New World

New World
Awal serangan


__ADS_3

Pabrik Violet Wine terletak di bagian tengah perkebunan. Pabrik Violet Wine berbentuk kotak dengan di kelilingi dinding setinggi 7 meter dengan luas kurang lebih 1 hektar. Tanaman Violet Cactus yang membentang di sekeliling pabrik, membuat benteng tersebut tidak akan bisa dilihat dari ujung perkebunan.


Tidak akan ada pihak yang tahu, jika produksi Violet Wine juga dilakukan di dalam perkebunan Violet Cactus itu sendiri. Itulah sebabnya... Sun Flower Guild tidak pernah sekalipun merasa kekurangan stock Violet Wine, atau pun kehilangan Violet Wine yang sedang dikirim.


Semua karena sistem yang ada dalam produksi ataupun pengiriman Violet Wine sudah terkoordinasi dengan sempurna. Tidak ada celah sedikitpun bagi pihak manapun untuk bisa sekedar menggagalkan ataupun merebut stock Violet Wine milik Sun Flower Guild.


Lagipula... Siapa yang cukup gila untuk berpikir menyerang atau merebut Violet Wine? Semua orang di Kerajaan Black Dessert tahu siapa Sun Flower Guild dan seperti apa Guild yang menjadi dalang di balik pemerintahan Kerajaan Black Dessert itu sendiri. Mencari masalah dengan Sun Flower Guild, itu berarti mereka meminta kehancuran untuk pihak tersebut.


Adalah seorang Alchemist bernama Al-Spark yang menjadi pimpinan di dalam pabrik tersebut. Dengan di sokong sumber daya yang begitu melimpah, Al-Spark berhasil membangun sebuah pabrik yang mampu menghasilkan lebih dari 1000 botol setiap harinya. Perusahaan Sun Flower Grup benar benar tidak tanggung tanggung dalam berinvestasi. Mereka benar benar menginginkan jika Sun Flower Guild bisa menjadi sebuah sumber penghasilan untuk perusahaan.


Namun tidak ada yang mengetahuinya sama sekali. Jika kesuksesan Sun Flower Guild tersebut bukan karena peran Al-Spark semata. Ada sosok satu orang yang lebih berjasa daripada Al-Spark.


Sosok itu adalah seorang NPC yang memiliki ras Dwarf. Sebuah ras bertubuh kecil namun memiliki kelebihan di dalam otak mereka. Al-Spark boleh menjadi pemilik resep pembuatan Violet Wine, namun tentu Al-Spark tidak akan mampu untuk bisa memproduksi ribuan botol setiap harinya.


Al-Spark tidak memiliki kekuatan seperti Asmodias, yang bisa menuliskan sesuatu dan apa yang dirinya tulis akan menjadi kenyataan. Sama seperti ketika Asmodias membuat Abyssall Wine, Al-Spark haruslah melakukan semuanya dengan manual. Menakar setiap mili demi mili cairan, gram demi gram Violet Cactus yang akan digunakan menjadi bahan untuk membuat Violet Wine.


Oleh karena itu, Sun Flower Guild lebih berhutang jasa pada sosok Dwarf bernama Centaro itu. Centaro menggunakan tekhnologi yang dimiliki bangsa Dwarf untuk bisa memproduksi Violet Wine secara besar besaran. Dan nyatanya... Kini Centaro benar benar bisa merasa bangga akan apa yang bisa dirinya bangun.


Melihat dari balik ruang kaca, Centaro tersenyum puas melihat semua mesin mesin buatan dirinya bekerja dengan sendirinya. Setiap batang batang Violet Wine yang dibawa masuk oleh para pekerja Sun Flower Guild, langsung keluar menjadi botol botol berisikan cairan berwarna ungu yang terbungkus dengan rapi. Pabrik ini adalah maha karya dirinya. Sebuah pembuktian jika dirinya adalah seorang Dwarf yang cerdas.


"Apa yang kamu senyumkan?" Suara seorang laki laki yang kini berada di balik Centaro. Laki laki tersebut bisa melihat senyum merekah terpancar di wajah Centaro dari pantulan refleksi tubuhnya yang ada di kaca.


"Tidak ada... Hanya sekedar menikmati hasil karya..." Balas Centaro sembari membalikkan badan. Meskipun dirinya adalah orang yang begitu berjasa untuk Sun Flower Guild, namun orang yang bertanya kepada dirinya adalah pemilik resep Violet Wine. Semua mesinnya tidak akan bisa bekerja dengan optimal jika tidak mendapat takaran yang pas dari sosok Alchemist tersebut.


"Jangan terlalu berpuas diri... Itu tidak baik untukmu..." Al-Spark mendudukkan diri di kursi tang ada di ruangan tersebut. Satu kakinya kini bertopang ke kaki yang lainnya, menyandarkan punggungnya untuk membuat nyaman tubuhnya.

__ADS_1


"Ah..."Centaro tidak bisa menjawab begitu banyak, apa yang dikatakan oleh Al-Spark memang benar adanya.


"Guild Master Full Winter ingin agar Violet Wine bisa segera menyebar ke seluruh kerajaan. Kita harus bisa meningkatkan produksi kita jika kita tidak ingin kekurangan pasokan."


"Aku tahu tentang itu... Tapi apa semua sudah terpikirkan dengan matang? Kita masih belum bisa memastikan keamanan pengiriman Violet Wine ke Kerajaan lain."


"Biarlah itu di urus oleh bagiannya sendiri. Tugas kita hanya memastikan pasokan Violet Wine cukup untuk mereka." Al-Spark menjeda kalimatnya. "Itupun jika memang kamu masih ingin dianggap berguna bagi mereka."


