
"As... sepertinya kamu memang membawa keberuntungan." kata tigerclaw yang sedang mengganti perisainya dengan perisai yang baru saja dia dapatkan. tidak hanya tigerclaw yang berpikir seperti itu. pemain lain di kelompok alan juga berpikir seperti itu. biasanya mereka perlu menghabisi paling tidak 3 atau 5 monster untuk mendapatkan 1 atau 2 item. tapi berburu bersama alan, hampir setiap monster menjatuhkan item.
"Ah... bisa saja kamu. mana mungkin keberuntungan ada di dalam game?"
"Eh serius ini... kalau kamu mau, bergabunglah dengan guildku setelah misi ini selesai."
"hahaha... maaf tapi aku tidak tertarik."
"oke lah... kamu bisa hubungi aku jika berubah pikiran." tigerclaw tentu tidak berani memaksakan kehendaknya pada alan. tigerclaw menggunakan kesempatan ini untuk bisa menjalin kerja sama dengan pemain solo yang kuat seperti alan. siapa tahu nanti guildnya akan memerlukan bantuan dari alan. tigerclaw adalah seorang petinggi di guildnya, guildnya bernama seven star guild. guild yang dibentuk oleh 7 orang, salah satunya adalah tigerclaw.
kelompok alan selama ini terus melanjutkan masuk ke reruntuhan. kini mereka sudah menempuh setengah perjalanan untuk sampai di pusat reruntuhan. lebih dari 30 monster telah mereka bunuh di reruntuhan tersebut. item yang terkumpul dari drop item juga lumayan banyak, meskipun tidak ada yang menarik perhatian alan. alan pun hanya meminta bahan bahan dasar yang sekiranya bisa alan gunakan untuk membuat senjata atau mengupgrade senjatanya.
"tunggu! ada yang tidak beres!" alan memberi komando kepada teman temannya untuk berhenti di sebuah gang reruntuhan bangunan. alan merasa curiga, karena hampir setengah jam mereka berjalan tapi tidak menemui monster satupun. berbeda dengan perjalanannya yang tadi. hampir setiap 10 menit berjalan mereka bertemu dengan monster.
"ada apa?" shoote sun tentu langsung penasaran. alan tidak pernah memberikan komando tanpa adanya sesuatu.
"aku merasa ada yang aneh. kalian tunggulah disini! biar aku periksa keadaan sekitar."
pemain di kelompok alan pun menurut. mereka semua sadar bahwa dari mereka semua agility alanlah yang paling tinggi. alan tentu dapat dengan mudah kabur jika ada bahaya mengepungnya.
alan pun pergi meninggalkan rombongannya, dirinya naik ke salah satu bangunan tertinggi yang masih berdiri.
'joker... bisa kamu lacak keberadaan monster atau bahaya di sekitar sini?'
joker langsung menampilkan peta di sekitar alan. dan hasilnya sungguh membuat mata alan hampir keluar dari lubang matanya. joker menampilkan begitu banyak titik merah yang bersembunyi di reruntuhan bangunan.
'bisa kamu deteksi makhluk apa itu?'
[analisis data... mengidentifikasi objek... monster deathman, common monster, level beragam.]
alan tentu langsung lemas setelah membaca analisis joker, alan pernah membaca jenis jenis monster dari joker di sela sela waktunya. jenis monster deathman adalah monster yang tidak memiliki bagian vital. cara membunuhnya hanyalah dengan menjatuhkan hpnya ke angka 0 atau menghancurkan tubuhnya secara total. merasa tidak memiliki jalan keluar yang cocok, alan memilih kembali pada kelompoknya. dirinya perlu mendiskusikan rencana selanjutnya.
"apa?" tigerclaw dan yang lainnya tentu terkejut mengetahui informasi yang baru saja dia terima dari alan.
"benar... aku juga tidak percaya tadinya. tapi begitulah kenyataannya."
"kita tidak memiliki elementalist api. bagaimana kita akan menembus mereka?" shoote sun mengajukan pertanyaan untuk membuka diskusi.
api memang bisa digunakan untuk membakar habis monster deathman, itulah sebabnya shoote sun mengajukan pertanyaan.
