New World

New World
Hancurkan 3


__ADS_3

"Naga... Itu Naga..." Semua player yang mengepung Grestal langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah penyerang. Sontak mereka pun terkejut melihat seekor Naga hitam putih tengah terbang di atas mereka.


"Sial... Kenapa ada Naga juga?" Rebel tidak bisa untuk tidak mengumpat. Hampir saja dirinya juga ikut terpanggang matang seperti anak buahnya.


Dirinya sama sekali tidak terpikirkan, jika Bangsa Titan yang menyerang pabrik tidak sendirian. Rebel pun hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri. Dirinya tidak berpikir terlalu jauh ke depan dan mengantisipasi maksud dari kedatangan Bangsa Titan ke pabrik ini.


"Rebel... Kamu baik baik saja?" Cursed Venom segera menghubungi Rebel melalui panggilan sistem. Kini dirinya dan Rebel benar benar harus serius menghadapi kondisi saat ini. Menghadapi satu Bangsa Titan saja mereka sudah cukup kerepotan, apalagi ditambah menghadapi seekor Naga.


"Aku tidak apa... Kembalilah ke dalam... Arahkan semua penyihir untuk menggunakan meriam sihir. Kita tidak bisa menang melawan mereka tanpa bantuan senjata perang."


Cursed Venom mengangguk, dirinya langsung kembali masuk ke dalam pabrik untuk mempersiapkan meriam sihir beserta para penyihir yang ada di sekitarnya. Sebuah Senjata perang yang sangat jarang digunakan oleh Sun Flower Guild.


"Chiro... Cepat bakar mereka!" Alan tidak menunggu terlalu lama hingga para anggota Sun Flower Guild kembali bisa siap bertarung. Semakin lama dirinya melihat para anggota Sun Flower Guild, semakin banyak pula rasa sakit di hatinya yang kembali mencuat.


"Uargh..." Chiro kembali melemparkan semburan api hitam dan putih yang berpadu. Membakar seluruh area tempat anggota Sun Flower Guild berada.


Grestal pun juga tidak tinggal diam. Meskipun ada semburan api hitam putih di sekitarnya. Nyatanya dirinya sama sekali tidak terpengaruh. Aksara aksara rune yang Asmodias sematkan di permukaan tubuhnya membuat dirinya bisa menahan panasnya api hitam dan putih yang membara.


Grestal pun kembali melayangkan pukulan pukulannya ke arah perisai pabrik. Mencoba menghancurkan perisai pabrik tersebut secepat mungkin.


"Jangan biarkan Titan itu! Serang! Jangan takut jika kita harus mati dan turun level di tempat ini!" Rebel mencoba membakar semangat anak buahnya.


"Twin Blade Strike!"


"Crimson Blow!"


"Fire Missile!"


Semua anggota Sun Flower Guild mendaratkan serangan skill skill yang mereka miliki ke arah Grestal. Meskipun mereka tahu jika serangan mereka tidak akan bisa membunuh Grestal, paling tidak mereka bisa menarik perhatian Grestal agar menjauh dari perisai pelindung pabrik.

__ADS_1


Namun Grestal tidak bergeming, Bangsa Titan terakhir itu terus melayangkan pukulannya ke arah perisai pelindung pabrik. Getaran dan suara dentuman pun terus berkumandang di seluruh area. Jika hal itu terus dibiarkan, maka perisai pabrik sebentar lagi akan hancur karena bombardir serangan dari Grestal.


Raven juga tidak bisa mendekati Grestal, tubuh ular tersebut tidak memiliki kekebalan api seperti yang Grestal miliki. Jika dirinya memaksa untuk mendekat dan menyerang Grestal, maka dirinya bisa menjadi sajian ular panggang untuk makan malam.


"Bagus... Grestal... Hancurkan mereka!" Alan tersenyum puas melihat Grestal bisa begitu perkasa. Hasil kerja Asmodias benar benar selalu memuaskan bagi dirinya. "Chiro... Bakar mereka!"


Semakin banyak api hitam putih yang Chiro keluarkan, semakin banyak pula player Sun Flower Guild yang mati terbakar. Mereka benar benar di ambang kehancuran. Tidak ada harapan lagi bagi mereka untuk bisa menang dari serangan dadakan ini.


Booom...


Booom..


Booom...


Tiga lesatan serangan sihir berbentuk cahaya keemasan mengenai tubuh Grestal. Serangan tersebut berasal dari dalam pabrik, yang tidak lain dan tidak bukan adalah serangan meriam sihir yang Cursed Venom. Tubuh Grestal pun terpukul dua langkah ke belakang. Meskipun Grestal masih bisa menahannya, namun kuatnya daya serangan yang dimiliki meriam sihir memaksa dirinya untuk terpental.


"Gunakan semua yang kita punya untuk menghentikan dia!" Rebel merasa memiliki harapan dalam pertempuran ini. Meskipun harus menggunakan semua item item yang mereka miliki, itu semua lebih baik dari pada harus kehilangan sumber pemasukan guild.