Kalimat terakhir Al-Spark membuat Centaro hanya bisa tersenyum masam. Tidak terpikirkan sama sekali oleh dirinya jika Sun Flower Guild akan berani mendepak dirinya. Apalagi semua operasional mesin mesin yang ada di pabrik ini berada di bawah kendalinya. Dirinya hanya tinggal membalikkan satu kabel penghubung atau sekedar merusak salah satu sirkuit yang ada di mesin mesin tersebut untuk membuat pabrik ini berhenti beroperasi. Sun Flower Guild tentu tidak akan pernah berani melakukan hal yang akan merugikan mereka.


"Jangan kamu pikir hanya kamu yang bisa membuat mesin seperti itu. Kamu masih belum tahu seperti apa Sun Flower itu sebenarnya." Al-Spark memberi peringatan sembari dirinya keluar dari ruangan tersebut.


Centaro pun hanya bisa terperangah mendengar kata kata Al-Spark. Memang dirinya tidak tahu menahu mengenai dunia para player itu seperti apa. Tapi dirinya masih cukup percaya diri, jika hanya dirinya yang bisa membuat mesin mesin seperti ini di dunia ini. Bahkan para Dwarf lainnya di Kerajaan Bangsa Dwarf pun belum tentu ada yang bisa membuat mesin seperti yang dirinya buat.


###


"Bekerja seperti ini sungguh membosankan..." Gumam seorang Berseker bernama Rebel. Dia adalah salah satu Kapten dari 8 Kapten yang dimiliki oleh Sun Flower Guild.


"Aku sudah mendengar rengekan semacam itu keluar dari mulutmu tiga kali dalam satu jam. Berhentilah bersikap seperti itu." Jawab seorang wanita yang sedang tiduran bersama seekor ular. Wanita tersebut adalah seorang player yang memiliki class Ranger bernama Crused Venom. Dia juga salah satu Kapten Sun Flower Guild lainnya.


"Apa kamu tidak bosan hanya bekerja seperti ini setiap hari? Semua tubuhku benar benar sudah kaku karena kurang bertarung." Rengek Berseker itu sekali lagi. "Ah... Semoga rencana ekspor Violet Wine segera terwujud. Aku akan menjadi yang pertama untuk mencalonkan diri sebagai ketua bagian pengiriman."


"Guild Master tidak akan mempercayakan hal sepenting itu pada orang ceroboh seperti dirimu. Lagipula harusnya kamu bersyukur, kita bisa mendapatkan bayaran cukup tinggi hanya dengan duduk duduk seperti ini."


"Ahh.... Memang dasarnya kamu wanita pemalas. Aku tidak habis pikir, bisa bisanya kamu terus tiduran sambil memeluk ular seperti itu."

__ADS_1


"Terserah kamu mau bilang apa... Aku cukup bersyukur bisa mendapat uang dengan hanya seperti ini..." Cursed Venom mengelus ular yang tidur melingkar di sampingnya.


"Ahh... Andai saja ada yang berani menyerang pabrik ini..." Rebel memandang keluar ruangan dari jendela menara. Dari tempatnya berada bisa terlihat gelapnya malam yang membentang di seluruh penjuru perkebunan.


"Hahaha.... Tidak akan ada yang cukup gila untuk melakukan hal seperti itu..." Tawa Cursed Venom pecah dengan sendirinya. Mendengar harapan dari Rebel yang terdengar seperti lelucon.


Namun tawa Cursed Venom seketika terhenti ketika ular yang ada di sampingnya menengadahkan kepalanya. Lidah ular bernama Raven itu pun menjulur keluar masuk dari mulutnya.


"Ada yang datang..." Cursed Venom tahu jika Raven tidak akan bersikap seperti itu tanpa alasan. Raven memiliki insting yang begitu kuat untuk bisa mendeteksi sebuah ancaman. Dan jika Raven sampai terlihat begitu waspada seperti itu, maka ancaman yang datang bukanlah sebuah ancaman biasa.


"O ya? Kita lihat seperti apa olahraga malam kita..." Rebel justru tersenyum mendengar peringatan dari Cursed Venom. Dirinya benar benar sedang butuh seorang lawan untuk bisa memuaskan hasrat bertarungnya.


Kedua Kapten Sun Flower Guild itu pun memandang siaga ke arah luar menara tempat mereka berada. Mereka akan segera bertindak jika melihat adanya sebuah pergerakan sekecil apapun.


Namun kedua Kapten itu pun hanya terdiam, melihat sebuah lingkaran sihir raksasa kini tengah melayang di atas pabrik Violet Wine.


"Apa itu?" Cursed Venom hanya bisa bergumam pelan, melihat lingkaran sihir berdiameter ratusan meter tersebut. Jika lingkaran sihir itu adalah sebuah spell penghancur, maka perisai pelindung yang melindungi pabrik Violet Wine benar benar dalam bahaya.


"Cepat laporkan pada Guild Master!"


***Hai... Kangen saya? Yang pertama tentu saya minta maaf karena menghilang begitu saja. Tiba tiba ditinggal begitu saja memang gak pernah enak. Ya kan?


Tapi saya hanya melakukan apa yang saya bisa, ada hal lain yang harus saya prioritaskan dari sekedar menulis cerita. Kenapa? Karena saya juga hanya seorang manusia, yang memiliki kehidupan di dunia nyata.


Terima kasih untuk yang mengerti keadaan saya. Respect terbesar saya berikan kepada Anda semua.***

__ADS_1


__ADS_2