Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 241 : Bayangan Masa Lalu


__ADS_3

Javelin menciptakan lubang-lubang dari sihir bayangannya, dari sana bayangan itu berubah menjadi ujung tombak yang dengan kekuatan penuh meluncur pada Souma yang bertarung dengan katana di tangannya.


Lugunica mengeluh karena tidak digunakan namun bagi Souma, dia lebih terbiasa menggunakan katana dibandingkan pedang di punggungnya.


Dia bergerak dengan kecepatan angin, beberapa ditebas melalui pedangnya sementara sisanya dibiarkan menghancurkan beberapa rumah yang dia gunakan sebagai pijakan.


"Kekuatanmu sama seperti Vanitas, apa kau orang yang sama?"


"Jangan konyol, aku hanya bawahannya... kekuatan ini aku dapatkan dari berkah dewi begitu juga yang lainnya."


"Berkah dewi bukan sesuatu yang bisa kalian ambil begitu saja."


Souma melesat ke depan, dia berputar ke udara untuk memberikan tebasan biasa yang ditahan oleh tangan Javelin yang terselimuti bayangan.


Javelin merasakan bahwa bilah tersebut akan memotong tangannya jadi dia berputar untuk memberikan sebuah tendangan menghantam wajah Souma hingga dia sedikit terdorong sebelum memosisikan diri dengan berdiri di sampingnya.


Javelin dan Souma saling menatap sesaat sebelum sebuah tangan raksasa menyergapnya dari atas, itu terbuat dari bayangan meski demikian Souma menebasnya dengan mudah setelah mengaliri energi sihir suci pada tebasannya.


"Sekarang aku mengerti, kekuatanmu ini memang berkah dari dewi namun jika dibilang berkah itu hanya kutukan, sepertinya Dewi Harmonia membenci kalian."


"Benar sekali, dia diikat di ruangan paling tinggi di gereja pusat. Itu bukan perlakuan bagus untuknya."

__ADS_1


Lugunica sedikit memberikan komentar pedas pada musuhnya.


"Kalian sudah kerterlaluan, melakukan itu hanya demi tujuan aneh kalian, aku mengacungkan jari tengah pada kalian."


Souma pikir Lugunica mengatakannya karena dia hanya bentuk pedang sekarang.


"Ini adalah sesuatu yang pantas untuk membalas budi pada orang itu, kami adalah orang-orang yang dibuang dari dunia ini maka kami tidak sedikitpun merasa simpati jika dunia ini hancur."


Bayangan kembali menyerang Souma.


Dia mengayun tebasan angin kemudian disusul dengan Inferno dan juga sihir untuk menguatkan kakinya, seperti sebuah roket dia muncul di depan wajah Javelin.


"Magic Creator, Lintas Dunia.. Bayangan Masa Lalu."


Sosok Javelin berada di atasnya.


"Magic Creatorku membuat siapapun yang terjebak akan merasa keputusasaan dan terus menyerang mental mereka tanpa ampun dengan sebuah kegilaan, bayangan ini dibuat dari orang-orang yang telah aku kalahkan.. tubuh dan jiwa mereka dijadikan makhluk seperti ini."


"Bukannya ini gawat Souma, sepertinya aku merasakan keputusasaan menyelimuti diriku, aku mati ketika masih perawan!"


Keputusasaannya benar-benar mengerikan.

__ADS_1


Souma bisa merasakan hal sama juga, seluruh kenangan tentang dirinya telah membanjiri kepalanya seperti sebuah air terjun, dia tidak bisa menahannya ataupun mencegahnya, ingatan itu terus masuk tanpa henti.


Beberapa saat kemudian Javelin terkekeh bersama makhluk miliknya sebelum terdiam dengan reaksi yang ditunjukkan Souma.


"Mustahil? Harusnya kau menjadi gila, di tempat ini semua orang yang berusaha melupakan masa lalunya akan terangkat ke permukaan dan itu akan menghancurkan jiwamu dari dalam, apa kau manusia?"


"Kurasa aku manusia, sayangnya kenangan yang menyakitkan itu tak pernah aku lupakan, aku selalu mengingatnya bahkan tanpa kemampuanmu itu."


"Kau?"


"Seberapa menyakitkan itu aku harus terus melangkah maju bukan, kau yang terjebak masa lalu benar-benar menyedihkan."


Javelin sekilas mengingat masa lalunya dimana dia dipukuli banyak orang karena mencuri makanan, itu menyakitkan dan dia berfikir akan membagi rasa sakit itu pada orang lainnya sebagai pembalasan darinya.


Dibandingkan memilih jalan dimana dia akan menyelamatkan orang yang bernasib sama dia memilih untuk menyusuri jalan seperti itu.


Karena dia......


.......Membenci dunia ini.....


Javelin mengirim mulut-mulut itu untuk memakan keberadaan Souma sayangnya dengan sebuah tebasan, makhluk itu terbelah dua lalu meledak dengan cahaya yang keluar dari tubuhnya.

__ADS_1


Javelin jatuh ke lantai, sebelum dia mengatakan sesuatu kepalanya sudah terpenggal.


"Seorang yang terus mengingat masa lalunya dan tak pernah memperbaiki masa depannya, sama saja dengan mati."


__ADS_2