
"Jadi kamu anggota Light Guardian?" Toni nampak terkejut mendengar apa yang Vizgraf katakan. Sepanjang perjalanan Vizgraf memang menjelaskan mengenai garis besar kehidupan di Kerajaan Hidden Forest. Dirinya juga menjelaskan tentang sebuah pasukan elit bentukan Kerajaan Hidden Forest yang terdiri dari para NPC dan player terpilih. Pasukan tersebut disebut sebagai Light Guardian.
"Benar... Apa kalian tertarik untuk bergabung dengan kami? Tapi tentu tidak mudah untuk bergabung dengan kami. Banyak tes yang harus kalian lewati, lagipula yang terpenting adalah kalian harus kuat." Vizgraf sedikit menekankan kalimat terakhirnya. Dirinya bangga telah menjadi anggota Light Guardian, mengungkapkan jika dirinya juga merupakan seorang player yang kuat.
"Menarik sih... Tapi kami mungkin tidak lama berada disini, kami harus pergi ke Kerajaan South Mountain sesegera mungkin."
"Kerajaan South Mountain? Apa yang ingin kalian lakukan di Kerajaan ujung selatan itu? Tidak ada yang menarik disana." Meskipun Vizgraf belum pernah pergi Kerajaan South Mountain, tapi dirinya tentu mendengar jika Kerajaan South Mountain baru saja mengalami perang saudara. Kerajaan yang baru saja beralih tangan kekuasaan pasti masih dalam tahap pemulihan, dan tentunya tidak ada yang special disana.
"Memang tidak ada yang menarik. Tapi aku harus kesana. Ada seseorang yang sedang menungguku disana." Toni menatap tajam ke arah langit selatan. Memikirkan tentang sahabatnya yang hilang tanpa sebab disana.
"Baiklah kalau itu keputusanmu... Tapi mampirlah ke tempat latihan kami. Siapa tahu kalian berubah pikiran." Vizgraf masih mencoba membujuk Toni dan Red Ascend, apalagi setelah dirinya melihat palu yang tergantung di samping paha kanan Toni. Vizgraf yakin jika Toni memiliki special class, mengingat sangat jarang seorang player menggunakan palu sebagai senjata utama mereka.
Toni tidak langsung menjawab ajakan dari Vizgraf, dirinya perlu memandang ke arah Red Ascend terlebih dahulu. Red Ascend yang masih memasang wajah cemberut hanya memberikan anggukan, tanpa merubah raut wajahnya yang terkesan acuh. Dirinya tidak ambil pusing tentang keputusan yang dipilih Toni.
Melihat wajah acuh Red Ascend Toni hanya menghela nafas panjang. Namun Toni tetap saja penasaran dengan tempat latihan Light Guardian, dirinya ingin melihat seperti apa pasukan elit dari Kerajaan Hidden Forest. "Baiklah... Mari kita kesana..."
Vizgraf merasa senang ajakannya akhirnya diterima oleh Toni. Meskipun dirinya juga agak bingung melihat sikap Red Ascend yang begitu acuh kepada dirinya. Vizgraf pun menyimpulkan jika Red Ascend adalah seorang wanita yang tertutup. Tapi tentu itu hanya di pikiran Vizgraf, bukan kenyataan sebenarnya yang Red Ascend pikirkan.
Melangkahlah ketiga pasang kaki tersebut ke tempat latihan Light Guardian. Tidak lupa pula Vizgraf menjelaskan beberapa detail detail kebutuhan dasar para player di Ibukota Hidden Forest. Seperti toko untuk membeli potion, toko senjata, dan tempat tempat hiburan yang biasanya dikunjungi oleh para player ketika singgah di Ibukota Hidden Forest.
Memang jumlah para player yang ada di Ibukota Hidden tidak sebanyak di Royal Empire. Toni juga memaklumi hal tersebut, mengingat sulitnya akses untuk bisa masuk ke Ibukota Hidden Forest. Player mana yang mau membayar beberapa koin emas hanya untuk sekedar naik perahu demi mencapai Ibukota Hidden Forest? Mereka pasti lebih mementingkan untuk mengupgrade senjata maupun skill skill mereka tentunya. Toni pun jika tidak memikirkan keselamatan Red Ascend dan waktu tempuh yang harus mereka lalui, pastinya juga memilih untuk berjalan kaki.
Sebuah bangunan mirip benteng menjadi penyambut kedatangan Toni dan Red Ascend di tempat latihan Light Guardian untuk yang pertama kali. Tembok setinggi 5 meter menjadi pembatas yang membatasi antara jalan di luar bangunan dengan tempat latihan.
