
Itu adalah hari yang cerah saat tumpukan salju mulai mencair seutuhnya, udara dingin telah digantikan oleh udara hangat dan kuncup bunga mulai bermekaran dengan indahnya.
Souma berdiri di beranda selagi menyirami tanaman di halamannya, hampir seluruhnya berisi tanaman herbal dan sisanya hanyalah tanaman teh yang dia petik bersama karyawannya saat itu.
Bread, istri dan bayi yang baru dilahirkannya berdiri di depan pagar Souma untuk menyapanya.
Bayi itu bayi perempuan cantik dengan telinga runcing yang menegaskan dia adalah elf, dan tertidur di pangkuan ibunya.
"Pagi Souma, seperti biasa kau selalu sibuk menyirami tanaman?"
"Begitulah, dan kalian pagi-pagi sudah berada di luar."
"Ah kami baru kembali dari rumah orang tua Fiya, beberapa hari kami tinggal di sana."
"Aku mengerti."
"Di sana Souma cukup terkenal katanya kau ahli membesarkan dada elf... itu sedikit membuatku terkesan kau tahu," tambah Fiya setelah perkataan Bread.
"Mari lupakan hal itu, aku hanya memenuhi tugasku sebagai penjual obat," balas Souma datar.
Souma adalah orang yang merubah takdir elf baginya mungkin itu akan berakibat tentang keseimbangan dunia antara besar dan kecil, jika seseorang menuntutnya di kemudian hari ia sudah bersiap menyiapkan koper untuk lari dari sini.
"Kalau begitu kami permisi."
"Iya."
Souma hanya melihat kepergian mereka sebelum Undine keluar dari pintu di sebelahnya.
"Hari yang cerah," katanya selagi menghirup nafas dalam-dalam.
__ADS_1
Undine awalnya adalah gadis loli dengan kelakuan aneh tapi sekarang dia menjadi gadis dewasa yang mempesona dengan pakaian ketat meskipun otak anehnya masih tetap sama.
"Fufu Souma tertarik dengan tubuh semok aku bukan, sayang sekali tapi hari ini aku ada pekerjaan di luar, kau tidak akan bisa mengaguminya lebih lama."
Benar kan.
Semenjak hutangnya pada Souma terbayar Undine kembali ke jalan sedia kala yaitu seorang petualang solo yang hobi meledakan apapun yang dia kehendaki.
Souma sedikit penasaran dengan pekerjaannya jadi dia bertanya setelah menyirami tanaman terakhir.
"Aku ingin tahu pekerjaan seperti apa yang kau ambil?"
"Hoho, baru sekarang Souma menanyakannya, lihat ini."
Souma menerima buku kecil dari Undine lalu membuka setiap lembar untuk melihat isinya sebelum menghembuskan nafas panjang.
"Kau ini ******* kah, hari ini meledakan rumah bordil, penjual budak dan juga tukang nasi goreng di pinggir jalan."
"Yang rumah bordil dan penjual budak adalah permintaan resmi sementara nasi goreng ini kepentingan pribadi, dia menggodaku jadi akan kuledakan hari ini."
Undine berada di dalam pekerjaan rekontruksi bangunan sekarang.
Rasanya aneh bahwa fakta orang ini belum ditangkap sampai sekarang adalah pikiran Souma yang lain namun, Souma pernah dengar dulu Undine pernah ditangkap oleh penjaga namun penjara yang digunakannya langsung meledak dan saat itu tidak ada yang berani lagi menangkapnya.
Sekarang dia mempercayai berita tersebut.
"Semoga berhasil pastikan untuk tidak pulang terlalu malam."
"Oke."
__ADS_1
"Dan pastikan tidak ada orang yang mati."
"Tentu saja aku hanya diminta merusak bangunannya saja untuk pria nasi goreng mungkin dia akan berada di situasi sekarat."
Souma merasakan kasihan untuknya.
Sekarang giliran Anna dan Celestrial yang keluar dari pintu, mereka mengenakan pakaian sama dengan bagian renda di ujung gaun terusan mereka.
Mau bagaimana lagi ini hari libur mereka pasti akan keluar.
"Kalian juga mau pergi?"
"Hari ini kami akan pergi ke kota tetangga untuk jalan-jalan, hari libur memang harus digunakan seperti ini."
Senyuman terlukiskan di wajah Souma.
"Aku akan memberikan uang untuk kalian jadi tidak masalah untuk kembali dua hari lagi."
Anna dan Celestrial memicingkan mata.
"Aku tahu Souma ingin bermalas-malasan jika kami tidak berada di sini."
"Tidak juga."
"Itu pasti benar Anna, mari jangan terima uang sogokan dari Souma."
"Hum hum dan hari ini Souma yang harus memasak."
Souma mendesah pelan sebagai balasan sebelum kembali ke dalam toko setelah kepergian keduanya dan menemukan Risela serta penyihir rembulan yang sedang duduk di meja selagi menghabiskan waktu bersama.
__ADS_1