Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 259 : Satu Tebasan


__ADS_3

"Haha bagaimana jurus pamungkasku cukup mengagumkan bukan," iblis itu tertawa saat melihat bagaimana jejak Souma menghilang bersama kota yang diledakan olehnya.


Itu tidak lama sampai dia menyadari bahwa Souma telah berada di belakangnya.


"Itu kekuatan yang bagus."


"Hah? Bagaimana kau bisa ada di belakangku?"


Dengan panik iblis yang bertugas sebagai penjaga wilayah ini mundur ke belakang, tentu saja Souma tidak membiarkannya lari jadi dia mempersempit jarak dengan berlari padanya.


Mengantuk pedangnya Souma berhasil memotong ke dua tangannya, potongan itu tidak menyambung kembali melainkan terbakar dengan api biru.


"Mus-mustahil?"


Di tebasan berikutnya tubuh iblis itu terbelah dua bagian kemudian terbakar setelahnya tanpa bisa melawan sedikitpun.


"Entah kenapa saat seorang melawan Souma mereka terlihat lemah."


"Hanya perasaanmu saja Lugunica."


Setelah banyak mengalahkan musuh Souma menghancurkan tembok untuk sampai ke Distrik 4. Dengan keributan sebelumnya sudah jelas akan banyak orang yang sudah menunggunya muncul.


Mereka bahkan menyiapkan beberapa meriam yang kemudian ditembakan padanya, bunyi ledakan terdengar seiring perintah yang diberikan salah satu pemimpinnya.


"Tembak... tembak."


Souma menebas bola meriam tersebut hingga mereka terbelah dua dan meledak di sisi berbeda, walau itu sia-sia mereka terus menyerang tanpa henti.


Souma mengayunkan pedang di udara, dan sebuah bilah memotong meriam termasuk orang yang menggunakannya.


Orang-orang terkejut dengan pemandangan itu.

__ADS_1


"Dia iblis, lari."


"Konsep iblis bagi mereka pasti sudah terbalik," kata Lugunica sarkas.


"Inferno."


Api membakar mereka jadi debu sementara para tahanan di distrik 4 mulai dibebaskan dan masing-masing dari mereka bahu membahu untuk keluar.


"Aku selalu berfikir bahwa kesatria kavaleri tidak akan bisa membantu, tapi sekarang berbeda... terima kasih tuan."


Souma membiarkan perkataan itu berlalu saja sampai ia mengalihkan pandangan ke seorang pria gemuk berkepala plontos.


Dia hanya mengenakan celana boxer dengan golok di tangan kanannya sementara tangan lain memegang paha ayam.


"Gwahaha... kota ini benar-benar hancur, tapi bukan masalah, aku bisa membangun sebanyak yang Kusuka."


"Namamu Horden."


Dia merobek daging dengan mulutnya dan membuang sisanya ke jalanan.


"Hanya melawan satu orang saja mereka tidak mampu, benar-benar tak berguna... tapi biarlah aku yang agung ini akan menyelesaikan semuanya gwahaha."


Souma tidak perlu mendengar ocehannya, dia telah muncul di depan Horden dengan bilah terayun darinya, Horden menyadarinya dan balas dengan ayunan goloknya, ketika dua logam itu berbenturan tubuh Souma terlempar beberapa meter menembus bangunan sebanyak tiga kali sebelum berhenti setelah menabrak jendela.


"Oi, oi, kau pasti bercanda, mana mungkin Souma terlempar dengan serangan barusan."


"Kau terlalu berlebihan Lugunica, dia menggunakan kemampuan unik untuk mengembalikan serangan musuhnya kembali."


"Gwahaha tepat sekali, semakin musuhku menyerang dengan kuat maka semakin kuat juga dampak yang akan diterimanya."


Horden memilki tinggi dua meter serta perut yang akan naik turun ketika dia berjalan, dia mirip Orc jika dilihat sekilas namun elemen manusianya tetap dipertahankan jadi ragu untuk menyebutnya sebagai makhluk seperti itu.

__ADS_1


Souma menepuk pakaiannya sebelum berdiri kembali, dia mengarahkan tangannya dan api menyembur ke arah Horden.


Dia menyerap seluruh api itu ke dalam golok kemudian saat dia mengayunkannya kembali, api yang sama dilesatkan pada Souma.


Tentu itu bukan serangan yang harus diwaspadai, dengan sedikit melindungi diri dengan mana api itu menyebar tanpa kesulitan.


"Gwahaha, hebat, hebat, kau menahan seranganmu sendiri.. Tapi bagaimana kau akan mengalahkanku."


"Aku akan menebasmu dari sini."


"Hah?"


Souma menyarungkan kembali pedangnya dengan posisi menyamping, jarak dirinya dan Horden memang terbilang jauh.


"Sudah sejak lama aku tidak menggunakan kemampuan ini, jadi kau orang yang beruntung bisa melihatnya."


"Kau sedang membual."


Udara di sekitar Souma telah berubah, itu mengeluarkan keheningan yang mencekam yang menyayat jiwa siapapun, dan seperti sebuah tetesan air tiba-tiba pijakan Souma hancur yang mana menciptakan lubang berdiameter cukup besar dengan retakan yang menjalar ke setiap arah


Lugunica terdiam sementara Horden sudah terbelah dua bagian bersama golok di tangannya, tak hanya itu sepanjang lintasan darinya telah ikut terbelah termasuk gunung yang jauh dari kota.


Lugunica kembali ke dalam kenyataan.


"Souma kau menghancurkan gunungnya."


Gunung yang sebelumnya berdiri kokoh telah hancur dan menyisakan area luas tanpa apapun, ketika Lugunica berbalik dia melihat kerusakan sama di belakang Souma.


"Apa?"


"Ini adalah teknik tarikan pedang, jika dikeluarkan dengan semua kekuatan yang ada, maka akan menjadi sebuah pedang bermata dua."

__ADS_1


"Benar-benar mengerikan, mirip seperti sebuah laras senjata api yang tidak bisa menahan tembakannya sendiri."


__ADS_2