Toni mendapati adanya 4 penjaga yang menjaga pintu masuk tempat latihan. Ke empat empatnya adalah NPC yang memiliki ras Elf. Masing masing dari mereka membawa tombak di tangan kanan mereka, dan sebuah pedang disarungkan tersemat di samping paha kanan mereka.
"Nona Vizgraf..." Penjaga pintu masuk tersebut memberi hormat akan kedatangan Vizgraf.
"Mereka berdua adalah tamuku. Biarkan mereka masuk."
"Baik Nona..." Penjaga pintu masuk pun membukakan pintu ganda yang terbuat dari kayu. Sekali melihat Toni bisa mengetahui jika Pintu yang menjadi satu satunya jalan masuk ke tempat latihan tersebut telah diperkuat dengan sihir.
Sring...
__ADS_1
Sebuah suara menerobos masuk ke dalam telinga Toni dan Red Ascend ketika mereka melewati pintu masuk dan berdiri di halaman tempat latihan. Seakan akan telinga mereka baru saja dilewati oleh seekor nyamuk.
Berbeda dengan diluar bangunan, di dalam bangunan ini Toni mendapati adanya suara suara ledakan maupun suara lesatan sihir dari beberapa arah. Toni pun langsung memegang palu yang ada di paha kanannya, bersiap jika akan ada pertarungan yang tidak bisa dihindarkan.
"Tenang... Itu suara para anggota Light Guardian yang sedang berlatih." Vizgraf mencoba menenangkan Toni yang seakan sudah mengambil aba aba untuk bertarung. Begitu juga Red Ascend, gadis berambut merah tersebut sudah memegang tongkat sihirnya dengan kedua tangannya. Bersiap mengeluarkan spell spellnya.
"Latihan? Seperti itu? Apa mereka tidak takut merusak bangunan yang ada di sekitar sini?"
"Itu juga yang aku pikirkan dulu. Tapi setelah tahu yang sebenarnya..." Vizgraf pun menjelaskan kepada Toni dan Red Ascend jika bangunan tempat Light Guardian telah dilengkapi dengan perisai sihir di sekelilingnya. Bangunan tempat latihan tersebut juga ditambahi dengan sihir ruang, membuat bangunan tempat latihan tersebut berkali kali lebih besar luasnya daripada yang terlihat dari luar.
"Jadi itu kenapa aku mendengar bunyi aneh ketika masuk kesini?"
"Yap... Tepat sekali... Suara dengung itu menjadi tanda kamu memasuki daerah yang memiliki sihir ruang."
"Mari aku antar kalian berkeliling..." Vizgraf tentu tidak ingin membuat tamunya hanya berdiam diri di halaman depan. Tempat latihan Light Guardian begitu luas, butuh berjam jam untuk bisa menelusuri setiap tempat tempatnya.
Toni dan Red Ascend begitu terpukau melihat kualitas yang ditunjukkan oleh para player maupun NPC yang menjadi anggota Light Guardian. Melihat mereka saling beradu serangan untuk melatih tubuh mereka membuat tangan Toni begitu gatal, ingin sekali dirinya ikut berlatih dengan mereka.
Apa lagi setelah mengetahui jika di tempat latihan Light Guardian disediakan heal potion secara gratis. Yang tentunya membuat siapapun tidak sungkan sungkan untuk saling bertarung dengan segenap kekuatan mereka, tanpa takut cedera berat atau mati ketika berlatih.
"Vizgraf... Bukannya kamu sedang libur hari ini?" Suara seorang pria memaksa Vizgraf untuk mengalihkan pandangannya ke arah sang pemilik suara.
"Ah... Commander..." Vizgraf memberi hormat pada sosok Elf berambut hijau yang datang menghampiri dirinya.
"Tidak perlu terlalu formal... Kamu sedang libur hari ini... Siapa mereka?"
"Ah... Maaf... Ini teman saya... Toni dan Red Ascend. Toni, Red Ascend... Ini Commander Poska, Pimpinan tertinggi kedua dari Light Guardian setelah Raja Elf tentunya.
"Anda Commander Light Guardian?" Toni seakan tidak percaya, sosok Elf yang di hadapannya adalah salah satu Elf yang menjadi penyelamatnya di atas perahu tadi.
"Ah... Iya... Kamu yang di atas perahu tadi ya..." Poska mencoba mengingat wajah Toni dan Red Ascend, pantas saja dirinya merasa tidak asing dengan wajah kedua teman Vizgraf tersebut.
"Rupanya kalian sudah saling mengenal... Baguslah kalau begitu..." Vizgraf menyela.
