New World

New World
Harus Kita Bantu!


__ADS_3

"Kurang ajar..." Full Winter melepaskan aura biru muda yang besar. Dari aura yang dikeluarkan Full Winter, bisa diketahui oleh siapapun jika saat ini Full Winter sedang marah besar.


Tidak mudah bagi Full Winter untuk menerima kenyataan yang ada di hadapannya. Setelah bisa kembali log in ke dalam New World, hal pertama yang harus dirinya lihat adalah hasil kerja kerasnya selama dua tahun berada di New World.


Dan kini... Hasil kerja kerasnya selama dua tahun tengah terbakar habis. Dan yang membuat Full Winter lebih marah adalah, tidak satupun anggota Sun Flower Guild yang ada di area perkebunan berusaha untuk memadamkan api yang membakar perkebunan Violet Cactus.


"Kenapa kalian diam saja? Cepat padamkan api itu!" Full Winter nampak terbakar emosi melihat semua anak buahnya tidak bereaksi.


"Tapi Guild Master... Asap beracun akan keluar jika api dipadamkan...." Salah satu Swordman langsung menyanggah perintah dari Full Winter.


Stab!


Sebuah pedang es langsung menancap di tubuh Swordman tersebut, menembus jantung Swordman tersebut hingga Swordman tersebut langsung terbujur kaku di atas tanah.


"Aku tidak peduli... Sun Flower Guild membayar kalian semua tidak hanya untuk melihat perkebunan ini terbakar habis... Sun Flower Guild membayar kalian untuk mengorbankan nyawa kalian demi keuntungan Guild." Aura yang Full Winter keluarkan semakin membesar, pertanda dirinya tidak ingin mendapatkan sanggahan lagi dari siapapun yang ada di area perkebunan.


Semua yang berada di tempat tersebut hanya bisa berdecak kesal mendengar apa yang Full Winter katakan. Memang benar Sun Flower Guild membayar mereka, tapi apa Sun Flower Guild akan melupakan jasa jasa yang telah mereka lakukan.


Tidak mungkin suatu Guild bisa berkembang dengan sendirinya tanpa campur tangan dari setiap anggotanya. Dan kini... Pimpinan mereka, tengah menuntut setiap anggotanya untuk mengorbankan level dan equipment acak yang mereka miliki.


Umpatan dan kekesalan hanya bisa mereka pendam di dalam hati. Tidak ada satupun yang berani menentang kehendak dari Guild Master, kecuali jika anggota tersebut sudah siap untuk tidak mendapatkan kembali bayaran dari Sun Flower Guild.


Dipecat atau dikeluarkan sudah menjadi suatu hal kecil, bagaimana jika akhirnya nanti mereka diincar dan diburu oleh seluruh anggota Sun Flower Guild hingga kembali ke level 0? Hal tersebut sama saja dengan kematian yang sebenarnya di Dunia New World ini.


Spell demi spell dikeluarkan oleh setiap anggota Sun Flower Guild. Asap beracun beterbangan dengan jumlah yang tidak bisa dihitung kasat mata. Satu persatu anggota Sun Flower Guild harus rela menerima merasakan rasa sakit dari racun Beautiful Sun Rise.


"Biadab..." Hanya satu kata yang keluar dari mulut Full Winter setelah berjuang melawan kobaran api yang membakar perkebunan. Tidak lebih dari seperempat lahan perkebunan yang bisa mereka selamatkan. Belum lagi jumlah anggota yang harus rela mati karena asap beracun. Sun Flower Guild benar benar mendapatkan sebuah pukulan telak malam ini.


"Aku ingin semua data tentang penyerang itu... Tidak peduli dimana pun dia berada... Dia harus membayar untuk semua ini..." Pesan Full Winter pada Sweet Candy yang berada di dekatnya.


"Segera Anda dapatkan Guild Master..." Jawab Sweet Candy sembari mengatur sistemnya untuk menghubungi seseorang.


###


"Apa?" Toni sampai berdiri dari tempat duduknya setelah dirinya mendapat berita dari anggota Light Guardian yang di tempatkan di Kerajaan Black Dessert.

__ADS_1


"Ada apa Honey?" Red Ascend yang duduk di seberang meja sampai terkejut melihat reaksi berlebihan dari Toni.


"AS..." Hanya satu kata yang keluar dari mulut Toni.


"Hem..." Red Ascend langsung mengangguk dan ikut berdiri dari tempat duduknya. Sepasang sejoli tersebut langsung meninggalkan restoran tempat mereka menghabiskan waktu mereka untuk pergi ke gerbang teleportasi.


Toni dan Red Ascend memang sudah mengetahui jika Alan menyimpan sebuah dendam pada Sun Flower Guild. Hanya saja mereka berdua tidak menyangka, jika Alan akan melakukan rencananya saat ini.


Sun Flower Guild sedang berada pada puncak perkembangan mereka, satu serangan yang menggoyahkan kedudukan Sun Flower Guild tentu akan dimanfaatkan oleh banyak pihak untuk bisa menjalin kerja sama dengan Sun Flower Guild.


Bukan suatu hal yang mustahil jika nantinya Alan akan menjadi seorang player yang sangat dicari di New World.