"Falling Star!"


"Earth Squash!"


Semua player yang tersisa langsung mengeluarkan semua item item sekali pakai yang mereka miliki dan menggunakannya. Dengan bantuan meriam sihir dan item yang mereka miliki, Bangsa Titan itu pasti bisa ditumbangkan.


"Player guild kelas atas memang berbeda..." Alan tersenyum kecil melihat hampir semua player Sun Flower Guild mengeluarkan item offensive dari tas mereka. Item item seperti itu adalah suatu item sekali pakai, yang akan langsung menghilang setelah digunakan. Melihat banyaknya player yang memiliki item seperti itu, Alan bisa berasumsi jika Sun Flower Guild memberikan bayaran yang tinggi kepada setiap player playernya.


"Tapi semua akan percuma jika kalian menggunakannya di hadapanku..." Alan mengangkat satu tangannya ke atas. Aura berwarna abu abu gelap langsung memancar dari dalam tubuhnya.


"Full Silent!" Teriak Alan dan seketika aura abu abu gelap yang menyelimuti tubuhnya menyebar ke segala arah.

__ADS_1


###


Wajah Heaven Sins terperanjak tidak karuan. Meskipun dirinya kini tengah bersembunyi di sekitar pepohonan Violet Cactus, dirinya masih bisa melihat sebuah api putih yang membara di sekitar area pabrik. Nyala api tersebut begitu terang, bagaikan sebuah matahari yang baru akan terbit di ujung timur.


"Bocah itu benar benar tidak main main dengan ucapannya..." Gumam Heaven Sins perlahan. Kini dirinya percaya jika Alan bisa menghancurkan pabrik itu sendirian. Besarnya api yang dirinya lihat dari kejauhan saja sudah menjadi cukup bukti untuk dirinya agar bisa percaya.


"Baiklah... Aku pun juga harus bekerja..." Heaven Sins mulai merusak tanaman Violet Cactus yang ada di sekitarnya. Selama Sun Flower Guild masih memiliki tanaman ini, maka Sun Flower Guild masih bisa memproduksi Violet Wine. Kini dirinya harus memastikan tidak ada satu pun tanaman yang tersisa.


###


"Ah... Seharusnya aku juga ikut bersenang senang di sana..." Ken mengumpat sendiri pada Alan. Melihat betapa besarnya api yang Alan hasilkan dari area pabrik, darah bertarung milik Ken langsung membara.


Meskipun dirinya sudah menghabisi banyak anggota Sun Flower Guild yang mencoba kembali ke area pabrik. Hal itu belum cukup untuk memenuhi hasrat Ken. Ken ingin menjadi lebih kuat. Dan untuk menjadi lebih kuat, Ken butuh lawan yang benar benar bisa membuat dirinya kelimpungan seperti Alan.


"Ya... Semoga bala bantuan mereka segera datang... Aku penasaran seperti apa kekuatan Guild Master mereka." Ken justru berharap pada suatu hal yang tidak diharapkan oleh Heaven Sins dan Jack Wilshere.


Jika Full Winter sampai turun tangan dan datang ke area pabrik, maka keunggulan yang mereka miliki bisa dibalikkan dengan mudah. Sang Elementalist Es tersebut tentu tidak akan menggunakan nama Full Winter jika dirinya tidak memiliki kemampuan untuk menyandang nama tersebut.


###


"Ayo Willi... Kita pergi..." Berbeda dengan yang lainnya. Cleo memilih untuk meninggalkan area pabrik.


Sudah cukup bagi dirinya membantu Alan untuk mengaktifkan Prison Dimension. Dirinya tidak ingin terlibat terlalu jauh dengan pertarungan ini. Tugasnya sebagai anggota Death Mask hanya menemani Alan dan menjelaskan informasi yang Death Mask berikan. Bukan untuk ikut bertarung bersama Alan. Dirinya hanya membantu Alan karena rasa sungkan kepada pemuda berkepribadian ganda tersebut.


Ya... Itulah anggapan Cleo tentang Alan, berkepribadian ganda. Alan bisa begitu baik ketika bersama dengan teman temannya. Namun Alan bisa tidak memiliki perasaan sama sekali ketika berhadapan dengan lawannya. Untung saja sekarang Death Mask tidak dalam posisi yang harus berhadapan dengan pemuda tersebut.


Winged Lion itu pun langsung mengepakkan sayapnya dan pergi dari area perkebunan. Dirinya harus segera pergi sebelum bala bantuan Sun Flower Guild datang. Jika sampai bala bantuan Sun Flower Guild telah datang, akan sangat menyulitkan bagi dirinya untuk kabur.


Apalagi jika dirinya sampai tertangkap, identitas dirinya sebagai anggota Death Mask bisa terungkap. Dan organisasi tempatnya bernaung pasti akan mendapatkan masalah jika sampai itu terjadi.

__ADS_1


__ADS_2