New World

New World
monster undead lagi?


__ADS_3

dalam perjalanan ke pabrik senjata di selatan, alan dan pasukan revolusi berkali kali bertemu dengan monster dan para player yang mencari gold dari buronan kepala pasukan revolusi.


alan memang sengaja tidak menyembunyikan identitas rombongannya sebagai pasukan revolusi. dirinya ingin menunjukkan kepada para player tentang kekuatan pasukan revolusi. kekuatan yang tidak bisa mereka remehkan untuk dilawan.


tidak hanya itu, apa yang alan lakukan rupanya juga membuat penduduk desa yang mereka lewati menjadi lebih lega. mereka bisa merasa tenang karena ada kelompok kuat yang siap membela mereka jika mereka memerlukan bantuan.


banyak warga desa yang ingin bergabung ke dalam kelompok alan. namun alan menolak pinangan mereka dengan halus. alasannya hanya sederhana, alan tidak ingin memisahkan mereka dari keluarga mereka di desanya. alan telah merasakan sendiri bagaimana rasanya kehilangan keluarga, alan tentu tidak ingin orang lain ikut merasakan kepedihan yang dialaminya.


"berapa lama lagi kita sampai di pabrik senjata?" elman bertanya kepada alan yang berada di depan rombongan. sepertinya dirinya sudah tidak sabar untuk bisa mendapatkan senjata berkualitas tinggi seperti yang alan katakan.


"kemungkinan besok pagi kita bisa sampai, jika kita terus berjalan dalam kecepatan seperti ini." alan tertawa dalam hati melihat ekspresi elman yang tidak sabaran.


"hem..."


"apa kau yakin igor mau membuatkan senjata untuk mereka?" bisik shoote sun kepada alan. shoote sun tahu bagaimana watak dari igor yang tidak mau membuatkan senjata untuk sembarang orang.


"aku juga tidak tahu... tapi tidak ada salahnya kan kita mencoba dahulu."


alan dan rombongannya akhirnya keluar dari hutan. gunung batu tempat kebun pribadi alan pun mulai bisa dilihat dengan kasat mata. menunjukkan rombongannya sudah tidak jauh lagi dengan tujuan mereka.


"tunggu..." alan memerintahkan kepada rombongannya agar berhenti.


"ada apa AS?" shoote sun tentu hafal dengan kebiasaan alan yang akan menghentikan rombongan ketika ada yang tidak beres.


"seharusnya di sekitar sini ada desa."


"desa?" shoote sun melihat ke sekeliling namun tidak mendapati adanya desa yang terlihat. yang dirinya bisa lihat hanyalah tanah lapang tandus.


"mungkin hanya perasaanmu saja!" shoote sun mengira jika alan terlalu waspada sehingga berpikir yang tidak tidak.


mendengar bujukan shoote sun, alan memilih untuk melanjutkan perjalanan. namun dirinya sangat yakin jika di sekitar daerah tersebut memang terdapat desa.


dugaan alan akhirnya terjawab, ketika alan dan rombongannya melewati tanah tandus sesuatu yang mengejutkan mulai terjadi.


uargh...


uargh...

__ADS_1


tangan tangan yang hanya menyisakan tulang muncul dari dalam tanah. tangan tangan tersebut berpegangan ke tanah, mencoba menarik keluar sesuatu dari dalam tanah.


"apa ini?" alan tentu menjadi waspada melihat tangan tangan yang keluar dari dalam tanah.


"hati hati.."


alan mengajak rombongannya untuk segera meninggalkan area tersebut. alan mencoba menghindari hal yang dirinya takuti. monster undead, alan pernah berhadapan dengan monster undead. dan tahu betapa susahnya untuk menghadapi monster jenis undead.


langkah yang dipilih alan nyatanya terlambat. tangan tangan yang keluar dari tanah tersebut telah berhasil menarik seluruh badannya. tengkorak utuh, tubuh manusia yang tinggal setengahnya saja, bahkan tubuh manusia yang telah mati kini telah keluar dari dalam tanah.


[undead man. summoner monster. level 10


hp 2100]


"summoner monster?" alan tentu langsung mengerutkan dahi melihat informasi yang ditampilkan oleh sistem.


berbeda dengan undead yang pernah dilawan oleh alan, undead monster yang kali ini alan hadapi nyatanya jauh lebih lemah.


"hati hati... mereka memang terlihat lemah, tapi sulit untuk membunuh mereka." alan memperingatkan pasukan revolusi agar tidak terkecoh dengan penampilan monster undead di hadapan mereka.


pasukan revolusi tentu tidak berani bertindak sembarangan setelah mendengar peringatan alan. mereka memilih untuk memasang formasi bertahan.


alan mengawali serangan dengan panah panah anginnya. mencoba mengurangi hp undead yang mulai mengepung mereka sebanyak mungkin.


-150


-200


setiap panah alan selalu berhasil mengurangi hp undead lebih dari 100 poin. namun untuk membunuh satu monster undead paling tidak memerlukan 20 panah angin alan. alan tentu tidak memiliki cukup waktu untuk bisa menghabisi keseluruhan monster undead yang ada.


