok seorang Sander.


Shoote Sun tidak bisa berpikir terlalu lama, karena beberapa bola api terus menyerang dirinya. Membuat dirinya harus melompat ke kanan dan ke kiri untuk menghindari serangan yang menyasar ke arahnya.

__ADS_1


"Ooohh... Datang lagi tikus tikus lainnya." Dari atas panggung eksekusi Sander melihat kedatangan para player pengikutnya yang sedang dikejar oleh sekelompok pasukan beserta beberapa monster.


"Bagus... Hibur aku lebih banyak lagi..." Sander menggerakkan tangan kirinya untuk membuat lingkaran sihir di tengah tengah jalan antara para player pengikutnya dan rombongan yang mengejarnya. Sementara tangan kanannya terus memunculkan bola bola api untuk menyerang Shoote Sun.


__ADS_2