__ADS_1
"Tidak... Commander dan kami hanya sekali bertemu, dan itupun kami harus berterima kasih kepada Commander karena menyelamatkan kami berdua tadi." Toni mencoba menjelaskan kepada Vizgraf.
"Hahaha... Tidak perlu terlalu dipikirkan. Sudah menjadi tugas kami untuk menjadi pelindung di Kerajaan ini."
"Apa kalian kesini untuk mengikuti tes seleksi?"
"Tidak tidak Commander... Kami hanya sedang melihat lihat." Toni cepat cepat menyanggah pertanyaannya, takut jika Vizgraf tiba tiba nylonong menjawab pertanyaan Poska.
"Ah... Sayang sekali... Padahal sepertinya kalian berdua terlihat kuat." Poska menyayangkan penolakan Toni. Poska bisa melihat jika senjata yang tersemat di paha kanan Toni bukanlah senjata biasa.
"Anda terlalu memuji kami Commander. Bahkan kami bukan apa apa jika dibandingkan dengan Commander." Toni tentu tidak ingin jemawa mendengar pujian dari Poska, dirinya sudah melihat sendiri bagaimana Poska bisa menghancurkan satu kapal perompak dengan mudahnya.
"Jangan terlalu merendah... Mari masuk ke dalam... Lebih enak mengobrol sambil duduk santai." Poska mengajak mereka bertiga untuk masuk ke dalan suatu bangunan terdekat. Bisa Toni asumsikan jika bangunan tersebut merupakan ruangan untuk menyambut tamu.
Mereka berempat pun duduk dan saling bercerita satu sama lain, lebih tepatnya Poska yang mendominasi obrolan. Poska menjelaskan jika Light Guardian baru saja dibentuk sekitar satu bulan yang lalu. Jadi Light Guardian masih kekurangan jumlah anggota. Tidak lupa pula Poska menjelaskan tugas utama dari Light Guardian yaitu menutup semua dungeon yang muncul di Kerajaan Hidden Forest dan sekitarnya.
Toni yang mendengar penjelasan Poska tentu bingung. Untuk apa Kerajaan Hidden Forest peduli dengan Dungeon? Tidak seperti di Royal Empire, Kekaisaran terkesan acuh akan munculnya dungeon. Dan membiarkan para player untuk menanganinya. Namun tentu Toni tidak berani bertanya lebih jauh, hal seperti itu pastinya adalah sebuah rahasia penting yang harus Poska jaga.
"Saya tertarik dengan kemampuan para anggota Light Guardian yang bisa terbang. Apa mereka memakai sihir untuk terbang?" Toni akhirnya bisa mengambil kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang selama ini mengganjal pikirannya. Pertanyaan itu juga lah yang membuat Toni bersedia untuk ikut dengan Vizgraf mendatangi tempat latihan Light Guardian.
"Terbang?" Poska mengingat kembali kejadian saat bertemu dengan Toni.
"Oh... Itu... Bisa dibilang begitu.. Tapi lebih tepatnya kita menggunakan mana untuk bisa membuat tubuh kita melayang."
"Mana?" Toni semakin bingung sendiri. Bagaimana mungkin mana bisa digunakan untuk terbang? Selama ini mana hanya dirinya gunakan untuk mengeluarkan skill skillnya.
"Kamu tidak tahu?" Poska memasang ekspresi seakan dirinya terkejut. Padahal dirinya sudah tahu jika Toni dan Red Ascend pasti belum mengetahui tentang cara penggunaan mana.
Toni dan Red Ascend pun hanya diam sambil menggelengkan kepala, tidak berani berucap takut jika malah nantinya mereka berdua menjadi malu sendiri.
"Aku bisa mengajarkan kepada kalian berdua kalau kalian mau..."
"Benarkah?" Toni tidak bisa untuk tidak merasa gembira. Jika mana bisa digunakan untuk hal hal seperti itu. Tentunya akan sangat hebat jika nantinya dirinya bisa terbang berdua dengan Red Ascend.
__ADS_1
"Tentu... Tapi kalian harus bergabung dengan Light Guardian." Poska memberikan senyum penuh makna. Menandakan dirinya tidak ingin rugi waktu mengajari seseorang yang tidak bisa memberikan keuntungan baginya.
"Itu..." Toni dan Red Ascend saling berpandangan satu sama lain. Mereka ingin sekali bisa mengetahui cara menggunakan mana untuk bisa terbang. Tapi harus bergabung dengan Light Guardian? Tentunya sulit bagi mereka berdua untuk memberikan jawaban secara langsung. Mengingat tujuan mereka berdua adalah pergi ke Kerajaan South Mountain.