Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 195 : Pil Tingkat Kedua


__ADS_3

Bertovo menyeringai selagi mengambil pedang besar di dekatnya.


"Tirai pertunjukan baru saja dimulai," bersamaan perkataannya dia meluncur dengan cepat, setiap pergerakannya meninggalkan jejak debu di udara yang menandakan dia sama sekali tidak peduli bahwa posisinya diketahui.


DENTRANG.


Sebuah tebasan meluncur dari samping Souma yang ditahannya dengan baik meskipun tubuhnya harus berputar-putar di udara karena terhempas sekitar 1 km. Di momen tersebut Bertovo telah muncul di belakangnya, itu bukan sebuah sihir teleportasi melainkan perpindahan tubuh di mana dirinya dan pedang bertukar tempat.


"Tamat kau."


Dia mengayunkan pedang dari atas ke bawah, tepat saat itu berayun Souma menusukan pedangnya di tanah untuk menahannya agar tidak tertebas, hanya dengan jarak satu inchi mata pedang menghancurkan tanah ke udara.


Souma meluncur dari balik asap melalui tusukan, sebelum menembus Bertovo dia telah menghilang digantikan sebuah pedang dan dalam sekejap petir menyambar tubuh Souma dari langit yang mana menciptakan ledakan bertubi-tubi.


"Gwahaha selain aku jika orang lain menyentuh pedang di sini mereka akan diledakan oleh petir, bagaimana rasanya?"


Souma berdiri selagi menepuk-nepuk tubuhnya membuat wajah musuhnya merenggut kesal.


"Bagaimana kau masih bisa berdiri karena serangan seperti itu?"


"Itu mungkin karena seranganmu tidak terlalu kuat."


"Jangan bercanda, satu pedang ini sudah cukup menghancurkan satu kota."

__ADS_1


"Kurasa kau harus mencobanya lagi."


Giliran Souma yang menyerang, menggunakan teknik pedang yang dialiri petir sebagai peningkat kecepatannya, dia melewati setiap pedang yang menghalanginya, mengayunkan dengan mudah dari atas, pedang yang digunakan Bertovo untuk menahannya patah dengan mudah, sebelum bilahnya mengenainya dengan sigap dia melompat ke belakang sambil menarik dua pedang ke tangannya.


"Doubel Slash Ultimate."


Meneriaki jurusnya sebuah tebasan lebih dari satu menerjang ke arah Souma membentuk dirinya layaknya bilah setengah lingkaran. Souma memberikan tebasan angin untuk membuatnya saling berbenturan.


Menggunakan celah yang terbuka, Bertovo muncul di belakang Souma. Bagi dirinya trik kedua tidak berpengaruh padanya, dengan memutar tubuhnya sebuah tendangan menghantam perutnya, menciptakan ledakan angin yang mana membuat Bertovo terhempas sejauh lebih 10 km, ruangan ini mirip seperti bumi berputar saat tubuhnya menghilang dia akan muncul di sisi lain.


"Gaaak."


Setelah berguling-guling beberapa saat Bertovo terbaring dengan darah yang menyembur dari mulutnya.


"Tulang rusukku patah."


Seluruh pedang mulai tercabut ke udara, selanjutnya menukik mengincar Souma yang dengan santai bergerak ke sana kemari layaknya angin, pedangnya juga mampu menghancurkan sebagian yang meluncur padanya.


Bagi Bertovo itu jelas tidak masuk akal, hanya untuk menangkisnya saja sudah sulit apalagi jika seseorang memotongnya jadi dua bagian, pedangnya bukan mainan anak-anak semuanya berkualitas S.


Hanya satu jawaban yang bisa dia terima.


Pedang musuhnya tidaklah normal, selain itu konsep ruang dan waktu tidak berpengaruh pada Souma.

__ADS_1


Dengan kata lain musuh di depannya juga bisa disebut abadi.


Kenapa orang seperti ini ada di dunia ini?


Siapa sebenarnya orang ini?


Semakin dia memikirkannya kepalanya semakin sakit dan tanpa terasa seluruh pedang miliknya telah dihancurkan.


"Sebenarnya siapa yang telah membuat pedangmu itu?"


"Kau penasaran, yang membuatnya adalah dewi."


"Pantas saja."


"Kau langsung percaya."


"Jelas sekali, seluruh pedangku adalah pedang terkuat yang ada di dunia ini tak mungkin bisa kalah dengan pedang tipis sepertimu."


Bertovo berdiri selagi memegangi perutnya.


"Apa kau akan menyerah? Jika kau lakukan itu aku tidak akan membunuhmu."


"Konyol, bagiku mati di medan perang adalah sebuah kehormatan."

__ADS_1


Bertovo mengambil pil berikutnya lalu menelannya sekaligus hingga luapan mana menyembur dari tubuhnya, dalam sekejap luka ditubuhnya telah tersembuhkan, sementara tato api di badannya mulai semakin membesar sampai menutupi seluruhnya.


"Akan kuperlihatkan pil tingkat kedua," katanya menyeringai senang.


__ADS_2