"Sun Flower Guild pasti akan mencoba menutupi sebisa mungkin kejadian ini... Tapi aku yakin... Bangkai tidak akan pernah bisa disimpan dengan rapat seutuhnya. Kita hanya bisa membantu Alan agar Light Guardian tidak ikut memburu dirinya." Bisik Toni pada Red Ascend.


"Hem..." Hanya anggukan setuju dari Red Ascend yang menjawab ungkapan dari Toni.


###


"Commander..."


Hanya hal itu yang bisa dirinya lakukan untuk Alan. Posisi dirinya di Light Guardian memaksa dirinya untuk tidak langsung turun tangan membantu Alan melawan Sun Flower Guild. Light Guardian pasti akan mempermasalahkan jika sampai seorang Kapten Light Guardian membantu aliansi Bangsa kegelapan.


Jika masalah tersebut hanya menimpa dirinya, Toni mungkin masih bisa menerima. Tapi bisa menjadi masalah besar jika sampai Light Guardian menarik diri untuk menjadi pelindung dari setiap gerbang teleportasi yang dimiliki oleh WMC, perusahaan yang semua anggota Light Guardian ketahui jika itu adalah milik Toni.


"Ada apa?" Poska meletakkan sebuah buku yang sedari tadi dirinya baca ke atas meja kerjanya. Menarik pandangannya ke arah Toni dan Red Ascend yang baru saja memasuki ruang kerja miliknya.


"Ada hal yang perlu saya bicarakan..."


"Duduklah..." Poska tahu jika Toni tidak akan mau sampai datang ke ruang kerja miliknya jika tidak ada suatu masalah yang penting.


"Ada apa?" Poska langsung menembak ke topik permasalahan begitu Toni dan Red Ascend menyamankan diri di atas kursi.


"Aku harap Commander mau menarik pasukan yang diletakkan di Kerajaan Black Dessert..." Toni nampak sedikit ragu untuk mengungkapkan pikirannya. Dirinya masih belum terpikir alasan apa yang harus dirinya berikan untuk menguatkan argumennya pada Poska.


"Menarik pasukan di Kerajaan Black Dessert?" Poska menaikkan sebelah alisnya. Perkembangan Kuil Cahaya di Kerajaan Black Dessert sedang berada pada puncaknya. Bahkan Kuil Cahaya baru saja berhasil mengatasi Bangsa Titan yang selama ini menjadi penghambat kemajuan Kuil Cahaya.

__ADS_1


"Benar Commander..."


"Katakan... Kenapa aku harus melakukan saran darimu...."


"Itu..." Toni pun tergagap. Benar saja... Poska mempertanyakan hal yang seharusnya sudah dirinya persiapkan sebelum dirinya datang kemari.


"Jangan bilang kalau kamu memberiku saran tanpa sebuah alasan..."


"Bukan begitu Commander... Hanya saja..." Toni melirik ke arah Red Ascend, memberi tanda kepada kekasihnya tersebut untuk membantu dirinya mengarang sebuah alasan yang masuk akal.


"Begini Commander...." Red Ascend yang paham dengan maksud Toni pun langsung angkat bicara. Tipu muslihat seperti ini tidak akan bisa dilakukan oleh orang sepintar Toni, melainkan harus dilakukan oleh orang yang terkesan polos oleh semua orang seperti dirinya.


"Begitu ya... Aku paham maksud kalian... Memang apa yang kalian katakan ada benarnya..." Poska mengangguk angguk tanda sedikit setuju dengan perkataan Red Ascend.


Ibukota Kerajaan Black Dessert memang terkenal akan Kota dunia malamnya. Red Ascend memberi alasan jika pasukan yang ditempatkan di Kerajaan Black Dessert berada terlalu lama di Ibukota tersebut, akan membuat sebuah citra buruk di mata semua orang. Mana mungkin sebuah organisasi bernama Light Guardian menjadi pelindung suatu bisnis prostitusi dan perjudian?


"Baiklah... Akan aku hubungi segera Sienta untuk kembali kesini." Keputusan dari Poska membuat Toni dan Red Ascend merasa begitu lega.


"Kalau tidak ada lagi yang ingin kalian sampaikan... Kalian boleh pergi.."


"Tidak Commander... Kami mohon diri... Maaf telah mengganggu waktu Anda..." Toni segera mengajak Red Ascend untuk meninggalkan ruangan Poska, takut jika Poska kembali mengajukan pertanyaan yang nantinya akan sulit dirinya jawab.


"Toni..." Panggil Poska sebelum Toni dan Red Ascend menghilang ditelan pintu ruangan.


"Ya Commander?"


"Apa ada pergerakan dari Bangsa Demon?"


"Eh... Tidak ada Commander..." Toni nampak sedikit ragu untuk menjawabnya. Bagaimanapun juga Alan juga termasuk salah satu bagian dari Bangsa Demon.


"Bagus... Terus awasi mereka... Kita akan langsung bergerak jika mereka mulai bergerak..." Jawab Poska sembari mengayunkan tangannya, memberi tanda kepada Toni dan Red Ascend untuk segera keluar dari ruangannya.


"Ah... Sepertinya kita gagal..." Keluh Toni begitu berada di luar ruangan.


"Tidak semuanya... Paling tidak hanya ini yang bisa kita lakukan untuk membantu Alan saat ini..." Red Ascend mencoba menghibur Toni yang nampak gusar.

__ADS_1


__ADS_2