"sebenarnya aku punya rencana. tapi mungkin ini akan sedikit gila." alan dengan ragu ragu berkata.
"memang ada rencanamu yang tidak gila? sedari tadi kita sudah melakukan hal hal gila tahu." shoote sun mencibir alan yang seakan ragu untuk mengutarakan pendapat.
__ADS_1
"hahaha... segitunya kah?"
"begini..." alan pun menjelaskan rencananya. rencananya hanya sederhana. kelompok alan akan maju menembus ke pusat reruntuhan tanpa mempedulikan deathman monster yang ada. hanya saja rencana alan memerlukan lidya untuk terus terusan menggunakan kemampuan elemntalist tanahnya untuk menggerakkan tanah sebagai pelindung.
lidya yang mendengar rencana alan tentu menelan ludahnya sedalam dalamnya. dirinya sudah membayangkan akan secapek apa dirinya nanti ketika rencana alan dijalankan.
"bagaimana? gila kan?"
semua pemain di kelompok alan terdiam. memang betul rencana alan benar benar gila. mereka bisa saja melewati kepungan deathman tanpa ada yang mati. tapi mereka tidak tahu ada hal apa yang menunggu mereka setelah melewati kepungan deathman. bisa saja malah mereka terkepung oleh monster dari depan dan belakang nantinya.
"aku suka gayamu memimpin as... aku ikuti semua yang kamu mau." tigerclaw dengan santainya menepuk pundak alan. mempercayakan segala strategi pada pemimpinnya ini.
"bagaimana dengan kalian?" alan mengarahkan pandangan pada yang lainnya.
"ya... paling paling kalau kita mati hanya turun satu level dan kehilangan satu barang kan? lagipula levelku sudah naik 4 level daripada sebelum masuk kesini. kehilangan satu level bukan masalah buatku." shoote sun mengikuti tigerclaw yang percaya dengan rencana alan.
semua pemain pun sudah setuju selain lidya. hanya dirinya yang masih berpikir ulang, karena keberhasilan rencana ini berada di tangannya.
"tenang saja. jika rencana ini gagal kita tidak akan menyalahkanmu." alan seakan mengerti dengan jalan pikiran lidya. dirinya pun memberi semangat pada lidya.
lidya baru bisa sedikit tersenyum setelah mendengar perkataan alan. dirinya pun memilih setuju. melihat lidya setuju alan langsung memberikan 30 botol mana regeneration potion pada lidya. lidya akan membutuhkan mana dalam jumlah besar untuk bisa membuat dinding pelindung dari tanah di sepanjang perjalanan.
" sudah siap?" alan sekali lagi memastikan pada teman temannya. pemain lainnya pun hanya mengangguk. lidya langsung menggenggam erat tongkat sihirnya. bersiap siap melakukan sihir tanahnya.
uaaargh...
uaaargh...
[deathman monster, common monster, level 60.
hp 32000.]
alan mengawali serangan dengan membombardir deathman dengan wind arrownya. meskipun serangan alan tidak bisa membunuh monster deathman, paling tidak bisa mengurangi laju dari para deathman monster.
"cepat bergerak! lidya... buat dinding pelindung di depan!" alan memberi aba aba pada teman kelompoknya untuk berlari secepat mungkin.
lidya langsung membuat dinding pelindung dari tanah, menggerakannya ke depan untuk mendorong monster monster deathman. semua pemain di kelompok alan langsung berlari mengikuti tembok tersebut.
monster deathman memang hanya common monster, akan tetapi kekuatan utama mereka berada di jumlah dan sulitnya untuk dibunuh. serangan dari monster deathman tentu tidak hanya dari depan, melainkan dari semua sisi.
lidya selalu membuat dinding pelindung dari tanah ketika kelompok deathman mulai mendekat. alan dan shoote sun menggunakan serangan jarak jauh untuk mencoba mengurangi deathman yang maju mengepung mereka. sementara para melee class menghalau monster deathman yang mencoba masuk lewat atas.
