
Stella Evergarden berdiri di medan perang dengan sebuah pedang Rapier di tangannya, ia memiliki penampilan cantik dengan rambut emas terurai panjang sampai pinggul.
Mengenakan celana panjang ketat berwarna putih dengan bagian atas sebuah gaun yang memiliki bagian depan sedikit lebih pendek dibandingkan bagian belakangnya.
Dia mengayunkan pedangnya dan beberapa dari musuh yang dihadapinya harus merasakan sensasi dari pedang dingin yang merobek daging mereka. Rapier itu tak hanya dibuat untuk menusuk lawan akan tetapi juga memiliki dua mata bilah tajam yang siap memotong daging semestinya.
Jenderal musuh mengambil kesempatan dari sebuah celah yang dibuat prajuritnya, dia mempersempit jarak untuk mengayunkan pedang besarnya melalui udara tipis saat Stella menahannya tepat di depan wajahnya. Jika memandang keseluruhan porsi tubuh keduanya, jenderal itu memiliki tubuh tiga lipat dari Stella kendati demikian pedangnya tertahan baik tanpa membuat Stella terpental atau bergeming sedikitpun.
"Stella Evergarden, sebuah kehormatan bisa melawanmu secara pribadi."
"Aku tidak tahu siapa kau, bisakah kau menyerah dan membiarkan kami menangkapmu."
"Haha itu tidak bisa, seorang dalam posisi menang tak akan melepaskan kesempatannya begitu saja."
Mereka melompat menjaga jarak sebelum saling bertukar tebasan beberapa kali. Kilatan cahaya yang dibarengi suara memekakkan telinga tak bisa dihindari, jenderal tersebut mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah, Stella menghindarinya setipis rambut sebelum memberikan serangan balas secara horizontal.
"Itu berbahaya sekali."
__ADS_1
Entah bagaimana jenderal itu bisa menghindarinya dengan lompatan kecil ke belakang.
"Kau ini mantan pendeta utama dari kultus dewi Eria tapi benar-benar haus darah sekali."
"Kami para pendeta juga dituntut untuk bertarung di garis depan.. yah, bukannya kau masih belum memperkenalkan dirimu."
"Ah, aku terlalu menikmati pertarungan ini.. namaku Dark Shield paling tidak semua orang di kerajaan mengatakannya seperti itu."
"Kerajaan Extratime memberikan julukan aneh walaupun sebenarnya itu merujuk ke arah pengguna perisai."
"Layak untuk dicoba."
Stella mempercepat gerakan kakinya sehingga salju di sekelilingnya tampak meninggalkan bekas kecil setelahnya, dia memberikan gerakan tusukan ke arah Dark Shield.
Setiap tusukan diperkuat dengan sihir cahaya jadi saat Dark Shield menepisnya ujung pedang Stella memberikan ledakan ke sekelilingnya.
Pedang berhasil ditahan baik oleh Dark Shield dan dia mengayunkan pedangnya secara diagonal dan bam.
__ADS_1
Tanah terangkat ke udara.
Menurut kekuatan mereka memiliki status yang sama, sementara jika kecepatan Stella Evergarden jauh berada di atas.
Dentrang.
Kedua pedang mereka terpental, di mana Dark Shield menendang tubuh Stella hingga dia terkirim ke tanah untuk berguling beberapa kali di sana.
"Aku bukan tipe orang yang memukul wanita namun ini tak bisa dihindari, wanita itu pada dasarnya sangat lemah mereka hanya pandai bagaimana bermain di ranjang, bukan begitu."
Stella menyeka ujung mulutnya yang berdarah, saat berperang tidak ada aturan pria atau wanita untuk saling menghargai bahkan jika mereka saling membunuh itu wajar mengingat posisi mereka sekarang, sementara orang di depan Stella hanyalah orang munafik yang berfikir dia lebih kuat dari siapapun dan mencoba mempermainkan lawannya seolah dia terpaksa melakukannya.
Dibanding pelecehan itu bentuk menjijikkan bagi Stella yang berperang dengan penuh tekad kuat.
"Jangan khawatir, wanita lemah ini akan memberikan rasa takut yang belum pernah kau rasakan dan membuat kau tahu seberapa kuat wanita itu."
"Hoh, buktikan padaku."
__ADS_1