"pusatkan kekuatan pada satu arah. kita tembus blokade mereka!" alan memberi komando kepada seluruh timnya.


elman dan pasukan revolusi tentu langsung menuruti perintah alan. dengan sihir akar freya tentu lebih mudah bagi tim alan untuk menembus blokade monster undead.


seluruh tim alan pun berhasil keluar dari kepungan monster undead tanpa ada yang terluka.


"shoote... kamu bawa pasukan revolusi ke kota irtys. aku pergi sebentar." alan langsung meninggalkan rombongan begitu dirinya selesai berkata.

__ADS_1


shoote sun yang tampak terkejut dengan keputusan alan, tentu belum sempat menanyakan kemana alan akan pergi sampai alan langsung berlari meninggalkan rombongan dengan kecepatan tinggi. dirinya hanya bisa menghela nafas panjang melihat tingkah alan. shoote sun sudah hafal dengan sikap alan yang tidak ingin membahayakan orang lain. itulah sebabnya shoote sun memilih untuk tidak mengejar alan dan menuruti perintah alan untuk membawa pasukan revolusi ke kota irtys.


setelah memastikan rombongannya bisa selamat dari kepungan monster undead, alan langsung memisahkan diri untuk memastikan satu hal yang mengganjal pikirannya.


"pasti ada orang yang mengendalikan monster undead tadi." gumam alan sambil terus berlari.


alan merasa curiga setelah melihat deskripsi yang ditampilkan sistem berbeda dengan monster undead yang pernah dirinya lawan. deskripsi dari sistem menunjukkan jika monster monster undead tadi adalah monster summon. monster yang dipanggil oleh seseorang dengan kekuatan sihir.


alan kembali ke tempat monster undead tadi muncul. monster yang tadi mengepung dirinya pun sudah tidak terlihat lagi.


"aneh... bagaimana mereka bisa hilang secepat itu?" alan tentu bingung mendapati tempat monster undead tadi yang kosong. belum ada setengah jam dirinya dan kelompoknya meninggalkan tempat tersebut. namun kini tempat tersebut sudah kosong. berdasarkan perhitungan alan, seharusnya monster monster undead tersebut masih berada di sekitar sini karena kecepatan gerak mereka yang lamban.


namun... dugaan alan rupanya salah besar. monster monster undead tadi kembali keluar dari dalam tanah. satu persatu monster keluar dan mulai mengerubungi alan.


"bagus... kalian rupanya tidak bisa pergi terlalu jauh dari tempat ini." alan tidak berlama lama langsung melancarkan serangan ke monster monster undead. tidak perlu skill maupun kemampuan khusus bagi alan untuk membunuh monster monster undead yang mengepungnya. dengan kecepatan dan kekuatan alan saja, setiap sayatan pedang dan belati alan langsung berhasil mengurangi seperempat hp monster undead.


tetapi setelah berhasil membunuh lebih dari 20 monster, alan mengerutkan dahi mendapati jumlah monster undead yang tidak berkurang satupun. "apa mereka bangkit lagi?"


alan mencoba mengawasi sekitarnya, dan benar saja. monster undead yang berhasil dirinya bunuh rupa rupanya kembali muncul dari dalam tanah. "sialan... ini tidak akan ada habisnya." alan mengumpat dalam hati mendapati monster undead yang terus bermunculan.


'joker... cari solusi!'


[monster undead summoner adalah monster yang dipanggil oleh seseorang. player perlu menghentikan pemanggil monster jika tidak ingin monster yang dihadapinya terus berdatangan.]


alan menepuk jidatnya sendiri melupakan satu hal yang begitu penting. sembari menyerang monster undead di hadapannya, alan mengaktifkan pelacak panas untuk mencari si pemanggil monster undead yang mengepung dirinya.


"hem... disana kamu rupanya..." alan berhasil mendeteksi adanya sebuah panas tubuh di suatu pohon di ujung hutan.


"tornado dance!"


satu skill dari alan langsung melemparkan seluruh monster undead ke udara. mereka terseret kedalam pusaran tornado yang alan buat. alan langsung ikut masuk kedalam tornado. bukan untuk menghabisi monster undead. alan ikut masuk ke dalam tornado agar dirinya bisa terbang mendekat ke arah si pemanggil monster.


alan tentu perlu membuat pengalihan agar si pemanggil monster tidak mengetahui tujuan utama alan dan melarikan diri.


rencana alan nyatanya sukses besar. si pemanggil monster nyatanya masih tetao berdiri di atas pohon, mengamati angin tornado yang menerbangkan monster monster undeadnya.


"jadi... apa lagi yang akan kamu lakukan?" alan tiba tiba muncul di belakang si pemanggil monster. pedang alan pun sudah siap di leher si pemanggil monster untuk menebasnya jika ada gerakan yang tiba tiba.

__ADS_1


"kau... bagaimana..." si pemanggil monster tentu terkejut mendapati alan yang tiba tiba muncul di belakangnya. terakhir kali dirinya melihat alan adalah ketika alan masuk ke dalam tornado yang alan buat.


"kamu tidak perlu tahu bagaimana caraku. katakan siapa kamu?" alan menatap tajam ke arah si pemanggil monster. seakan mengisyaratkan jika dirinya tidak ingin berbasa basi.


__ADS_2