"tahan sebentar lagi! kita sudah dekat dengan pintu masuk istana." alan berseru pada teman temannya setelah dirinya bisa melihat sebuah bangunan yang berdiri utuh. alan yakin bangunan itu adalah pusat dari reruntuhan eldisium ini. mengingat hanya bangunan itu yang berdiri kokoh.
__ADS_1
lidya terus meminum mana regeneration potion untuk memulihkan mananya yang terus terkuras. kalau saja mana regeneration potion itu memabukkan, lidya tentu sudah pingsan karena mabuk. 28 botol telah dia minum untuk terus memulihkan mananya demi membuat dinding pelindung.
kelompok alan pun berhasil sampai di depan gerbang istana. jumlah monster deathman yang mengepung mereka pun sekarang berjumlah ratusan. wajar karena selama ini alan dan yang lainnya memang tidak berhasil membunuh satupun monster deathman. mereka hanya menghalau monster deathman agar bisa berjalan lurus ke istana.
"tiger... buka gerbangnya!" alan memberi komando sementara dirinya terus membombardir deathman dengan wind arrownya.
tigerclaw langsung bergerak ke arah gerbang. dengan satu pukulan skill keras, dirinya berhasil membuka gerbangnya. terlihat ruangan kosong penuh dengan debu setelah gerbang istana itu terbuka.
"cepat masuk! aku tahan mereka!" alan memberi komando pada teman temannya untuk segera masuk ke dalam.
lidya langsung membuat dinding perisai tanah di sepanjang jalan mereka ke arah gerbang istana. jalan mereka kini bisa kosong tanpa ada hambatan dari deathman. semua pemain di kelompok alan langsung masuk kedalam istana. sementara alan masih terus menahan para deathman monster untuk tidak bisa mendekat.
"cepat kamu masuk as!" shoote sun berteriak sekencang kencangnya dari dalam istana. melihat deathman monster yang mengepung alan semakin banyak, shoote sun tentu khawatir akan keselamatan alan.
"tutup gerbangnya! jangan biarkan deathman ini masuk!" alan memberi komando setelah beberapa monster deathman berhasil melewatinya.
"tidak tanpamu disini."
"cepat! aku punya jalan sendiri untuk bisa masuk!"
shoote sun tentu tidak ingin meninggalkan alan sendirian diluar istana. namun melihat deathman yang berhasil melewati alan semakin banyak, dirinya pun panik. monster deathman pun semakin mendekat kearah gerbang istana.
"cepat tutup!"
mendengar perintah alan dan semakin mendekatnya monster deathman, tigerclaw pun menutup pintu gerbang.
dang...
pintu gerbang berhasil tertutup. suara dari monster deathman yang mencoba memukul mukul gerbang untuk membuka paksa pun terdengar. namun usaha mereka sia sia, tigerclaw langsung memasang penghalang di gerbang. membuat gerbang tidak bisa dibuka paksa dari luar.
shoote sun dan yang lainnya tentu sedih karena telah meninggalkan alan di luar istana sendirian. tanpa alan mereka tidak mungkin bisa selamat sampai disini. shoote sun bahkan sampai duduk termenung sambil meneteskan air mata karenanya.
"sudahlah... jangan bersedih!" lidya berusaha menghibur shoote sun yang tampak sangat sedih.
shoote sun pun hanya menoleh pada lidya, mata berkaca kacanya tidak bisa membohongi akan kesedihannya.
"lidya benar shoote sun... kita harus melanjutkan perjalanan, agar pengorbanannya tidak sia sia." tigerclaw menambahkan.
shoote sun masih belum bangkit dari duduknya. dirinya masih menyesali tidak membantu alan diluar istana.
"benar... kita masih harus melanjutkan perjalanan." alan yang keluar dari bayangan bawah gerbang langsung menambahkan. sontak seluruh pemain yang ada disana tidak percaya melihat alan masih hidup dikepung oleh ratusan monster deathman.
"kamu hidup? kamu as?" tigerclaw tentu tidak percaya dengan apa yang dia lihat. tidak mungkin ada pemain yang bisa selamat setelah dikepung oleh ratusan monster deathman.
__ADS_1
"yap... ini aku... as"